MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 49


__ADS_3

Jam 13.30


Raisha membuka matanya , dia ingin bangun untuk melaksanakan Sholat dhuhur yang belum mereka kerjakan. Saat akan bangun perutnya terasa berat, ternyata Tangan Rendra masih melingkar di sana.


Raisha perlahan memindahkan tangan kekar itu serta mencoba turun dari Ranjang, tubuh Raisha masih polos seperti bayi. Dia mencoba untuk berdiri, tapi perih yang dia rasakan, serta daerah itu sudah bengkang seperti kue.


" Augh, isss, perih sekali. mana bengkak lagi." Tapi dia tetap berusaha berdiri sambil merambat pada nakas samping Ranjang.


Rendra yang mendengar rintihan Istrinya terbangun, dia melihat wanitanya itu kesulitan untuk berjalan. Rendra langsung bangun dan mengangkat Raisha ke kamar mandi.


"Masyaallah mas." kaget Raisha.


Rendra melihat dengan jelas tubuh polos itu, Junior juga tidak bisa di ajak kompromi dan langsung berdiri tegak menantang. buru buru Rendra menuju ke kamar mandi , mendudukkan Raisha di closed, dia mengisi bathtub dengan Air hangat dan aroma terapi. Raisha menelan salivanya, melihat kembali belut listrik narendra.


" Pantesan bengkak, ternyata sebesar itu, ini lebih besar daripada waktu dia sakit kemaren." batin Raisha.


Rendra hendak mengangkat kembali tubuh Raisha tapi Raisha menolak.


" Aku bisa kok sendiri, mas Ren mandinya di shower saja ya, kita belum sholat dhuhur." Raisha mengelak, dia faham dengan Gaya Junior. Raisha turun dari Closed dan berjalan tertatih, serta jalannya mengangkang. Rendra tidak tega melihatnya dan tanpa mempedulikan penolakan Raisha dia mengangkat kembali tubuh polos yang penuh dengan tato hasil karya dia.


Rendra memasukkan Raisha di bathtub tapi dia juga ikutan masuk di sana.


" mas, mas mandi di shower dan kita sholat berjamaah, aku ingin mas menjadi imam dalam sholatku." ucap Raisha dengan lembut.


" Aku akan memandikan kamu, biasanya bu dokter yang selalu memandikan diriku sekarang giliran aku ya."


Raisha diam saja, kalau dia terus menolak, buntutnya pasti panjang.

__ADS_1


Rendra mengambil sabun dan mulai menggosok tubuh Raisha, tapi imannya sudah tidak kuat lagi, Rendra memakan Raisha di bathtub, Airnya bergolak, akibat permainan keduanya, lantai menjadi basah.


Mereka tidak lama menuntaskan hasrat yang kedua, karena waktu dhuhur hampir habis. Rendra segera menuju ke shower, membersihkan diri serta mandi junub, sementara Raisha mengganti air bekas percintaan mereka dengan yang baru serta menyelesaikan Junubnya.


Di akhir waktu dhuhur mereka melaksanakan sholat berjamaah untuk yang pertama kalinya. Untung waktu sholat masih ada, walaupun terlambat. lantunan Takbiratul ikhram terdengar begitu merdu di telinga Raisha, dia menitikkan air matanya, bersyukur atas semua rahmat Allah yang telah dia terima selama ini.


Apalagi waktu Rendra melafalkan doa doa yang baik untuk mereka, Raisha tidak menyangka di balik sifat narsis suaminya itu, tersimpan kelebihan serta keistimewaan, Rendra ternyata memahami agama dengan baik.


❤️❤️❤️


Esok hari Di Rumah sakit


Pagi ini seperti biasa Raisha berangkat ke Rs dengan semangat, untung kemaren dia sudah mengobati bengkak dan perih nya, jadi hari ini dia sudah bisa berjalan Normal. Raisha tidak ada jadwal praktek tapi dia ikut tim untuk mengadakan pengobatan Gratis di daerah pinggiran.


Rendra Mengirim Rocky dan beberapa pengawal bayangan demi menjaga Raisha, sementara Rendra kembali ke perusahaan, ada beberapa masalah yang harus dia tangani sendiri.


