My Desire Obsession

My Desire Obsession
Happy ending


__ADS_3

1 tahun kini sudah berlalu~


Maria di buat pusing, karena kerap kali dia harus membereskan kamarnya.. si kembar sudah mulai nakal,, berjalan kesana-kemari menyentuh barang-barang besar, terkadang membuat Maria harus menghembuskan nafas beratnya, antara khawatir dan takut dengan tingkah kedua bocah yang semakin hari semakin menggemaskan.


terlebih jika Corry berceloteh layaknya orang dewasa untuk menasehati Connor, membuat Maria tertawa. Jake pun sekarang mulai melupakannya,, sepulangnya dari kerja, pria itu bahkan langsung menemui kedua anaknya. tanpa menemuinya terlebih dulu. itu membuat Maria menggerutu, dulu saja saat dia hamil Jake tak mau menerima anak itu, sekarang setelah kelahirannya, pria itu lebih menyayangi mereka.. seakan melupakan Maria, padahal kan yang melahirkan si kembar itu dirinya.. Cih.


"Corry buka mulutmu sayang,, mommy akan menyuapimu dengan bubur rasa pisang kesukaanmu hm..." Maria mencoba untuk merayu Corry, entah mengapa anak ini sangat keras kepala sekali. bayangkan saja,, dia tidak mau makan tanpa ada Daddynya.. Corry hanya mau di suapi oleh Jake.


Beda sekali dengan Connor, ah anak ini begitu tenang, jarang sekali menangis. Connor selalu menurut padanya. walaupun terkadang dia bersikap acuh tak acuh. Maria di buat pusing oleh kedua anaknya.


"Corry makanlah sayang,, mom sudah sangat lelah ,, dari tadi mom menyuapimu tapi kau tidak mau,, apa yang kau inginkan hm..?" imbuh Maria. Sedangkan Corry hanya sibuk bermain dan menggelengkan kepalanya saat Maria berusaha menyodorkan sendok yang berisikan bubur pisang kedalam mulutnya.


"Connor,,, pesawat akan tiba.." Maria menyodorkan sendok yang berisikan bubur rasa sayur kedalam mulut Connor dengan gaya bak pesawat terbang. Connor pun dengan suka rela membuka mulutnya tanpa berbasa-basi.


Tentu saja kedua anaknya itu memiliki selera masing-masing..


Connor sangat menyukai hal-hal berupa sayuran, sedangkan Corry menyukai hal yang menyangkut tentang buah. terlebih pisang. Corry sangat lahap memakan pisang karena sangking sukanya.


"Hai sayang,," Jake tiba-tiba datang mengangetkan.


"Kau sudah pulang? Kenapa cepat sekali?" Maria berdiri menghampiri suaminya.


Jake mencium pucuk kepala Maria sekilas, "Ya sayang,, aku pulang cepat karena aku sudah sangat merindukan mereka.." ujar Jake "Anak-anak Daddy yang manis.. kemarilah sayang.." Jake membuka kedua tangannya lebar-lebar seakan ingin memeluk kedua anaknya. tetapi Connor terlihat biasa saja, sedangkan Corry sangat berantusias.


Jake menggendong Corry, dan melemparnya di udara, lalu menangkapnya kembali,, menggelitiknya,menciumi perutnya membuat Corry tertawa terbahak-bahak kegelian.


"Jake hentikan,, dia belum makan dari tadi." ujar Maria.


"Corry belum makan?" Jake bertanya memastikan.


"Iya, aku sudah menyuapinya tapi dia masih tidak mau makan juga,,, dia sangat keras kepala,, tidak mau ku suapi." jelas Maria.


"Benar begitu sayang?" Jake bertanya kepada si bungsu Corry, seakan mengerti dengan pertanyaan Daddynya,, gadis kecil itu mengangguk sembari menunjukkan wajah memelas,, ahh Maria ingin sekali mencium bayinya yang menggemaskan itu..


"Kau tidak boleh nakal Honey,, mom sudah bekerja keras untuk mengurus kalian,, jangan buat mom sedih hm.. menurut lah kepada mom seperti kalian menurut kepada dad,, Karena sesungguhnya mommy kalian lah yang sudah melahirkan kalian di dunia ini." Jake menasehati kedua anaknya, bak seperti orang dewasa, Connor dan Corry mengangguk pasti.


