MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 50


__ADS_3

Pagi itu tim dokter dari rumah sakit Pandawa berangkat menjalankan kegiatan rutin rumah sakit tersebut.


Narendra setelah meeting di kantor dan menyelesaikan persoalan perusahaan, dia menuju ke markas menemui dua tahanannya. Yang pertama dia kunjungi adalah Salman. Kondisi dokter muda itu sekarang kacau, Rendra tidak memberi hukuman fisik yang berat, tapi mental yang terganggu. Salman harus tinggal bersama 2 kucing hutan, sedangkan Salman, sangat takut kucing.


" Dimana dr songong itu?" tanya Rendra.


"Masih di tempat yang sama bos, mereka tidak berani memindahkannya tanpa perintah bos." jawab James.


mereka melewati sebuah lorong, dan tiba di sebuah kebun yang luas, banyak binatang buas Rendra pelihara, tempat itu sudah mirip taman safari saja, siang hari binatang binatang itu bebas bermain disana, tapi sorenya binatang itu akan masuk ke kandang masing. terdapat kaca besar yang menjadi dinding kebun tersebut.


Rendra menyapa hewan hewan itu.


" hoe friend, babang ganteng sudah datang." Rendra masuk ke dalam kebun dan melambai ke mereka semua. Hewan hewan itu mendekat ke arah Rendra dengan tertib, seperti bertemu dengan Saudara sendiri. Setelah mendapat pelukan hari majikannya, mereka kembali bermain lagi, lalu Rendra ke kandang dua kucing kesayangannya. Kucing itu nampak berguling guling di dekat kandangnya.


"Hai Bella, Dila." Dua kucing ibu dan anak itu langsung bangun mendengar suara Rendra. Dila langsung berlari ke arah kaki Rendra dan menjilatinya, biasanya kalau sudah begini, dia pasti minta di gendong.


" Meong." Bola mata Dila memperhatikan ke arah Rendra dengan imut.


"uluh uluh, mau digendong ya ama kakak ganteng ya." Rendra mengangkat tubuh Dila yang gembul itu. mereka kemudian masuk ke dalam kandang Bella dan Dila, di pojokan kandang besar itu, Salman meringkuk ketiduran, dia memanfaatkan waktu di saat si kucing keluar dia akan tidur di pojokan.


" Meong." Bella mengaum dengan keras, membangunkan dokter pengecut itu.

__ADS_1


" Ampun, please jangan sakiti aku kucing cantik." Jawab Salman.


"Bagaimana dr Salman, menyenangkan bukan, bisa bermain dengan dua kucing kesayanganku ini." ucap Rendra dingin.


"Tu tuan Narendra, tolong saya, saya takut dengan du kucing besar itu, " ucap Salman gemetaran.


"Kok takut, mereka ini imut lucu , dan baik hati, Bella bagaimana suka mendapat teman baru?" tanya Rendra.


"Meong."


" sudah kenal kan, tapi belum tahu nama dia pasti, kenalkan dia Dr Salman, dr jantung bahkan kabarnya dia ini dr paling ganteng lo, nanti kalau jantung kamu berdebar debar lagi saat melihat si loreng, minta dr Salman memeriksa kamu, haha." ucap Rendra yang tidak nyambung.


" Ampun tuan, keluarkan saya dari sini, saya salah apa pada anda tuan?" heran Salman.


" Oh ya, tidak punya salahkan, tapi salahmu terhadap istriku sangat banyak, lo laki laki paling pengecut yang pernah gue temui selama ini, lo juga mau memeras dia, lo mau mengumumkan pernikahan kami ke publik, iya kan, lo salah dalam memilih lawan kawan." Ucap Rendra dengan Sinis. Anak buahnya mengantarkan sebuah kursi untuk Rendra, jadi saat ini dia duduk santai sambil memainkan Dila.


" Ampun tuan, ampun, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi, saya bertobat tuan, saya akan pergi jauh dari kota ini tuan." Salman meminta ampun pada Rendra dan berjanji akan pergi jauh.


"Lalu bagaimana dengan Ratu, dia saat ini sedang hamil anak lo." Kata Rendra lagi.


" Sa saya a akan bertanggung jawab, dan akan menikahi dr Ratu." jawab Salman.

__ADS_1


"Lo pikir dia akan langsung menerima lo." Sindir Rendra.


" Lalu apa yang harus saya lakukan tuan, pokoknya saya bisa keluar dari sini saya siap melakukan apapun demi tuan." Salman pasrah dengan keputusan Rendra.


"Oke, sekarang nama lo sudah di hapus dari daftar dokter di jakarta, lo mau kerja apa?" tanya Rendra.


"Entahlah tuan, mungkin saya akan merantau saja, sebenarnya saya juga kasihan dengan Dr Raisha serta dr Ratu yang harus saya poroti uangnya, saya melakukan semua itu karena tuntutan orang tua dan saudara saudara saya, mereka menuntut yang yang besar tiap bulannya, dengan alasan mereka lah yang sudah berjasa membesarkan dan menguliahkan saya sampai menjadi dokter, orang tua dan kakak saya, juga tahu berapa gaji saya perbulan, jadi saya mencari seorang kekasih yang polos dan mau di manfaatkan. " Jawab Salman.


" Kalau Dr Ratu mau menerima lo lagi, apa yang akan lo lakukan?" tanya Rendra. dia memikirkan anak yang ada di dalam kandungan Ratu, karema steven adalah sahabat baik orang tuanya selain Gunawan dan Ismail.


" Saya akan menjadi suami serta ayah yang baik untuk Ratu dan calon anakku, dan memprioritaskan keluargaku, biar mereka tidak tahu dulu keberadaan saya tuan , saya rela bekerja apa saja, meski tidak bisa menjadi dr lagi." Salman benar benar menyesal dengan tindakannya selama ini dan berjanji aka memperbaiki semuanya.


" Sebagai dr, apa lo tahu tentang kesehatan binatang?" tanya Rendra.


" Maaf tuan, itu bukan bidang saya, dan ada pelajaran khusus untuk kesehatan binatang." jawab Salman.


" Gue belum bisa memutuskan, kita tunggu saja keputusan Dr Raisha, apakah dia mau memaafkan lo, kalau dia setuju gue akan keluarkan lo dari sini, lalu datanglah ke tempat Ratu, saat ini dia sedikit depresi. jawan Rendra.


" Terimakasih tuan."


"Jam, suruh mereka pindahkan si salep itu ke kamar lain yang lebih layak, biarkan Raisha yang memberi keputusan selanjutnya.!" Rendra meminta James untuk memindahkan Salman atau si salep.

__ADS_1


__ADS_2