
Malam itu setelah sampai di rumah Kaki Raisha terasa berat, dia tidak bisa tidur, dia mencari beberapa bantal di almari menatanya di kasur Raisha menggunakan bantal bantal itu untuk tumpuan kakinya supaya lebih tinggi dari tubuhnya, untuk mencegah pembengkakan.
"Sayang untuk apa bantal bantal itu, aku tidak bisa memeluk kalian dong." Kata Rendra.
"untuk mengangkat kakiku supaya lebih tinggi dan tidak bengkak mas, rasanya berat dan ngilu, capek banget ternyata jalan jalan tadi. " Kata Raisha. Dia juga membawa oliv oil untuk mengurut kakinya.
"Sini, biar mas yang oleskan dan pijitin kamu, ini kan ulah mas tadi, mengajak kamu yang menggendong ketiga anak kita jalan sejauh itu." Rendra meminta oliv oil tersebut dan mulai mengoleskan ke seluruh kaki Raisha, dan mulai memijatnya dengan lembut.
"Sayang sayangku tidur ya, mama juga rebahan dulu, biar papa yang siaga. memijit kalian." Rendra meminta Raisha untuk rebahan dan dia melanjutkan memijatnya.
Tak berselang waktu lama, Raisha sudah terbawa ke alam mimpi, sementara Rendra harus menahan hasratnya, tidak mau menyakiti istrinya yang sudah kecapean mengikutinya.
Setelah Raisha tidur, Rendra menghentikan aksi memijatnya, menyelimuti tubuh Raisha sampai batas dada, dia mengecup dahi Raisha lalu menuju ke toilet untuk menyalurkan hasrat terpendamnya.
"Lo sih Jun, sudah bangun saja, dinginkan." Rendra berbicara sendiri dengan Junior.
Rendra lalu menyusul Raisha ke alam mimpi sambil memeluknya dengan posesif
Pagi yang cerah menyambut pasangan itu. Raisha sudah sibuk dengan pekerjaan dapurnya, dia memang yang memasak untuk Rendra dan dirinya, katanya sambil olah raga, tapi kalau masak porsi banyak, tetap koki rumah yang memasaknya.
"Mas maaf pagi ini cuma masak sup burung walet, koki di rumah kayaknya belum pulang dari kampung, di kulkas persediaan makan kita juga menipis, plus segelas susu." Raisha menyodorkan sup tersebut di hadapan Rendra.
"Aku tidak apa apa, karena tidak terbiasa sarapan dengan makanan berat." tapi kalian bagaimana dengan kalian?" Tanya Rendra.
"Lihat mangkuk Rei mas, 3 kali lipat dari punya mas Ren, bulan depan pasti sudah bulat ini badan Rei." kata Raisha mengingat porsi dan nafsu makannya yang meningkat drastis.
"Tidak apa apa sayang, sebesar apapun badanmu karena mengandung, akan menambah kecantikan kamu, aku akan selalu cinta, ini tidak seberapa di banding perjuangan kamu demi mengandung mereka." Jawab Rendra.
__ADS_1
"Ih so sweet, aku selalu meleleh mendengar rayuan kamu mas." Jawab Raisha.
"Tidak sayang, ini kenyataan, kecantikan ibu hamil akan bertambah 10 kali lipat dari pada seorang istri yang tidak mau hamil kerena karir atau takut badannya melar." Jawab Rendra dengan jujur.
Mereka menyelesaikan sarapannya dan berangkat ke tempat kerja masing masing. Tapi Rendra melarang Raisha untuk menyetir sendirian, akan ada sopir yang Akan mengantar kemanapun dia pergi sekaligus menjadi bodyguard Raisha.
Doni membukakan pintu untuk Raisha, sementara Dani yang akan menjadi Sopir Rendra, kenapa buka. james dan Rocky. Kedua tangan kanan Rendra itu sudah mendapat tugas masing masing yang tidak kalah penting dari dia sendiri.
Doni mengantarkan Raisha dengan selamat sampai di rumah sakit. Doni juga yang membawakan tas kerja Raisha, itu semua perintah dari Narendra dia tidak mau istrinya keberatan nantinya.
