
"Apa yang terjadi pada Maria?!"
"Maria sudah siuman. dia mencarimu..." timpal Mark.
"Ya Jake, sedari tadi Maria mencarimu.. kenapa kau lama sekali? darimana saja kau itu?" tanya William.
"Aku baru saja pergi menemui wanita itu." jelas Jake.
"Kau menemui Anaya?Di penjara bawah tanah?" timpal Marcus.
"Hmm."
"Untuk apa kau menemuinya?" William kembali bertanya.
"Hei Will, kau itu ingin tau sekali.. biarkan Jake menemui Maria dulu.. Maria sudah mencarinya dari tadi." geram Victor.
"Kau itu selalu saja ikut campur jika aku sedang berbicara.." William tak terima.
Victor memutar matanya jengah.
"Itu karena kau cerewet sekali seperti wanita!" timpal Seth.
William menegaskan rahangnya.
"kalian itu memang selalu menimpali ocehanku... sekali-kali diamlah saat aku berbicara. Aku itu lebih tua dari kalian semua,, Cih!".
"Aku lebih tua darimu Will" timpal Marcus.
"Ya. kau memang sangat tua!!!" geram William.
"Sudahlah.. jangan adu mulut disini!" ujar Mark sembari menatap satu persatu dari semuanya.
tanpa berkata-kata, Jake pun memasuki ruangan.
ceklek..
pintu kamar terbuka, memperlihatkan Maria yang sedang menatapnya dengan lesu.
mata birunya yang secerah langit, dan seindah lautan itu menyimpan kesedihan yang mendalam.
"Sayang..." lirih Jake sembari mengelus pipi mulus Maria lembut.
Maria menatapnya dalam.
"Kau baik-baik saja hm? Kau merasakan sakit? Bagian mana tubuhmu yang sakit? Katakan padaku.." lirih Jake.
"Sayang,, apa aku keguguran?" tanya Maria.
Jake terdiam, dan hanya menatap manik mata biru itu dalam.
"kenapa kau diam?Apa aku keguguran?Apa aku tak akan pernah bisa hamil?"
"Sttt" Jake menyentuh bibir Maria menggunakan telunjuk tangan, "Jangan katakan itu lagi... kau masih sakit, dan perlu banyak istirahat oke.."
__ADS_1
"Aku sudah merasa baik. katakan padaku.. apa yang sudah terjadi padaku?Apa aku keguguran?Ah sudah pasti aku keguguran.. karena wanita itu ingin membunuhku dan calon bayi kita." jelas Maria
"Kau tidak perlu khawatir sayang,, aku sudah membedakannya.."
"Membereskan katamu?" Maria tersenyum kecut. "Apa yang kau bereskan? membalas wanita itu? Menghukumnya? Menyiksanya?atau membunuhnya??Semua itu tidak ada artinya karena aku sudah tidak bisa hamil lagi..." Maria menangis, seolah menyalurkan rasa sakitnya melalui tangis yang terdengar menyayat.
Jake memeluk Maria erat.
"Aku sudah tidak bisa hamil lagi... impianku untuk menjadi wanita sungguhan sirna sudah... aku tidak sempurna!!" Maria menangis sejadi jadinya. menepuk-nepuk dada Jake.
tetapi Jake tidak merasakan rasa sakit, pria itu memeluk istrinya erat, sembari menciuminya dalam, seakan merasakan rasa sakit yang teramat yang di rasakan oleh Maria.
"Jangan katakan itu sayang,,, tidak masalah kau tidak bisa hamil.. aku tidak mau memiliki anak jika harus kehilanganmu.." lirih Jake, berusaha untuk menenangkan istrinya.
"Kau mengatakan itu sekarang, tapi tidak nanti.. bagaimana mungkin kau tidak memiliki anak? Lalu siapa yang akan meneruskan bisnismu?kau tidak akan punya pewaris." Maria kembali menangis.
"Tidak masalah!!Bagiku kau segalanya!! harta tidak ada artinya jika kau tidak ada di sisiku.. bagiku kau adalah SEGALANYA... sekalipun aku harus kehilangan semua itu!!" tegas Jake.
"Tapi aku ingin hamil! aku ingin punya Anak darimu,, aku ingin melahirkan penerus untuk keluargamu.. aku ingin menjadi wanita yang sempurna!"
