My Desire Obsession

My Desire Obsession
Sly Man.


__ADS_3

Jake, menatap nanar Maria.


dengan kelembutannya, Jake menyentuh tangan Maria.


"Sayang..."


Maria membuka matanya, seakan tau jika suaminya kini berada di sisinya.


"Kau terbangun?Apa aku membangunkanmu hm?Kau merasa sakit?" lirih Jake. kata-katanya terselip nada halus yang khas.


Maria menggeleng lemah,


"ah aku tau, istriku memang wanita yang kuat." Jake tersenyum getir. mencoba untuk menyembunyikan sesuatu yang terjadi.


"Sayang,, kenapa kau menangis?" tanya Maria.


tentu saja Maria tau jika Jake sedang bersedih, terlebih air mata yang berada di pelupuk matanya terlihat masih basah.


"Tidak ada.. aku hanya merasa Tuhan tidak berlaku adil pada kita,,"


"Sttttt, jangan berbicara seperti itu.. tuhan hanya ingin kita tetap kuat dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan lika likunya,," lirih Maria.


Jake menyentuh kepala Maria, mengelusnya lembut, sesekali mencium pucuk kepalanya.


Jake merebahkan tubuhnya di ranjang, bersebelahan dengan Maria, memeluknya dan menjadikan bahu sebagai bantalan kepala Maria.


Maria memeluk suaminya,


"Sayang,, maukah kau menuruti keinginanku untuk tidak menjalankan operasi pengangkatan rahim?"


Deg...


Jake seakan tak percaya dengan ucapan Maria.


Maria tau?


Kenapa tiba-tiba Maria berbicara seperti itu?


ataukah Maria mendengarkan ucapan ero tadi?. yang mengatakan jika Maria harus menjalankan operasi pengangkatan rahim, jika tidak maka nyawanya akan menjadi taruhannya.


"Jangan berbicara yang tidak-tidak."


"kau tak perlu menyembunyikan kebenaran. karena aku sudah tau apa yang ero bicarakan denganmu di luar." Maria menatap manik mata abu2 gelap milik suaminya dalam.


Jake diam.


"Jake, aku tidak pernah meminta apa-apa padamu.. tapi kali ini ku mohon,, turuti lah keinginan ku untuk tidak menjalankan operasi pengangkatan rahim karena itu akan melukai hatiku. jika aku tidak bisa mengandung, setidaknya jangan buat aku benar-benar menjadi wanita tidak sempurna, dengan tidak memiliki rahim. yah walaupun aku tau itu akan membahayakan diriku sendiri."


"Aku akan menuruti keinginanmu sayang,, tenanglah.. kau tidak perlu memikirkan hal itu lagi."


"Jake, maafkan aku.."


"Kenapa kau meminta maaf sayang? Seharusnya aku yang patut di salahkan,, karena hal yang menimpamu hari ini adalah murni kesalahanku." jelas Jake. pria itupun merengkuh wajah Maria menggunakan tangan dan mencium pipinya sekilas.


"kita tidak perlu saling mengalahkan sayang,," Maria menyentuh rahang Jake yang penuh oleh jambang itu. "Dalam hal ini, kita hanya perlu saling mendukung satu sama lain,, tidak perlu saling mengalahkan. karena kunci hubungan tetap bahagia adalah, cinta, kepercayaan dan komunikasi.. kumohon jangan mendiamkan aku lagi,,, atau aku akan mati."


Jake terkekeh, seraya mencubit hidung Maria gemas.


"Kenapa begitu?"


"yah, lebih baik aku mati dari pada hidup tapi kau mendiamkanku,, kau tau?itu lebih menyakitkan dari pada kematian."


"Sttt" Jake menyentuh bibir Maria menggunakan tangannya, "Jangan berbicara soal kematian,, aku tidak mau mendengarnya dari bibirmu,,, bibirmu lebih cocok jika membicarakan soal percintaan."


Maria tersipu,

__ADS_1


"Tapi kau harus berpuasa, karena aku masih dalam masa pemulihan.." Maria terkekeh.


****!!


melihat wajah Maria yang begitu dekat, dan mencium aroma tubuh dan nafas Maria yang candu, membuat Jake mengerang tertahan. mencoba untuk menahan gleyar aneh yang kini mulai menguasai syaraf sadarnya.


"Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Maria.


pasalnya, wajah Jake terlihat seperti orang yang sedang menahan sesuatu.


"Kau ingin buang air besar?"


Jake menggeleng.


"Lalu?Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Maria.


"Memangnya ada apa dengan wajahku?"


"Kau terlihat seperti sedang menahan sesuatu."


"Tidak."


"Benarkah?"


"Hmm.."


Maria kembali memeluk erat tubuh atletis suaminya, mencoba menghirup aroma maskulin dalam, seraya menyentuh dada bidangnya dan membuat pola hati.


Maria memang seperti itu jika sedang bermanja dengan Jake, ingin di peluk, di perlakukan manis, dan hal-hal berbaur romantis. terkadang Maria juga sering membuat pola-pola aneh saat berada di dalam dekapan Jake. itu membuat Jake tersenyum karena tingkah-tingkah menggemaskan Maria setiap harinya.


jujur saja, semenjak ada maria di dalam hidupnya, membuat kehidupan Jake lebih berwarna,, yah walaupun tanpa kehadiran seorang anak yang begitu ia inginkan.


buat Jake, lebih baik tidak memiliki anak dari pada memiliki anak jika harus kehilangan Maria. Jake tak bisa! karena Maria adalah hidupnya sekaligus cintanya.


"Sayang,," lirih Jake.


"Hmm?" Maria menatap wajah tampan Jake.


"Besok aku akan mengantarmu memasang kontrasepsi di los Angeles." jelas Jake.


"Kenapa harus di LA?" tanya Maria.


"Karena Helen lebih berpengalaman dari pada Ero."


"Katakan saja jika kau cemburu dan tidak mau jika Ero melihat kewanitaan istrimu.." ujar Maria sembari tersenyum geli.


ah cemburu buta Suaminya itu menang tidak ada tandingannya..


"Tentu saja aku sebagai pria cemburu, mana ada seorang suami di dunia ini yang diam saja mengetahui jika istrinya mengangkang dan membuka pahanya lebar-lebar di hadapan pria lain? Walaupun itu adalah seorang dokter yang hanya menjalankan tugasnya." jelas Jake.


"ucapanmu itu sangat tidak sopan!."


Jake terkekeh,


kedua insan itu pun hanyut dalam perbincangan hangat menyenangkan.


.......


# Markas La Savas.


"Wah.. wah.. lihatlah siapa yang sudah datang.." ujar William sembari menatap Jake yang kini baru saja datang dari rumah sakit menuju markas Felix.


"Jake, kau sudah datang?Lalu Maria?Kau meninggalkannya?" tanya Victor.


"Mark yang menjaga Maria." singkat jake.

__ADS_1


"kalian tau bukan?Adik kecilku yang satu ini belum cukup dewasa dan mengerti. dalam membantu menjalankan bisnis gelap." timpal Jay.


"Kata siapa?Aku cukup mengerti dan cukup pintar dalam hal membuat strategi untuk melawan musuh." timpal Mark. yang tiba-tiba datang, dan langsung menimpali ucapan Jay.


"Mark kau disini?" tanya Seth.


"Ya."


"Lalu Maria?" tanya Marcus.


"Bersama dengan Aunty Sarah." jelas Mark sembari melirik Seth.


"Mom di sini?"


"Ya, tadinya aunty Sarah dan uncel Sam ingin mengunjungimu,, tapi pelayan mengatakan jika kau di rumah sakit V. oleh karena itu, uncel dan aunty datang, mereka sangat khawatir, bahkan mereka beranggapan jika kau yang sakit." jelas Mark.


"Lalu apa yang kau katakan padanya?" tanya Victor.


"Aku mengatakan yang sebenarnya,"


"kau mengatakan jika Maria keguguran dan tak kan pernah bisa hamil?" tanya Jake dengan nada bicaranya yang khas.


"Tentu tidak. aku hanya mengatakan jika Maria sedang sakit."


