
Dave menyerahkan tulisan dari Raja pada penjual tersebut dan sabar menunggu.
buket mawar telah siap.
"Ini tuan buket mawarnya, semoga cintanya di terima oleh sang pujaan hati, totalnya 2 juta rupiah." Ucap penjual.
Dave hanya nyengir kuda saja, menanggapi perkataan penjual itu. serta menyerahkan kartu dari Raja tadi.
Setelah semua selesai, Dave segera kembali ke rumah sakit dan langsung mencari Dr Raisha.
Raisha menuju ke kantin untuk makan siang. bersama sahabatnya terutama Vina, Ruhy dan Siska.
"Dokter Raisha tunggu." panggil Dave dengan nafas tengah karena habis berlari, dia sudah dari tadi mencari Raisha dan baru ketemu disana.
"Iya, ada yang bisa di bantu?" tanya Raisha.
"Ini ,ini bunga merah untuk anda, dari Tuan Raja." Dave mengulurkan buket bunga tersebut tapi Raisha diam saja Tidak menerimanya.
"Untuk apa bunga ini tuan?" heran Dave.
"Sebagai ucapan terima kasih beliau kerena sudah menyelamatkan beliau." Jawab Dave.
"Maaf tuan, bukannya saya tidak mau menerima bunga ini, tolong sampaikan pada tuan Raja, tidak perlu repot repot, dan terima kasih bunganya, maaf sekali lagi saya tidak bisa menerimanya, nanti suami saya bisa marah besar tuan." Jawab Raisha, dia menolak secara halus bunga tersebut.
Muka Dave menjadi masam, dia yakin pasti akan mendapat marah bosnya.
Lalu dia menyerahkan bunga tersebut pada Ruhy.
"Ini untuk suster saja deh, daripada bunga ini di buang sayang." Dave ganti menyerahkan bunga mawar tersebut pada Ruhy,
__ADS_1
"Wah, ini pertama kalinya ada yang memberiku bunga, terima kasih tuan." Ruhy menerimanya dengan senang hati.
Dave langsung melaporkan kejadian tadi pada Raja.
" Bos Dr Raisha menolak bunganya, dia ternyata sudah bersuami." Dave melaporkan semuanya.
"Cari tahu siapa suaminya!" Perintah Raja lagi.
"Gue Tidak akan membiarkan apa yang sudah gue klaim, menjadi milik orang lain." imbuhnya lagi.
Hari itu setelah makan siang Raisha pulang ke rumah, istirahat sambil menunggu jam 15, karena dia ada janji dengan Rendra untuk menemui dokter Mila.
Tepat jam 15, Raisha sudah sampai lagi di rumah sakit, dia dan Rendra sengaja tidak datang bersama sama, untuk menghindari bahaya. Raisha menunggu di ruangan Dr Mila sambil menunggu Rendra.
Saat dia masuk ke ruangan Dr mila, Dave melihatnya, dia bersembunyi si suatu tempat yang aman, Dave juga melihat ada beberapa orang bodyguard menjaga Dr tersebut dari jauh.
" siapa sebenarnya suami Dr Raisha, kenapa penjagaannya sangat ketat, seperti isteri president saja, tapi mereka tidak terang terangan mengikutinya." Gumam Dave, dan tak selang waktu lama, dari persembunyiannya, Dave melihat sosok yang selama ini mereka buru, Juga masuk ke dalam Sana.
"Itukan si genius Narendra, kenapa pemuda itu juga masuk ke sana, sementara Dr Raisha belum keluar dari sana." Di luar pintu Ruangan Dr Mila, ada 2 bodyguard Rendra berdiri di sana.
Dave tersenyum lebar, kini dia tahu cara untuk mendapatkan Narendra. Dave segera kembali ke ruangan Raja dan melapor semuanya.
"Kenapa lo, ngos ngosan seperti itu ?" heran Raja.
"Tuan, saya sudah tahu siapa suami Dr Raisha." ucap Dave.
"Siapa dia.?"
