MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 76


__ADS_3

Raisha datang ke ruangan Vina, setelah jam praktek usai dia masih kepo tentang kisah cinta Vina dan Andra.


" Vin, selamat ya, akhirnya cintamu tidak bertepuk sebelah tangan, Dr Andra sangat beruntung bisa mendapatkan cinta tulus sahabatku ini." kata Raisha dia senang sekali sahabatnya bahagia.


" Terima kasih Rei, awalnya aku fikir Dr Andra. beneran mau bunuh diri karena lo tolak atau dia nembak cewek lagi tapi di tolak, ternyata dia ngeprank dan melamar gue." kata Vina malu malu, dia juga menunjukkan cincinnya.


" cie yang sudah dapat cincin, terus kapan rencana menikah?" kepo Raisha.


" Malam minggu kami tunangan dan tahun depan baru menikah." jawab Vina.


" Oh ya, di tunggu undangannya lho bestie. Ngomong ngomong om dan tante datang kan di pertunangan kamu besok?" tanya Raisha.


" Dateng dong, Andra juga sudah datang ke Jogja bersama keluarganya melamar gue, tapi sayang lo waktu itu di culik katanya, gue sedih Rei, di hari gue bahagia temen gue dalam bahaya, tapi syukur babang Ren sudah menyelamatkan lo, memang dimana lo di sekap Rei.?" Vina Kepo kejadian penculikan waktu itu.


" Iya, aku dan mama di culik saat kami keluar ke supermarket, mama Kim di bawa ke Rusia dan aku di asingkan di sebuah pulau tidak berpenghuni, cuma ada anak buah si Raja itu,tapi Alhamdulillah mas Rendra dan keluarganya bisa mengatasi semuanya, dan membasmi organisasi mafia itu sampai akar akarnya, tingga Romeo, ayah dari Clara yang masih hidup tapi dia stress dan masih berada di markas mas Rendra, mungkin sebentar lagi akan di kirim ke RSJ." jawab Raisha.


" Ya Allah Rei, lo di apakan saja di sana, tris bagaimana keadaan kalian?" kepo Vina.


" Kami baik, dan mereka malah menjahili penjaga pulau, dengan kejahilan yang seperti bapaknya, aku juga bingung dapat ide dari mana ya aku pengen begini begitu, mau ini itu membuat mereka pusing dan kalang kabut menuruti permintaanku." jawab Raisha.


" Haha berarti anak lo nanti seperti bapaknya, pasti bakal rame banget rumah lo Rei."


" Hehe, harus simpan stok kesabaran mulai dari sekarang." jawab Raisha.


" Memang bisa, sabar di stok." Vina gedek mendengar jawaban Raisha.


" Hehe, barangkali ada yang jual." jawab Raisha asal. " Kantin yuk aku kangen masakan bu kantin!" ajak Raisha.


Mereka ke kantin dan Raisha memesan beberapa nemu makanan, ada siomay, bakso dan ketoprak. Membuat Vina keheranan.


" Bantuin bawa dong!" pinta Raisha


" Lo pesen semua ini Rei, bakalan habis?" heran Vina.


"Ini sih sedikit Vin, malu kalau banyak banyak, biasanya lebih banyak lagi, maklumlah yang ikut makan 3, untung saja mereka tidak rewel dan muntah muntah, cuma tidak mau makan nasi saja." Jawab Raisha.

__ADS_1


Vina akhirnya faham kenapa porsi makan Raisha jadi banyak.


Akhirnya mereka makan bersama, dan Vina membatalkan makan siang di luar bersama Andra, karena menemani sohibnya yang satu itu.


Andra datang menghampiri mereka dan ikut bergabung, awalnya dia juga heran dengan menu di depan Mereka, tapi akhirnya dia mengerti karena di jelaskan oleh Vina.


" Halo sayang," Andra mengecup puncak kepala Vina yang tertutup hijab lalu duduk dan menyapa Raisha.


" Siang dr Raisha, apa kabar?" sapa Andra.


" Siang Dok, kabar baik, dokter Andra sendiri?" balas Raisha.


