
Vero sangat puas dengan ide Vincent, putra tertuanya itu memang ahli pembuat ra cun.
" Good , kamu memang selalu membuat papa puas, ayo kita siapkan segalanya." ajak Vero.
Rendra saat ini sudah sampai di Rusia bersama zein , rocky , james dan beberapa orang terpilih, dia sengaja tidak membawa banyak orang supaya tidak mencolok.
Malam hari baru sampai di mansion Peter. Mereka langsung diberi hadiah banyak pertanyaan oleh Naela, terutama masalah pen culi kan tersebut.
"Bagaimana bisa istri dan mamamu bisa di culik, apa saja yang kamu lakukan ha?" bentak Naela.
"Maaf kak aku memang kecolongan tapi kali ini aku tidak akan lengah lagi dan membalas mereka semua dengan cara yang mereka sukai." Jawab Tegas Rendra.
"Cantik bagaimana, ini kamu sudah ceroboh begini, terus mereka memberi penawaran menukar mama dan Rei, dengan Romeo dan dirimu, kalau mereka tahu, diri mereka ditukar dengan kami, mereka pasti tidak akan setuju." jawab Naela.
"Kakak percaya, kalau mereka benar benar akan menukar mereka dengan diriku dan Romeo, ini tipuan lama kak, mereka tidak mungkin melakukan itu semua, jadi kita juga gunakan cara yang sama." jawab Rendra.
"Maksud lo?" penasaran Naela dan juga peter yang belum mengerti jalan fikiran Rendra.
"Kakakku yang cantik, katanya ketua ma fia begini saja tidak faham, dengar ya dalam mengahadapi musuh yang licik, kita juga harus bertindak licik juga, jangan selalu menggunakan kekuatan yang kita miliki, maka musuh akan mudah membacanya." Jawab Rendra.
"Makin bingung gue." jawab Naela.
"Sayang dengar dulu penjelasan Rendra, semua yang dia bicarakan benar, musuh pasti sudah membaca apa yang akan kita lakukan selanjutnya, jadi mereka pasti membuat Rencana untuk mematahkan serangan kita, jadi diam dulu ya biarkan Rendra memberitahu idenya." ucap Peter.
Naela jadi diam dan menurut walaupun dia agak kesal.
"Gue yakin sekarang mama dan Raisha aman di sana, mereka hanya digunakan sebagai umpan saja, untuk mendapatkan diriku." kata Rendra. Dia mengeluarkan beberapa topeng dan peralatannya.
__ADS_1
"Apa ini buat apa topeng topeng ini?" heran Peter.
Rendra memanggil Doni dan Reno, Postur tubuh Doni mirip dengannya, sementara Reno seperti Romeo, Rendra meminta dua tersebut memakai Topeng yang sudah Rendra sediakan. Kini wajah Doni berubah menjadi Rendra dan Reno menjadi Romeo, kalau Reno lengkap dengan kulit yang agak keriput seperti Romeo beneran, mereka nantinya yang akan menjadi Dirinya dan Romeo, sementara Rendra sendiri memakai wajah Zein.
"Wah keren." ucap Naela selanjutnya, dia tidak jadi marah kepada adik yang dianggapnya ceroboh tersebut.
"Aku juga baru tahu kalau mereka memiliki Ra cun untuk melawan kita nanti disana, jadi Ini adalah penawar ra cunnya, oleskan pada kulit kita, yang akan ikut dalam misi barter ini. Besok kita harus bisa mendapatkan mama dan mengambil orang mereka lagi." jawab Rendra.
"Darimana Lo tahu mereka punya ra cun?" heran Naela.
" Gue sudah memasukkan orang orang gue di dalam sana, dan mendapat kedudukan yang penting di organisasi Vero.Setelah disini beres baru aku akan menjemput Istriku. Saat ini dia baik baik saja, bahkan sedang mengerjai orang orang disana, biarkan anak anakku bermain main dulu, dan mempraktekkan ilmu yang diperoleh dari ayahnya melalui ibunya." Nawab Rendra yang tidak nyambung sama sekali.
