
Kedua dokter cantik itu berjalan santai melewati lorong rumah sakit.
"Vin, kapan kamu nikah bestie, lihat karir sudah bagus, wajah cantik, memang belum ada pemuda yang berhasil menarik perhatian kamu?" tanya Raisha heran.
"Hehe dia masih patah hati lo tolak waktu itu Rei." jawab Vina.
"Oh ya siapa? dr Andra apa dr Vikram?" heran Raisha.
"Dr Andra, sebenarnya sudah lama, gue menaruh hati pada dia, semenjak kami di tugaskan membantu korban bencana di Bandung, Dia dokter yang berdedikasi tinggi serta baik, sejak saat itu gue diam diam menyukainya." Jawab Vina malu malu.
"Cie cie yang salting." goda Raisha.1
"Aku setuju, kalau bestie ku bersama dr Andra, pepet terus supaya nempel kayak perangko." canda Raisha.
"Haha sialan lo, ngeledek terus." gemes Vina
Raisha cuma cengengesan sendiri. Tanpa mereka sadari orang yang mereka bicarakan ada di belakang mereka dan mendengar semua keluh kesah Vina, bahkan perasaan dokter cantik dan ceria itu.
"Ternyata Vina selama ini menyukai gue, kenapa selama ini gue tidak tahu dan tidak peka, Vin kalau gue tahu perasaan lo lebih dulu, mungkin kita bisa bersama sekarang, baiklah Dr Vina, tunggu kejutan dari gue sebenarnya perasaan gue sama seperti lo, tapi karena kedatangan Raisha, dan perasaan ini tertutupi oleh obsesi gue mendapatkan dr Raisha" Batin Andra, dr muda itu segera berbelok ke lorong sebelah.
"Vin, aku ada kabar bagus untuk kamu?"
"Apa itu?"
"Dr Vina sebentar lagi akan punya keponakan."ucap Raisha.
"Keponakan, lo hamil Rei?" Vina mengulangi Pernyataan Raisha. Raisha hanya mengangguk menanggapi reaksi Vina.
"Aaah, selamat ya bestie." Vina langsung memeluknya dengan Erat, Vina sangat bahagia, karena sahabat karibnya itu kahir ya bahagia, serta mendapatkan jodoh yang tepat
"wah tak bisa gue bayangkan, seperti apa ya anak kalian nanti, papanya ganteng, banget malah, mamanya juga cantik, akan jdi seperti apa ya mukanya,uh gemes." Vina mencubit kedua pipi Raisha dengan gemas.
__ADS_1
"Sakit bestie." keluh Raisha.
"Biarin tapi nanti dia nurun kenarsisan papanya gak ya, pasti seru kelurga lo kalau anak lo ikutan narsis juga, hehe." Vina membayangkan kalau nanti Raisha pasti aka. heboh ketika meghadapi kenarsisan suami dan anaknya.
Raisha menepuk jidatnya sendiri, dia membenarkan perkataan Vina, ini satu saja sudah bikin pusing, apalagi nanti ada dia atau tiga yang seperti itu.
"Hehe, kamu benar bestie, ini satu saja sudah bikin pusing lalu bagaimana kalau tambah penerusnya." cengir Raisha
" Bisa beralih profesi nih, mulai dr Bedah, menjadi dr Anak, karena pasti akan seperti anak anak semua, hehe.", imbuh Raisha.
"Haha, selamat menikmati keseruan hidup lo Rei." Akhirnya mereka berpisah karena Raisha sudah sampai di ruangannya.
"Dr Raisha selamat pagi." Sapa Ruhy.
"Pagi suster cantikku tapi jomblo." gida Raisha.
"Ih Dokter nggak asyk, sudah mulai ketularan tuan Narendra rupanya." cemberut Ruhy. Raisha mencubit hidung mungil Ruhy dengan gemes.
"Tahu aja." Jawab Raisha santai.
