
Semribit angin menghembuskan rambut indahnya hingga mengenai wajah cantiknya, serta pemandangan yang indah, matahari yang begitu cerah pagi ini membuat sinarnya langsung mengenai wajah Maria yang cantik. membuat Jake menelan ludah susah payah.
Jake mendekati Maria, merengkuh tubuh indahnya, menciuminya dalam, dan berhenti di dalam ceruk lehernya. menghirupnya, seakan menyedot sisa-sisa rasa yang ada di tubuh Maria.
Maria terkesiap, tubuhnya menggelinjang nikmat.
sesekali Maria melenguh, karena kecupan basah tersebut berhenti di ceruk lehernya, turun , dan kembali ke belakang. mencecap punggung bersih Maria yang kini di bungkus oleh bikini yang tertutup oleh kain putih tembus pandang.
"Aku sudah menuruti keinginanmu dengan naik kapal pesiar, kita akan berlayar selama kurang lebih 3 hari." ujar Jake "Dan selama itu, kita habiskan waktu untuk bercinta hm..?" lirihnya, membuat bulu kuduk Maria meremang seketika.
Jake menyeringai,
"Kau tak bisa menolak sayang,, kau sendiri yang mengatakan, jika aku sudah menuruti keinginanmu maka kau tidak akan menolak jika ku ajak bercinta." imbuhnya.
Suara khas berat, serta serak itu seketika membuat Maria begidik ngeri. "kita sudah melakukannya tadi malam. apakah harus setiap hari?Kita bahkan melakukannya lebih dari 3 kali sehari, terkadang lebih. apa itu masih kurang?" gerutu Maria.
"Tentu saja kurang sayang.." Jake terkekeh "**** is my life. and you are my life.."
"I'm so tired."
"Kalau begitu istirahatlah sebentar,,," kata Jake
"Tapi aku ingin melihat lihat pemandangan indah di sini.." jelas Maria.
"Beristirahat tidak hanya duduk dan tidur honey,kau bisa melakukan apapun yang kau mau, saat kau dalam waktu istirahat."
"Aku butuh 3 Jam untuk beristirahat."
"2 jam." singkat Jake.
"Jake, 3 jam."
"1 jam."
Maria mengerutkan keningnya.
"Hei kenapa malah jadi 1 jam.?"
"Itu karena kau menawar." tindas Jake "Tak ada tawar menawar disini. karena aku bukan penjual barang bekas di pasaran.".
"Oke2 2 jam." Maria pasrah.
"1 ½ jam. tidak ada bantahan!."
"Jake kau itu brengsek sekali!!!" Maria menggerutu. ia sebal.
"Kau ingin menawarnya lagi? Baik 30 menit bagaimana?" Jake terkekeh, melihat wajah Maria yang berkali lipat cantik jika sedang marah.
__ADS_1
"Aku tidak menawar." gerutu Maria "Baiklah 1 ½ jam.".
"Baik. bersenang-senanglah selama 1 ½ jam, setelah itu ku pastikan kau tak kan bisa berjalan besok." ujar Jake, sembari memperlihatkan senyum liciknya yang khas.
Maria hanya menunjukkan wajah sebal, dan tak menggubris sama sekali ucapan suami gilanya itu.
mana mungkin Maria membantah, dengan sikap otoriter, egois dan tak terbantah itu? jika Maria membantah,sama saja ingin mencari mati.
sudah pasti Jake akan membuatnya kesusahan berjalan esok Hari, jika Jake memberikan hukuman setiap kali Maria melakukan kesalahan.
hukumannya tidak berat, hanya bercinta sampai pagi.
membuat Maria kewalahan, Karena tak bisa mengimbangi permainan Jake yang di sebut sebagai predator **** itu.
benar-benar gila!
setelah mengatakan hal itu, Jake pergi . meninggalkan Maria dan membuat Maria sejenak merasa bebas dengan beristirahat tanpa adanya dia di sisinya.
mana mungkin Jake mampu menahan diri jika berada di dekat Maria?, tak ada waktu 30 menit. Jake sudah menanggalkan pakaian Maria dan melemparkannya di ranjang. menggempurnya dan kalian tau apa yang mereka lakukan.
"Dasar predator." lirih Maria.