"Cukup Maria!!! Hentikan omong kosong ini!! aku tidak akan mau mempunyai anak darimu jika itu akan merenggut nyawamu!!! taukah kau jika aku begitu mencintaimu hingga nyaris gila??!! aku tergila-gila padamu.. dan aku tidak mau kehilanganmu!!!" tegas Jake.
setelah mengatakan hal tersebut, Jake pun meninggalkan Maria yang sedang menangis..
"Dia pasti sudah tidak mencintaiku lagi.. karena aku tidak bisa hamil.. pasti dia akan mencari wanita lain untuk mengantikan aku.. " Maria kembali menangis sejadi jadinya.
entah apa yang di fikirkan Maria...
Jake tidak mengerti dengan fikiran dan ucapannya..
Maria sangat Egois!
Jake tidak mau mengambil resiko,
jika Maria hamil maka itu akan merenggut nyawanya,, janin yang di kandungnya sudah di angkat. Karena luka dalam akibat tusukan tersebut mengenai rahim Maria.
Jake tidak mau kehilangan Maria! dia tak ingin Maria mati karena hamil anaknya.. buat Jake Maria adalah segalanya,, dia tak akan mau punya anak jika itu membuat Maria celaka.
tapi mengapa Maria tidak mengerti juga?
Maria sangat Egois!
Jake tak habis pikir dengan sikap Maria!
"Jake ada apa?" tanya William.
Jake melangkahkan keluar ruangan, melewati teman-temannya.. bahkan tidak menjawab pertanyaan dari William.
"Kenapa dia?" tanya William. "Kenapa wajah Jake seperti itu? Mungkinkah mereka berdua bertengkar di dalam?".
Jay dan Mark menyusul Jake,
" Jay.. Mark.. pergi kemana kalian?" tanya Victor
__ADS_1
"Mengikuti Jake. tetaplah disini! jaga Maria." ujar Jay.
Marcus dan Seth mengangguk pasti.
"Aku bosan! aku akan bersenang-senang." ujar William.
"Terserah kau saja!"
dalam hal ini, Jake merasa bahwa dirinya lah yang sudah membuat Maria seperti ini.. Jake beranggapan jika dia yang sudah membuat hidup Maria hancur. karena menyeret Maria dalam hidupnya yang penuh dengan kegelapan.
Jake menekan pedal gas kuat, pria itu dengan lihai mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. meliuk-liuk bak pembalap. 3 hari Maria kritis dan sekarang istri itu sudah siuman.. sebenarnya Jake ingin sekali memeluk Maria, dia sangat merindukan istrinya itu. tapi sekarang hubungannya dan Maria sedang tidak baik-baik saja.
itu membuat Jake frustasi!
seharusnya Jake Tidak melibatkan Maria di dalam hidupnya..
benar kata Maria,, seharusnya dari dulu Jake melepaskan Maria. agar Maria tidak mengalami nasib buruk seperti ini.
kemalangan yang menimpa Maria. itu adalah salahnya!
Seandainya saja dulu. dia tidak menerima Anaya sebagai kekasihnya,, dan terus mencari Maria. pasti semua ini tak kan terjadi!
dan seandainya saja Lucas tidak memperkenankan Anaya padanya,, pasti Anaya tak kan tau dirinya dan mencintainya..
tapi nasi pun sudah basi!!
persetan!!
penyesalan memang datang di akhir bukan?
Jake tersenyum kecut.
Dia tertawa dengan takdir yang tengah mempermainkannya..
hidup ini memang keras, tinggal kita yang menjalani.
ingin tetap berjalan ataukah berhenti di tengah jalan?
semua itu sama-sama menyakitkan!
keparat!!
Jake tak tau dia harus berbuat apa.. intinya sekarang dia ingin amarahnya terlampiaskan!
dia ingin memukuli orang dengan membabi buta.
dia haus akan darah sekarang..
darah psikopatnya mengalir deras,
ia ingin menuntaskan hasratnya untuk membunuh orang. Jake sudah di kuasai oleh amarah yang memuncak.
"Halo!!! siapkan satu orang untukku bertarung satu lawan satu di atas ring!! jika di perlukan jadikan tawanan sebagai lawanku.. agar aku dengan leluasa dapat membunuhnya!" titah Jake.
__ADS_1
Bersambung~