"Maaf ya Don, saya akan selalu merepotkan kamu nanti." Ucap Raisha yang tidak enak hati.
"Tidak apa apa nyonya, ini juga demi kebaikan nyonya sendiri."
Mereka masuk ke dalam dan seperti biasa Raisha selalu menyapa siapa saja yang dia temui, sampai akhirnya dia melihat Vina dan siska.
"Assalamualaikum bestie." Sapa Raisha pada mereka. Bukannya menjawab salam Raisha Vina malah berteriak dan memeluk sahabatnya itu dengan erat.
"Bukannya menjawab salam ini malah teriak teriak." Ucap Vina sambil membalas pelukan Vina.
"Waalaikumsalam, maaf lupa habisnya aku seneng banget bisa melihat kamu selamat dan baik baik saja." Tidak cuma itu Vina juga mencubit pipi Raisha yang sudah mulai chubby.
"Ih gemes, sekarang nyonya bos tambah seksi, padat dan berisi." Ucap Vina.
"Sakit tahu." Raisha mengelus pipinya yang mulai merah.
"Rei, apa kabar, kamu makin chubby saja setelah beberapa waktu yang lalu cuti." Siska tidak tahu kalau Raisha di culik, dia fikir Vina cuma menggoda Raisha saja.
__ADS_1
" Iya ya, pasti tambah gendut kan, hehe di rumah tidak ada kegiatan jadi, cuma makan, tidur dan nonton TV." Jawab Raisha.
" Tidak apa apa beb, maklumlah bumil tapi lucu kok pipinya makin chubby dan menggemaskan, kira kira keponakan gue cewek apa cowok ya." Goda Vina.
" Lo hamil Rei, pantesan Tuan Rendra posesif banget, tidak mengijinkan lo kerja, tapi ada angin apa sampai bisa diijinkan keluar?" Siska menyela pertanyaan Vina.
" Hehe, angin laut mungkin, dan doakan cewek dan cowok ya." Raisha menjawab pertanyaan Vina.
" Cewek, cowok, twins dong, wah gen kembarnya babang Ren, menurun ke kamu rupanya." Kata Vina antusias.
" Bukan twins lagi Vin, triple malahan, di sini ada 3 Rendra junior, mana kelakuannya juga seperti bapaknya pula." Mereka berjalan di koridor rumah sakit sambil mengobrol bareng.
" wah, berarti ada 3 junior Narendra dong, keren Rei, boleh dong daftar 1 saja untuk anak gue kelak." ucap Siska.
" Haha, gue juga dong, mau banget punya besan ganteng, pasti anak kalian akan ganteng dan cantik." imbuh Vina.
" Nikah dulu sana, baru bicara anak, ntar anakku nunggunya kelamaan lho kalau kalian tidak nikah nikah." jawab Raisha.
" Siapa bilang, gue dua bulan lagi mau married dengan dr Azis, dan sahabat lo itu sudah jadian dengan dr Andra." bisik Siska.
"What, ih selamat ya bestie, akhirnya sudah tidak jomblo lagi, jadi terhura deh." ucap Raisha ikut senang.
"Vin kamu punya hutang penjelasan soal ini." Raisha masih akan mengorek keterangan dari Vina soal hubungannya dengan Dr Andra.
Vina jadi malu pada Raisha, Dr Andra kan pernah menembak Raisha tapi di tolak tapi sekarang menembak Vina.
" Mau tahu tidak, kalau cara dr Andra nembak Vina tidak kalah romantis dan viral seperti tuan Rendra lho." cerita Siska.
__ADS_1
"Oh ya jadi penasaran nih, ceritakan dong!" Kepo Raisha soal jadiannya Vina dan Andra.
"Awalnya Dr Andra mau bunuh diri , dan ingin meloncat dari rooftop, Dan panik dong dia mendengar dr Andra mau bunuh diri, tapi setelah sampai di atas ditambah beberapa drama, akhirnya dr Andra melamar Vina, ntar gue kirim Vidio jadiannya mereka." Siska menceritakan secara garis besar proses Andra menembak Vina.