
James Morrone😍🤩
Marcus Aubrey Willbert🤩
Seth Gabriel Ed✨
William Agler Rodriguez😋
Victor Clovis Willson 🤩😍
Mark Xander Valentino 😋😍
.......
Setelah kepulangan Maria dari Rumah sakit, dia sangat bahagia, tak ada yang lebih bahagia selain mendengar kabar tentang kehamilannya, terlebih ia bukan mengandung 1 tapi 2 bayi sekaligus.
Terimakasih tuhan, semoga saja aku bisa menjaga janin ini dengan baik.
Maria memasuki mansion,
"Kau dari mana saja sayang?" tanya Jake yang tiba-tiba mengagetkan Maria, membuat semua barangnya terjatuh.
"S-sayang kau sudah pulang?" tanya Maria.
"Aku bertanya padamu. kenapa kau malah kembali menanyaiku hm?"
"Aku dari pasar, membeli sayur dan buah." ujar Maria.
"Benarkah?" Jake masih menatap Maria dengan sorot mata menyelidik.
"Ya sayang, entah mengapa tiba-tiba aku ingin hidup sehat dengan memakan banyak sayuran dan buah-buahan."
"Baguslah kalau begitu, aku mendukung pola hidup sehatmu dari Sekarang." Jake tersenyum dan mendekati Maria,
Syukurlah Jake tidak curiga, untung saja aku sempat singgah di minimarket untuk membeli beberapa sayuran, buah-buahan dan camilan. jika tidak?Aku pasti sudah tamat.
Maria tersenyum,
"Ayo kita ke atas hm.." Jake menuntut Maria, mengajak Maria menuju kamar.
"Tapi bagaimana sayurannya?"
"Pelayanan akan membereskannya.." ujar Jake. "hei pelayan, bereskan itu." titahnya.
"Yes sir." ujar sang pelayan.
....
sesampainya Maria di kamar, dia membersihkan diri dengan mandi air hangat bersama dengan Jake.
mereka sempat berendam sebentar di bath tub, berbincang, dan yah hanya melakukan sedikit pemanasan.
setelah mereka keluar dari kamar mandi,
Maria menggunakan handuk yang melingkar rendah di tubuhnya, sedangkan Jake menggunakan handuk melingkar rendah di bagian bawahnya.
saat Maria hendak menunju walk in closet untuk berganti pakaian. Jake kembali mencekal tangannya.
Maria terdiam, ia tau Jake akan berbuat apa padanya. sebenarnya Maria bisa saja menolak ajakan Jake bercinta, tapi Maria takut Jake curiga. karena saat mandi bersama Tentu saja Jake melihat jika kewanitaan Maria tak mengeluarkan darah menstruasi.
__ADS_1
bagaimana mungkin Maria bisa berbohong, di saat-saat seperti ini. Jake bukanlah pria bodoh. jika dia tak tau, pasti ada urusan lain yang sedang mengalihkannya.
"Sayang..." lirih Maria.
"hmm...?"
"Apa yang kau lakukan?"
"Bercinta." singkat Jake.
"T-tapi ini masih siang, kita lakukan nanti malam saja hm.." ragu Maria.
Jake menatap mata Maria sayu,
"Maaf sayang, malam ini tidak bisa. karena aku ada pertemuan penting dalam peluncuran pesawat baru, yang kini mulai berkembang maju." jelas Jake.
"Valent fly sudah tidak memiliki skandal tentang perselingkuhan antara pilot dan pramugari itu lagi?" tanya Maria.
"Tentu tidak sayang, Karena aku dan Marcus sudah membereskannya."
"sayang kau tau?Kau itu sangat pintar. buktinya kau dapat menyelesaikan permasalahan seperti itu dengan sangat mudah." puji Maria.
Jake pun merengkuh tubuh Maria, memeluknya dari belakang, dan mencium tengkuk leher Maria Sensual.
"Of course honey,,"
Jake kembali melanjutkan aktifitas panas yang sempat tertunda dengan perbincangan tadi.
Maria sudah tidak mampu untuk menolak dan mencari alasan lain. yah mau bagaimana lagi? Maria pasrah. semoga saja janinnya baik-baik saja. dengan melakukan percintaan panas kali ini.
Jake menciumi leher Maria dalam, serta *******-******* kecil di area leher, Maria melenguh nikmat, sedangkan Jake mengerang.
Jake pun membalikkan tubuh Maria, agar menekan ke tubuhnya. di lepaskannya handuk yang menutupi tubuh Maria, kini tubuh Maria terpampang nyata di depan matanya.
Jake mendudukkan Maria di kursi kebesarannya, dengan mengikat tangannya. Jake menyeringai bak singa yang siap memangsa.
"K-kenapa kau mengikatku sayang..?"
Jake menutup mata Maria, sedang kain merah.
Maria menggelinjang, saat Jake mulai menyusuri setiap inci dari tubuhnya. tangan Jake yang nakal mampu melemahkan Syaraf sadar Maria dengan menusuk nusuk inti Maria.
Maria nyaris gila. Jake sangat panas.
Jake sangat pintar dalam memanjakan Maria.
