MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 72


__ADS_3

Raisha menawarkan bu Dora untuk ikut bersama mereka ke jakarta, tapi beliau menolaknya dia lebih nyaman tinggal di pulau tersebut.


"Bu, maukah ibu ikut ke jakarta bersama kami?" tanya Raisha.


"Maaf nak, seperti keputusan ibu sebelumnya, ibu sudah nyaman disini, ibu hidup di sini dan kelak akan mati disini." jawab Dora.


Raisha tidak bisa memaksakan kehendaknya pada dia, asalkan bu Dora bahagia, maka Raisha akan ikut merasakannya.


Raisha dan Rendra tinggal dulu beberapa bari di sana, memantau pembersihan pulau dari ranjau dan hal hal yang membahayakan , setelah itu mereka liburan di sana sambil baby moon, bukan honey moon lagi karena Raisha sudah berbadan 4, bukan dua lagi karena dia hamil kembar 3.


Rendra menggunakan kesempatan ini berlibur sebelum pulau menjadi ramai oleh pengunjung, mulai dari berenang, diving, snorkeling, surfing, jet ski sampai flyboarding.


Sementara Raisha cuma bermain pasir di pantai serta membuat resep masakan baru dari Dora,


💗💗💗


Rendra dan Raisha kembali ke jakarta dengan pesawat komersial, mereka ingin menikmati suasana baru dan Ini pertama kalinya untuk Narendra. Di bandara internasional presidente nicolau lobato. Mereka menjadi pusat perhatian khususnya Rendra, para gadis pribumi sangat antusias mengejar ngejar Rendra yang di kira aktor korea, Mereka tidak peduli dengan 3 bodyguard yang melindungi Mereka, Raisha sengaja berhenti sebentar supaya terhindar dari kerumunan masal tersebut, dia takut akan tertabrak dan jatuh, jadi Raisha memutuskan untuk berhenti dan duduk di sebuah kursi beserta seorang body guard, dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum lucu melihat si narsis di kerumuni banyak fans.


" Begini Kah rasanya punya suami ganteng, bukan artis saja dia selalu di kerumuni cewek cewek cewek, Don lihat itu tuanmu bukan cuma remaja yang mengejarnya, lihat bahkan nenek juga ikut ikutan minta tanda tangan." Ucap Raisha ke Doni.


" Iya nyonya, tuan muda nanti pasti uring uringan, hehe." jawab Doni ikutan tertawa.


" Biarkan saja mereka puas puasin dulu, kita istirahat saja di sini, siapa suruh naik pesawat komersil, biar dirasa." jawab Raisha.


Sementara dua bodyguard yang menjaga Rendra merasa kewalahan menghadapi orang orang yang entah darimana datangnya.


" Dan, mana istri gue?"tanya Rendra di sela sela kerumunan.


"Nyonya berhasil keluar dari kerumunan dan beliau duduk di bangku ujung sana bersama Doni tuan." jawab Dani.


" Oke kalau dia sudah selamat, gue takut kalau dia sampai jatuh, oke kita atasi dulu semua ini, daripada terus terusan berlarut, badan gue bisa remuk kalau seperti ini, siapasih orang orang ini?" heran Rendra.

__ADS_1


" Entahlah tuan mungkin saja mereka kagum dengan ketampanan tuan yamg membahana itu." jawab Dani.


" Woi stoooooop." Rendra berteriak kencang sehingga para wanita tersebut akhirnya berhenti di tempat. Rendra berbalik badan dan memperhatikan semuanya.


Mereka terpana dengan pesona calon bapak itu, puluhan kamera menyala, mengambil gambar Rendra yang keren itu. membuat dia silau.


" Oke adik adik, kakak kakak , ibu, teteh dan semuanya, ada acara apa hingga kalian mengejar saya seperti koruptor saja." Ucap Rendra. Mereka malah teriak histeris mendengar suara Rendra.


" Saya bukan selebriti nona nona, saya cuma pria biasa yang kebetulan berada di sini, pesawat kami sebentar lagi berangkat jadi tolong beri kami jalan!" Rendra memohon pada mereka supaya di beri jalan.


