
Rendra kini menyadap telpon dan ponsel Romeo. Benar dugaan Rendra, Sonia istri Romeo menghubungi rumah sakit dan Rocky yang mengangkatnya, mereka membutuhkan dokter bedah untuk mengoperasi luka Romeo yang cukup parah. Raisha menawarkan diri untuk misi hari itu, awalnya Rendra menolak, tapi Raisha tetap kekeh pada pendiriannya.
"Jangan sayang, ini berbahaya." Cegah Rendra.
"Mas percaya sama aku, demi mama Kimmy, ridho mas akan melindungi istri dalam bekerja, lagian mereka juga belum mengenal diriku, dan tidak tahu kalau aku adalah istrimu, jadi akan aman, lagian ada Rocky yang akan ikut, mas jangan khawatir, kita pasti bisa menyelamatkan mama". Raisha menggenggam tangan Rendra dan menyakinkan suaminya tersebut.
"Baiklah, tapi hati hati, kamu akan langsung di sarang musuh, nanti kita akan kirim kamera rahasia dan Won untuk mengintai situasi di sana, kalau Won dan wina bisa masuk maka tugas kita akan ringan, dan lo Rocky jaga istri gue dengan baik, awas kalau sampai ada yang lecet, lo taruhannya, gue belum merasakan indahnya menjadi seorang pria sejati." Rendra memperingati Rocky supaya menjaga istrinya.
"Siap tuan, saya akan menjaga nona dengan taruhan nyawa saya sendiri." jawab Rocky dengan tegas. pemuda ini dari dulu adalah tangan kanan Rendra di organisasi.
" Sayang, tapi kamu tidak boleh berpenampilan cantik seperti ini, aku tidak rela, wajah cantik istriku di nikmati orang orang jahat itu." Ucap Rendra lagi.
Raisha dan Rocky sama sama memutar bola matanya jengah.
Rocky mengambil sesuatu dan di tempelkan ke pipi Raisha, sehingga menutupi kecantikan wajah Raisha, serta memasang won dan wina di jilbab Raisha sebagai bros.
Mereka berangkat dengan Rocky sebagai sopirnya.
" Anda siap Nyonya?" Rocky memastikan kalau majikannya siap
Raisha mengatur nafasnya dan membuang semua rasa takut yang singgah di dalam dirinya, sebagai istri seorang Narendra dia tidak boleh lemah dan cengeng.
" Hah, iya Rocky saya siap, ayo kita berangkat, semoga misi kita ini di lindungi dan diridhoi Allah."
"Aamin, ayo nyonya kita berangkat, dan ingat jangan gugup, anggap saja anda melakukan operasi seperti biasa." Rocky mengingatkan Raisha sekali lagi.
"Iya Rocky, demi mama kita harus kompak ya."
__ADS_1
"Siap nyonya, dan ini adalah misi pertama nyonya, semoga nyonya akan semakin kuat seperti keluarga ibrahim lainnya." Rocky menaruh harapan besar terhadap nyonya barunya.
"Iya Roc, semoga ya, hehe jadi seperti masuk ke dalam film Action saja hehe." Mereka berbincang ringan di dalam perjalanan, Rocky melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di mansion Romeo, nambak kerusakan dimana mana, pintu gerbang hancur, halamannya juga berantakan, anak buah Romeo yang masih selamat segera mengurus temannya yang sekarat dan menyingkirkan korban yang meninggal.
Banyak darah berceceran apa lagi di dalam mansion, keadaan lebih parah lagi, sebelum masuk ke dalam, Raisha di mintai tanda pengenal, Rocky dan Raisha segera menunjukkan kartu identitas mereka, serta semua barang dan tubuh mereka di periksa secara teliti. Untung won dan Wina selamat karena di sematkan ke jilbab dan pakaian dikter Raisha.
Mereka berdua diantar masuk ke sebuah ruang Rahasia, Won dan Wina juga sudah di luncurkan.