Jake mencium bibir Maria dalam, **********,serta mencecap bibir Maria dalam. lidah mereka menari-nari seakan dunia hanya milik mereka berdua.
tangan Jake yang satunya, menyentuh dua gundukan kenyal, memijitnya pelan. Maria kembali di buat gila oleh Jake.
ciuman Jake turun ke leher, mengecupnya sekilas dan beralih ke pusar, lalu inti terdenyut milik Maria.
Jake melepaskan handuknya, dan menyatukan dirinya kedalam diri Maria, bergerak perlahan, mengikuti irama, dan lama kelamaan Jake bergerak mengikuti suara detik jam yang berputar dengan cepat. membuat Maria terengah-engah. tak kuasa menahan gelora cinta yang panas.
sampai pada akhirnya, Jake menyentuh titik terdenyut itu, menyemburkan cairan miliknya, dan mencabut penyatuannya.
Jake melepaskan ikatan tersebut, dan mengendong Maria ala bridal style menuju ranjang untuk beristirahat.
Maria terkulai lemas, dan tak mampu berdiri lagi setelah ini.
Jake memeluk Maria di dalam dekapannya. dan mengecup pucuk kepala Maria sekilas.
"Kau tau sayang?Itu adalah hukuman untukmu karena kau sudah berani berbohong kepada suamimu sendiri." ujar Jake datar.
Deg...
"A-aku tidak tau apa yang kau maksud." kata Maria.
"Kau berbohong."
"A-aku tidak berbohong..."
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kau berbohong kepadaku.." Jake tersenyum kecut. "Aku?Kau berbohong kepada suamimu sendiri?Kau bahkan tidak mengakui jika kau itu benar-benar sudah berbohong." imbuhnya yang memperlihatkan wajah kecewanya khas.
"Sudah berapa Minggu?"
Maria terdiam.
"Kau diam?Kau pikir aku tidak tau hm?Aku tidak bodoh Maria...". ujar Jake
Jake terduduk. "Kau tau? Kenapa aku mengeluarkannya di dalam?"
Maria tak memiliki niatan untuk menimpali.
"Itu karena aku tidak mau anak itu lahir di dunia ini." glegar suara khas Jake membuat Maria menangis seketika.
"Bajingan kau Jake!!!"
"Yes it's me!!! kau tau? Kau sangat egois!!!Kau tidak pernah memikirkan aku." sambung Jake.
"A-aku tidak bermaksud untuk membohongimu...."
"Tak bermaksud?" pungkas Jake "Kau mengancam Ghea untuk tidak mengatakan tentang kehamilanmu padaku. Kau juga berbohong jika kau hanya pergi ke minimarket untuk membeli sayur dan buah?. apa itu yang kau maksud tidak berbohong?".
"Jika aku mengatakannya,, apa kau akan tetap menerima kehamilan ini?" kini Maria Angkat bicara dan Jake bungkam seketika.
"Katakan padaku.. apa kau akan menerima anak kita?!"
"Tidak!Aku tidak akan menerimanya. untuk apa aku memiliki anak jika harus kehilanganmu?!"
"Kau tidak akan kehilangan aku!!"
"Tau darimana kau ha?!"
Maria terdiam.
Jake menatap Maria getir. "Kupikir hidup hidup kita akan bahagia, tanpa adanya anak." ujar Jake "Aku tidak pernah meminta anak darimu. tapi bisakah kau berjanji untuk tetap hidup untukku??!"
Maria terdiam , dia hanya menangis.
"Katakan Maria!!"
"Tidak!! Aku tidak bisa berjanji untuk tetap hidup. tapi aku akan berusaha untuk hidup." lirih Maria.
"Kau sangat serakah dan egois." ujar Jake tajam "Entah mengapa aku mencintai wanita seserakah dirimu!!!Kau hanya memikirkan dirimu sendiri." sambung Jake.
"Kau tidak mencintaiku kan Maria?" imbuhnya. "Sekarang Ku beri kau pilihan." ujar Jake.
"Kau memilih hidup denganku tanpa adanya anak. atau kau akan kehilangan aku untuk selamanya dengan mempertahankan anak itu." tindas Jake.
Maria menatap Jake dengan sorot mata Nyalang.
"Jake kau sangat bajingan!!!" teriak Maria. "Kau memberikan aku pilihan?" sambungnya.
"Aku tidak bisa memilih antara kau dan anak Kita."
"Anak kita? Dalam hal ini kau yang menginginkannya, dan kau mengatakan jika anak itu adalah anak kita??"
"Ini adalah benihmu,, tentu saja ini adalah anakmu brengsek!!"
"Tapi aku tidak menginginkan anak itu!!Anak itu akan membunuhmu!!".
"Apa yang kau katakan?Kau itu terlalu paranoid."
"Ya!!Aku terlalu paranoid!!Dan kau terlalu egois?!!" setelah mengatakan itu. Jake berpakaian.
"kau mau kemana?" tanya Maria.
Jake Tek menggubris,
pria itu berpakaian dengan cepat, lalu pergi, dan membanting pintu kamar dengan keras membuat Maria menangis sejadi-jadinya.
Bersambung~
__ADS_1