MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 66


__ADS_3

Raisha merasa ngeri juga mendengar hukuman yang akan mereka dapat nantinya kalau Raja tahu, tapi tekadnya sudah bulat untuk membuat orang orang di tempat ini sibuk dan melaporkan tingkah Raisha pada bos mereka.


" Oke baiklah, tapi kalian harus di hukum karena tidak menurut." kata Raisha


" baik Nyonya, kami akan terima hukumannya.", jawab mereka berempat.


Raisha meminta orang orang berpostur tinggi dan kaku itu untuk menari dan bernyanyi di pinggir pantai ,disaksikan pengawal yang lainnya.


"Malam ini kalian harus menghibur kami semua dengan menari dan bernyanyi di pinggir pantai, dan membuat acara bakar bakar disana, kalau tidak mau saya akan melaporkan kalian pada Raja." jawab Raisha.


Raisha sengaja membuat mereka apai unggun di tepi pantai untuk membuat sandi pertolongan , siapa tahu ada petugas pantai akan mengetahui sinyal tersebut dan datang kesana menyelamatkan dia.


keempat penjaga yang tidak bisa menari bahkan bernyanyi itu menjadi pusat perhatian dan bahan tertawaan teman teman yang lain.


Awalnya mereka sangat kaku tapi lama lama mereka menikmati hukuman yang menutut mereka lucu, malam itu berubah menjadi pesta api unggun, kapan lagi mereka bisa menikmati semua itu apalagi bos mereka tidak ada.


Salah satu penjaga mendekati Raisha yang sedang menikmati ikan bakar buatan Dora, menyerah secarik kertas untuk Raisha.


Nyonya saya orang tuan Narendra, anda jangan khawatir saya ada disini membantu anda, dan teruskan aksi anda ini sambil menunggu tuan,saat ini beliau berada di Rusia untuk menyelamatkan nyonya Kimmy yang di sekal juga di markas red Wolf."


Kira seperti itu isi surat yang di tulis penjaga tadi.


Sementara di belahan dunia yang lain.


Pagi itu Vero menghubungi Naela perihal barter yang akan mereka lakukan.


" Hallo cantik, apakah adik serta papamu sudah datang membawa abang tercintaku?" Tanya Vero di telpon

__ADS_1


" Tentu saja, mereka sudah ada disini sejak tadi malam, apa mau lo sekarang?" ucap Ketus Naela.


" Sabar sayang, lalu bagaimana dengan Saudara kamu yang paling ganteng itu, apa dia siap bertukar posisi dengan Istri tersayangnya?" Ucap Vero.


" Hem, katakan saja dimana kita saling menukar Tawanan ini." ucap Naela.


"oke , sabar bagaimana kalau kita bertemu di gedung kosong B, di jalan D, kami sudah berada di sini, aku beri waktu 30 menit untuk sampai disini, tidak perlu persiapan, kami sudah menyiapkan semuanya di sini cantik."


"Hmm." Naela cuma menanggapi kata kata Vero dengan Deheman. mungkin mereka mengira dengan memberi waktu 30 menit untuk perjalanan, lion king tidak bisa mempersiapkan orang orangnya, tapi mereka salah, di sini sudah siap, bahkan pasukan bayangan yang di bawa Narendra sudah berada di lokasi, di tambah orang orang terpilih Peter.


Pagi itu mereka berangkat hanya dengan orang orang tertentu saja, Naela beserta Peter, 2 orang yang menyamar sebagai Rendra dan Romeo, james, Rocky, Narendra yang menyamar sebagai Zein, serta Simon Asisten dari Peter. Kenapa Zein tidak ada di dalam Rombongan. Zein mendapat tugas memantau keadaan musuh, bagaimana pergerakan mereka melalui monitor yang tidak jauh dari gedung itu berada, mereka menyewa rumah yang tidak jauh dari gedung tersebut sebagai pusat pantauan


dan Zein bisa berkomunikasi dengan mereka semua melalui sebuah alat khusus.


Dua buah Mobil Van berhenti di depan gedung kosong itu, Romeo palsu di borgol tangannya dan dia mulai berakting. Bahkan dia pandai meniru suara Romeo.


