My Desire Obsession

My Desire Obsession
Make Love~


__ADS_3

makan malam telah usai, kini Jake dan Maria berada di kamar, yah bukan kamar hotel, melainkan kamar di mansion Daniel dan Carrol.


setelah makan malam tadi, Jake sebenarnya hendak mengajak Maria untuk kembali ke hotel, tapi Daniel memaksa agar mereka tinggal disini beberapa hari kedepan. awalnya Jake menolak. tetapi Maria menerima, jadi yasudah lah terpaksa Jake menuruti keinginan Maria untuk tinggal disini sementara. lagipula mereka hanya menginap kurang lebih 1 Minggu, setelah itu mereka akan pulang ke Milan.


Maria menatap langit-langit kamar, ia sedang berfikir bagaimana caranya agar dia bisa pergi dengan mudah tanpa di ketahui oleh Jake, dan ketidak ikutsertaan jake. pasti itu tidak mudah bukan?.


Maria ingin menemui dokter Helen dan menanyakan bagaimana perkembangan rahimnya, sudah 3 bulan semenjak kejadian itu, mustahil jika rahimnya belum pulih. Maria berani menjamin rahimnya sudah sehat dan dapat memungkinkan untuknya hamil.


Jake memeluk istrinya, kini tubuh Jake merapat dengan tubuh Maria, ah mereka baru saja melakukan percintaan panas. malam sudah semakin larut tapi keduanya belum juga mengejamkan matanya. mereka hanyut kedalam fikirannya masing-masing.


"Sayang,,," lirih Jake.


Maria menoleh. "Hmmm.."


"Kau memikirkan sesuatu?" tanya Jake


"Tidak. aku hanya sedang tidak bisa tidur." singkat Maria.


"Aku juga tidak bisa tidur." imbuh Jake. "Apa kau merasa tidak nyaman tidur dan menginap disini?" Jake bertanya.


"Tidak. aku sangat nyaman, Uncel dan aunty sangat baik. mansion ini juga sangat indah dan luas. aku menyukainya." kata Maria.


"Benarkah?Aku merasa kau sedang memikirkan sesuatu." kata Jake "Apa yang kau fikirkan sayang?".


"No. i'm not."


"Baiklah, jika kau tidak mau mengatakannya," ujar Jake "Bagaimana kalau kita melanjutkan kembali aktifitas kita, dengan olah raga malam hm,, aku yakin kau pasti sangat menyukainya bukan?" Jake terkekeh.


"Jake kau itu, apa kau tidak ada puasnya menerjang ku habis-habisan? Kita baru saja melakukannya 30 menit yang lalu, dan kau mengajakku bercinta lagi?Apa kau predator ****?" gerutu Maria.


Jake kembali terkekeh, pria itu mencium pipi Maria.


"Aku tidak akan puas jika berada di dekatmu sayang,, aku tidak bisa hidup tanpa ada kau di sisiku, walau hanya sesaat."


Maria tersenyum "Jake rayuanmu itu tidak berpengaruh sama sekali padaku,, aku tau isi otakmu. kau merayu karena kau mempunyai maksud. bilang saja kau mau bercinta. iyakan?"


"Kau paling mengenal suamimu ini..."

__ADS_1


Jake menindihnya Maria. tubuhnya yang gagah hanya tertutupi selimut putih itu mampu membuat Maria menelan ludah sudah payah.


matanya menggelap bak predator yang siap untuk memangsa, seakan Maria adalah makanan segar yang menggugah selera.


"Jake,, kau." belum sempat Maria melanjutkan bicaranya, Jake sudah lebih dulu mencium bibir Maria. menecap rasa manis dari bibir ranum tersebut, ******* itu sangat dalam membuat Syaraf sadar Maria di hantam oleh kenikmatan yang tiada Tara.


jantung Maria berdegup kencang, seirama Dengan jantung Jake yang kini berpacu dengan kuat, deru. nafas Maria yang panas membuat Jake bergairah, karena hembusan nafasnya mambu membuat gairah Jake seketika bangkit.


Jake, Pria itu tak pernah gagal dalam memuaskan.


jarinya bergerak lihai menusuk-nusuk di dalam inti Maria.