"Won, kamu cari dimana nyonya Kim dan Wina, telusuri semua jalan di rumah ini cari jalan aman supaya orang kita bisa masuk." bisik Rocky pda kedua robot lebah itu. Sementara Rocky memeriksa dengan teliti setiap jalan yang mereka tempati, hingga sampai di ruang besar dengan pintu baja. Ricky dan Raisha mengamati bagaimana cara mereka membuka pintu tersebut.
Pintu di buka dengan memakai kode serta sidik jari penghuni mansion tersebut.
"Silahkan dokter! Pengawal meminta Raisha dan Rocky masuk, didalam sana ada Sonia dan Clara.
Raisha menundukkan kepala, memberi salam
Sementara Sonia dan Clara yang masih di ruangan itu berbincang di sofa.
" Ma, apa tidak sebaiknya kira bunuh saja perempuan itu, lihatlah suaminya sudah menghancurkan sebagian mansion kita" Dengus Clara.
"Kalau kita membunuhnya sekarang, maka misi ini akan gagal, Vero menginginkan Rendra, kalau pemuda itu sudah di tangan kita, maka akan gambang membunuh mereka semua." Jawab Sonia.
"Papa dan mama terlalu lembek, sebelum tante Kim di tukar dengan si Narsis, kita seharusnya buat dia menderita, jangan cuma di sekap doang." Clara mengusulkan untuk menyiksa Kimmy juga.
"Ide Yang bagus, kita akan siksa dia, tapi bagaimana dengan papa?" Tanya Sonia.
"Papa masih di tangani dan tidak akan sadar dalam waktu beberapa jam, biar pengawal yang mengurusnya, disini banyak penjaga serta tidak ada yang bisa masuk kecuali orang orang kita." Jawab Clara.
__ADS_1
"Good Girl, ayo kita laksanakan, tanganku juga gatel bagaimana rasa menyiksa ketua mafia , eh mantan ketua Queen itu. " Jawab Sonia dengan semangat.
Rocky menggunakan kesempatan itu untuk mengirim Kumbang kecil miliknya, dan menempel di rambut Sonia.
Sonia memberi perintah untuk memperketat pengawasan di ruang Rahasia, tapi Rocky si kancil kecil itu punya segudang ide.
"Nyonya, segera selesaikan pekerjaan ,saya akan bereskan orang orang ini, dan hubungi tuan muda untuk mengirim helikopter, kita culik ganti si tua bangka resek ini." Bisik Rocky.
Rocky segera bertindak, demikian juga Raisha.
"Mas, kirim heli ke mansion Romeo, kami akan menculik balik romeo, Saat ini rocky masih membereskan para pengawal." ucap Raisha di telpon
"Oke dalam waktu 10 menit, heli akan sampai di puncak Rumah itu, kalian harus bisa membawanya keatas." ucap Rendra.
"Oke." Raisha mengambil kursi roda yang ada di sudut Ruangan. membawanya ke dekat Ranjang. Rocky juga sudah selesai, mereka memindahkan Romeo di kursi roda dan membawanya ke atas. Rocky memanggil Wina sebagai penunjuk jalan.
Sementara Clara dan ibunya sudah sampai di bawah tanah ke sel tempat Kimmy di sekap.
"Halo sahabatku kimmy yang cantik, bagaimana rasanya berada di tempat seperti ini, o iya biasanya kamu kan yang memasukkan musuh musuhmu ke ruangan seperti ini, tapi sekarang, Queen sendiri yang tidur di sini, hahaha." ucap Sonia girang.
"Lepaskan aku, suami dan anak anakku pasti akan membalas kalian semua." jawab Kimmy.
"Haha, suami posesif lo itu ya, tadi dia sudah kemari, tapi mau tahu, dia tidak bisa berbuat apa apa dan pulang dengan tangan hampa, haha." tawa Sonia sangat keras.
"Cih, lihat saja nanti ini, itu hanya pemanasan saja." Kimmy menjawab dengan tegas.
"Ma , jangan banyak bicara ayo kita laksanakan saja penyiksaan padanya." ucap Clara
__ADS_1