My Desire Obsession

My Desire Obsession
Love or Obsession?


__ADS_3

Jake mendaratkan ciumannya di dahi Maria..


dia menciumnya dalam, seakan menyalurkan hasrat dan cinta yang dalam.


"Sayang.. Apa kau baik-baik saja..?" lirih Jake.


Maria tak menyahut.


dia terbaring lemah sekarang,, mata biru secerah langit dan laut kini tertutup rapat.


"Apa kau kesakitan hm?" Jake mengelus rambut halus kecoklatan Maria lembut.


"Sayang,, kumohon bangunlah,," jare mencium tangan Maria,, sembari meneteskan bulir air mata..


Jake yang terkenal tegas tiada sudah.


Jake yang kuat kini lemah..


dan Jake yang otoriter, arogan telah menjadi Jake lemah di hadapan istrinya.. bisa di lihat jika Jake teramat sangat mencintai Maria..


Jake benar-benar sudah hancur!!


tiba-tiba mata Jake menajam, rahangnya mengeras..


mata elangnya siap untuk memangsa.


semua ini gara-gara Anaya.


wanita satu itu memang harus di beri pelajaran.


Jake menggertakkan giginya, tanda Amarah yang kini mulai memuncak. dia pun berdiri, dan hendak pergi.


Jake pun keluar dari ruangan Maria,


"Dimana Felix?" tanya Jake.


"Entahlah,,, dia pergi dari tadi, tapi belum juga kembali." jelas Jay.


"Jaga Maria!!" setelah mengatakan hal tersebut, Jake pun pergi meninggalkan mereka semua disana.


"Mau pergi kemana kau?" tanya William.


"Ada urusan." singkat Jake, berhenti tanpa menoleh.


Jake pun melangkah, pria itu memasuki mobil, menekan gas kuat.


tak lama.. Jake telah sampai di suatu tempat, yang jauh dari kota maupun desa.


yah bisa di katakan tempat tersebut adalah penjara bawah tanah untuk mengurung para tawanan yang berurusan dengannya.


Jake berjalan dengan langkah gagahnya, wajahnya yang tampan tampak menakutkan. sikapnya yang keras, tegas, kasar, arogan nan otoriter. membuatnya tak terkalahkan.


matanya lurus kedepan, dengan penuh ketajaman dan rahang yang kini mengeras. sejenak menunjukkan kesan misterius dan menakutkan yang bercampur aduk.


Jake. pria itu berhenti di sebuah sel yang sangat kotor, penuh dengan darah , akibat tawanan sel itu baru saja di bunuh dengan sangat sadis oleh Felix, karena akan ada pengganti yang akan menempati sel tersebut.


dan yah, sekarang tawanan itu telah mati dengan sangat tragis. bahkan tubuhnya telah di makan oleh gagak peliharaan Jake. kini darah segar itu tercecer begitu banyak. hingga membuat semua yang berada di sana begidik ngeri.


"Kau datang.." kata Felix. yang kini tengah terduduk di kursi kebesarannya sembari meminum wine dan menyeringai karena melihat para anak buah menyiksa para tawanan dengan membabi-buta.


"Dimana dia?". tanya Jake.


"Maksudmu Anaya?" tanya Felix.


Jake terdiam. sorot matanya menatap Felix Tajam.


"Dia disana.." Felix menunjuk sebuah sel yang berada di ujung tempat itu.

__ADS_1


Jake pun menghampiri sel tersebut.


dan benar saja, kini Anaya meringkuk. sorot matanya menunjukkan Amarah. dan giginya yang putih menggertak hebat.


Anaya melihat Jake, gadis itu pun langsung berlari ke arah sel. dia terkurung sekarang.


"Jake.. kau disini?" tanya Anaya.


Jake diam.


"Aku tau, kau pasti akan membebaskan aku bukan?" sambung Anaya.. " Aku tau kau masih mencintaiku kan?" Anaya tersenyum percaya diri.