Maria langsung menggendong Connor kedalam dekapannya, menciuminya dan kembali memeluknya erat. Maria pun mencium kepala Corry sekilas.


"Mmmmommyyy.." celoteh Corry, anak itu ingin beralih ke dekapannya,,


"Sepertinya Corry ingin menyusu." ujar Jake.


"Berikan padaku,, dan tolong suapi Connor sayang,," ujar Maria.


Jake memberikan Corry kepada Maria, sedangkan Maria memberikan Connor kepada Jake untuk di suapi kembali. karena Connor belum selesai makan.


Corry yang malang, dia tidak ingin makan,tapi selalu menyusu.. mungkin saja menyusu sebagai ganti karena dia tidak mau makan.


Maria menyusui Corry di dalam kamarnya, tak lama Corry pun tertidur,, Maria kembali menepuk paha Corry pelan, penuh kasih sayang, dan ketulusan rasa cinta seorang ibu, mengingat bagaimana perjuangan Maria dalam mempertahankan kehamilannya dan hidupnya. tentu saja Maria sangat menyayangi kedua anaknya.


"Miss.." ujar sang pengasuh. "Corry tertidur?" tanyanya.

__ADS_1


"Hm.. tolong tidurkan Corry ke box nya,,, aku akan mengurus Connor.." ujar Maria.


"Baik Miss." sambung sang pengasuh.


Maria memberikan babby Corry ke dalam dekapan pengasuhnya, untuk di pindahkan ke box tempat tidur bayi yang di rancang khusus untuk Corry.


Maria mencari keberadaan suami dan anaknya,, ah berapa manisnya melihat kedua orang yang dia sayangi berada tepat di depan matanya.


Connor tertidur lelap di dalam pelukan hangat Daddynya,,


mungkin saja setelah puas makan dan kenyang, Connor ingin menikmati indahnya tertidur pulas setelahnya..


"Connor tertidur?" tanya Maria.


Jake mengangguk, "Dia sangat tampan.." lirih Jake.


"Sama sepertiku.." imbuhnya.


Maria mengerutkan keningnya, "Tentu saja Connor seperti mommynya bukan Daddynya.." ujarnya tak terima.


"Kalau begitu Corry yang sepertiku.." ujar Jake.


"Corry juga seperti mommynya,, dia sangat cantik dan bermata biru cerah seperti langit." sambung Maria.


"Ya Corry sepertimu,, yang memiliki sifat keras kepala dan sangat menjunjung tinggi harga dirinya.. itu Bagus" ujar Jake. "Tapi mereka berdua juga anakku, tanpa benihku kau tidak mungkin bisa hamil dan melahirkan mereka.." gunam Jake.


"Cih..." Maria berdecak sebal.


"Hei pabrik dadi keluarga de Anggelo juga sangat terbaik kualitasnya.."


"Aku tidak bilang jika keluarga de Anggelo memiliki pabrik yang buruk. kau benar sayang,, terlebih pabrik dari mu itu sangat nikmat dan tentu saja memuaskan." Jake mengedipkan sebelah matanya, menggoda Maria. membuat Maria tersipu. oh hei lihatlah wajah Maria memerah bak tomat masak yang terlihat mempesona.


"Lebih baik kita tidurkan Connor ke dalam.." ujar Maria.


"hm.." lirih Jake.


......


Jake mengunci pintu kamarnya, mematikan lampu dan menghampiri Maria yang kini sedang membereskan mainan Connor dan Corry yang berserakan di bawah kolong ranjangnya.


Maria menatap sekeliling, saat melihat lampu tiba-tiba redup, dan hanya memiliki sinar dari cahaya rembulan di sebalik jendela besar berasal dari balkon.


Maria berdiri, hendak mencari keberadaan suaminya, sembari memanggil Jake.


"Sayang.." lirih Maria.


Jake tidak menjawab, seakan kamar yang tadinya bising telah sunyi karena kedua anaknya sudah tertidur lelap, sedangkan Suaminya...entah dimana.


