My Desire Obsession

My Desire Obsession
Connor & Corry


__ADS_3

"Maria, anakmu sangat rakus sekali.. menyusu dari tadi tidak berhenti juga.." ujar cloe.


benar saja, tak hanya kara dan bara saja yang datang ke Milan. tapi cloe, Ashley, shasha, Sarah, Ken, David, Justin, dan Sam juga datang. Oh hei semua ini adalah ulah dari si menyebalkan Seth. Cih kurang ajar sekali kacung satu itu.


"Biarkan saja cloe.. dulu Jake juga seperti itu saat masih bayi,, setiap saat dia selalu menyusu,,, " timpal kara.


"Oh hei lihatlah bayi tampan itu,, dia bahkan tidak pernah menangis seperti adiknya, dia terlihat tenang." ujar Ashley.


"Benarkah? Coba kulihat.." ujar Shasha "Benar,, dia sangat tenang dan tidak rewel." sambung shasha.


"Omong-omong Jake.. siapa nama mereka berdua?" tanya Sarah.


"Connor dan Corry." singkat Jake.


"Nama yang sangat unik sekali.." ujar Cloe.


"Lalu?Apa hanya itu? Siapa nama lengkapnya?" imbuh Ashley.


"Connor Allesio Valent dan Corry Alicia Valerie ." sambung Maria.


"Nama yang sangat indah,, " Shasha menimpali.


"Oh hei babby Corry tertidur lelap setelah puas menyusu.." Sarah terkekeh singkat. "dia menggemaskan sekali..".


"lihatlah si tenang Connor, dia tertidur sendiri.." cloe kembali di buat gemas dengan babby Connor.


"Dia mirip seperti Jake." ujar kara. "Sangat tampan dan bermata abu-abu gelap." imbuhnya.


"Babby Corry juga sangat cantik,, mata birunya sangat cerah. dia lebih mirip dengan mommynya,, " timpal Shasha.


Maria hanya tersenyum sebagai balasan.


"Jake, kapan Maria akan pulang?" tanya bara.


"Mungkin Minggu depan dad." singkat Jake.


"Kenapa lama sekali?" timpal Justin.


"Tentu saja babby Connor dan babby Corry butuh perawatan.. Oh hei dia masih sangat kecil. lagipula dia terlahir prematur." timpal Ashley.


"Hei Ashley, wajahmu kau tidak perlu seperti itu.. lihatlah matamu.. seperti menunjukkan kobaran permusuhan kepada suamiku." ujar Shasha tak terima.


benar saja, jika Carrol tak bisa akur dengan bara, maka Ashley tak bisa akur dengan Justin. mereka selalu saling menggerutu dan bertengkar dalam hal sepele. yah seperti sekarang ini.


"Untuk apa menatap suamimu,, lebih baik aku menatap David. dia lebih tampan dari suamimu itu.. Cih." Imbuh Ashley.


"Aku tidak mau kau tatap." David angkat bicara.


"Dasar tua Bangka!! sekali sekali bela aku.. kau itu tidak bisa di ajak kompromi sekali.." gerutu Ashley.


"Hei Shasha, Ashley dari pada kalian adu mulut disini, apa kalian mau ku ambilkan pisau dan pistol.. biar baku hantam sekalian?" Geram Cloe.


"Kau tidak perlu ikut campur urusan mereka sayang.." Ken menasehati cloe.

__ADS_1


"Kau tidak perlu berbicara,, diamlah." cloe menyubit perut Ken, hingga membuat Ken meringis kesakitan.


"Haha rasakan akibatnya,,," Justin tertawa.


"Dad,, mom.. kalian itu tidak tau malu sekali." Victor yang tadinya diam, di buat kesal karena kedua orang tuannya bersikap kekanak-kanakan.


"Kau yang kurang ajar Victor. anak macam apa kau itu,, kau bahkan tidak pernah mendengarkan ucapan mom." gerutu Ashley.


Victor menghembuskan nafas beratnya.


"Kurasa tidak hanya Victor saja yang kurang ajar. William juga kurang ajar." ujar Shasha sembari menatap William sebal.


"Mom kenapa aku?" William tak terima.


"Memang kau itu sangat kurang ajar, buktinya kau membawa beberapa ja*ang ke rumah dan menidurinya semua. bahkan dengan tidak tahu malunya kau bercinta di tempat tidur mom dan dad?" Shasha menggerutu.


"Ku pikir mom dan dad tidak ke mansion ku.. jadi mana ku tahu kalau kalian datang, dan menungguku di ruang tamu." dengan wajah tak bersalah William berbicara sangat santai membuat Shasha geram dengan putra sulungnya itu.


"Jadilah seperti sera adikmu, dia tidak brengsek sepertimu." gerutu Shasha.


"Sera tidak brengsek?" William tersenyum kecut. "Dia bahkan lebih parah dariku. kalian tidak tau saja.. mau kuberitahu?" sambungnya.


