MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 80


__ADS_3

Hari ini hari jadwal Raisha periksa kandungan. Rendra pasti akan mengesampingkan pekerjaannya demi melihat perkembangan si buah hati.


Mereka berdua berangkat ke Rumah sakit agak pagi, sambil olah raga, beberapa hari ini Raisha sering sekali buang air kecil dan pinggangnya sering sakit.


kali ini Dani yang menyetir mobil mereka. Dalam perjalanan Rendra mendapatkan telpon dari rumah sakit jiwa bahwa Romeo melakukan bunuh diri dan meninggal tadi malam.


" Tuan, Tadi malam Romeo melakukan bunuh diri di ruang isolasinya, beberapa hari ini dia sering teriak histeris dan merasa sangat ketakutan, kepalanya bocor, mungkin dia membenturkan kepalanya ke dinding hingga mati." Kata anak buah Rendra yang bertugas mengawasi Romeo di rumah sakit tersebut.


" Oke, terima kasih informasinya, bilang pada pihak rumah sakit untuk mengurus proses pemakamannya, biaya akan gue transfer langsung ke rekening rumah sakit." jawab Rendra lega, karena akar dan otak dari segala permusuhan selama ini ada pada Romeo, akhirnya dia meninggal dalam keadaan tidak waras dan bunuh diri.


" siap tuan laksanakan." Rendra menutup telponnya dan menaruhnya kembali kedalam jas yang dia pakai.


" Siapa yang meninggal mas?" tanya Raisha.


" Romeo, tadi malam dia melakukan bunuh diri. dan aku minta pihak rumah sakit untuk mengurus pemakamannya." jawab Rendra.


" innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, kasihan ya mas hidup Romeo, selama ini dipenuhi rasa dendam, dan akhirnya berakhir tragis, dia tidak mendapatkan apapun dari dendam yang di peliharanya, malah merugikan diri sendiri." jawab Raisha.


" Kamu benar sayang, dendam hanya akan merusak hidup kita, tidak ada rasa damai dan ketenangan, yang ada cuma ambisi dan emosi." Rendra menambahkan pernyataan dari Raisha.


Tak selang lama mobil mereka memasuki teras Lobi rumah sakit, Dani menghentikan mobil Rendra tepat di sana, supaya majikannya tidak berjalan jauh untuk sampai di sini. Dani segera keluar untuk mengambil kursi roda, sementara Rendra membantu Raisha yang kesulitan untuk keluar dari mobil.


" Haha mas, lihat keluar dari mobil saja aku kesusahan, lihat diriku sudah seperti bola , bulat sempurna." Kata Raisha.


Rendra meletakkan jari telunjuknya dibibir sang istri.


" Ssstt, tidak apa apa, bagaimanapun bentuk kamu,kamu adalah perempuan tercantik yang pernah mas temui, jadi jangan malu ataupun rendah diri oke." Ucap Rendra memberi semangat Raisha.

__ADS_1


Dia membantu Raisha duduk di kursi roda, sementara Dani memegangi kursinya. Setelah beres Dani pergi untuk memarkirkan Mobil mereka.


Di sepanjang jalan, semua menyapa dengan hormat pasangan tersebut. Dan keduanya pasti akan membalas sapaan mereka dengan senyum lebar, tidak ada bos yang sombong ataupun arogan, bahkan Rendra dan Raisha menganggap dirinya sama dengan mereka.


Di depan ruangan dr Mila, Raisha bertemu seorang ibu hamil yang menangis sesenggukan, ibu itu di vonis untuk melakukan operasi sesar, tapi dalam perjalanan kemari uang mereka di copet. pasangan suami istri tersebut mau meminta keringan untuk membayar belakangan biayanya.


Pasti kita herankan, kenapa di rumah sakit elit seperti di pandawa ada yang tidak sanggup membayar biaya operasi. sebenarnya mereka bukan pasien di sana, tapi pasien rumah sakit umum, tapi pihak rumah sakit menolak untuk mengoperasi karena tidak mampu membayar, jadi mereka kemari untuk meminta bantuan.


Mereka yakin kalau pihak rumah sakit bakal membantu.


Raisha meminta Rendra untuk mendekati mereka.