Jake sempat tersenyum sekilas, ia mendengar gerutu Maria. Jake tau, Maria sedang marah sekarang. wajah sebal itu pasti sangat lucu dan menggemaskan.
......
duduk menyilang kan kaki, sembari merokok dan bermain judi di meja.
mereka berdua sedang berada di bar, tentu saja di dalam kapal pesiar seperti ini, ada ruangan khusus untuk bersenang-senang. Bar misalanya.
disana juga, banyak orang berupa para pelayan. bertander, dan beberapa pengawal berjaga di depan pintu. banyak pula para wanita ja*ang yang berada di sana untuk menggoda dan mencari target pria. di sekelilingnya.
lihatlah, di pojok ruangan, paling ujung.
ada segerombol pria-pria hidung belang sedang menghirup sebatang kertas yang berisikan narkotika. dan itu membuat Jake tertawa rendah dengan kebodohan pria-pria itu.
Jake memang seorang bos mafia, menjalankan bisnis gelap dan salah satu pemilik kokain terbesar di sana. tapi ia belum pernah merasakan narkotika.
ia memang pemilik, tapi bukan pengedar apalagi pemakai.
Jake tau betul itu akan merusak organ tubuh dan pastinya membuat kecanduan para pemakai.
Jake menyesap wine kasar.
"Banyak pria bajingan disini." ujar Marcus.
Jake terkekeh.
__ADS_1
"dan kita adalah salah satunya." singkatnya datar.
"Just you. Of course i don't it." sambung Marcus.
Jake tertawa sebagai jawaban.
"Oh hai tuan, mau ku temani?" ujar sang wanita bayaran, yang tiba-tiba datang sembari menyodorkan wine dengan nada sensual.
"Of course." ujar Marcus.
Jake tersenyum,
"kau mengatai ku brengsek?! Lihatlah,, kau sendiri yang menunjukkan sikap itu." imbuh Jake.
wanita itu tertawa rendah, sembari duduk di samping Marcus, sesekali menggodanya dan menuangkan wine di gelas Marcus.
"Thankyou." ujar Marcus.
Marcus langsung meminum wine tersebut, tak lama, marcus merasakan kepalanya mulai pusing dan tubuhnya panas dingin. hasrat kelelakiannya mulai keluar.tak sabar untuk di puaskan.
Jake tau betul, jika Marcus sedang merasakan efek dari obat perangsang yang di berikan oleh wanita malam itu.
tentu saja para wanita disini, sangat mudah menarik pelanggan. dengan tubuhnya yang indah, wajah pemikat yang cantik dan sedikit pintar dalam menggoda dengan cara kotor. itu membuat mereka semua sangat laku dan di cari. wanita disini memang pintar dalam hal memuaskan.
Jake menyesap winenya dan menatap Marcus.
"Ku rasa kau butuh kamar." ujarnya.
"Ya, sepertinya kali ini aku juga butuh di temani." ujar Marcus di sela-sela birahinya. "Hei sayang, temani aku.." Marcus berdiri dan menggandeng tangan si wanita, membuatnya tersipu.
"Dengan senang hati tuan." ujar sang wanita.
Marcus pergi, meninggalkan Jake sendiri.
ah pria itu sangat seksi bukan? Jake sangat tampan. banyak para wanita disana yang ingin menggodanya, dengan merobek sedikit pakaiannya. memakai pakaian ketat membungkus tubuh indahnya, bahkan ada juga yang berani datang dan langsung duduk di pangkuannya. tentu saja Jake tersulut emosi, dengan tingkah para wanita tak tau malu.
tetapi Jake, tidak tertarik sama sekali.
dia malah memikirkan wajah cantik Maria yang erotis. itu membuatnya tak bisa menahan diri, dan hendak menemui Maria.
Jake melihat jam tangannya,
"Waktu istirahat Maria tinggal 30 menit." jake menghembuskan nafas beratnya, sorot matanya menatap datar kedepan. sesekali meminum winenya dan menghidupkan cerutu rokok yang berada di meja.
Jake kembali melihat jam tangannya,
"25 menit." lirihnya "Kenapa sangat lama??!" ujarnya dengan nada tersiksa.
__ADS_1
Bersambung~