
Rocky mulai berpidato di atas sana, tubuhnya yang tegap dan gagah, memancarkan aura tersendiri.
" Selamat siang semuanya, para dokter, suster, seluruh karyawan dan juga pengunjung, saya sebagai Asisten tuan muda Narendra mewakili beliau untuk meminta maaf atas kegaduhan yang beliau buat, hari ini Tuan Narendra hanya ingin memberi suprise pada istrinya, memang selama ini pernikahan mereka dirahasiakan, ini semua demi keamanan Dr Raisha sendiri. dan hari ini saya mewakili keluarga Ibrahim memberitahukan dan menghimbau, bahwa kejadian tadi hanya kita konsumsi sendiri saja di dalam lingkup Rumah Sakit ini, tidak ada berita Sosmed dan lain sebagainya, kalau ada yang melanggarnya maka, akan mendapat hukuman langsung dari keluarga Ibrahim. Sekian terima kasih." Rocky menutup pidatonya dan langsung turun podium dengan wajah tegas dan garangnya. Rocky segera meninggalkan tempat tersebut.
" Wih keren, apa itu yang namanya bodyguard ya?" Ucap Ruhy, masih terus memperhatikan punggung lebar Rocky.
Vina dan Siska malah menjewer telinga Ruhy.
"Adu du duh , sakit dokter." teriak Ruhy
"Tidak usah mesum, badan kecil begini, yang ada lo bisa pingsan nanti." goda Vina.
" Enak saja, kecil kecil begini saya kuat Dok, lihat drakor , ceweknya kecil mungil, cowoknya tinggi besar." cemberut Ruhy yang memang imut dan manis itu.
" Percaya deh percaya." Imbuh Siska.
Akhirnya mereka semua bubar dari Aula dan kembali ke aktifitas masing masing.
Sementara Rendra membawa Raisha pulang ke rumah mereka. Rendra membukakan pintu mobil dan kembali menggendong Raisha.
" Mas, turunin. Mas baru sembuh." Ucap Raisha.
" Tidak sayang, suamimu ini akan menurunkan kamu di ranjang pengantin kita." Rendra tetep ngeyel, Raisha mengalungkan tangannya du leher Rendra, memandang ciptaan tuhan yang paling indah itu. Tak terasa salah satu tangannya, mengelus pipi putih dan mulus tersebut, tidak ada cacat sedikitpun, bahkan lembut seperti bayi.
Rendra yang gemes langsung mengecup bibir manis yang sudah menjadi candunya itu, bahkan ciuman itu semakin menuntun dan panas. Rendra membuka pintu kamarnya dengan sensor suara.
"Buka." Pintu terbuka secara otomatis, dia meneruskan melahap bibir mungil tersebut dan menuju ke ranjang, yang sudah berubah 360 derajat, kamar itu berubah menjadi kamar pengantin yang sesungguhnya. Rendra menurunkan Tubuh Raisha di atas Ranjang yang penuh dengan kelopak bunga, di tengahnya terdapat simbul love.
__ADS_1
" Mas, kapan kamu melakukan ini semua, indah banget." Raisha terpana melihat kamar mereka yang romantis itu.
" suamimu ini bisa melakukan segalanya, hanya dengan mengedipkan mata saja."
" Ih Modus." jawab Raisha.
"Modus bagaimana, ini beneran, mau bukti." Tantang Rendra.
"Memang pesulap kamu mas?" Raisha tidak percaya. Rendra mengedipkan matanya, kamar tersebut menjadi gelap. meski siang hari, Rendra sengaja menjadikan ruangan itu gelap seperti malam, dan ingin menjadikan suang itu seolah malam pertamanya.
Setelah lampu mati, Rendra kembali mengedipkan matanya, kini lampu lampu kecil menyala di bawah membentuk Kata love.
"Maukah berdansa denganku nyonya." Rendra mengulurkan tangannya, mengajak RAisha berdansa.
"Tapi aku tidak bisa berdansa." jawab Raisha jujur.