Naela cuma gedek melihat adiknya yang aneh itu, baru kali ini ada suami yang santai saja melihat istrinya di culik.
" Lalu apa rencana lo untuk besok?" tanya Naela dengan Sinis.
"tahu, itu gedung yang sering di gunakan untuk macam macam transaksi ilegal dan terkenal angker dan misterius." jawab Peter.
"Kabarnya mereka memilih Gedung itu sebagai barter, malam ini mereka pasti akan memasang jebakan jebakan itu, jadi sekarang kirim beberapa orang untuk kesana, melakukan pengintaian, baru tengah malam nanti kita hapus Ra cun Ra cun tersebut dengan penawar itu, tapi tetap dioleskan juga besok." Ucap Rendra.
Peter segera memanggil 5 orang terpilih untuk ke tempat yang Rendra tunjuk tadi.
"Sekarang gue mau istirahat capek dan ngantuk, tunggu kabar dari Musuh dulu kapan waktu eksekusi." ucap Rendra dengan santai. dan melangkah ke kamarnya.
" Paa, mama ngidam apasih waktu hamil, kok bisa ya Nae tinggal 9 bulan di perut mama bersama dia, heh." Kesal Naela.
Yang di katakan Rendra tadi benar, sekarang Raisha sedang mengerjai Penjaga Villa itu, ide itu muncul begitu saja di benaknya, setelah memakan Bakso yang di bawa Penjaga kepadanya, Raisha mengerjai mereka, ide ini muncul begitu saja, mungkin saja kemauan si kembar tiga.
__ADS_1
" Bu Dora, panggil orang orang yang ibu minta mencarikan saya makanan tadi!" pinta Raisha pada Dora.
" Baik Nona." Wanita paruh baya itu memanggil 4 orang yang tadi dia minta membawakan pesanan Raisha.
Pakaian, hijab, serta mukena sudah ada, tapi kalau makanan , mereka cuma berhasil mendapatkan bakso, karena makanan itu sudah merakyat, sementara kerak telor, adanya cuma di Jakarta, serta mangga mudanya, sedang tidak musimnya.
4 penjaga tersebut segera menemui Raisha dan Dora.
"Ada yang bisa kami bantu nyonya?
" Hua hua, mana mangga muda dan kerak telor yang aku minta, aku masih lapar, yang kenyang baru anak pertama saya, lalu yang kedua dan ketiga bagaimana?" ucap Raisha.
Penjaga itu cuma menggaruk kepalanya bingung apa yang di maksud wanita ini, anak 1,2,3.
" Nona Raisha saat ini sedang hamil, dan dia meminta makanan itu tadi tapi tidak kalian turuti, bakso satu mangkok itu tidak cukup untuk membuat ketiga anak dalam kandungannya kenyang." Ucap Dora membantu menjawab.Para penjaga hanya bisa saling pandang, mereka takut kalau Raja mengetahuinya pasti sangat marah.
" Maaf nyonya, kami tidak tahu kalau tuan Raja sudah mau punya anak, makanan itu tidak ada disini, dan mangga muda juga tidak ada, belum musim nyonya." Jawab Penjaga.
" Hik hik, sayang jangan ngiler ya, kalau kalian tidak bisa mendapatkan makanan itu, hik hik." Raisha pura pura menangis, dia akan membuat orang orang disana pusing dengan tingkahnya.
" Ampun Nyonya, kami akan lakukan apapun untuk anda sebagai permintaan maaf."
" Ini bukan aku yang minta, tapi mereka yang meminta ya!" jawab Raisha sambil menunjuk perutnya.
" Iya nyonya, asalkan anda memaafkan kami dan tidak melapor pada tuan Raja, itu sudah cukup." jawab Penjaga.
" Memangnya apa yang akan Raja lakukan jika saya melapor?" kepo Raisha.
__ADS_1
" Tuan bisa menyiksa kami bahkan memuti lasi kami hidup hidup nyonya." jawab Penjaga.