MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 56


__ADS_3

Rendra sangat senang, dia mengangkat tubuh Raisha dan memutar mutarnya.


"Aduh aduh, pusing mas." Raisha merasa sedikit pusing karena ulah Rendra yang seperti anak kecil mendapat mainan baru. Setelah Raisha mengeluh, dia baru menurunkan Raisha dengan perlahan.


" Maaf sayang, aku benar benar bahagia mendapat kabar ini, haha, mama, papa." Rendra berlari keluar kamar, mencari Zein dan Kimmy. Raisha hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah anarkis Rendra.


Begitu menemukan sang ibu Rendra Mengangkatnya, dan memutar tubuhnya.


"Hei, istri orang itu." ucap Zein, sambil memukul bahu Rendra, tapi bocah gemblong itu tidak peduli, dia menciumi wajah mamanya, menyalurkan kebahagiaannya pada sang mama tercinta.


"Ren, ada apa sayang, sepertinya kamu sangat bahagia nak?" tanya Kimmy penasaran.


"Ma, pa, Rensa Junior sudah otw, aku mau menjadi papa. " Seru Rendra, Dia menyerahkan testpack tersebut pada Kimmy.


"Sayang, jadi mama akan punya cucu, ah cucu pertama kita ternyata dari si narsis pa, haha, selamat ya sayang." Kimmy tak kalah heboh dengan anaknya, dia memeluk Rendra dengan erat, mereka semua sangat bahagia.


" Aku lebih pandai ma dalam mencetak goal ,bahkan benih unggulku lebih tokcer dari milik si pete, haha." Rendra sangat bahagia, karena keinginannya, ingin segera punya anak di kabulkan Allah.


Zein mengucapkan selamat pada menantunya tersebut, ketika Raisha sampai disana.


"Sayang selamat ya kalian akan menjadi orang tua, semoga keluarga kalian tambah berkah dan harmonis dengan hadirnya dia di dalam hidup kalian." Doa papa Zein pada Raisha dengan tulus.


"Ren, kamu harus ekstra menjaga istri dan anakmu, karena musuh sudah di depan mata, papa tidak mau, mereka menggunakan Raisha sebagai umpan untuk menangkap mu." Zein mengingatkan


" Iya pa, Rendra juga mikirnya kesana, Rendra akan lebih mawas dan menambah pengawal bayangan untuknya, dan kamu sayang, jangan mudah terpengaruh oleh orang asing ya, karena orang yang kelihatannya baik, belum tentu dia seperti yang kita bayangkan." Rendra memperingati istrinya supaya lebih mawas diri dengan orang yang ada di sekitar dia.

__ADS_1


Rendra juga menelpon Peter memamerkan kalau dirinya lebih jago mencetak anak daripada kembarannya.


" Ih pamer, gue memang masih menunda punya anak, sebelum kita berhasil mengalahkan Red wolf, lihat saja nanti, gua akan langsung punya 3 kalau perlu." jawab Naela yang tidak terima di ejek oleh Rendra.


Rendra membuat janji dengan Dr Mila , dokter kandungan terbaik di Pandawa, dia juga termasuk Dr Senior dan sudah recommended. Tapi hari ini beliau masih berada di luar kota, nanti sore jam 15, beliau kira kira akan sampai di jakarta, dan langsung ke Pandawa, spesial untuk pasangan pemilik Rumah sakit.


" Sayang, nanti Dr Mila sore baru sampai di jakarta sekitar jam 3 sore, jadi kamu boleh beraktivitas seperti biasa, dan jam 3 tunggu aku di ruangan dr Mila ya! " Rendra mengijinkan Raisha beraktivitas seperti biasa, tapi harus mengurangi porsi kerjanya.


"Terima kasih mas, aku janji akan mengurangi jam kerja serta membatasi pengunjung praktek, akan ada Dr mario yang menggantikan praktekku." Jawab Raisha.


