MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 53


__ADS_3

Raja tidak percaya dengan apa yang di katakan Kimmy dan Zein. Dia kemudian melancarkan aksinya secara membabi buta, demikian dengan pasukannya, Raja kurang begitu faham strategi pertarungan yang ada di otaknya cuma menyerang secara terus menerus dan memukul mundur musuh.


Anak buah Zein sedikit kewalahan menghadapi serangan yang tidak ada henti hentinya itu, tapi untung anak buah Rendra segera bergabung, mereka menyerang dalam kesunyian bahkan senjata yang dimiliki anak buah Rendra tidak mengeluarkan suara, jasi banyak anak buah Raja yang tertembak dan mati.


" Sial, siapa yang membantu mereka, kenapa ada sekelompok orang misterius membantu, ini tidak boleh di biarkan, gue harus tarik mundur dulu orang orang gue, sebelum lebih banyak korban lagi berjatuhan.


"Munduur, kita kembali ke markas!" Raja segera meminta Anak buahnya untuk mundur, tapi naas nasib pemuda tersebut. Saat keluar dari gerbang tiba tiba Ada tiga peluru yang bersarang di punggung dan lengannya. Mobil yang membawa Raja terus melaju, tanpa mengetahui ketua mereka terluka parah.


Tubuh Raja terpelanting tepat di tikungan jalan, dimana Raisha sedang melintas ke sana, hampir saja tubuh Raja tertabrak Oleh Raisha.


" ya Allah astaqfirullah." Raisha segera mengerim mobilnya, dan keluar memeriksa pemuda tersebut, tubuhnya lemah, serta banyak darah yang keluar


" ya Allah tuan, anda kena tembak, apa yang terjadi, apa anda di buru polisi.?" tanya Raisha. beruntun.


"Bawa gue ke rumah sakit ,please, gue di rampok, mobil dan harta diambil perampok." Jawab Raja berbohong, dan tubuhnya semakin melemah.


Raisha memapah tubuh pemuda tersebut dan segera membawa ke rumah sakit, tempat Raisha bekerja.


Raisha meminta tim untuk membawa Raja ke ruang operasi dan dia yang akan mengoperasi orang tak di kenal tersebut.


"Dokter bagaimana kalau dia orang jahat dok?" takut Azis yang akan membantunya.


"Dokter Azis, tahukan apa tugas kita, jadi jangan berfikir macam macam dulu, sebelum tahu kebenarannya, dan polisi saja akan mengobati tahanannya kalau mereka tertembak." jawab Raisha meyakinkan Dr Azis.


"Oke baiklah, ayo kita lakukan operasi ini dok." jawab Azis kemudian.


Raja memperhatikan Wajah cantik Raisha dengan seksama sebelum dia tidak tertidur akibat obat bius.


" Dia sangat cantik, dan nyaris sempurna." batin Raja.


Setelah satu jam berlalu, akhirnya operasi Raja berjalan dengan sempurna, Raja fi bawa ke ruang perawatan , di kelas 2, karena belum mengetahui identitas, pasien.

__ADS_1


Di lobi Rumah sakit, sopir sekaligus Asisten raja mencari Raja di sana, karena memang rumah sakit ini yang paling dekat dengan tempat kejadian.


"Mbak maaf, mau bertanya? Di Rumah sakit ini apa ada pasien yang datang akibat korban penembakan.?" Tanya Dave


"Ada tuan, satu jam yang lalu ada seorang pemuda yang di bawa Dr Raisha, katanya korban tembak, lukanya sangat parah, tapi operasi sudah selesai dan dia di rawat di ruang mawar kelas 2 no 13, pasien tanpa identitas." Jawab Resepsionis.


" Kalau begitu bagaimana kalau saya periksa dulu, apa benar dia orangnya, barulah kami selesaikan Administrasinya. " jawab Dave.


Resepsionis tadi menyetujui usul Dave, dan meminta seorang satpam untuk mengantar Dave ke tempat yang dia sebutkan tadi.


