
Maria di larikan ke rumah sakit Valent.Hospital.
Disana Maria langsung di masukkan di ruangan khusus VVIP,
Maria sedang menjalankan operasi persalinan, sekaligus operasi pengangkatan rahim. karena Maria akan melahirkan Sekarang.
Jake tak menyangka, Maria akan melahirkan secepat ini, dia belum siap untuk kehilangan Maria. walau dia sudah berdoa kepada Tuhan untuk memberikan Maria umur panjang.
dengan kekhawatiran dan raut wajah kegelisahan, Jake tak mampu berdiri tenang, dia sangat ingin memasuki ruangan dimana Maria sedang menjalankan operasi.
sesekali Jake mondar-mandir bak orang gila.
dia mengacak2 rambutnya frustasi. sesekali pria itu meneteskan bulir air matanya, walaupun setelah itu dia menghapusnya.
dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan teman-temannya, tapi semuanya tau, jika Jake sedang tidak baik-baik saja menyangkut soal Maria. terlebih Maria sedang berjuang antara hidup dan mati.
"Kenapa mereka lama sekali!!" geram Jake, rasanya pria itu ingin sekali mendobrak pintu kaca tertutup oleh korden hijau itu. tapi dia tak kuasa, dia takut menganggu dokter yang sedang berkonsentrasi untuk menyelamatkan istri sekaligus anaknya.
Jake bersumpah, jika Ero, Helen dan Ghea bisa membantu menyelamatkan Maria, dia akan menggaji ketiganya dengan bayaran yang mahal, memberinya tiket pesawat , untuk berlibur selama 1 bulan ke new York city. atau Dubai. terserah.
itu hanya berlaku jika ketiga dokter profesional itu bisa menyelamatkan Maria, tetapi jika tidak. Jake juga akan meledakkan rumah sakit ini sampai hancur berkeping-keping dan tak tersisa.
itu merupakan salah satu amarah dari Jake.
dia tak peduli jika rumah sakit ini adalah miliknya, atau peninggalan kakeknya sekalipun dia tidak peduli.
Jake Sudah kehilangan akal sehatnya, dan itu membuatnya takut, stress dan frustasi.
"Sabarlah... Dokter sedang menangani Maria." ujar Mark. mendekat dan menyentuh bahu kakaknya.
Jake tidak menjawab, pikirannya sedang berkecamuk.
Tiba-tiba ero keluar dari ruangan,
Jake langsung berdiri dan menghampiri Ero yang sepertinya terlihat gelisah.
"Ero. bagaimana keadaan istriku?" tanya Jake.
__ADS_1
"Maaf sir, Miss Maria sedang kritis. kami masih menangani persalinan istri anda, dan kami berusaha untuk menyelamatkan anak anda." jelas Ero.
"Persetan dengan anak!! aku tidak peduli, aku hanya ingin istriku selamat.!!" geram Jake.
"Jake kau tidak boleh berteriak, ini adalah rumah sakit. dan Istrimu sedang memperjuangkan hidupnya... kau harus kuat." timpal William.
"Damn it!!" umpat Jake.
"Aku tidak mau tau, kau harus menyelamatkan Istriku, apapun yang terjadi!!! jika tidak?Tamat sudah riwayat kalian semua.!!" imbuh Jake.
"Kami akan berusaha sekuat tenaga sir,,," ujar ero.
tiba-tiba dari luar mereka mendengar suara tangisan bayi, yang berarti anak-anak Jake telah lahir dengan selamat dan sehat. entah mengapa mendengar tangisan bayinya Jake seakan luluh. tapi pria itu mencoba untuk mengendalikan dirinya. dan beranggapan jika bayi itu yang sudah membuat Maria Sekarat seperti sekarang.
"Dokter Ero..." panggil Ghea.
Ero menoleh,
"Gawat!!!" ujar Ghea. ero pun bergegas memasuki ruangan dan menutup kembali pintu serta kordennya.
Suara bayi pun sudah mulai tidak terdengar, lagi-lagi Jake di buat frustasi. sudah menunggu hampir 4 jam lamanya, tapi mereka belum juga keluar.
"Tenanglah, Maria pasti akan selamat. dia adalah wanita yang kuat." Victor menepuk bahu Jake, memberikan dukungan.
Jake hanya menoleh menatap wajah Victor sekilas dan kembali diam. seakan dirinya tak mampu untuk berbicara, walau hanya sepatah kata pun, jika dia belum mendengar kabar tentang istrinya.
"Jake, berdoalah pada Tuhan agar dapat menyelamatkan Maria dan juga anakmu." timpal Jay.