" Baik juga." Jawab Andra.


"Selamat ya, akhirnya kalian sudah jadian, dan akan bertunangan."Raisha mengucapkan selamat pada Andra.


"Terima masih dok, dan dateng ya nanti malam minggu di acara tunangan kami! " pinta Andra.


" Insyaallah, kami akan datang, diakan sahabat dan saudara saya, maba mungkin melewatkan acara bahagianya. Ayo dr Andra, makan." Kata Raisha.


Andra melirik Vina.


" Dan ini ?" heran Andra.


" Ini semua makanan Raisha." Jawab Vina


" Maaf ya Dr Andra, makan saya banyak, maklum calon bayi saya ada 3 kalau cuma 1 tidak akan kenyang." jawab Raisha cengengesan.


Andra yang sudah faham segera berlalu untuk memesan makanannya sendiri. dan kembali lagi kesana.


Vina sudah kenyang sendiri melihat cara makan Raisha.


"Untung istri Sultan, kalau tidak mungkin Viral." Bisik Vina.


" Biarin, buat apa dengar omongan orang, daripada kelaparan merekanya." Jawab Raisha.

__ADS_1


" Bener juga ya, ah ayo kita habiskan."


" Iya dr Raisha benar jangan peduli omongan orang, mereka hanya bisa menilai tidak merasakan." Andra menambahkan.


" Tak doakan kuwalat kamu, segera hamil dan makan kami sepertiku Vin." Balas Raisha.


"Iya deh ampun, jadi penasaran deh bagaimana rasanya hamil, apalagi kembar 3 seperti lo Rei, gue juga tidak bisa membayangkannya." kata Vins.


" Awalnya juga Vin, tapi ya di jalani saja, pasti bisa, yang penting ada suami yang siap siaga, pada masa masa ini, lihat hamil 1 bulan saja sudah seperti 3 bulan, apalagi nanti kalau sudah 9 bulan ya" Ucap Raisha sambil terkekeh.


Mereka menyelesaikan makan siangnya, Vina dan Andra kembali bekerja, sementara Raisha pulang.


Tapi dia mampir dulu di supermarket untuk belanja beberapa bahan, di temani oleh Doni.


Di sana dia bertemu dengan Ratu dan Salman yang belanja juga.


" Hai, dr Ratu, dr Salman." Sapa Raisha.


"Hai dr Raisha, apa kabar, terima kasih ya sudah membebaskan mas Salman dan memberi pekerjaan di sana." ucap Ratu.


" Jangan berterima kasih, aku tidak tahu kalau dr Salman di tahan Mas Rendra, bahkan mencabut gelar dr Spesialisnya, dan maaf harus bekerja bersama binatang binatang itu dr Salman." Raisha dengan tulus meminta maaf.


" Tidak apa apa Rei, lama lama aku terbiasa dan menyukai pekerjaan baruku, berkat tuan Rendra aku akhirnya sadar dan terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya." kata Salman dengan tulus.


"Tidak apa apa yang berlalu biarlah berlalu, memang ini sudah menjadi takdir kita, dan kita tata masa depan kita." jawab Raisha.


",Sendirian saja mana tuan Rendra?" tanya Ratu.


"Tadi aku dari rumah sakit dan mampir kesini, ada Doni yang menemaniku." Raisha menunjuk ke arah Doni yang mendorong troli belanja Raisha.


Akhirnya mereka belanja bersama sambil mengobrol, tiba tiba Rendra juga sudah ada di sana saja bersama James, mereka baru saja meeting di luar dan melihat mobil Raisha, jadi Rendra memutuskan untuk mampir ke supermarket itu mencari Raisha.


"Halo sayang." Rendra mengecup Dahi Raisha.


"Lho kok tahu aku disini?" heran Raisha.

__ADS_1


"Tadi baru meeting di mall depan situ dan melihat mobil kamu di depan, jadi aku cari saja." jawab Rendra.


Rendra dan Salman berbincang mengenai binatang peliharaan Rendra sementara Ratu dan Raisha meneruskan belanjanya.


__ADS_2