MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 43


__ADS_3

"Arghh." pria paruh baya itu menggebrak meja kerja Raisha dan keluar dari ruangan tersebut dengan marah, bahkan dia memukul pintu ruang praktek tersebut, pasien lain juga kaget melihat kelakuan pria perlente tadi.


Ruhy akhirnya meminta maaf pada pasien yang tersisa.


"Bapak bapak, ibu ibu mohon maaf atas ketidak nyamanan kalian semua, maaf ini juga sebagai pelajaran untuk kita semua, bapak tadi marah karena dr Raisha menolak beliau yang akan menjadikan dr Raisha sebagai istri ketiganya." Ruhy menunduk meminta maaf. setelah orang tadi antrian berjalan normal hingga pasien terakhir yang niatnya juga akan meminang Raisha.


"Siang dr Rei."


"Selamat siang ibu, bapak, bagaimana perkembangan pasca operasinya atau masih ada keluhan?" tanya Raisha.


"Alhamdulillah baik dok, dan suami saya sekarang sudah sehat. tapi ada yang perlu kami sampaikan, tentang unek unek kami sebagai orang tua. kami berharap dr mau memikirkan permintaan orang tua ini."


"Apa yang harus Rei lakukan untuk bapak dan ibu?" tanya Rei.


"Kami menginginkan dr menjadi menantu kami, anak kami sudah mapan, dia seorang direktur di unilever, tapi sayang belum juga nemu jodohnya, ini foto Anak kami." Ibu itu menyerahkan foto anaknya juga. Dan lagi lagi dr Raisha menolak secara halus permintaan orang tua itu.


"Bapak dan ibu, saya sangat menghargai niat baik bapak dan ibu, tapi mohon maaf sebelumnya, tapi saya sudah menikah pak bu, pernikahan kami juga baru seumur jagung, sekali lagi saya minta maaf." jawab Raisha.


"Yah, terlambat kita pak, padahal pengen sekali punya menantu yang cantik dan baik hati." kata ibu itu kepada suaminya


"Tidak apa apa bu, dr Raisha bukan jodoh anak kita dan kita doakan saja semoga pernikahan nak dokter mendapat ridho dari Allah dan langgeng, sakinah , mawadah , warohmah." ucap sang suami.


"Aamiin, Raisha mengamini doa bapak tersebut.


"Suami dr apa dokter juga?" tanya ibu.


"Bukan bu, dia wiraswasta."


"Oke nak Raisha, bapak dan ibu permisi, lain kali ibu dan bapak boleh kan main kemari.?"

__ADS_1


"Tentu saja bu, pak,kalian boleh main kapan saja ke tempat saya." jawab Raisha. meski kecewa pasangan suami istri tersebut masih berbesar hati menerima keputusan Raisha.


setelah kepergian mereka, pasien sudah habis.


"Sus bari apa ini, kenapa pasien kita hari ini aneh aneh ya, kamu ingat bapak bapak yang marah tadi, istrinya sudah dua masih saja mencari tambahan, hehe." Cengir Raisha.


Ruhy juga tertawa mengingat moment hari ini.


"Iya dok, pesona dokter memang luar biasa, tidak hanya para dokter yang ngefans pada dokter, ini malah mulai yang muda, duda, sampai pengusaha, kalau saya jadi suami dokter akan saya kurung saja dokter di rumah, tak rela aku biarkan dokter di lihat banyak orang apa lagi di lamar, hehe." kata Ruhy persis seperti Rendra.


"Hehe apa yang kamu katakan tadi persis dengan apa yang suami saya katakan, tapi bagaimana ya sus, menjadi dokter adalah impian saya dari dulu, dan saya memang hrus bisa jaga diri dan menjaga kehormatan suami saya." Jawab Raisha.


" good dok, jadi iri sama dokter saya mah satu saja belum ada yang melirik, lha dokter malah bingung nolak, hehe." kata Ruhy sambil cengengesan. Mereka beres beres sebentar baru istirahat.


