MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 45


__ADS_3

Sementara di rumah sakit, Vikram dan andra pergi dengan lesu, mereka memegang konsekuensi yang mereka sepakati siapapun nanti pilihan Raisha mereka akan menerima dengan lapang dada dan berbesar hati, jadi kedua dokter tampan itu pergi saling merangkul, dan saling menguatkan hati mereka.


Vina juga menghampiri Raisha dan memeluk sahabat baiknya tersebut.


"Sabar ya Rei, memang pesonamu sudah tidak di ragukan lagi, dulu saja tertutup karena lo sudah tunangan, sekarang sudah menikah, tapi mereka semua tidak ada apa apanya di banding suami kamu Rei." Vina menghibur dan menyemangati Raisha, sementara penonton juga buyar, mereka saling berbisik, dan penasaran siapa gerangan pria beruntung itu.


"siapa ya Suami Dr Raisha itu, jadi penasaran, mana belum terekspos publik lagi, gantengan mana ya sama kedua dokter populer itu." kata salah satu dr wanita.


"Siapapun suami dr Raisha gue setuju dengan dr Raisha, kita harus menjaga privasi dan menjelaskan langsung status dia, supaya tidak terjadi salah faham, kalau ganteng sih Relatif ya, tapi menurut gue yang paling ganteng itu masih tuan Narendra, ya walau keadaannya sudah tidak normal lagi tapi ketampanannya masih tetap nomer 1." jawabnya.


"Gue setuju." timpal yang lainnya.


Tidak tahu saja kalau babang ganteng no 1 itulah suami Raisha.


Hari ini Raisha mint ijin akan pulang terlambat karena harus membantu profesor ismail menangani pasien kecelakaan dan mengalami gegar otak.


Habis sholat magrib Raisha baru pulang, tapi hari ini Rendra cuma diam saja tidak banyak bicara seperti biasanya, dia hanya menjawab sepatah dua patah kata pertanyaan Raisha.


" Mas Rendra kenapa ya, pasti dia marah besar atas kejadian tadi siang." gumam Raisha.


Setelah makan malam Rendra masuk sendiri ke kamar tanpa acara narsis dan menjahili Raisha.


"Kasihan juga melihat dia kebingungan dan serba salah begitu." batin Rendra.


Tapi Rendra Masih menjalankan aksinya, bahkan dia berusaha sendiri memindahkan tubuhnya ke kasur, tidak tahu saja kalau Rendra sudah bisa jalan bahkan lari marston.

__ADS_1


"Mas." panggil Raisha lembut dia menyusul Rendra naik ke kasur.


" Mas, maafkan aku, aku pulang terlambat sekali, dan maafkan aku juga, tadi siang itu sungguh di luar keinginanku mas, kemaren aku sudah bilang ke dr Andra kalau aku sudah menikah, tapi entahlah kenapa dia nekad, itu dr Vikram juga pakai ikut ikutan." Raisha menjelaskan semua yang terjadi tapi Rendra masih diam dan beralih posisi dari terlentang sekarang memunggunginya.


Hati Rei sakit jika harus didiamkan seperti itu, kini dia membaringkan tubuhnya dan ganti memunggungi Rendra. gadis itu menangis sesenggukan, dia tidak tahu harus bagaimana membujuk Rendra.


"Hik hik, aku harus bagaimana hingga kamu percaya mas." gumam Raisha dan masih bisa di dengar Rendra. Dada Rendra bergemuruh mendengar rintihan tangis Raisha, dia merasa bersalah dan ikut merasa sakit.


Rendra bangkit dari tidurnya dan meringsek tubuhnya ke dekat Raisha.


"Rei, sayang jangan nangis." Rendra menyentuh bahu Raisha dengan lembut. Raisha malah makin tergugu nangisnya. Raisha bangun dan memeluk pinggang Rendra menumpahkan semua di pangkuan Sang suami.


"Aku tidak ingin seperti ini mas, hik hik, jangan diamkan aku, aku takut aku sudah tidak punya siapa siapa lagi, dan aku sudah jujur sama kamu, hik hik." Raisha memeluk erat pinggang Rendra, perut Rendra jadi basah karena tangisan Raisha.


