
Kini tinggal menunggu usaha Rendra dan Rocky, bagaimana cara menetralkan Racun tersebut.
"Bos ini cairan apa?" Tanya James yang baru saja menemukan sebuah botol yang berada di kolong Sebuah komputer rusak.James membawa botol berisi cairan biru tua tersebut ke Rendra.
Rendra segera memeriksanya, dan mencoba setetes cairan biru tersebut ke dalam gelas berisi cairan Virus, ternyata sedikit demi sedikit cairan merah itu menjadi bening seperti air jernih.
Rendra segera menuangkan Cairan biru ke dalam Selang saluran air yang sudah terkontaminasi tadi. Mereka berempat menunggu dengan harap harap cemas, berhasil apa tidak.
Alhasil dalam waktu satu jam lamanya, Racun tersebut sudah Normal bahkan sudah bisa diminum dan tidak menyebar ke sungai. Mereka bernafas dengan lega.
Untuk Robot robot tersebut akan mereka bawa ke markas Peter dan akan di manfaatkan untuk kepentingan Rakyat di negara tersebut. tinggal memberi Cip dan siap di kembangkan.
Mereka menyegel tempat rersebut dan nantinya akan menghancurkannya, untuk berjaga jaga ada simon yang lain yang muncul disana.
"Ren apa yang kamu lakukan selanjutnya?" tanya peter.
"Tentu saja akan menjemput istri nakal ku dan menghukumnya." Jawab Rendra.
" Jangan terlalu keras Ren!" Kimmy mengingatkan putranya supaya tidak terlalu keras menghukum Raisha.
"Haha, tenang ma hukuman dari putramu ini akan membuat menantu mama ketagihan." jawab Rendra sambil nyengir, al hasil dia mendapat jeweran dari Kimmy.
" Aduh aduh ibu ratu sakit nih." Rendra mengaduh, kimmy sudah gemes dengan anaknya yang satu ini.
" Sukurin, dan gue yakin lo bakal dapat balasannya dari anak lo." ledek Naela.
" haha, kalau mereka yang ngerjain gue, dengan ikhlas akan gue kabulkan , walaupun harus mengambilnya di mars." Jawab Lebay Rendra.
"Cih lebay." kesal Naela.
__ADS_1
Malam nanti Rendra berencana akan berangkat ke pulau dimana Raisha berangkat, dia akan memberi kejutan pada Raisha, Dia juga membawa topeng dengan wajah Raja.
Zein dan Kimmy akan tinggal dulu di sana, ingin jalan jalan dulu di negara asal menantunya itu berada, sambil menunggu mansion di indonesia jadi direnovasi.
James dan Rocky kembali ke indonesia, melanjutkan pekerjaan Rendra yang terbengkalai, serta mengurus Romeo yang masih berada di tahanan markas Rendra.
Jam 4 sore akhirnya Rendra berangkat menyusul Raisha, karena Rusia timur leste akan memakan waktu 11 jam di tambah lagi 1 jam dengan helikopter menuju ke pulau tersebut. Dia sudah Rindu dengan istri cantik dan ketiga calon penerusnya itu.
Di heli dia menggunakan topeng berwajah Raja, dan berangkat duluan barulah setelah itu anak buahnya menyusul untuk membereskan sesuatu yang ada di sana.
Jam 4 pagi Raja alias Rendra sampai di Villa dan di sambut oleh Dora.
" Selamat datang tuan." sambut Dora
" Dimana dia?" tanya Rendra.
" Ada di kamarnya tuan, sejam lalu baru masuk kamar setelah makan." jawab Dora.
" Iya tuan, maklum saja dia hamil kembar 3 jadi sering lapar." jawab Dora.
" Tunjukkan dimana kamarnya?" Tanya Rendra lagi. Dora mengernyitkan dahinya, dia heran kalau Raja tidak tahu dimana kamar Raisha.
" Lupa bu, waktu itu aku turunkan di kamar mana?" Jawab Rendra Mencari alasan yang tepat.