Felix yang mendengar ucapan Anaya, dia terkekeh.


"Kau terlalu percaya diri *****!!!"


"Fu*k!! diam kau Brengsek!!" teriak Anaya.


"Tutup mulutmu!! berani sekali kau meneriakiku!!!" Felix tak kalah berteriak. hingga membuat Anaya bungkam seketika.


Jake hanya diam.


"Jake kenapa kau diam saja?" tanya Anaya.. "Ah aku tau,, dia pasti meminta uang tebusan padamu kan? Cepat bebaskan aku sayang.. lalu bawa aku pergi jauh dari tempat sialan ini.."


lagi-lagi Felix tersenyum kecut.


benar saja, pasalnya Anaya tidak tau, jika Felix atau kelompok mafia Rex blood adalah sekutu la Savas. yang Anaya tau. la Savas hanya sekutu Gloria. dan Rex adalah musuhnya..


Jake masih terdiam, tidak memiliki niatan untuk menimpali.


Anaya mengerutkan keningnya,


"Jake.. kau tau? Victor dan William yang sudah menculikku,, dia mengurungku disini.. mungkin si bajingan ini yang sudah menyuruh temanmu untuk mengurungku disini dan meminta tebusan padamu kan?Ahh mereka itu memang bajingan!!" Anaya menatap Felix remeh.


"Jake, William dan Victor telah berkhianat padamu,, buktinya mereka menculikku karena dia! Hei kau!! kau itu sudah salah karena sudah menculikku bodoh!! Apa kau tidak tau?Kau berurusan dengan siapa??Jake! dia akan menghancurkanmu karena kau sudah menculikku!!!" Anaya meneriaki Felix.


"Jake katakan padanya, Jika aku adalah kekasihmu.. minta mereka untuk membebaskan aku sekarang,, ah aku sudah tidak tahan dengan tempat kumuh dan kotor disini." sambung Anaya.


Jake masih terdiam, dia hanya mendengar segala omong kosong Anaya. ahh ternyata gadis ini sangat percaya diri sekali.


"Jake.. apa kau tidak salah dalam memilih kekasih? Kenapa kau memiliki kekasih yang tak tau malu sekali..!" ujar Felix.


"Mantan kekasih!!" tegas Jake. "Entah mengapa aku memiliki mantan kekasih yang tak tau malu seperti dia?! Harusnya dulu aku membuangnya sebelum dia mencelakai Istriku!!" sambung Jake.


Jake maju selangkah, pria itu langsung mengangkat tangan dan menjambak rambut Anaya kasar, membuat Anaya memekik kesakitan.


"Aaaa lepaskan!!! Jake kau menyakitiku!!!" teriak Anaya.


"Ini belum apa-apa, kau akan mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatanmu pada istriku!!" teriak Jake "Berani sekali wanita rendahan seperti kau mengusik hidupku, ketenanganku, dan kebahagiaan ku bersama dengan istriku haa??!! Memangnya Siapa dirimu??Asal kau tau,, aku tidak pernah mencintaimu!!!"


ucapan yang terlontar dari mulut Jake membuat hati Anaya berdenyut sakit.


"Jake, tega sekali kau mengatakan itu padaku?Aku tau,, mungkin kau sedang marah.. maafkan aku.. kau pasti sudah di pengaruhi oleh wanita itu.. aku memaklumi sikap kasarmu padaku kali ini.." lirih Anaya.


Jake menatap Anaya dengan sorot mata berapi-api penuh dengan Amarah yang kental.


"Percaya diri sekali kau!!" Jake terkekeh.


"Jake matamu sudah tertutupi oleh kewanitaan wanita itu.. kau salah dalam mengartikan kata cinta padanya.. mungkin kau hanya terobsesi untuk mendapatkannya sebagai bahan pemuas nafsu semata.." Anaya.. gadis itu masih saja percaya diri disaat genting seperti ini..


nyawanya dalam bahaya.


mendengar Anaya memprovokasinya dengan menjelek-jelekkan Maria, Jake pun tak tinggal diam.