" Maafkan mas, mas cuma tidak suka saja banyak orang yang mengejar kamu, inilah resiko punya istri yang cantik." Rendra berusaha mencairkan suasana.


"Aku juga tidak ingin seperti itu mas, hik hik." Raisha masih saja nangis.


" Cup cup, nanti cantiknya hilang lho kalau nangis terus, air mata juga kering, bisa cepat keriput nanti." Rendra mulai menggoda istrinya.


"Biarin, biar jadi jelek sekalian, dan tidak ada yang naksir lagi." cemberut Raisha, tapi dia lega akhirnya Rendra sudah kembali seperti biasanya


" Jangan dong, masak istri Narendra yang tingkat gantengnya no 1 ini, punya istri jelek, kan tidak lucu,nanti di kira aku mendapat guna guna dari orang jelek." Goda Rendra lagi.


" Trus bagaimana, cantik salah, jelek apalagi." Raisha masih cemberut dan memukul Dada Rendra dengan manja.

__ADS_1


Rendra menggenggam tangan putih, dan mulus itu dan mengecupnya


"maaf yang tadi kelewatan ya, kesel saja, kok ada saja yang mengejar istri orang ini, hehe." Rendra terkekeh melihat bibir manyun Raisha. dia yang sudah gemes itu segera menyambarnya, awalnya cuma ciuman singkat, lama lama menjadi panas karena Raisha sudah bisa membalasnya. Tangan Rendra mulai nakal, menelusup masuk ke dalam Baju tidur Raisha, tapi dia masih harus bisa mengendalikan nafsunya supaya tidak memakan Raisha malam itu, kalau tidak rencananya esok hari akan gagal.


Tangan Rendra juga mulai menerobos ke dalam isi kaca mata kembar itu dan meremasnya. ukurannya sangat oas di tangan Rendra, rasa yang kenyal dan padat.


Raisha juga menahan Gairahnya, otak mesumnya juga sudah berkelana, tapi dia sadar bagaimana keadaan suaminya itu dan mencoba untuk menahan semuanya.


"Ah" Sebuah suara lolos begitu saja, Dari mulut Raisha.


"jangan di tahan sayang, aku suka mendengarnya, tapi sementara hanya ini yang bisa mas berikan." Ucap Rendra. Tangannya menarik tali kaca mata itu dan membuka pakaian tidur Raisha.


Bukit kembar itu terpampang menantang Rendra, yang masih harus puasa, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.


Rendra merebahkan tubuh setengah polos itu ke ranjang, Dia memiringkan posisi Raisha dan mulai menyesap salah satu bukit tersebut, sementara Raisha yang sudah. asah dulu, meremas rambut hitam suaminya itu, membiarkan Pemuda itu menyusu seperti bayi.


Akhirnya mereka tidur dengan posisi saling berpelukan, dan setengah telanjang. Rendra memeluk tubuh Raisha seperti guling saja, kalau guling yang ini Rendra tidak akan takut, karena tidak mungkin berubah menjadi pocong, kalau toh berubah, dia rela kalau pocongnya cantik begini.


"Terima kasih istriku, kamu sudah menerima segala kekuranganku dan menutupinya dari khalayak umum, kamu juga sudah menjaga janji yang kamu ucap ke kami kalau harus merahasiakan semuanya, tapi besok aku akan mengumumkan pada semuanya kalau kamu adalah istriku istri Narendra ibrahim, tapi setelah itu cobaan kamu akan lebih berat lagi sayang." Gumam Rendra sambil memainkan rambut Raisha.


Rendra memperhatikan lagi bukit kembar yang baru dia lihat seutuhnya . Rendra kembali meremas dan menyesapnya, mencuri dari pemiliknya yang tidur pulas.


Junior juga ikut bangun lagi, meronta ingin mencari musuhnya.


"Sabar Jun, besok kita akan memecah durian itu, sekarang yang ini saja dulu, kenapa rasanya nikmat dan menjadi candu, seperti manis bibirmu sayang" Rendra bicara sendiri dengan Angin

__ADS_1


__ADS_2