" Assalamualaikum bu, apa yang membuat ibu menangis seperti ini, dan tidak baik bagi janin ibu, dia juga bisa merasakan apa yang ibu rasakan saat ini?" Tanya Raisha dengan lembut.


" kami kecopetan saat dalam perjalanan ke rumah sakit ibu dan anak, untuk mendaftar operasi sesar, dan kami mohon keringanan untuk membayar di belakang, tapi mereka menolak, dan ada yang memberi tahu kami untuk datang kemari langsung ke poli kandungan, minta ke dokternya supaya di beri kemudahan." suami dari ibu tersebut menjelaskan.


" Ini anak pertama kami tuan, tapi posisi bayinya sungsang jadi bahaya untuk lahir normal, padahal dari tadi pagi dia sudah merasa mulas." suami ibu tersebut kembali menjelaskan.


Rendra langsung memanggil seorang suster di depan ruangan dr Mila, di Rs itu ada 3 dr obgyn jadi selain dr Mila, Ada 2 doker lain.


"Suster kemari!" perintah Rendra.


"Siapa pagi ini dr obgyn yang free?" Tanya Rendra.


"Ada dr Rudi tuan." jawab Suster.


"Oke bawa ibu ini ke ruang operasi, sampaikan pada dr Rudi untuk melakukan Operasi sesar sekarang juga, ibu itu sudah waktunya, bayinya sungsang. masalah biaya, saya yang akan membayarnya." Ucap Rendra.

__ADS_1


" Baik tuan." Suster tersebut segera memanggil perawat laki laki dan membawa brankar kesana dan menyiapkan keperluan operasi sedangkan dia segera menghubungi dr Rudi, yang masih dalam perjalanan.


" Terima kasih tuan, atas bantuannya semoga istrinya lancar dalam melahirkan dan semuanya sehat."


" Aamiin" jawab keduanya, lalu bapak tadi segera berlari menyusul istrinya yang sudah di bawa ke ruang operasi.


Lalu Rendra dan Raisha segera masuk ke ruangan dr Mila, tapi mereka di cegah oleh salah satu pasien yang sudah antri duluan.


" Tunggu mas, mbak, antri dong, main nyelonong saja, kami saja yang sudah antri duluan belum di panggil panggil ini mau masuk saja." kata seorang pemuda yang kira kira berumur 30 tahunan, dia belum mengenal siapa Narendra. Dan ada beberapa yang menimpali.


" Maaf bukannya kami nyerobot antrian kalian, tapi kami sudah ada janji dengan dr Mila dan ini adalah jadwalnya." Jawab Rendra.


"Kami juga ada janji, dan sudah memesan no antrian bahkan saya sudah dari kemaren ambil nomer antrian ini, saya yang pertama." jawab Pemuda tadi. Rendra ingin menjawab, tapi Raisha memberinya kode, untuk diam, dia tidak mau ada keributan di sana.


"Maafkan kami tuan, kami yang salah, suami saya mengira dengan menelpon duluan akan dapat no terdepan, tapi kami masih kalah duluan, maaf ya." Raisha menengahi, lebih baik mereka mengalah dulu. Dan Raisha mengajak Rendra untuk mencari tempat duduk kosong. Sebenarnya jam praktek dr Mila baru akan di mulai 15 menit lagi tapi yang antri sudah panjang sekali.


Rendra menuruti kemauan Raisha tapi dia segera menghubungi dr Mila.


"kami di depan, tapi tidak boleh masuk oleh calon pasien kamu." kata Rendra di telpon.


Dengan segera dr Mila keluar, dan menemui mereka berdua.


" Maaf tuan, nyonya ayo kita masuk!" Dr Mila mengajak mereka masuk, tapi pemuda tadi tidak terima.


"Hei dokter, saya yang dapat antrian no 1 kenapa mereka yang di suruh masuk?" tanya Pemuda tadi tidak terima.


"Maaf tuan, jam praktek saya baru akan di mulai 15 menit lagi dan sekarang saya ada janji dengan tuan Narendra dan dokter Raisha, jadi maaf anda tunggu 15 menit lagi di jam praktek ya." jawab Dr Mila dengan sopan.

__ADS_1


__ADS_2