Vero yang mendengarnya langsung tersenyum, dia yakin kalau itu adalah Romeo asli.


Vero bicara melalui pengeras suara supaya mereka membawa tawanan ke tengah gedung. Vero sudah membawa Kimmy yang di borgol juga tangannya.


" Ciih pengecut, lo pikir dengan cara licik seperti ini lo bisa menang." Kimmy tersenyum sinis memandang jijik ke arah Vero.


" Haha, gue sudah hafal pergerakan suami,. anak dan menantu lo itu cantik, jadi tenang saja kalian semua pasti akan mendapatkan kejutan yang luar biasa , asal Lo tahu, di setiap tempat ini sudah kami tebar Racun yang bisa melumpuhkan syaraf otot manusia, jadi hari ini tidak cuma lo serta menantu bo doh lo itu yang kami dapatkan, tapi mereka semua, lihat itu, mereka sudah masuk perangkap dan sebentar lagi akan menjadi bu dak dari red Wolf, Lion king, beserta keluarga ibrahim, akan menjadi kelinci percobaan gue, hahaha." Tawa Vero menggelegar, dia pikir sudah pintar dan hebat.


" Ayo pa kita keluar!" Ajak Vincent.


Vero menarik lengan Kimmy dengan lembut, dia ingin menunjukkan kepada si posesif tingkat tinggi itu kalau berhasil menyentuh istrinya, Vero sengaja ingin memancing kemarahan Zein, dan akan sangat menguntungkannya.

__ADS_1


Sebenarnya Zein memang marah melihat Istrinya di gandeng pria lain melalui monitor, tapi dia harus bisa menahannya.


Kedua ketua organisasi itu akhirnya bisa bertatap muka langsung setelah sekian lama, terakhir peter berhadapan langsung dengan Vero 3 tahun yang lalu, ketika dia menghancurkan markas lama Vero, kini dia bertekad akan meng habisi Pria licik itu.


" Mana mama dan adik iparku?" tanya Peter.


"Tenang anak muda, ini mama kalian, kalau adik iparmu yang cantik itu berada di tempat yang aman sekarang, aku akan melepaskannya setelah Narendra menyelesaikan tugasnya dengan baik, barulah kalian bisa bebas dan hidup bersama., dengan bahagia." ucap Vero dengan senyum khasnya.


" Gue hanya akan melakukan penukaran kalau orangnya sudah lengkap." jawab Tegas Peter.


" Hahaha, pandai sekali kau anak muda, tapi kali ini gue yang akan menentukan aturan mainnya." Jawab Vero. tersenyum miring.


" Apa maksud lo?" tanya Peter.


" Haha, lihat sekeliling kalian!" perintah Vero.


Peter dan yang lainnya menoleh di sekeliling mereka, dan posisi mereka saat ini sudah terkepung.


" Oh cuma itu kemampuan kalian, main keroyokan, cih banci, red Wolf cuma bisa bermain keroyokan." kata Peter yang sengaja memancing emosi Vero.


" Hahaha, bukan itu saja, kalian sebentar lagi akan menjadi bu dak ku, haha. lantai yang saat ini kalian injak mengandung ra cun yang bisa melumpuhkan syaraf kalian, dan brak, lemes deh." Ucap Vero dengan Optimis.


" Oh ya, tapi kami tidak merasakan apapun juga, dan bawa mama kemari! " Teriak Naela.


" Hahaha, bawa juga Romeo dan Narendra ke tengah, baru kita bertukar tawa nan." ucap Vero lagi.


Rendra dan yang lainnya tersenyum sinis mereka mau menjebak rupanya, mana mungkin Mereka kan barter kalau di sekeliling mereka sudah ada ratusan anak buah Vero sudah mengepung.

__ADS_1


Buaya mau di kadalin, tanpa Vero tahu, pasukan bayangan dan anak buah Peter sudah berdiri di belakang ratusan orang tersebut, dengan menodongkan senjata di setiap Punggung Anak buah Vero.


__ADS_2