MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 46


__ADS_3

Pagi ini rutinitas sama seperti biasanya, setelah sholat subuh dia memasak lalu membantu Rendra bersih bersih tubuhnya baru giliran Raisha.


Raisha berangkat ke Rumah sakit dengan wajah ceria dan fresh karena masalah dengan suami dan juga para fansnya sudah teratasi. Di rumah sakit ada dua pandangan saat berpapasan dengan Raisha, terutama para suster serta dokter penggemar Andra dan Vikram.


"Lihat itu dokter sok kecantikan, pakai nolak dr Andra dan dr Vikram" kata salah satu suster.


"Penasaran gue seperti apa suami dia, kalau tidak ganteng rugi sendiri." Jawab satunya.


"Suka suka dialah seperti apapun suami Dr Raisha, pasti istimewa. istrinya bahkan tidak goyah di rayu dokter paling famous saja masih setia." Jawab suster ke tiga.


Sementara Raisha langsung menuju ke ruang prakteknya, hari ini tidak begitu banyak antrian, jadi hari ini Raisha lebih rileks dan leluasa menanggapi keluhan para pasien, sudah tidak ada lagi acara aneh seperti kemaren.


" Alhamdulillah ya sus, hari ini normal, ayo kita beres beres dan istirahat!" Raisha bersyukur karena pekerjaan lancar dan tidak di bumbui drama cinta lagi.


Tapi saat mau keluar, Vina dan Siska lari terengah engah menuju ke ruangan Raisha.


" Rei, lihat di depan, siapa lagi yang sudah gila, sudah di bilang Raisha sudah punya suami ini masih saja nekad." Vina menunjuk nunjuk ke arah lobi .


" Iya Rei, lihat ini gue sudah mengambil foto banner itu." Siska menunjukkan sebuah foto dari hpnya. di lobi terdapat tulisan yang sangat besar


I LOVE U DOKTER RAISHA


Raisha membelalakkan matanya syok melihat semua itu, dia pusing dengan drama baru yang lebih heboh lagi. Karena ini jam istirahat jadi banyak pegawai rumah sakit yang penasaran, siapa lagi cowok yang akan mempermalukan diri sendiri itu.


" Astaqfirullah, siapa lagi yang membuat kegaduhan seperti ini." kesal Raisha.


Dr Andra, dr Vikram ,serta Dr Azis juga penasaran, mereka bergegas ke lobi.


"Siapa ini yang lebih gila dari kita Dra?" Heran Vikram.

__ADS_1


" Yang jelas nyalinya sangat besar." jawab Andra.


Raisha diikuti Vina, siska dan Ruhy menuju ke lobi, memastikan semua itu. Dan semua yang di katakan Vina dan siska benar adanya, bahkan banyak orang berkumpul disana seperti akan menonton syuting drama streaming saja.


" Ada apa ini, siapa yang melakukan semua ini?" Raisha bertanya pada mereka tapi tidak satupun yang menjawab, karena memang tidak ada yang tahu siapa dan kapan banner itu di pasang. Raisha memanggil salah satu OB yang lewat.


"Pak tolong saya, turunkan banner itu, ini Rumah sakit bukan tempat teather!" Raisha meminta Ob itu menurunkan banner nya.


" Iya dok, saya akan cari teman dan tangga dulu, tapi tulisannya bagus dok, tandanya dia cinta mati pada dokter buktinya tidak tanggung tanggung memasang tulisan besar ini." jawab OB.


" Bapak tahu siapa yang memasang ini?" tnya Raisha. Ob tadi cuma menggelengkan kepalanya.


"Dari sekian banyak orang, kok tidak ada yang tahu,apasih maksudnya." kesal Raisha.


Lalu ada seorang anak kecil, dia salah satu pasien di Rs itu juga datang mendekati Raisha.


"Terima kasih cantik." Raisha menerima bunga itu dengan suka cita, Raisha mengira gadis kecil itu yang memberinya, padahal di bukan pasiennya.