Maria meremas sprai kuat, tubuhnya menggelinjang nikmat. tangan Jake kini berpindah kepada tumpukan gunung kenyal, sesekali memijatnya, membuat si pemilik tak tahan dengan hantaman Glora nikmat yang membara.


di rasa Maria sudah siap, Jake langsung menyatukan kembali miliknya kedalam milik maria, menyentuh titik sensitif yang berdenyut-denyut. menghimpitnya, untuk sejenak Jake berhenti, agar Maria memiliki jeda untuk bernafas lega.


lalu Jake melanjutkan aktifitas panasnya dengan memompa Maria sesuai irama.


suara mereka terdengar bising,


ia tau apa yang sedang Maria dan Jake lakukan.


rose tersenyum getir, ia berusaha untuk tidak menangis.


terkadang dia merasa, dunia tidak berlaku adil padanya, buktinya ia mencintai suaminya tapi suaminya sama sekali tidak mencintainya. bahkan Lucas tidak pernah menyentuhnya, bagaimana mungkin ia bisa hamil anak Lucas?


selama ini, rose mencoba untuk menjadi istri yang baik, dengan mengurus Lucas dan melaksanakan kewajibannya sebagai istri yang baik. tapi Lucas belum juga memberikannya hak sebagai seorang istri. Lucas hanya memberikannya uang untuk kebutuhannya. tapi tidak untuk berhubungan layaknya suami istri pada umumnya.


mereka hanya bersandiwara. memperlihatkan jika rumah tangganya baik-baik saja. tetapi tidak ada yang tau jika rose sangat menderita. walaupun ia begitu mencintai Lucas.


buat apa menikah dengan seseorang yang tidak mencintaimu?


antara di cintai atau mencintai. mana yang harus kalian pilih?


jika ada,maka rose memilih untuk di cintai dari pada mencintai seseorang yang mencintai orang lain. itu berkali-kali lipat lebih sakit.


"Rose kau disini?"

__ADS_1


Rose terkejut, tiba-tiba Carrol datang dan membuyarkan lamunannya.


"Mom. A-aku haus, aku turun untuk mengambil air. tapi tidak sengaja mendengar suara erotis dari dalam kamar Maria." jelas rose.


yah gadis itu memang sangat baik dan tak pernah berbohong.


memang benar, rose keluar hanya untuk mengambil air. karena air yang berada di kamar sudah habis. untuk itu ia turun dan hendak mengambil air. tapi suara erotis yang berasal dari kamar Maria membuat rose memikirkan hal lain. sampai rose hampir lupa dengan apa yang akan ia lakukan.


Carrol terkekeh.


"Rose, kau seperti anak bau kencur yang baru lahir kemarin." Carrol menggelengkan kepalanya.


rose menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Suami istri memang begitu, kau seperti tidak pernah melakukannya saja." Carrol kembali terkekeh.


Aku memang belum pernah sama sekali melakukannya mom. andai kau tau jika selama ini aku tidak bahagia. aku senang hidup Dengan pria yang aku cintai. tapi naasnya pria yang ku cintai tak mencintaiku, bahkan tak pernah menyentuhku, bagaimana aku bisa tau rasanya berhubungan intim dengan suamiku? bahkan hanya sekedar bersentuhan pun tak pernah. (Batin rose)


Rose tersenyum getir.


"Baiklah mom, aku harus mengambil air,,, dan segera tidur. Lucas pasti sudah menungguku." setelah mengatakan hal itu, rose turun dan hendak mengambil air.


"Sebentar-sebentar, apa yang baru saja aku katakan? Atau jangan-jangan selama ini rose belum pernah berhubungan dengan Lucas? Sepertinya ada yang tidak beres." batin Carrol.


"Ah sudahlah, mungkin rose sedang bertengkar dengan Lucas, tidak mungkin aku ikut campur urusan mereka berdua. mereka berdua adalah Suami istri." ujar Carrol


Carrol pun pergi ke kamar hendak untuk tidur. ia lelah, karena sedari tadi berlatih.


walaupun Carrol sudah tua, tapi ia masih sangat lincah dalam hal berlatih menggunakan senjata. dia juga sering berlatih dan berlatih sepanjang malam dan kembali tidur saat tengah malam.


kenapa Carrol melakukan di malam hari, karena ia bangun di siang hari. bahkan setelah berlatih habis-habisan. Daniel Tak pernah lupa untuk meminta jatah. karena itu Carrol tak pernah bangun pagi.


tua-tua keladi.


makin tua, makin menjadi-jadi.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2