"Si genius Narendra, dan sepertinya Dr Raisha sedang hamil, baru saja saya melihat mereka di ruangan dokter kandungan." imbuh Dave.
" sial, brengsek, kenapa selama ini dia selalu selangkah lebih maju dari gue, gara gara dia juga papa meragukan kemampuan gueee Aaaarghh." Raja meremas rambutnya dengan kuat.
__ADS_1
"Gue harus merebut wanita itu darinya dave." Ucap Raja.
"Iya tuan, itu ide bagus, dengan menculik istri dan calon anaknya, si narsis itu pasti hancur, kita gunakan Raisha sebagai umpan, atau barter untuk menebus Tuan Romeo."Jawab Dave.
"Nyawa Romeo tidak begitu penting saat ini Dave, kita akan pancing dia untuk datang sendiri menemui kita, setelah misi selesai, kita bunuh dia dan gue yang akan mengambil Istrinya Dave, hahaha, jalan kit semakin lebar." Raja tertawa puas dengan laporan yang baru Dave sampaikan.
"Good job, hubungi papa, minta dia menyiapkan pulau rahasia yang selama ini belum kita pakai, serta kendaraan untuk membawanya kesana yang penting tempat dan kendaraan itu tidak. isa di deteksi oleh alat orang itu!" perintah Raja pada Dave.
Di lain tempat, Raisha dan Rendra konsultasi masalah kehamilan pada Dr Mila.
Dr mila melakukan USG pada Raisha.
"Dr Raisha, tuan muda. kalian bis lihat gambar pad layar, itu adalah gambar calon bayi kalian, di sana ada 3 bulatan yang mirip biji kacang, berarti Dr Raisha mengandung bayi kembar tiga, usianya masih 2 minggu." ucap Dr Mila. Raisha menutup mulutnya kaget dengan pernyataan dr Mila, sementara Rendra merasa senang sekali karena sekali dia menanam benihnya ke rahim Raisha langsung tumbuh 3 bayi nantinya.
"Hati hati dok, kurangi aktifitasnya, anda sekarang sedang membawa 3 nyawa Ibrahim, mereka pasti akan mengawasi anda 24 jam."sindir dr Mila, dia yakin Rendra akan sama seperti ayahnya yang posesif pada istrinya.
"Tentu saja Dokter, mulai hari ini dr Raisha resmi mengajukan Cuti selama waktu belum ditentukan." Jawab Rendra.
" mas." Raisha mau protes tapi Rendra tidak mau kompromi.
"No sayang, tidak ada tapi tapian, di dalam sini ada Rensa Junior yang perlu perhatian ekstra darimu, kalau di rumah, akan lebih mudah menjaga dan mengawasi mu, ingat, di luar banyak musuh yang mengincar dirimu, pasti dia punya rencana sendiri jika tahu kamu adalah istriku, aku tidak mau terjadi sesuatu pada kalian berempat.", ucap Rendra.
"Tuan muda benar Dokter, anda sebaiknya menurut saja, daripada menyesal nantinya." Dr Mila juga menambahkan keterangan Rendra.
" Baiklah mas, aku Nurut ini juga untuk buah hati kita nanti, sebentar lagi perutku juga pasti akan kentara, lihat 3 . bagaimana aku berjalan nantinya mas." Kekeh Raisha.
"Jangan khawatir aku yang akan menggendong kalian sekaligus nantinya, todak perlu berjalan kemana mana." Jawabnya.
"Tuan muda bisa saja." dr Mila terkekeh melihat pasangan lucu ini.
"Kalau begitu kamu saja yang hamil, aku lebih setuju." jawab Raisha.
__ADS_1
"Jangan dong, bagaimana cara abang ganteng ini menyuntik dr cantik ini, kalau abang juga yang hamil." jawab Rendra malah ngawur.
"Hahaha, benar Tu Dokter Rei, minta saja abang tampan ini untuk hamil, biar tahu rasa." Dr Mila tertawa lepas mendengar lelucon mereka.