"Tadi ada om om ganteng yang meminta saya memberikannya ke dokter, kata ya i love u." Ucap Gadis kecil tersebut, dan mengecup pipi Raisha.


"Lalu dimana orang itu sayang?" heran Raisha. Gadis kecil itu menunjuk ke salah satu lorong Rumah sakit. Tapi saat Raisha menoleh dia tidak melihat siapa siapa. Raisha menoleh ke arah Vina menaikkan alisnya tanda menanyakan sesuatu pada Vina, tapi Vina cuma menaikkan kedua bahunya.


" Dasar pengecut, biarkan saja deh nanti pak budi dan temannya juga akan menurunkan banner itu, ayo Vin, sis kita ke kantin saja!" Ajak Raisha.


"Kamu tidak penasaran siapa orang misterius itu?" Tanya Siska, sebenarnya siska sendiri yang penasaran siapa gerangan pria nekad itu. Demikian juga Vina dan yang lainnya.


"Bukannya misterius tapi pengecut, Buat apa penasaran, yang ada suamiku akan marah besar kalau tahu ini semua, lagian cukup dia seorang suami Raisha dunia dan akhirat." kesal Raisha.


"Cie yang sudah bucin sama babang tampan." goda Vina.

__ADS_1


"Ih apaan sih." muka Raisha memerah, dan memukul bahu Vina. Raisha menarik tangan Vina supaya ikut ke kantin, tapi saat mereka hendak melangkah, ada anak kecil lagi yang datang menghampiri mereka.


" Dr Raisha ini untuk Dr dari om ganteng." Bocah itu lagi lagi membawa setangkai bunga mawar merah, tapi kali ini ada suratnya.


Dokter Raisha aku tunggu di Aula, kalau kau penasaran padaku, datanglah. love you full.


Raisha menyerahkan surat tersebut ke Vina.


Dia sangat jengkel dengan kelakuan orang misterius itu.


" Ayo kita semua samperin dia!" Vina malah mengajak penonton untuk menemui pria misterius tersebut. Eh mereka mau mau saja menuruti usul Vina.


" Ayo jadi penasaran siapasih orang nekad itu." Jawab Andra.


Terpaksa Raisha menuruti mereka untuk pergi ke aula.


Di setiap sepuluh langkah Raisha akan muncul orang dan memberikan setangkai mawar merah serta tulisan I love u.


Pintu Aula tertutup rapat, Raisha dengan hati hati membukanya, Di tengah Aula berdirilah seorang pemuda yang wajahnya tertutup buket bunga yang besar.


" Setangkai bunga mawar merah tidak akan cukup untuk mengungkapkan Rasa cintaku padamu Rembulanku, kupersembahkan 99tangkai bunga mawar, yang 40 sudah berada di tanganmu, dan masih 59 lagi berada di sini."


Raisha sangat familiar dengan suara itu.


"Vin suara itu..." kata Raisha, tapi belum dia menyatakan suara siapa itu Si pria misterius sudah kembali berkata.


"Suara boleh mirip, bahkan sama, tapi rupa dan cintaku tidaklah sama dengan siapapun juga. Sayangku My dokter, selama ini engkau telah menunjukkan kelembutanmu, kesabaran. dan ketulusanmu. Semua itu membuatku jatuh dan jatuh ke dalam samudra terdalam yaitu Samudra Cinta, tapi bukan Samudra cinta yang ada di Sinetron itu. tapi ini adalah samudra cinta kita." ucap Rendra.


Penonton sampai tertawa geli mendengar rayuan maut Rendra, sementara Raisha sangat yakin kalau dia adalah Rendra suaminya, tapi yang dia heran, Narendra yang sekarang dia lihat bisa berdiri kokoh, bahkan tanpa penyangga apapun. Raisha menutup mulutnya dengan Kedua telapak tangannya, tidak percaya dengan semua yang telah dia saksikan saat ini. Raisha malah memeluk Vina dan menangis.

__ADS_1


__ADS_2