" Kami mau foto dan tandatangan, baru kakak boleh pergi dari sini." jawab salah satu dari mereka.


"Tapi saya bukan aktor maupun selebritis, jadi untuk apa tanda tangan saya?" heran Rendra.


"Kami tidak peduli mau artis atau bukan yang penting sekarang, kami minta foto bersama kakak." jawab dia lagi.


" Oke, dengan satu syarat, kalian harus bisa tertib dan tidak seperti ini, baru saya mau berfoto dengan kalian."Akhirnya Rendra mau mengabulkan permintaan konyol mereka, dan hari ini dia menjadi seleb dadakan.


"Dan, apa gue beralih nadi salep saja ya, lihat belum jadi salep saja sudah banyak begini dans gue Dan." Kata Rendra.


"Seleb tuan, seleb bukan salep, memang salep kulit tuan." Dani mengoreksi kata kata Rendra yang suka merubah tatanan bahasa.


"Tidak apa apa Dan beda satu huruf saja." jawab Rendra dengan santainya.


"kakak kami sudah siap."


"Oke tapi jangan satu satu satu ya, dua dua saja, nanti tidak akan kelar kelar." Jawab Rendra.


" Baiklah asal bisa foto bersama kakak kami sudah senang."


Akhirnya sesi foto bersama dui mulai, tapi ternyata tidak berfoto saja, mereka bahkan mencubit dan berani mencium Rendra, hingga muka Rendra menjadi merah karena iritasi, yang terakhir seorang ibu hamil bersama suaminya, mereka mendekati Rendra dan juga minta berfoto.

__ADS_1


" Terima kasih dik, semoga anak bapak bisa setampan adik ganteng ini." ucap suami ibu tadi, Rendra cengengesan saja mendengar penyataan bapak tadi, bagaiman bisa kedua orang tuanya berkulit hitam anaknya bisa putih seperti Narendra.


Setelah beres, Narendra langsung ke toilet membersihkan mukanya yang sudah merah itu dengan sabun dia juga mengganti pakaiannya hanya dengan Kaos oblong biasa serta celana hitam kolor, Rendra berharap dengan begini tidak ada yang mengejar ngejar dia.


Rendra bersama dua bodyguard itu berjalan ke tempat Raisha berada, ternyata ibu hamil itu tertidur pulas hanya berbantalkan lengan tangannya.


"Nyonya tidur tuan." Jawab Doni.


"Tidak apa apa, pasti dia lelah menunggu, sampai tertidur di sini.


Saat itu juga terdengar suara kalau pesawat mereka akan berangkat, jadi harus segera boarding. Rendra mengangkat tubuh Raisha yang sudah terasa berat, padat dan berisi. Rendra menggendong Raisha ala bridal nya dan segera boarding, ketiga bodyguard terus menjaga di sekeliling mereka dengan ketat.


Aksi Rendra tak luput dari pandangan orang orang di sana.


"Lihat sudah tampan, romantis lagi, mbok ya suami kita seperti itu ya bu." kata salah seorang penumpang pada temannya.


"Boro boro menggendong, yang ada jalan sendiri, capek aku." jawab wanita di sebelahnya. Mereka jadi tertawa sendiri, mengingat kisah hidup suami mereka.


" Istrinya juga cantik banget, pasangan yang cocok, dan yang pasti mereka bukan orang sembarangan, lihat ada 3 pengawalnya, keren."


"Iya ya bu, jadi kepengen."


Rendra langsung membawa Raisha masuk ke dalam pesawat mereka mengambil kelas bisnis.


"Terima kasih mas, pasti capek banget ya." Raisha mengusap pipi halus Rendra.


"Tidak sayang, aku malah sangat bahagia, bisa melakukan semuanya itu." jawab Rendra.


"Tapi malu banget, mereka semua melihat kita." Kata Raisha.


"Tidak usah malu, sama suami sendiri mah santai." jawab Rendra

__ADS_1


__ADS_2