Dave, mengikuti langkah kaki pak satpam, sambil memperhatikan sekeliling Rumah Sakit yang mewah itu.


Dave memasuki Ruang rawat Raja, disana Raja tidur tengkurap dan belum sadarkan diri, punggung dan lengannya di perban.


" Bagaimana, apa benar dia saudara anda?" tanya satpam.


" Benar tuan, terima kasih, saya akan segera urus data dan Administrasinya, tadi dia di rampok, dan menelpon saya, tapi setelah saya sampai di sana, saudara saya ini sudah tidak ada di tempat." Jawab Dave


" Kalau begitu apa saya boleh bertemu dr Raisha itu, kami harus berterima kasih kepada beliau." ucap Dave.


" Besok saja, waktu visit pasien, karena jam segini Dr Raisha sudah pulang." jawab Satpam.


" Oke, baiklah, tolong antar saya ke tempat administrasi, maaf merepotkan, kami memang bukan orang sini pak." ucap Dave dengan sopan, tidak menunjukkan kalau dia seorang mafia.


Satpam tadi menuruti permintaan Dave ke ruang admin, menyelesaikan semuanya, baru dia kembali ke ruangan Raja, serta melaporkan semuanya ke Vero.


" Tuan, tuan muda sekarang dalam kondisi kritis, beliau tertembak saat misi penyerangan di mansion Ibrahim, awalnya kami sudah menang, tapi tiba tiba, mereka mendapatkan bala bantuan entah darimana asalnya, dan itu bukan dari lion king." Kata Dave melalui telpon.


" Bagaimana keadaannya?" VerošŸ“²


" Baru saja di operasi tuan, saat ini tuan muda belum sadarkan diri." jawab Dave.

__ADS_1


" Jaga dia, jangan sampai musuh mengetahui keberadaannya." ucap VerošŸ“²


" Baik tuan, saya akan standby di sini dan menunggu tuan muda sembuh, baru melakukan penyerangan kedua."


" hemm." saluran terputus.


Raisha segera pulang ke rumah setelah menyelesaikan operasinya. Sampai di rumah kedua mertuanya ternyata juga ada di sana, mama Kim sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka.


" Assalamualaikum Ma, sudah lama mama datang ?" Tanya Raisha.


"Kira kira sejam yang lalu, mansion utama baru saja di serang musuh, kami mengungsi dulu disini, tidak apa apa kan?" Kimmy memastikan kalau menantunya menerima kedatangan mereka.


" Tentu saja ma, Rei seneng banget mama, dan papa datang, tapi kalian semua selamat kan, tidak ada yang luka kan ma?" tanya Raisha sambil memeriksa tubuh Kimmy.


" Tidak sayang mama tidak apa apa, tapi di mansion, keadaannya yang parah, banyak terjadi kerusakan dan banyak juga yang luka luka, tapi masih di tangani." jawab Kimmy.


" Syukurlah, yang penting mama dan papa tidak apa apa." Jawab Raisha.


Raisha mencuci tangannya dan mulai membantu Kimmy memasak.


" Lebih baik kamu istirahat dulu nak, ini baru pulang kerja, mandi sana dulu, biar mama yang masak!" Kimmy meminta Raisha untuk istirahat saja.


" Enggak ma, Rei suka memasak dengan mama seru, dan serasa lengkap saja hidup Rei, kalau ada mama disini, dan tidak ada yang ngrecohi Rei masak." Ucap Raisha lirih, supaya tidak ada yang ketahuan.


" Haha, bocah itu ya yang menjahili kamu, jewer saja kupingnya itu, kalau lagi kumat." Jawab Kimmy.


"Hehe, mana berani Rei menjewernya ma." jawab Kimmy.


" Suntik saja kalau begitu." imbuh kimmy


" Apalagi ini, yang ada dia yang menyuntik duluan, pengen Rei timpuk saja pakai guling kalau lagi gemes, ada saja ulah anak mama itu." cemberut Raisha sambil mencuci daging di wastafel.

__ADS_1


__ADS_2