" Cie cie pengantin baru sudah masuk saja, seharusnya honeymoon dong, ah istri sultan tidak asyik kalau tidak honeymoon.' Goda Vina.


"Aku sih ngikut saja Vin, lagian pekerjaan kita juga banyak, lebih baik kita memikirkan kesehatan orang orang, dari pada memikirkan kesenangan pribadi, honeymoon bisa kapan saja." ucap Raisha, sambil membantu yang lain bersiap siap.


" Rei bagaimana rasanya punya suami sultan, enak dong, semua sudah tersedia, dengan baik." Kata Vina.


" kalau kita sebagai penonton, pasti bilangnya enak, pengen ini itu semua gampang dan tersedia bahkan tidak perlu sudah, dulu aku juga berpendapat seperti itu, ternyata salah Vin. Dari segi pekerjaan contohnya, mereka lebih sibuk dan berfikir sangat keras, mereka bahkan memikirkan nasib ribuan karyawannya, belum yang lainnya." Jawab Raisha.


" Iya juga ya, kalau beda dengan pegawai, bekerja dengan baik dan dapat gaji beres. tapi terkadang belum bisa mencukupi kebutuhan sehari hari." jawab Vina.


" Kurang tidaknya itu tergantung kita yang mengatur, baik sedikit maupun banyak, sifat manusia pasti kurang, semakin banyak uang yang kita peroleh maka semakin banyak kebutuhan yang kita, coba bayangkan, kita dapat gaji 2 juta sebulan, tapi bisa mencukupi kebutuhan kita sebulan, trus sekarang kita dapat gaji 10 juta, apakah kita punya tabungan 8 juta, tidak kan." ucap Raisha.

__ADS_1


Vina mengangguk faham, demikian juga Dr Siska.


" Iya juga ya, dulu waktu masih magang disini, gue cuma dapat gaji tidak seberapa, tapi cukup, dan sekarang gaji besar, malah kurang." Sahut Siska.


"Sama halnya dengan keluarga Ibrahim, mereka malah mengeluh, dan pengen hidup normal, hidup mereka malah sangat Rumit, banyak musuh, bauk musuh nyata maupun musuh dalam selimut, hidup mereka tidak tenang, walaupun banyak harta." ucap Raisha.


Obrolan mereka terhenti karena Ruhy yang tiba tiba menarik narik kemeja Raisha.


" Dokter, kenapa bodyguard tuan Rendra ganteng ganteng ya, itu ada dua datang kemari." Kepo Ruhy.


Ternyata yang datang adalah James dan Rocky, james mengantarkan pesanan Rendra, sementara Rocky harus mengawal Raisha, dan menjaga dia dari mara bahaya.


" Nyonya, ini ada titipan dari tuan, beliau minta tolong nanti sesampainya di tempat tujuan, nyonya dan tim, diminta menyerahkan amplop ini pada mereka yang benar benar membutuhkan, di dalam sini ada 2000 amplop nyonya, masing amplop berisi uang 500ribu." James menjelaskan tentang isi Amplop amplop itu dan harus diapakan.


"Terima kasih James, kami akan menyalurkan nya dengan tepat sasaran." Jawab Raisha.


" Kalau begitu saya permisi dulu 30 menit lagi harus ikut tuan Menghadiri meeting." James undur diri untuk kembali ke kantor. Raisha menoleh ke arah Rocky.


" Lalu kamu Rocky?" tanya Raisha.


" Saya di perintahkan tuan muda untuk menjaga anda, selama disana, dan memastikan anda baik baik saja dan tidak terluka sedikitpun juga." jawab Rocky.


Raisha menggelengkan kepalanya, gemes dengan tingkah Narendra yang dia rasa berlebihan.


" Rocky, aku disana tidak sendirian, ada banyak orang yang ikut, jadi tidak perlu mencolok seperti ini." kata Raisha.


" Tidak nyonya, saya akan tetap di samping anda, karena bahaya besar sedang mengincar kita, termasuk anda juga, dan kita harus lebih waspada juga." Jawab Rocky yang tetap akan ikut.

__ADS_1


"Oke lah, manut aku Rocky." pasrah Raisha.


__ADS_2