
Di ruang bawah tanah, Sonia masih sesenggukan melihat Clara yang sudah lemas tak berdaya, meladeni nafsu Rocky, dan bermain sangat kasar, bahkan tangan kanan Rendra itu mencambuknya beberapa kali. Area **** * nya juga keluar darah, perih dan darah itu terus keluar seperti orang baru melahirkan.
" ma, sakit. perut dan ituku ma, augh argh." Clara mengerang kesakitan, dia seperti orang mau melahirkan saja. Clara meremas perutnya yang benar benar sakit hingga keluar gumpalan daging yang mirip janin keluar dari V Clara diikuti oleh bulatan mirip ari ari. **** * clara sangat perih seperti sobek saja.
Sonia mendekati Clara yang masih kesakitan, dia membuka ****** ***** Clara, mengambil Gumpalan yang mirip bayi itu dari liang tersebut.
" Kamu hamil Cla?" tanya Sonia.
" Enggak ma, Clara selalu bermain aman.aaargh, perih ma, rasanya seperti robek." keluh Clara.
"Tapi kamu baru saja keguguran sayang." jawab Sonia dan menunjukkan janin yang sudah berwujud itu.
"Lihat ini!" Sonia menyuruh Clara melihat janinnya itu.
" Hii, buang ma, menjijikkan sekali. " ucap Clara.
" Tapi ini adalah calon bayi kamu nak, dan dia tidak kuat dengan kekasaran laki laki tadi lalu keluar." Jawab Sonia.
"Ma, bawa aku ke rumah sakit, perut dan itu ku sakit banget ma, ough." Clara masih mengerang kesakitan, darah terus mengalir daru tubuhnya, serta banyak gumpalan gumpalan gading, entah apa itu. tapi darah itu terus mengalir hingga akhirnya Clara kesulitan bernafas, hingga akhirnya dia meninggal dengan mata melotot.
"Clara bangun sayang, kita harus membalas dendam pada mereka semua, bangun nak, Romeo, Romeo bangunkan anakmu, dasar bapak go blok, huhuhu." Suara Sonia menggema di bawah tanah rumahnya. Tapi tidak ada satupun yang mendekatinya. Bahkan polisi juga tidak ada yang mendekat ke sana.
Sonia bangun dari tempatnya, dia berjalan ke atas, melihat kondisi rumahnya yang rusak parah, banyak mayat bergelimpangan, darah bercecer dimana mana. Sonia menelpon Vero.
__ADS_1
"Ini semua ide kamu, anakku mati dan suamiku di bawa mereka Vero, lihat Rumahku keluargaku hancur, kamu harus tanggung jawab, dan bawa semua mayat keluarga Ibrahim padaku." Teriak Sonia tak terima pada adik iparnya itu, Romeo dan vero mengira mansion Romeo adalah tempat paling aman dan tidak bisa di lacak musuh, tapi mereka semua salah, di sana masih ada Rendra yang serba bisa.
" Apa, lalu bagaimana keadaan Romeo?" Cemas Vero.
"Dia tertembak oleh Zein, keadaannya kritis, tak lama kemudian di operasi oleh dikter, ternyata dokter itu gadungan, mereka orang orang Kimmy, selamatkan Romeo." Bentak Sonia.
"Iya, aku akan ke sana dan menyelamatkan kakakku, sekarang orang orang ku akan menjemput kakak ipar membawa ke tempat yang aman." Vero berjanji akan datang sendiri dan mengeksekusi kelurga mengerikan itu.
Tak lama kemudian Sonia di jemput beberapa orang anggota red Wolf, sementara yang lainnya membereskan korban pertempuran sengit di mansions tersebut. Anak Buah Vero mengambil semua senjata yang ada di sana serta membakar mansion mewah tersebut.
Waktu berlalu, keadaan sudah lebih stabil, ini hari ke 6 Rendra minum obat dari Naela, Reaksinya sudah tak sebegitu sakit seperti yang terjadi di malam malam sebelumnya.