"Di lantai 2 kamar paling ujung, tuan sebaiknya tuan menemuinya besok saja, ini tidak baik tuan, dia itu istri orang, dan cara tian ini salah, bagaimana mungkin tuan menyukai istri orang, bagaimana kalau suaminya mencari dia, dan mereka sudah akan memiliki anak, tuan akan memisahkan beberapa nyawa hanya demi keinginan Tuan." Dora mengingatkan Raja palsu, kalau yang di perbuatannya itu salah dan melarangnya menemui Raisha di pagi buta seperti ini, dikala Raisha tidur.
Rendra tersenyum lebar, ternyata masih ada orang yang baik di sekitar Vero, dan dia beruntung Raisha di rawat dengan baik oleh wanita paruh baya itu. Dia tiba tiba memeluk Dora dan terharu.
"Tu tuan." Jawab Dora dengan gemetar, dia heran kenapa majikannya itu tiba tiba memeluknya, tidak ada hujan dan tidak ada angin, pria itu memeluknya.
__ADS_1
"Terima kasih sudah menjaga istri dan ketiga calon anak saya bu, saya berhutang banyak pada ibu." ucap Rendra dengan tulus. Dora semakin tidak mengerti dengan yang di katakan Raja palsu.
"Maaf bu, saya Rendra istri Raisha, dan ini topeng bu, supaya saya bisa sampai di sini dengan selamat, dari Rusia saya langsung kemari, tolong biarkan saya bertemu dengan mereka."ucap Rendra jujur.
Dora menutup mulutnya, dia salut akan aksi nekad suami Raisha, dia dengan berani datang ke tempat musuh demi keluarganya.
Dora mengantarkan Rendra sampai di depan pintu kamar barulah dia kembali ke kamar miliknya sendiri.
Rendra membuka pelan pelan pintu kamar tersebut dan mengendap endap seperti maling, masuk ke dalam sana. Rendra melepas jas dan kemejanya serta sepatunya, kecuali topeng yang menempel di wajahnya itu.
Dia naik ke ranjang Raisha, memperhatikan wajah ayu yang selalu membuatnya kangen. Rendra memeluk dan mendusel di dada kesayangannya itu.
Raisha berteriak kencang ketika merasakan ada yang menduselnya, Raisha kaget dengan sosok yang membuatnya kesal itu.
"Pergi, pergi dari sini brengsek." Raisha beranjak dari ranjangnya dan meminta tolong, tapi ternyata kamar tersebut kedap suara dan tidak ada yang akan berani masuk ke dalam sana.
"Tolong toloong, bu Dora tolong Rei." Raisha berusaha membuka pintu kamar tersebut tapi gagal, pintu tersebut di kunci. Keringat dingin mulai mengalir di pelipis Raisha, dia juga mengambil sehelai kain untuk menutupi auratnya. Rendra berjalan mendekati Raisha dan belum juga membuka topeng tersebut, Raisha semakin mundur sampai di dinding, Raisha menangis sesenggukan.
"Tuan, please lepaskan aku tuan, anda sudah berhutang nyawa padaku jadi sekarang saya mohon lepaskan saya, hik hik hik, biarkan saya kembali pada suami saya tuan. hik hik saya tidak mau disini huhuhu, Mas Rendra tolong Rei mas." Tubuh Raisha lemas dan duduk meringkuk di pojokan, menyembunyikan wajahnya di balik lengan kirinya.
Rendra berjongkok di depan Raisha dan langsung mendekap Tubuh mungil wanita yang sudah rela mengandung 3 buah hatinya.
"Sayang ini aku sayang." Rendra bersuara dan memeluk erat tubuh itu, mengecup puncak kepalanya.
"Lepaskan saya, jangan kamu kira meniru suara mas Rendra, anda berhasil menipu saya." Raisha masih gergugu.
Rendra tidak tega melihat Kondisi istrinya yang begitu ketakutan, dia melepas Topengnya dan segera membuangnya di sembarang arah.
"Lihat aku sayang, aku Rendra, masa dua hari saja tinggal di sini kamu melupakan suami gantengmu ini." Jawab Rendra.
__ADS_1
Suara Tangis Raisha terhenti dia mendongakkan kepalanya memperhatikan wajah tampan yang sudah sangat dia rindukan selama ini