My Desire Obsession

My Desire Obsession
Dance Party~


__ADS_3

Maria mencari-cari keberadaan suaminya,,


ah kemana perginya pria itu?


bukankah tadi Jake bilang akan segera kembali? bahkan sudah hampir tengah hari Jake belum juga datang untuk menjemputnya, bukankah tadi Jake memintanya untuk bersiap? Maria sudah tidak sabar untuk berjalan-jalan kini.


Maria kembali duduk di ranjang,,


berkali-kali dia melihat ponsel berharap suaminya itu akan menghubungi,, tapi nihil. Jake sama sekali tidak menghubunginya..


Maria berjalan mondar-mandir bak orang gila kehilangan arah. itu membuat Maria kesal.


ceklek.


pintu kamar terbuka..


Maria memutar matanya jengah.


dia merajuk!


Jake.


pria itu dengan wajah tidak berdosa datang menghampiri istrinya yang kini sedang merajuk karena Sedari tadi menunggunya.


Jake,, pun datang dan langsung menghampiri Maria, ia tau jika Maria sedang kesal karena menunggunya.


"Sayang.."


Maria terdiam.


"Kau merajuk?"


"Menurutmu?" nada bicara Maria mulai ketus kini.


"I'm sorry.." lirih Jake.


Maria masih tak menggubris.


"Aku datang terlambat karena membuatkan ini..."


Jake menyodorkan susu hamil , membuat Maria tersipu atas perlakuan romantis suaminya,, ahh bukankah Jake sangat manis?


"Kau membuatkan susu hamil untukku?"


"Ya sayang,, kehamilanmu membuat kau terlihat kurus dan pucat. kau juga tidak mau makan."


"Ehm.. aku tidak tau. tapi ntah mengapa jika aku melihat makanan, rasanya,,, aku sangat mual."


"Karena itu aku membuatkanmu susu hamil.. minumlah sayang.."


Maria tersenyum manis,


"Terimakasih hubby.."


****!


Jake mengerang.


ahh dia tidak tahan dengan senyuman Maria yang manis.


terlebih dres Maria sedikit terbuka kini, memperlihatkan sedikit ***********. itu membuat Jake ingin melempar Maria di ranjang dan menerjangnya.. masih adakah waktu untuk bercinta..?


"Sayang..."


di sela minumnya Maria dapat melihat dengan jelas raut wajah suaminya yang sedang menginginkannya. ah Maria tau pasti suaminya sedang birahi kini.


"Hmmm.." lirih Maria.


"Masih adakah waktu untuk bercinta?" tanya Jake dengan nada menyiksa yang khas.


"Kenapa?"


"Aku sangat ingin.."

__ADS_1


"Begitu? sepertinya sudah tidak ada waktu lagi.." ujar Maria


Maria sengaja menggoda suaminya itu untuk memberikan pelajaran karena sudah terlambat mengajaknya berjalan-jalan.


apalagi sekarang Jake ingin bercinta.


lalu? tidak mungkin kan,, Maria menyia-nyiakan kesempatan untuk berjalan-jalan dengan Jake?Kapan lagi Jake mengajaknya jalan-jalan dan berbelanja jika bukan karena pesta dansa nanti malam yang di adakan oleh uncel David dan Aunty Ashley.


mendengar ucapan Maria membuat Jake menghembuskan nafas kasar dan memperlihatkan raut wajah tampan yang menyiksa.


"Sayang..." lirih Jake dengan nada permohonan


"Tidak ada hari ini. karena kau sudah berjanji untuk mengajakku berjalan-jalan dan berbelanja bukan? lagipula tadi pagi kita baru selesai melakukannya.." gerutu Maria.


"Ayolah hanya 1 jam... lalu kita bisa berbelanja dan berjalan-jalan seperti yang kau inginkan hm?"


"Tidak! ayo kita sudah terlambat." Maria berdiri dan mengandeng tangan Jake, memperlihatkan senyum manisnya puas menggoda suaminya sampai birahi. dan kini dia juga menolak ajakan Jake untuk bercinta.. Maria terkikik geli..


rasakan.. Salah sendiri terlambat..


kalau saja Jake datang lebih awal pastinya,mereka memiliki sedikit waktu untuk bercinta,, tapi Jake sudah terlambat 2 jam mana mungkin Maria membiarkan dia terlambat 1 jam lagi,, lalu kapan dia akan berbelanja dan berjalan-jalan? hari sudah siang pula.


Jake menghembuskan nafas berat, pasrah.


Maria mencari-cari gaun untuk ia kenakan nanti malam, tetapi tidak ada yang cocok untuk tubuhnya.


terlebih karena kehamilannya kini, Maria terlihat lebih kurus. wanita itu selalu mual, jangankan mual. Maria bahkan hanya makan 3 suap nasi dan dia langsung berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkannya... betapa menyedihkannya?


"Sepertinya tidak ada gaun yang cocok untuk kupakai.." lirih Maria.


"Sayang,, jangan sedih seperti itu,, kau ingin gaun yang seperti apa?" tanya Jake.