" Oke good girl." Rendra mengacak rambut Raisha yang sudah di kuncir dan tinggal pasang hijab itu.


" Rusak nih, mas." kesel Raisha.


" Jangan cemberut, nanti aku bisa gemes dan tak makan sekarang lho ya." ancam Rendra.


" Haha, biarin aku mau meski harus mandi 10 kali sehari, biar makin putih, halus dan kinclong." Jawab asal Rendra.


" Tu kan mulai deh, sini mana dasinya tuan muda Narendra, biar saya pasangkan." Ganti Raisha yang menggoda.


" Silahkan Nyonya Rendra tersayang.!" Rendra Menyodorkan dasi yang sedari tadi di pegangnya.


Pagi itu seperti biasa Raisha berangkat ke rumah sakit, dia akan mengurangi jam kerjanya demi kesehatan si buah hati.


Hari ini dia cuma punya jadwal mengunjungi pasien yang baru operasi serta membuat laporan bulanan.

__ADS_1


Di lobi Raisha sudah di kagetkan Vina sahabatnya.


"Selamat pagi nyonya bos, makin cantik saja, memang bedaya ternyata kalau istri sultan." ledek Vina.


"Tidak usah meledek Vin, aku masih seperti yang dulu, tidak ada yang berubah." jawab Raisha


"Enggak gimana tambah cantik begini, oh ya kabarnya Tuan Rendra membebaskan Salman kerena Ratu sedang hamil anaknya, bagaimana ceritanya?" kepo Vina, sebenarnya sudah dari kemaren kemaren dia ingin bertanya tapi tidak sempat.


"Oh itu, iya kasihan Ratu, diakan juga korban, Salman berjanji akan membahagiakan dr Ratu, dan tidak mengulangi hak yang dulu, dia juga berganti Nomer, supaya keluarganya tidak terus mencarinya dan meminta uang, orang tua Dr Salman juga tidak tahu kalau sekarang dia sudah bebas,as Rendra juga mengantarnya ke tempat prof Steven dan mengakui semua kejahatan dia dan akan bertanggung jawab pada ratu dan anaknya." Jawab Raisha


"Ternyata selain tampan, babang suami berhati lembut." Sindir Vina.


"Tidak usah menyindir, waktu itu Mas Ren, bilang ke Dr Salman kalau semua keputusan bwrada di tanganku. Gelar dokter punya salman di turunkan menjadi Dr Umum, dan dia sekarang bekerja di kebun binatangnya mas Rendra, kamu tahu tidak, kalau selama ini kan Salman takut kucing, ternyata dia malah di masukkan ke kandang kucing, jadi Salman stress dan bahkan ingin bunuh diri saja." Raisha menceritakan kisah Salman selama berada di tempat penyekapan.


"Hahaha sukurin, gue acungin 2 jempol untuk tuan rendra atas ide briliannya, dia tidak perlu menggunakan kekerasan tapi, ini dengan ini dia bisa kapok, untung tidak gila sekalian." jawab Vina yang masih sebel pada Salman mengingat tingkah masa lalu dia yang sulit untuk di maafkan.


"Lalu dr songong itu sekarang kerja apa?" kepo Vina.


"Mas Rendra memberinya pekerjaan menjadi dr Hewan di kebun binatang mas Rendra, ternyata mas Rendra tidak melepaskan dia seratus persen tapi malah diminta merawat binatang binatang buas di markasnya, termasuk si Bella kucing yang selama ini bersamanya, menjadi jatuh cinta pada Salman, Tahu itu ada ada saja itu mas Rendra, memang binatang jatuh cinta pada manusia."


"Haha, memang suami lo itu unik dan tidak ada duanya Rei. kalau ada stok seperti dia .au dong buat gue." Goda Vina.


"Enak saja memang dagangan ada stoknya." Jawab Raisha sebel.


"Haha s

__ADS_1


cemburu dia." god Vina.


__ADS_2