Plak..


plak..

__ADS_1


Jake menampar wajah Anaya dengan keras, hingga membuat gadis itu tersungkur, dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Nyawamu dalam bahaya bodoh!! kenapa kau tidak mengerti juga!!!" timpal Felix yang geram dengan sikap Anaya.


"Cinta dan obsesi beda tipis,, tapi yang aku tau.. aku hanya mencintai Maria.." tegas Jake.


Anaya yang tersungkur kembali bangkit, menatap Jake dengan sorot mata amarah,


"Berani sekali kau memukulku???!!! Lepaskan aku!!! aku akan membalasmu dan istri sialanmu itu brengsek!!!" Anaya meronta dengan menggerak-gerakkan sel besi tersebut.


Felix terkekeh,


pria tampan itu tak habis pikir dengan kebodohan gadis satu ini. dia sangat gila dan liar.


"Kau tidak akan pernah bisa membalas keluargaku... karena sebentar lagi kau akan ku bunuh dengan ku siksa terlebih dulu."


Anaya tersenyum kecut.


"Aku tidak takut denganmu!!" ujar Anaya. "Perlu kau ingat Jake.. kau adalah milikku,, tidak boleh ada seorangpun yang memilikimu selain aku!! sekalipun ada.. aku akan membunuhnya dengan tanganku!!!" teriak Anaya.


Jake diam.


"Bicaralah, selagi kami mampu mendengarmu.." timpal Felix.


tiba-tiba Anaya tertawa kencang. membuat Jake dan Felix terheran-heran.


benar-benar wanita gila!


"Kenapa kau tertawa ha?!" teriak Felix.


"Ahh,, aku kasihan padamu Jake.. kau pasti sangat sedih dan hancur.. karena istrimu tercinta itu sudah ku bunuh,, sekaligus calon bayimu... ternyata istrimu itu sangat bodoh sekali ya, bahkan dia tidak menunjukkan perlawanan saat aku membungkam mulutnya dengan tanganku dan kutusuk perutnya dengan pisau tajamku,, ah aku yakin istrimu itu akan mati sekaligus calon bayimu.. kau sangat menyedihkan.." Anaya kembali tertawa terpingkal-pingkal.


Jake mengepalkan tangannya.


"Tertawalah selagi kau bisa,, setelah itu ku pastikan kau akan menangis darah!!!" ujar Jake dengan nada dingin yang khas.


"Benarkah?Ku tunggu waktunya tiba.. Sampai nanti.." Anaya mengibaskan rambutnya,, lagi-lagi gadis itu tertawa dengan sangat keras hingga terpingkal-pingkal. seakan menertawakan Jake yang kini telah hancur karena Calon anaknya yang mati, dan istrinya yang sedang sekarat di rumah sakit.


"Felix, Urus dia!!! siksa dia. buat dia merasakan rasa sakit yang teramat!! seperti yang aku dan keluargaku rasakan.." ujar Jake.


Felix mengangguk.


"sekarang kita akan bersenang-senang *****.." Felix menyeringai licik.


"Adam!! bersenang-senanglah bersama dengan wanita gila ini.. kau boleh melakukan apapun padanya, tapi sesuai dengan perintahku!!!" ujar Felix kepada Adam sang kepercayaan.


Adam mengangguk.


"Baik sir."


Dering ponsel Jake berbunyi.


"Jake.. Maria!!!"


"Ada apa dengan Maria???"


Tut... tut... Tut...


sambungan teleponnya terputus, menandakan sinyal telah hilang. terlebih Jake sedang berada di penjara bawah tanah sekarang..


Jake yang panik pun bergegas menuju rumah sakit, takut jika terjadi sesuatu kepada Maria.


sejenak Jake mengingat mimpinya, tentang kematian Maria..


semoga saja hal buruk itu tidak akan pernah terjadi.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2