
Anak buah Raja terus memantau pergerakan dari Rendra maupun kedua orang tuanya, kemana mereka akan pergi, tapi sudah seminggu tidak nampak sama sekali Raisha keluar dari rumah yang tampak sederhana dari luar itu, tapi penjagaan disana sangat ketat, bahkan Rendra juga memasang ranjau di pagar rumahnya. Bahkan Raja dan Dave menyewa rumah yang tidak jauh dari rumah Rendra, tentu saja mereka menyamar supaya tidak ketahuan.
Sementara di tempat lain, di rumah sakit pandawa tepatnya.
Hari ini Andra bersiap diri akan menembak Dokter Vina, Di ruangannya dia berlatih di temani Dr Vikram dan Dr Azis.
" Bagaimana, sudah siap semua kejutannya?" tanya Andra.
" Siap." Jawab Azis dan Vikram serentak.
"Dia tidak mau kalah dengan tuan muda Narendra rupanya." Sindir Vikram.
" Namanya juga usaha, ternyata di sebelahku, ada seorang gadis cantik yang diam diam mencintaiku, tapi aku malah mencuekannya, aku takut suatu saat dia akan menyerah untuk mencintaiku." Jawab Andra.
Mereka bersiap siap, Andra dan Vikram naik ke atap tertinggi rumah sakit itu. Adegan akan segera di mulai. Azis bertugas mencari keberadaan Dr Vina.
" Dr Vina tunggu! " Panggil Azis.
" Ada apa dok?" Vina berhenti dan menoleh ke arah Dr Azis yang masih terengah engah.
" Dokter tolong dr Andra, dia ada di rooftop, mau bunuh diri." Ucap Azis.
" Bunuh diri, kenapa? bukannya sudah ikhlas menerima kalau dr Raisha sudah menikah, lalu apa hubungannya dengan Gue?" heran Vina sekaligus sebel.
" Bukan, bukan masalah dr Raisha, disana afa dr Vikram yang masih menenangkannya, dr Vikram bilang hanya dr Vina yang bisa menolongnya." kata Azis berikutnya.
Dari kejauhan Siska juga berlari ke arahnya memberitahukan kalau dr Andra akan bunuh diri, bahkan di bawah sana, juga di siapkan sebuah trampolin besar untuk menangkap tubuh Andra kalau dia benar akan melompat.
" apasih mau dr itu." jawab Vina kesal, tapi dia sekaligus khawatir dengan keadaan Andra di atas sana.
__ADS_1
Dengan segera Vina menuju ke rooftop bahkan meninggalkan Azis dan Siska dibelakang.
Sesampainya di rooftop dia melihat Andra berdiri di tepi lantai tersebut, dia bahkan berdiri di pembatas pagar.
"Dr Andra hentikan, apa yang kamu lakukan, mau bunuh diri ha, apa yang kamu hasilkan dari sikap ke kanak kanakanmu itu ha, viral iya." Vina marah marah di sana.
" Turun, masalah apalagi cintanya di tolak, dasar pengecut, aku saja yang mencintainya diam diam tidak pernah putus asa seperti dirimu, kalau anda mencintainya, bukan ini caranya, ini cara yang paling bodoh dan menjijikkan." Vina Makin emosi dan masih memarahi Andra. Sementara Andra tersenyum dalam hati, demikian juga Vikram dan Azis, sementara yang lain ikut tegang, karena tidak tahu apa apa
" Masih banyak wanita cantik di dunia ini, ikhlaskan dia dok, masa depan anda masih panjang, lihat saja dr Vikram, kalian sama sama di tolak tapi dia have fun saja." kesal Vina.
Andra menuruti perkataan Vina, Andra mendekati dokter smart itu, dia berjongkok di depan Vina.
Vina mundur beberapa langkah, kaget dengan yang dilakukan Andra sekarang, tadi mau bunuh diri sekarang, malah jongkok disana, seperti mau melamar cewek saja.