Raisha menerima uluran tangan Rendra, dia turun dari Ranjang tersebut menuju ke tengah lampu yang bertuliskan Love itu. Rendra pelan pelan mengajari Raisha berdansa.
"Kamu suka sayang?" tanya Rendra berbisik di telinga Raisha. Membuat bulu kuduk Raisha merinding, karena Geli. Suara Rendra begitu seksi. Raisha mengangguk dan tersenyum malu.
Di tengah dansa, mereka kembali berciuman. Tanpa Raisha sadari Rendra dengan pelan membuka kencing kemeja Raisha dan membuang Kemeja itu ke segala Arah, Raisha memejamkan matanya, mulai menikmati ciuman dan sentuhan Tangan Rendra yang sudah kemana mana.
Bibir Rendra beralih ke belakang telinga Raisha lalu turun ke Bawah, membaut beberapa stempel disana. Rendra mengangkat Raisha ke Ranjang, merebahkannya dengan pelan, sambil mencum bunya. Pria itu naik ke atas tubuh Raisha melancarkan aksinya, merangsang sisi sensitif Raisha.
"ahh", Sebuah kata indah lolos dari bibir Raisha, bahkan wanita yang sebentar lagi menjadi wanita seutuhnya itu, menggeliat karena menahan gairah yang Rendra buat.
" Mas." panggil Raisha dengan suara serak dN berat.
"Iya, sayang kamu susah siap?" tanya Rendra lembut. RAisha mengangguk pasrah. Rendra membuka semua bajunya dan membuka lebar kaki Raisha selebar pinggangnya. Mulai bermain di inti Raisha.
__ADS_1
"Kamu tahan ya sayang, awalnya akan sakit." Ucap Rendra.
Rendra mulai memasukkan Junior ke inti Raisha, sangat sempit dan susah di terobos. Raisha meremas bantal di bawahnya.
Rendra segera menghentakkan junior dan mendiamkannya sejenak. menunggu Raisha rileks dulu.
"Auurg sakit." Air mata lolos dari kelopak mata Raisha, rasanya tubuhnya seperti di belah dua, sakit banget dan perih.
"sakit sekali ya, apa kita tunda dulu saja." Rendra merasa kasihan dengan Raisha yang seperti menahan sakit yang amat dalam, tapi ketika Rendra mau mencabut Junior, Raisha malah menahan pinggul Rendra, membuat juni masuk kembali me lubang paling dalam.
Setelah mendapatkan lampu hijau dari istrinya, Rendra menggerakkan tubuhnya naim turun, pelan dan lembut, tapi lama lama dia mempercepat lajunya. kamar itu di penuhi suara mereka berdua, kalau tidak kedap suara pasti penghuni lain akan mendengar teriakan dan nyanyian dua insan yang sedang di mabuk asmara itu.
Ini adalah Siang pertama bagi dua insan yang masih Bermandi peluh itu. siang ini mereka sama sama melepaskan harta yang paling berharga dengan penuh cinta dan keikhlasan.
Raisha, yang awalnya kesakitan kini dia di buat melayang ke nirwana oleh suami narsisnya itu.
" Mas sudah mau keluar." ucap Raisha.
" Tunggu mas, kita keluar sama sama."
Rendra mempercepat ritme permainannya hingga mereka melakukan pelepasan bersama sama, cairan hangat itu menerobos dinding terdalam Rahim Raisha.
Nafas keduanya terengah engah. Rendra mencabut Juni dengan perlahan, mengecup dahi Raisha, dan berbaring di samping istrinya.
" Terima kasih sayang, kamu sangat luar biasa, dan terima kasih juga kau sudah menjaganya untukku." Ucap Rendra lembut.
Raisha mengangguk pelan, tubuhnya lemes dan rasa sakit di intinya masih dia rasakan. Sedangkan Permainan Rendra begitu panjang dan lama, pria narsis ini sangat kuat . Raisha memejamkan matanya , mengistirahatkan tubuh itu barang sejenak.
Rendra ikut tertidur dengan memeluk Raisha seperti guling saja.
__ADS_1