"Aku ingin gaun merah seperti itu,," Maria menunjuk gaun merah sederhana tanpa lengan tapi memiliki kesan elegan.. gaun tersebut hanya panjang selutut memiliki ekor panjang yang menyentuh lantai, serta punggung yang sedikit terbuka. gaun tersebut terkesan sederhana tapi begitu menawan, Karena memiliki sedikit hiasan berlian di bagian atas dada.


"Kau menyukai gaun merah itu?"


Maria mengangguk pasti.


"Bagus,, tapi aku tidak mau jika istri cantikku menjadi sorotan para pria."


"Pakai ini.." Jake menunjukkan gaun abu-abu longgar nan panjang, tertutup dan memiliki kesan mewah karena gaun tersebut banyak sekali mutiara dan berlian di sekeliling gaun. membuat Maria tak percaya dengan pilihan Jake yang sudah pasti tidak akan cocok ia kenakan.


"Apa kau tidak salah?" ujar Maria " itu sangat jelek."


"apa katamu? ini sangat bagus, panjang, longgar, dan tertutup. pas sekali untukmu.."


"Tidak! aku tidak mau."


"Maria.."


"Jake aku tidak mau itu!"


"Lalu apa yang kau mau?"


"Aku mau gaun merah itu."


"Tidak boleh!" titah Jake


"Jake..aku mau itu.!"


"Tidak!"


"kau memang tidak mencintaiku.." ujar Maria sembari menangis.


"B-bukan seperti itu sayang.."


"Bukan seperti itu apa? Buktinya kau tidak mau menuruti keinginanku.. kau memang tidak mencintaiku.." ujar Maria di sela-sela tangisnya..


mood orang hamil!


membuat Jake mengacak2 rambutnya frustasi.


"Baiklah-baiklah.. kita akan membeli gaun itu.. kau senang sekarang hm?"

__ADS_1


mata Maria kembali berbinar.


Maria pun menghapus air matanya, dan kembali bersemangat.


"terimakasih suamiku.." Maria mencium pipi Jake sekilas.


Maria berlari menghampiri gaun tersebut dan hendak mencari setelan jas untuk Jake.


Jake frustasi dengan tingkah kekanak-kanakan Maria, kehamilannya membuat Maria sangat manja. dan mood yang berubah-ubah.


setelah dirasa semuanya sudah..


Maria dan Jake pun berjalan-jalan menyusuri jalanan kota Milan, dengan Lamborghini kecepatan normal Jake menyusuri jalan dan taman-taman yang mulai ramai oleh para pengunjung..


banyak pula di antaranya yang sedang mengadakan festival dan ada juga yang melakukan aksi bermain ombak di pantai.


Maria sangat bahagia,


karena hari ini dia dapat menghela nafas lega.


karena sudah keluar dari rumah untuk berjalan-jalan dan berbelanja pula..


ahh sudah lama Maria merindukan hari seperti ini bukan?


Maria sangat bosan terus-terusan di mansion.


dia juga ingin bernafas lega dan menghirup udara segar di luar.tetapi suaminya itu selalu melarangnya dan mengatakan jika di luar banyak bahaya yang mengancam. membuat Maria sangat sebal.


apalagi setelah kehamilannya Maria sangat sensitif dan mudah marah. bahkan terkadang saat Jake sedang bekerja. dia selalu di temani para adik iparnya.. yah Lucas,Jay dan Mark.


terkadang Maria berfikir apa para adiknya itu tidak bekerja? dan Lucas pun memiliki mansion mewah sendiri..dan rose? bagaimana dengan istrinya? kenapa dia selalu saja berada di Milan?


tetapi setiap harinya kini Lucas tidak pulang ke Los Angeles tetapi ke Las Vegas.. memangnya ada apa di Las Vegas? ataukah Lucas sedang mengurus pekerjaannya yang berada di sana?


Maria terkadang binggung dengan tingkah adik iparnya yang misterius. dingin dan tak tersentuh.


Entah mengapa Tuhan menciptakan manusia yang memiliki sifat kaku seperti itu?.


"Sayang.. kita sudah sampai.." lirih Jake.


lamunan Maria buyar,


"Iya.."


"Kau memikirkan sesuatu?" tanya Jake.


"T-tidak."


"Jangan berbohong.. Apa yang kau fikirkan hm?"


"Tidak. aku hanya memikirkan adik2 mu."


"Memangnya ada apa dengan mereka? Apa mereka menganggumu?"


"Tidak! tetapi mereka terlihat sangat kaku dan misterius."


Jake terkekeh.


"Kau tidak perlu memikirkannya sayang,, mereka memang seperti itu.. apa kau tidak tau? dulu suamimu ini juga seperti itu.. tetapi tidak kepada mu..."


"Kenapa begitu?"


"Karena mereka akan bersikap manis hanya kepada orang yang menurutnya special. dan kau adalah orang special dan sangat istimewa untukku.."


Maria tersipu,


"Jake.. kau pintar sekali menggombal.."


"Tapi kau menyukainya bukan?"


Maria tersenyum manis..


"Ayo kita turun.. kita harus segera bersiap." ujar Maria mengalihkan pembicaraan sembari keluar dari mobil menuju kamar.

__ADS_1


Jake tersenyum geli dengan tingkah istrinya itu.


Bersambung~


__ADS_2