"Oke baiklah, kita mulai pekerjaan kita, seperti biasa, berdoa dulu supaya di beri kemudahan dan berkah oleh Allah, berdoa mulai." Raisha memimpin doanya, setelah selesai barulah mereka keluar ruangan, menuju ke ruang pasien yang di kunjungi Raisha.
Raja adalah pasien yang ke 10 yang Raisha kunjungi, dia Dan Ruhy masuk ke ruang inap Raja, kemaren Dave memindahkannya dari kamar biasa ke kamar VIP.
"Pagi tuan, kami akan melakukan kontrol pada pasien." Ucap Ruhy pada Dave.
"Oh silahkan!" Dave mempersilahkan keduanya masuk dan memeriksa Raja.
Begitu melihat Dr Raisha Raja yang tadinya marah marah pada Dave, sekarang berubah manis, jantungnya berdebar sangat kencang, serta waktu seakan berhenti disana, Raja terpana dengan dokter cantik berhijab teraebut.
"Permisi tuan, boleh saya periksa punggungnya." Raisha meminta ijin. Lamunan Raja buyar ketika mendengar suara Raisha.
__ADS_1
Raja mengubah posisi tidurnya dari Miring menjadi tengkurap. Raisha memeriksanya dengan teliti dan mengganti perban Raja, do bantu oleh Ruhy. Sekaligus lengan belakangnya.
" dok, terima kasih sudah menyelamatkan nyawa saya, saya berhutang nyawa pada anda, jangan khawatir kelak saya pasti akan membalas kebaikan dokter." ucap Raja dengan Sopan.
" Itu sudah menjadi kewajiban kami tuan, dan kebetulan juga saya seorang dokter juga. luka anda sudah lumayan kering, dan tolong obatnya diminum secara Rutin insyaallah dua hari lagi anda boleh pulang, oke tuan kami permisi dulu, masih ada pasien lain yang harus kami kunjungi." Raisha dan Ruhy keluar dari kamar inap Raja.
"Ini baru yang namanya perempuan, dia sangat cantik, lembut dan baik aku suka sikap keibuannya, seperti aku yang merindukan kasih sayang ibuku." gumam Raja.
Setelah kepergian Raisha, Dave segera masuk ke dalam.
"Dave, kirimkan karangan bunga terindah untuk dokter cantik itu, sepertinya gue jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya." Perintah Raja pada Dave.
"Siap tuan, bunga yang seperti apa?" Tanya Dave penasaran, karena dia belum pernah mengirim bunga pada wanita, yang dia tahu cuma berantem, dan bertempur.
"Gue tidak Tahu Dave, lo sendiri tahu sendirian kalau selama ini gue belum pernah jatuh cinta." Jawab Raja.
"Dan tambah tulisan For beautiful women, yang besar ya, wanita pasti menyukai bunga." Ucap Raja lagi.
Tanpa ba bi bu lagi, Dave keluar dari kamar Raja, dia menuju ke lobi dan bertanya pada satpam tempat orang menjual bunga.
"Pak mau tanya, di sekitar sini ada toko bunga?" tanya Dave.
Satpam menunjukkan arah toko bunga yang tidak jauh di Rumah sakit.
"Ada tuan, jarak 100meter dari sini, ke kanan, ada toko bunga yang cukup Viral, disana juga menjual banyak macam bunga, mulai bunga kertas, bunga untuk orang menikah, sampai bunga untuk orang meninggal, semua ada disana." Jawab pak Satpam.
Dave lansung menuju ke tempat tersebut, sampai di sana dia bingung mau pilih bunga apa.
"Ada yang bisa kami bantu tuan?" Tanya penjual.
"Saya mau pesan karangan bunga yang paling mahal dan paling bagus disini" jawab Dave.
__ADS_1
"untuk acara apa tuan, pernikahan, kematian nembak pacar?" tanya Penjual.
"Untuk nembak pacar, dan tolong di tambah tulisan ini!" pinta Dave