"Yes sir.. kali ini saya setuju dengan Jay." timpal Seth dalam mode Bekerja.
Jake tau menggubris.
"Untuk apa berdoa jika dia tidak mengabulkannya.?!" ujar Jake. "Selama ini aku sudah sering berdoa, sekarang aku ingin lihat seberapa kuasanya tuhan itu.. aku ingin melihat sendiri keajaiban yang katanya benar adanya, dan di percayai oleh semua orang itu."
"Mendengar ucapanmu seperti itu, kau seperti seorang pria yang tak memiliki agama, seperti William." sambung Mark.
"Aku? Kenapa aku?" timpal William tak terima.
__ADS_1
"Kau sendiri yang mengatakan jika kau tidak percaya dengan Tuhan." Victor angkat bicara.
William terdiam, tanpa memiliki niat untuk menimpali.
"Aku bukan seorang yang tak percaya dengan adanya tuhan, tapi aku ingin melihat dan membuktikan sendiri, seberapa kuasanya tuhan dalam mewujudkan sebuah keinginan dan keajaiban Secara bersamaan?". ujar Jake "Jika tuhan bisa menyelamatkan Maria maka aku akan sangat percaya dengan keajaiban, karena aku sendiri yang membuktikannya." imbuhnya "terkadang semua perlu bukti, untuk mempercayai benar atau tidaknya dari sebuah perkataan semata."
"Ya Jake benar, itulah sebabnya aku tidak memiliki agama. karena aku belum melihat sendiri keajaiban dan kekuasaan Tuhan, seperti yang semua orang Katakan." ujar William "Bagiku mereka semua hanya membual, dan melebih-lebihkan suatu perkataan." imbuhnya.
"Aku masih mempercayai adanya tuhan, tapi aku meragukannya. jika dia tak bisa menyelamatkan Istriku." ucapan Jake terdengar lirih, seakan terselip nada Kekhawatiran yang khas.
"Kau harus percaya pada Tuhan." ujar Victor "Jangan seperti William yang bodoh. karena tidak mempercayai Tuhan" Victor terkekeh, mencoba mencairkan suasana yang kini semakin menegang.
semuanya terkekeh, kecuali Jake yang masih terlihat sangat gelisah.
"Sialan kau Victor." William tak terima.
"Percayakan semuanya kepada Tuhan, aku yakin dia akan menyelamatkan istri dan juga anakmu.." Victor kembali menyemangati.
Victor adalah teman dekat Jake, sama seperti Marcus. yang dapat mencairkan suasana, memahami apa yang di rasakan oleh Jake. selalu ada untuknya, membantu setiap pekerjaan yang dapat meringankan Jake. bedanya Marcus adalah pria hangat, sedangkan Victor adalah pria yang dingin. walaupun sikap mereka tak jauh berbeda darinya, yaitu seorang Mafia, pembunuh, dan tentu saja seorang Casanova seperti ayahnya.
William juga teman dekat Jake, William sama seperti Marcus dan Victor, mencairkan suasana, selalu ada untuknya, membantu segala sesuatu yang dapat meringankan pekerjaannya, tapi William tidak bisa di ajak mengambil situasi. walaupun usia Jake dan William hanya terpaut beberapa bulan saja. tapi William terkadang sangat bodoh.
Seth yah, apalagi yang pria itu lakukan?Kacung yang kurang ajar. tapi dalam bisnis dia sangat di butuhkan, Karena kemampuannya sebagai seorang hacker handal. jika saja Seth bukan sepupu dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. sudah pasti Jake dan Lucas akan menendangnya jauh hingga terpental di udara. Cih.
Yang sangat memahami Jake adalah Lucas. adiknya. walaupun Lucas sangat kasar, tak tau diri, datar, dingin bak beruang kutub. yah walaupun Lucas itu sangat Bajingan paling keparat dan brengsek. tapi Lucas memiliki sisi lembut yang tersembunyi. sikap Jake dan Lucas itu sangat sama. karena itu yang membuat mereka menjadi sangat dekat.
"Sir...."
tiba-tiba Helen datang dan memanggil Jake seakan ingin mengatakan sesuatu. wajah Helen terlihat terkejut dan sangat berantusias untuk memberitahu Jake sesuatu.
"Ada apa Helen? kenapa kau sangat tergesa-gesa?!." ujar Jay.
"Sir Jake. Miss Maria.. dia...." sebelum Helen melanjutkan bicaranya,
"Ada apa dengan Istriku?!"
"Miss Maria. dia...?"
__ADS_1
Bersambung~