My Desire Obsession

My Desire Obsession
You will die by my Hands Bitch!


__ADS_3

mendengar ucapan Maria membuat semua orang terkagum-kagum, pasalnya semua orang di sana tau, jika Anaya adalah gadis yang berbahaya.


selain profesinya sebagai seorang mafia, Anaya juga adalah pembunuh berantai. dan dengan tidak taunya Maria berbicara seperti itu.. apa Maria tidak tau siapa wanita yang berada di hadapannya itu?


Anaya berdecak sebal.


"Wah pasti sangat menyenangkan bukan? menjadi istri dari Jake?" lirih Anaya dengan nada tajam yang khas.


"Tentu saja,, aku sangat bahagia.." Maria tersenyum manis sembari mengandeng tangan Jake begitu erat. wajah Maria menatap Jake kini.


Anaya mendekatkan kepalanya, dia berbisik.


"Ternyata kau sudah menikah? dengan wanita ini? ternyata seleramu rendah sekali." Anaya menatap Maria remeh. "Oh ternyata wanita ini yang sudah membuat hubungan kita berakhir,,"


"Ku peringatkan padamu Jake,,, kau adalah milikku.. tidak boleh ada seorangpun yang memiliki mu selain aku! jika kau tidak bisa menjadi milikku,, maka yang lain juga tidak boleh!! ku pastikan.. aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri sekaligus calon bayimu itu... karena wanita rendahan ini..sudah merebut posisiku darimu!!! camkan itu!!!" Anaya memalingkan wajahnya kasar, pergi.


Jake terdiam, pria itu hanya mendengar tanpa memiliki maksud untuk menimpali.


dan sebelum kepergian anaya.. dia sempat memandangi wajah Maria dengan mata yang menunjukkan kobaran permusuhan yang kental. Maria pun terdiam dan menunjukkan ekspresi wajah yang sama.


"Apa yang dia katakan padamu?" tanya Maria.


tentu saja Maria tidak mendengar ucapan Anaya. sedangkan gadis itu hanya berbisik di telinga Jake saja..


Jake tahu betul jika Anaya mengancamnya..


"Tidak ada."


"Jake katakan padaku!"


"Kau tidak perlu tahu!"


"Aku perlu tau!!"


Jake menghembuskan nafas kasar.


"Dia mengancam akan membunuhmu dan bayi kita.. karena dia beranggapan jika kau lah yang membuat hubungan kami berakhir.." jelas Jake.


Maria terdiam.


"Kau tidak perlu khawatir sayang,, aku akan melindungimu dan bayi kita.." lirih Jake sembari menyentuh wajah Maria.


"Aku ingin pulang sekarang!" ujar Maria dengan nada otoriter yang khas.


Maria berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Jake disana.


Jake mengacak2 rambutnya frustasi, sembari mengepalkan tangan, dan memukul di udara. hendak menyusul istrinya.


kini Maria dan Jake telah meninggalkan pesta dansa dengan sedikit drama percintaan mereka..


Maria kini telah terduduk di kursi mobil.


dia tampak murung..


entah apa yang ia pikirkan.


Jake pun yang kini sudah berada di mobil, mencoba untuk menyentuh tangan Maria, tapi Maria menepis tangan kekar suaminya. dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


seakan cuaca mengetahui isi hati Maria.


angin kencang, dan gemuruh petir kini mulai berdatangan..


hujan pun kini sudah mengguyur mobil jake dengan deras.


Maria..

__ADS_1


gadis itu masih tak bergeming, dia diam seribu bahasa.


bahkan Maria yang selalu mengoceh dengan tingkat dan kelucuannya kini telah tergantikan oleh Maria yang murung.


"Sayang.. kau marah hm?" lirih Jake, pria itu asik menyetir mobil sembari sesekali melihat wajah cantik istrinya..


Maria hanya diam, seakan tuli.


Maria juga tidak memiliki niatan untuk menjawab ucapan suaminya itu.


ini semua gara gara Anaya.. berani sekali wanita jalan* itu mengancamnya dan ingin menghancurkan rumah tangganya.. Jake tidak akan membiarkan itu terjadi.


sebelum Anaya bertindak maka Jake lah yang lebih dulu membunuhnya...


sesampainya di mansion, Maria pun bergegas turun dari mobil dan berjalan dengan sangat tergesa-gesa menuju ke kamar.


Maria mengunci pintu.


gadis itu bahkan tidak menunggu suaminya yang kini masih berada di dalam mobil yang hanya menatap punggung indahnya.


Jake membuka ponselnya,


"Halo.. Felix aku butuh bantuanmu."


"kau butuh bantuan apa?" ujar Felix,


"kita harus bertemu."