Ken terkekeh mendengar pertengkaran singkat antara drama orang tua dan anak itu.


"Jadilah seperti Marcus, dia Pria yang sangat bertanggung jawab dan hangat. tidak mungkin Marcus bermain wanita, apalagi wanita rendahan seperti ja*ang.. selera kalian rendah sekali." ujar Ken.


"Marcus memang pria yang hangat, tapi dia tidak sebaik itu.. dia bahkan selalu bermain wanita saat membutuhkannya.. aku sendiri yang menemaninya,, walau aku juga bersenang-senang dengan para wanita disana." jelas Seth.


"Pria butuh wanita untuk memuaskan hasratnya, dan juga sebagai wadah penampungan ****** yang sudah kadaluarsa." ujar cloe. yang masih membela putranya.


"Omong-omong apa Daniel dan Carrol tidak datang?" tanya Sarah.


"Sepertinya tidak, karena uncel Daniel ada urusan dengan Lucas." timpal Mark.


Kara menggerutkan keningnya.


"Urusan apa?" tanya kara.


"Tentu saja itu urusan antara mertua dan menantu sayang,, kita tidak boleh ikut campur hm.." ujar bara.


"Ya mom.. itu adalah urusan antara mertua dan menantu." Jay mencoba untuk meyakinkan mommynya.


"Aku heran dengan Rose.. Kenapa dia belum hamil juga,, Bukankah usia pernikahan rose dan Lucas hampir berjalan 2 tahun?" cloe angkat bicara.


"Mungkin mereka belum memiliki niatan untuk punya anak." Jake yang tadinya diam kini menimpali.


"Kenapa? apakah rose tak memiliki keinginan untuk melahirkan seorang pewaris untuk Lucas?" tanya Ashley.


"Itu urusan mereka. kita tak berhak ikut campur." Jake menekankan.


"Jake benar, kita memang tidak berhak ikut campur. lagipula itu urusan rumah tangga mereka berdua." ujar Sam.


"Aku setuju dengannya." ujar Sarah dan Shasha bersamaan.

__ADS_1


"Tapi Kalian sudah memberitahu uncel dan aunty kalian kan?" kara menatap Jake dan Maria bergantian.


"Sudah mom.." singkat Maria.


"Baguslah kalau begitu." sambung kara.


Cloe menguap lebar,


"Mengantuk sekali.." ujarnya "Apa tidak ada yang mengantuk?Malam semakin larut. bagaimana kalau kita pulang ke Apartemen kita yang berada di Milan?Aku sangat lelah." sambungnya.


"Ya aku juga mengantuk." timpal Sarah. "Lebih baik kita beristirahat, dan tidur. "


"Baiklah kalau begitu, Jake Maria.. uncel dan aunty pamit" ujar Sam.


Maria mengangguk, sedangkan Jake menatap datar tanpa menjawab.


"Seth. ayo kita pulang." ujar Sarah. Seth mengangguk patuh.


"Aku juga akan pulang ke apartemen,, sampai jumpa Kara.. bara.. Maria.." ujar cloe. "Ken. ayo."


Ken mengangguk.


kini tinggal Jake dan Maria.


tentu saja Jake menemani Maria di rumah sakit.


Mark dan Jay pun mengajak kara dan bara pulang ke mansion yang berada di Roma. karena mansion itu, sudah Jake berikan untuk Jay, sedangkan mansion yang berada di Vanesia Jake khususkan untuk mark.


bahkan Victor dan William juga ikut pulang karena orang tua mereka menginap di rumah mereka masing-masing.


dan sekarang, hanya Jake lah yang menjaga Maria.


dengan telaten, Jake meminta Maria tertidur.


"Sayang,, kau terlihat sangat lelah.." lirih Jake.


"Sedikit." singkat Maria sembari tersenyum manis.


"Tidurlah sayang,, aku akan menjaga babby Connor dan babby Corry.. " ujar Jake.


"Bagaimana jika mereka menangis?"


"Aku akan membangunkanmu..." Jake tersenyum "Sekarang beristirahatlah,, dan biarkan aku yang menjaga si kembar." imbuhnya.


"Baiklah sayang,,, terimakasih" Maria mencium pipi Jake sekilas, lalu memberikan babby Corry ke dekapan Jake. karena setelah menyusu, Maria belum sempat meletakkan Corry ke dalam bok tempat tidurnya.


Entahlah bayi2 Jake dan Maria itu sangat kuat.


buktinya masa-masa terlahir prematur tentu saja mereka butuh inkubator. tetapi bayi2 itu tidak mau di masukkan ke dalam inkubator dan jauh dari mommynya.


bahkan mereka selalu menangis, seakan haus dan ingin menyusu.


terpaksa, Jake memindahkan inkubator tersebut kedalam ruangan Maria, agar dengan mudah Maria menyusui bayi-bayinya dan meletakkan kedua bayinya lagi kedalam inkubator setelah selesai menyusu dan tertidur lelap.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2