
Mereka begitu lama ruangan tersebut, ada ada saja yang Rendra tanyakan pada Dr Mila.
Sementara Raja menghubungi sendiri ayahnya Vero.
"Dasar anak bo doh, bagaimana bisa kamu tertembak seperti itu ha, apa tidak menggunakan baju anti peluru." bentak Vero.
"Saya tidak apa apa pa, tapi Raja sudah memporak porandakan Mansion Ibrahim ,tapi mereka tiba tiba mendapat bantuan entah dari mana, bahkan memiliki senjata yang tidak bersuara." jawab Raja.
"Lalu untuk apa kamu minta pulau VR ?" Tanya Vero heran.
"Untuk menyekap istri si narsis itu pa, kita kesampingkan dulu om Romeo, Raja yakin dia baik baik saja sekarang, dan kita fokuskan dulu penangkapan Narendra." jawab Raja.
"Hahaha, good ide, eh tunggu, istri? mang dia sudah menikah kok kita ketinggalan informasi ya, siapa wanita itu?" tanya Vero penasaran.
"Ini nih pekerjaan Romeo pa, bisa ya cuma menyalahkan pihak kita kalau gagal, semua ini karena ulah Romeo, kalau dia berhasil menikahkan Clara dengannya, maka ini tidak terjadi, dan saat ini istri Narendra hamil, pasti bocah itu sangat mencintainya, jadi gunakan kesempatan emas ini pa, kalau Rendra bisa kita ambil, otomatis Romeo juga bisa kita ambil, aku yakin Rendra Lah yang menyembunyikan Romeo, bukan Zein ibrahim " Ucap Raja.
"Ini baru anakku, oke papa akan kirim orang tebaik kita untuk menculiknya dan Terus pantau keberadaan wanita itu, ini baru berita yang bagus." Ucap Vero senang dengan berita yang dia dapatkan.
"Kita akan menguasai dunia ini dengan Robot yanga akan kita luncurkan , hahaha, biarkan saj Romeo membusuk disana dulu, selama ini, kota sudah menjadi budaknya sekarang kota yang akan memimpin."
Sementara Vinsen kakak Raja, masih terus menyerang lion King, setiap hari mereka mengirim orang ke markas lion king.
Setelah keluar dari ruangan Dr Mila, rendra membawa Raisha pulang, melewati jalan rahasia, mereka menuju ke ruang Papa Zein dan Lorong rahasia itu akan langsung tembus ke sebuah rumah Makan, dekat rumah sakit, jadi tidak ada yang tahu kalau mereka sudah keluar dari sana, demikian juga dengan Dave, dia masih mengawasi ruang Direktur tersebut, tapi sama sekali tidak ada pergerakan dari dalam.
__ADS_1
"Sial, mereka pasti sudah pergi dari sini, oke kali ini gue memang kecolongan tapi tidak lagi nanti." gumam Dave kesal
Dave menghubungi beberapa anak buah mereka untuk terus memantau baik rumah sakit, mansion Ibrahim maupun perusahaan mereka.
"Kalian harus tetap memantau dan membuntuti pergerakan setiap keluarga, itu secara sembunyi sembunyi, hanya dengan cara licik, satu satunya cara untuk mendapatkan wanita tersebut." ucap Dave di telponnya.
Narendra dan Raisha sudah sampai di rumah bahkan Rendra tidak membiarkan Raisha untuk berjalan sedikitpun, dia akan menggendong Raisha mulai dari keluar mobil sampai di kamar mereka.
"Maaa, tolong Rei, lihat anak mama, aku tidak sakit ma, cuma hamil saja, tidak harus di gendong seperti ini." Raisha mengadu ke mama Kim, tapi perempuan yang menolak tua itu cuma tertawa geli melihat tingkat posesifnya persis seperti ayahnya.
"Haha, Rei terima saja, daripada nanti mendapat hukuman Enak enak." Jawab Kimmy, sambil mengikuti mereka ke kamar.