Barusaja selesai beres beres Rendra sudah menelpon.


" assalamualaikum mas."


"Ini lagi beres beres, mau istirahat, mas sidah istirahat, jangan lupa makan siang, minum obat terus tidur, insyaallah jam 3 saya pulang, ini masih harus visit pasien dulu." ucap Rendra.


"Betah ya di rumah sakit, banyak yang ngefans." Rendra mulai merajuk.


"Mas, saya disini bekerja, dan tidak berfikiran macam macam, dan memang hari ini adalah hari yang aneh, masak beberapa pasienku, menyatakan suka, bahkan ada yang melamar, tapi tenang saja, semua sudah Rei tolak, dan Rei bilang saya sudah punya suami, memang mata Rei sudah rabun apa, menghianati suami yang gantengnya tidak ada tandingannya, mereka mah lewat mas, mas pasti juga sudah tahu apa jawaban Rei pada mereka." Cemberut Raisha.


"Oke sayang, selamat istirahat, ini aku ada Rocky dan James juga yang menemani, jadi hari ini kamu bisa ngobrol tu sama si siapa itu Vinset ." Ucap Rei asal yang seenak jidatnya mengganti nama orang.


"Vina mas, bukan Vinset, ini aku masih sama suster Ruhy mau ke kantin dulu, selamat siang. Assalamualaikum." Raisha memberi salam perpisahan .


"Waalaikumsalam, awas kalau nakal, tak hukum sampai tidak bisa jalan nanti." ancam Rendra.

__ADS_1


"Iya, ngerti." Raisha menutup sambungan telponnya lalu keluar menuju ke kantin.


Di perjalanan mereka bertemu dengan Dr Andra, salah satu fans Raisha juga.


"Hai Rei, mau ke kantin? Bagaimana kalau makan siang di luar saja, saya yang traktir, tidak jauh dari sini ada kafe romantis." ajak Andre.


"Maaf kami ke kantin saja, porsi dan harganya pas di kantong." jawab Raisha.


"Aku yang traktir, ayolah Raisha, ada sesuatu juga yang harus aku sampaikan." ucap Andra memelas.


"Sekali lagi maaf, saya tidak mau mengundang fitnah dok." Raisha menghindar.


"Dr Andra, lebih baik anda urungkan saja niat dokter, saya beri bocoran ya, dr Raisha ini sudah bersuami, suaminya sangat posesif dan galak, jadi maaf dr Raisha tidak bisa menerima ajakan anda, hari ini saja sudah 10 orang lebih yang melamarnya, mulai dari fuda sampai pengusaha tapi semua di tolak, karena dr Raisha memang sudah bersuami." jawab Ruhy, membantu Raisha.


"Maaf, Suster Ruhy benar dok, saya memang sudah punya suami." imbuh Raisha


" Tapi mana suamimu, saya kok belum pernah melihat dia, bahkan anda belum pernah memperkenalkannya pada kami." kata Andra yang tidak percaya.


"Maaf, memang suami saya masih sibuk dok, dan belum bisa datang kesini, dokter harap maklum." Raisha mencoba menjelaskan.


"Rei." Vina datang mendekati mereka.


"Tumben belum pulang mas Ren mengijinkan?" Kepo Vina, yang heran jam segini Raisha belum pulang.


"Siapa mas Ren?" Heran Andra, dia sangat penasaran dengan Suami Raisha.


"Eh dr Andra, itu suami Raisha dok, maaf biasanya Raisha akan pulang makan siang bersama suaminya, hehe." Jawab Vina yang hampir keceplosan menyebut nama Rendra.


"Kenapa harus pulang, kenapa tidak dia menjemput dr Raisha kemari dan makan di luar?" Andra masih penasaran.

__ADS_1


" i itu dok, suami Raisha Lebih suka masakan Rumah, betul nggak Rei?" Vina mencari dukungan Raisha.


"Iya dok, kebetulan tadi, suami saya membawa bekal jadi saya tidak perlu pulang." Raisha mencari alasan yang tepat.


__ADS_2