"Jika uncel Sam dan aunty Sarah sudah datang, maka tak lama lagi Aunty Cloe, Aunty Ashley, aunty Shasha, uncel Ken, uncel David, uncel Justin, mom dan dad akan segera datang." timpal Jay "Terlebih bagaimana jika aunty Sarah dan uncel Sam mengadu, pasti tak lama lagi mereka semua datang dan akan menyalahkan kita semua. karena tak memberitahu apa-apa atas apa yang sudah terjadi."


"Kita bisa memikirkan itu nanti." jawab Jake. "Yang terpenting sekarang adalah rencana kita.. apa semuanya berjalan dengan mulus?"


"Yaa, seperti yang kau inginkan.. rencananya berakhir dengan mulus.." jelas Victor.


"Bagus.." Jake menyeringai licik.


"Kita sudah menelfon polisi saat mengirimkan kontainer kokain kita kemarin malam, dan benar saja, polisi langsung menggerebek markas Gloria di Miami dan membuat Charlie diam membisu seperti pria bodoh kehilangan arah." jelas Victor.


"Tentu saja Charlie diam. lalu apa yang ia katakan? Dia juga tak bisa menunjukkan perlawanan." timpal Felix


"Jake, kenapa kau terlihat santai sekali,,, bagaimana jika Charlie mengatakan kepada polisi jika la Savas adalah sekutu Gloria? Sudah pasti kita akan menjadi buronan para polisi." timpal Davis adik Victor.


"itu tidak akan terjadi,, jika Charlie buka mulut itu sama saja mencari mati!" nada berat yang khas membuat mereka semua menutup mulutnya rapat.


Jake tersenyum licik.


"Jika dia berani mengatakan jika la Savas adalah dalangnya, mana mungkin polisi percaya? kau tau bukan?Jika para polisi itu adalah sekutu kita?Orang dalam? Terlebih jika Charlie terlepas dari penjara maka The Rex akan memburunya dan membantai habis Gloria hingga tak tersisa tanpa adanya bantuan dari la Savas."


"Kau benar Jake, Charlie seakan keluar dari kandang singa dan masuk kedalam lubang buaya." Jay tertawa.


"Jake kenapa kau begitu licik?" sambung William sembari tertawa bersama dengan Jay.


"Itu balasan bagi orang yang sudah mengusik keluargaku.. semuanya belum seberapa dengan apa yang sudah Anaya perbuat. karena dalam hal ini yang akan menanggung kejahatan Anaya adalah Charlie.. dan kehancuran Anaya adalah melihat kehancuran ayahnya di depan matanya sendiri..." Jake menyeringai bak iblis berbentuk manusia.


"Apa yang akan kau lakukan padanya?" tanya Victor.


"Tentu saja menyiksa Charlie sampai mati di hadapan Anaya, aku yakin gadis itu akan menjerit histeris melihat ayahnya yang di siksa habis-habisan sampai mati dengan tragis. dan pada saat itulah kehancuran Anaya tiba." ujar Jake "Dan aku akan menjadi orang paling bahagia akan hal itu. setelah itu giliran Anaya yang ku siksa dan ku bunuh sampai mati. sebelum itu biarkan dia menangis darah dan memohon ampun kepada istriku atas apa yang sudah dia lakukan hingga membuat kami tak bisa memiliki anak."


"Aku sudah menyuruh polisi untuk membawa Charlie ke ruang bawah tanah markas The Rex blood sebelah Utara." ujar Marcus.


"bagus... kalian semua memang bisa di andalkan.." Jake kembali menyeringai. "Kehancuranmu akan segera tiba *****! nikmatilah detik-detik terakhir dari hidupmu yang penuh dengan air mata darah dan jeritan histeris dari siksaan yang akan ku berikan." sambung Jake "Kau yang memulai permainan dan aku yang mengakhiri.. sekarang. lihatlah... apa yang akan ku lakukan." kata Jake. "Siapakah yang akan memenangkan pertarungan ini?Tentu saja aku! pemimpin dari seluruh mafia di seluruh dunia. Ya LA SAVAS!!"


"Jake kau benar-benar pria licik berbahaya." sambung William


"Seperti yang kalian tau, Jake adalah iblis berwajah manusia dengan ketampanan bak pangeran Yunani. yang hampir mirip dengan malaikat tampan pencabut nyawa." timpal Seth.


Jake menyeringai, tersenyum licik penuh arti.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2