"bantuan apa yang kau maksud?"


"Kau akan tau nanti..!"


"Baiklah.. kita bertemu besok malam di markas 'Rex Blood' yang berada di sebelah Utara kota Milan.. besok aku akan tiba dengan menggunakan jett pribadi milikku."


"Ada apa sebenarnya?ada masalah?"


"ini menyangkut Anaya. dan keselamatan istriku!"


"Anaya?Istrimu? Baiklah kita bertemu nanti malam. aku akan terbang segera menuju Milan."


Jake mematikan ponselnya.


sorot mata Jake sulit untuk di artikan.


"kau sudah menyalakan api.. dan sekarang kau yang harus bertanggung jawab untuk memadamkannya.." lirih Jake dengan suara berat khasnya.


.......


malam kini pun sudah larut.


Jake, pria itu tidak bisa tidur.. dia sibuk mengelus rambut halus Maria dengan lembut.


Maria tidur sangat lelap. mungkin saja dia kelelahan.


Jake, pria itu tau apa yang dia lakukan..


Rasanya dia tidak sabar untuk bertemu dengan Felix.


Jake mencium pucuk kepala Maria dalam dalam, seakan mencoba untuk menghirupnya dalam, menyalurkan hasrat yang kini terpendam.


Jake, pria itu berdiri.. dia berjalan menuju balkon kamar.


menyesap wine dengan kasar. menatap langit yang masih berselimut oleh mendung tebal, petir masih menggelegar.. menandakan gemuruh.


tapi Jake tidak takut.

__ADS_1


wajahnya yang tampan dan misterius itu terlihat santai dengan apa yang sudah terjadi.. dan dia tau betul kedepannya akan seperti apa.


Anaya adalah ancaman bagi Maria.


yang membuat Jake frustasi.. kenapa harus Maria yang menjadi korban atas hubungannya dengan Anaya?


kenapa harus Maria?


dia tidak tau apa-apa.


dalam hal ini yang wajib di salahkan adalah dirinya..


karena obsesi Anaya adalah untuk mendapatkannya, tetapi tidak! Jake hanya mencintai Maria.. untuk itu Jake menjadikan Maria sebagai istrinya, tetapi Anaya.. gadis gila itu ingin menghancurkan rumah tangganya.. bahkan mengancam akan membunuh istri dan juga anaknya..


heh..


Jake tersenyum kecut. dia menganggap remeh ancaman Anaya.


dia tidak Takut dengan siapapun,,


Anaya?.. gadis itu masih jauh di bawah Jake!


Jake melangkahkan kakinya ke luar kamar, sebelum itu dia menutup semua jendela balkon dan tirai karena Maria sangat takut dengan suara petir.


entah apa yang pria itu cari,,


tetapi Jake sudah memakai pakaian lengkapnya dan memasuki mobilnya..


"Jaga istriku!! jika dia terluka.. kalian harus bersiap untuk mati!" titahnya kepada para pengawal.


para pengawal mengangguk pasti sebagai jawaban.


Jake menginjak pedal gas Lamborghini miliknya menuju markas besar Rex Blood yang berada di sebelah Utara kota Milan. dia sudah tidak sabar bertemu dengan Felix. sahabatnya yang paling bajingan itu.


hanya Felix yang bisa membantu..


sebab, Gloria yang di ketuai oleh Charlie yang kini tengah di gantikan oleh Anaya.. dia hanya takut dengan Felix. selain Felix adalah pemimpin dari kelompok mafia Rex blood. dia juga sangat menakutkan.. wajahnya memang luar biasa tampan. tapi Felix itu sangat kejam. dan pastinya alasan takutnya Anaya kepada Felix bukan karena itu saja.. melainkan dulunya Rex blood adalah musuh dari Gloria sampai sekarang.


jika kedua kelompok itu di pertemukan, maka akan ada pertumpahan darah yang tidak bisa di bayangkan.


.....


di mansion..


Maria menggeliat, dan mengerjapkan matanya..


tiba-tiba matanya membulat. dia mencoba untuk berteriak tetapi mulutnya di bungkam oleh tangan..


"You will die by my hands *****!!" seringai jahat muncul..


wanita itu menancapkan pisau tajamnya langsung ke arah perut Maria,, hingga mengeluarkan cukup banyak darah segar.. hingga keluar dari mulut..


pengelihatan Maria buram, wajahnya pucat pasi.


seakan dia sudah tidak memiliki daya untuk menompang tubuhnya,,


Maria ambruk..


tubuhnya di penuhi oleh darah..


wanita itu menyeringai lebar..


"Ternyata tidak sulit memasuki mansion ini dan membunuh jalan* satu ini!!"


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2