"Eh apa apan ini?" tanya Vina kaget dengan Tingkah Andra. Lalu Vikram membawa buket mawar merah, sementara Azis membawa boneka beruang, dan Andra mengeluarkan sebuah kotak beludru merah.
"Dokter Vina, patah hati ataupun di tolak, bukanlah akhir dari perjalanan hidupku, dan benar apa yang kamu katakan, di dunia ini masih banyak wanita cantik dan baik yang mau mencintaiku apa adanya, ternyata selama ini aku salah, perasaanku terhadap dokter Raisha ternyata hanyalah sebuah obsesi dan kekaguman, ternyata hati ini sudah nyangkut pada seseorang yang smart, riang, cantik pastinya. Dokter Vina meilita sari, maukah kamu menerima pria dengan banyak kekurangan ini, menyempurnakan ibadahku, menjadi ibu dari anak anakku, aku baru sadar, kalau ternyata aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang." ucap Andra, jantungnya berdetak kencang, takut akan di tolak.
"Terima terima terima." ucap para penonton.
Vina menitikkan air matanya, ternyata cinta dan penantiannya selama ini berubah manis.
"I i ini." Vina gugup mau mengatakan apa, lidahnya seakan kaku dan tidak bisa berkata apa apa.
"Maaf, kalau tadi membuatmu khawatir, ini cara satu satunya untuk bisa mendapatkan perhatianmu, selama ink kamu tipe wanita yang kelihatannya cuek, tapi memang sangat lembut dan perhatian, aku buta jika tidak peka dengan semua perhatian itu, Vina meilita i love you." Ucap Andra lagi.
Vina maju dua langkah mendekati andra yang berada di tengah, dia masih berjongkok di tempatnya.
"Dokter Andra berdirilah, bagaimana kamu akan memasangkan cincin itu kalau terus berjongkok seperti itu." ucap Vina malu malu.
__ADS_1
"Jadi, jadi kamu mau menikah dengan ku ?" tanya Andra memastikan sekali lagi, ucapan Vina. Vina mengangguk pelan, pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Andra berdiri dan mengangkat tubuh Vina, dia berputar sambil mengangkat Vina.
"Dokter Andraaa." Teriak Vina.
"Maa, aku mau kawin, haha mamaaa." Bahkan dia berteriak memanggil manggil mamanya.
Para penonton bersorak gembira, mereka ikut berbahagia melihat kebahagiaan Dr Andra, dan Dokter Vina, mereka sangat serasi, Vina cantik dan smart, sementara Andra tampan, dr idola dan pintar.
Andra memakaikan cincin itu di jari manis Vina, ukurannya sangat pas.
"Terima kasih, sudah menerimaku besok aku akan membawamu ke kampung halamanku, kita minta restu pada mamakku." Ucap Andra, dia mengecup puncak kepala Vina yang tertutup Jilbab segi empat andalannya.
"Cie cie yang baru jadian, berbunga bunga, tadi saja ngambek tapi sangat khawatir lho dok, sampai sampai kami di tinggal saking khawatirnya dokter Vina kepada Dr Andra." Ucap Siska menggoda Vina habis habisan.
"Apaan sih dokter Siska ini, siapa juga yang khawatir, sebel saja, jaman sekarang kok ya masih ada pria yang mau bunuh diri hanya karena di tolak."jawab Vina ketus.
"Cie yang sebel, jadi cinta iyakan, seperti mita ya dokter Azis."Lirik Siska pada Asis, tapi Azis malah mengalihkan pandangannya ke Vikram.
"Tapi benerkan beb?" goda Siska.
Sontak Semua tertawa dengan perkataan konyol dan jujur Siska.
Andra membawa Vina turun, dengan membawa karangan bunga mawar itu, sementara boneka beruangnya di ambil Siska, sebagai pajak jadian katanya.
"Ini bonekanya buat aku saja, sebagai pajak jadian kalian, siapa yang mau pacaran siapa juga yang repot." Sindir Siska.
"Hehehe, terima kasih teman teman berkat usaha kalian semua akhirnya aku bisa mengungkapkan perasaanku padanya.",
__ADS_1
ucap Andra.