Maria terkejut, saat Jake tiba-tiba berada di belakangnya, sembari menciumi lehernya ke bawah, memberi ******* kecil di area punggung. Maria menutup matanya, menikmati sentuhan demi sentuhan suaminya, sesekali Jake melepaskan pakaian Maria dengan lihai, dan melepaskan bra Maria menggunakan giginya, Maria menggelinjang.


Maria membalikkan tubuhnya, menatap mata Jake yang kini sudah menggelap di kuasai oleh birahi, seakan ada benang yang tak kasat mata menghubungkan antar keduanya.. atmosfer sudah mulai memanas dan ingin segera di puaskan.

__ADS_1


Jake menggendong Maria ala bridal style, membawanya menuju ranjang, hingga tubuh Maria terpantul saat Jake meletakkannya pada ranjang besar nan empuk itu.


Jake menindih tubuh Maria, menatap lekat-lekat wajah cantik Maria, dan matanya tertuju pada bibir ranum indah merekah yang kini terbuka untuk ia akses.


Jake mencium bibir Maria, lembut, lama-lama ciuman itu menjadi buas, dan menuntut. Jake menjulurkan lidahnya hingga menari-nari kedalam mulut Maria,mencecap rasa manis yang ia dambakan. begitu pula Maria yang membalas ciuman Jake tanpa jeda. bak seorang ahli profesional dalam bidangnya.


dirasa puas, ciuman Jake turun kedalam ceruk leher Maria, dengan tangannya yang besar menyentuh gundukan gunung kembar dan memijit ujungnya. Maria terkesiap. meremas sprei kuat dan mengigit bibir bawahnya sensual. tak kuasa menahan gelora cinta yang mulai menghantam syaraf sadarnya.


Ciuman itu mulai turun dan tepat di depan inti dalam tubuhnya, Jake menyeringai, seakan dirinya baru pertama kali melihat betapa indahnya bunga mawar berwarna kemerahan yang begitu ia inginkan di depan matanya.


tanpa berlama-lama, dia langsung menyatukan dirinya, saat dirasa pemanasan kali ini membuat Maria langsung terkulai karena tak tahan dengan serangan bertubi-tubi yang harus ia terima.


Jake memompa Maria, perlahan mengikuti irama, dan arah detik jarum yang terus berputar ke kanan. hingga pada akhirnya ia mengerang, merasa puas dan melepaskan penyatuannya , mencium bibir Maria sekilas, dan pucuk kepalanya.. hingga kembali tertidur di samping Maria dengan selimut tebal yang membungkus tubuh keduanya.


"I love you my wife." lirih Jake.


Maria tersenyum, "I love you more My Husband.."


End~


Akhir bahagia dari kisah cinta Jake dan Maria...


bagaimana pendapat kalian??😍❤️


Happy ending ❤️❤️❤️❤️❤️❤️


terimakasih banyak para pendukung setia author 😊😊


jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat selalu berkarya,, hehe.. dukung author selalu 😉


dan jangan lupa, baca cerita terbaru author ya gays yang menceritakan tentang kehidupan asmara antara Lucas dan Grace.. perselingkuhan mereka...


dalam film banyak banget ya cerita tentang pelakor ga tau diri..


ini author ceritain pelakor yang berbeda gayss,, yang jadi pelakor malah adiknya sendiri.


dimana pendapat kalian kalau ternyata adik kalian adalah pelakor dalam rumah tangga kalian??


tulis di kolong komentar ya...


tapi di cerita "My posesif Desire 🌷" tentang perselingkuhan Lucas dan Grace, itu bukan atas keinginan Grace yaaa.. justru yang menjadi korban BUKAN Rose (Istri dan Lucas) tapi Grace (Adik ipar Lucas/ sepupu/ adik kandung Rose)


Dalam cerita yang membingungkan...


pokoknya ikuti terus kelanjutan cerita-cerita terbaru author yaaaa 😊😊😊❤️✨😊


happy Reading All 😚


Author doain semoga sehat2 ya gays..


selamat berpuasa buat yang menjalankan 🙏🏻

__ADS_1


terimakasih~


__ADS_2