"Kok mama tahu?"
"Ya tahulah, lha biangnya posesif ad di sana tuh." tunjuk Kimmy ke arah Zein dengan dagunya.
"Sayang jangan cemberut atau aku makan sekarang juga bibir monyong itu." ucap Rendra yang tidak tahu malu itu.
Sontak telinga Rendra terasa panas dan ada yang menarik, ternyata mamaknya biang yang melakukannya.
"Aduh aduh, bisa putus telinga Rendra." keluh Rendra.
"Sukurin siapa suruh mesum di depan orang tua lagi." jawab Raisha membantu mama Kim menjawab keluhan Rendra.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar, Rendra meletakkan tubuh Raisha di sofa kamar.
Mama baru bisa kepo pada mereka.
"Rei, bagaimana hasil pemeriksaannya?" tanya Kimmy.
"Baik, ma semua baik dan sehat, usinya sudah 2 minggu, pantas saja akhir akhir ini Rei merasa sering keram di perut bawah Rei, dan terasa ada yang mengganjal ." Jawab Raisha.
"Mama tahu tidak, selain ganteng, pinter dan baik hati, putramu ini juga hebat dalam mengadon anak, dan ini buktinya ma, anakku kelak kembar 3 , bagaimana keren tidak?" Ucap Rendra dengan pedenya.
"Ya Allah Ren, keren bagaimana yang ada kasihan Rei nya dia dia kemana mana harus menggendong ketiga anak kalian." Ucap Kimmy yang gemes dengan Kelakuan konyol anaknya yang satu itu.
" Makanya Rendra yang akan menggendong mereka berempat, malah ibunya juga ikut di gendong kemana mana kan enak." jawab Narsis Rendra.
"Alah emboh Ren, mama tidak tahu lagi harus menjawab apa ketika berdebat denganmu.", kesal Kimmy.
"Lihat sayang, ibu ratu sudah ngambek, jangan ngambek dong ibu ratu, putra mahkota cuma bercanda saja, dan untuk melampiaskan kegembiraan Rendra ma" Rendra memeluk Kimmy dengan Erat.
"Ma, tolong bantu menjaga Istri dan anak anak ku ya, dan kamu sayang, dimanapun kamu berada, jada dia dengan baik, dan juga dirimu sendiri. Kalian adalah harta berharga ku." ucap Rendra pada Raisha.
Rendra bangkit dari duduknya dan berdiri tegak di hadapan kedua wanita kesayangan itu.
"Hari ini biarkan Pangeran tampan ini yang memasak untuk ibu suri dan permaisuri, kalian duduk manis saja disini, nikmati layanan spesial dari orang spesial." ucap Rendra sambil membungkukkan badannya. lalu berlalu ke dapur.
__ADS_1
"Ma, mama dulu ngidam apasih sewaktu hamil, hingga jadi seperti itu?" bisik Raisha.
" Haha, ngidamnya yang paling direpotkan itu adalah Alex, papa selalu membawa asistennya itu untuk menuruti ngidamnya mama, pernah mama suruh mereka memakai bunny hat keliling Kantor, terus mama minta papa memakai pakaian serba pink seharian, bahkan mereka pernah di kejar kejar anjing karena mencuri mangga, tapi tidak mama makan, malah Alex dan sindy yang harus memakan mangga muda itu, pokonya dia suka menjahili kedua pria itu selama dalam kandungan, apalagi setelah keluar ke dunia, ada saja tingkahnya, tapi dia sangat menyenangkan, menghargai mama dan kakaknya, bahkan selalu melindungi kami semua tanpa sepengetahuan siapapun juga." Kimmy menceritakan kisah Rendra dalam masa kandungan, ternyata dia memang sudah jahil bin usil sejak dalam masih di dalam perut mama, sehingga sedikit muncul ide untuk menjahili Rendra nanti.