Jadi paginya Raisha bisa bekerja dengan tenang, Rendra juga sudah bisa melakukan banyak aktifitas sendiri, walaupun masih memakai kursi roda, dia sudah bisa ke kamar mandi sendiri. Tanpa Raisha tahu, ternyata dari kemaren suami gantengnya itu Sudah bisa berdiri dengan kedua kakinya dengan kokoh, dan selama dia bekerja, Rendra melatih diri untuk berjalan.
Hari ini Raisha dengan semangat berangkat ke rumah sakit, menjalani rutinitas dia sebagai dokter, seperti biasa dia selalu menebar senyum dan menyapa setiap pengunjung Dan pasien Rumah sakit yang dia temui.
"Full dok, banyak sekali yang ingin konsultasi dengan dokter." jawab Ruhy.
"Oke, bismillahirrahmanirrahim, ayo kita mulai!" Raisha meminta Ruhy mulai memanggil antrian pasien.
Raisha mempersiapkan diri menghadapi pasien yang akan konsultasi masalah operasi, mereka kebanyakan orang tua yang takut untuk operasi, sementara sudah di vonis dr lain untuk operasi.
Tapi hari ini sangat berbeda dari biasanya. pasien pertama adalah seorang duda beranak satu, sudah pernah melakukan operasi usus buntu. Dia kesini hari ini malah ingin meminta Raisha untuk menjadi ibu sambung anaknya. Pede sekali laku laki ini.
__ADS_1
"Dr Raisha, setelah anda mengoperasi saya waktu itu entah kenapa, wajah dokter tidak bisa lepas dari ingatan dan pandangan saya, maukah dokter menikah dan menjadi ibu sambung anak saya. Saya janji akan mencintai dan menuruti semua mau dokter cantik asal dokter bersedia menjadi istriku."Pria itu memelas pada Raisha bahkan membawa cincin emas yang besar.
"Maaf tuan, saya benar minta maaf, saya tidak bisa menerima pinangan anda, saya sudah punya suami tuan." Jawab Raisha dengan sopan dan lembut.
Muka pria tadi langsung masam, dia memasukkan kembali cincin besar itu ke kotak dan keluar dengan lesu, entah dia marah, kecewa atau malu, tapi pria itu bahkan tidak pamit dan langsung keluar.
Raisha menggelengkan kepalanya.
"Memang melamar orang itu seperti belanja ya, main langsung tembak saja." gumam Ruhy. Asistennya itu tertawa kecil.
"Maklum dok, dokter itu memang cantik banget dan juga baik tidak salah kalau banyak yang naksir. tapi alasan anda sangat bagus, dengan bilang kalau sudah bersuami, mereka akan mundur satu persatu, hehe." jawab Ruhy.
"Saya tidak bohong sus, saya memang sudah bersuami." jawab Raisha
"Sumpah dokter, wah jadi penasaran siapa ya yang berhasil mendapatkan rembulan cantiknya Pandawa ini." ucap Ruhy.
"Ayo panggil pasien kedua!" suruh Raisha.
Pasien kedua juga lucu, dia tidak sakit apa apa, tapi cuma penasaran dan pengen berkenalan dengan Raisha. Ada juga seorang pengusaha berpenampilan perlente juga menyatakan cinta pada Raisha, dia memamerkan mobil mewah dan rumah mewah untuk Raisha jika mau menjadi istri ketiganya.
" Raisha oh Raisha pujaan hatiku, maukah kau menjadi istri ketiga ku, ini sementara saja, kalau kau terima maka aku akan menceraikan mereka dan kau adalah satu satunya di dalam hidupku, lihatlah apa yang aku bawa, sebuah kunci mobil lamborgini terbaru sayang, serta rumah mewah di menteng, akan kuberikan untuk dirimu seorang." Pria perut buncit memakai jas yang norak itu dengan pedenya juga melamar Raisha.
Jawaban Raisha tetap sama kalau dia sudah bersuami.
__ADS_1
"Apa suamimu seorang dokter, apa dia bisa memberikan apa yang aku berikan ?" pria itu belum menyerah juga.
"Maaf tuan, cinta tidak bisa di beli dengan uang, saya mencintai suami saya apa adanya bukan di lihat dari harta dan uang yang dia berikan pada saya.", jawab tegas Raisha.