MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 77


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Dina bertunangan, semua diundang, mama, papa, James dan juga Rocky juga ikut, karena pesta tersebut diadakan di salah satu hotel milik Rendra.


Semua dokter dan staf karyawan RS juga di undang.


"Mas, bagus tidak bajuku?" tanya Raisha.


"Bagus sayang, apapun yang kamu pakai, istriku akan tetap cantik, apalagi kalau tidak memakai baju." Jawaban Rendra yang asal.


Raisha memelototi Rendra dengan Gemes.


Rendra cuma nyengir melihat itu.


" Cantik kok, banget malahan, besok kita beli pakaian yang muat ya, mas yang akan mengantarkan nyonya tercinta belanja, tapi yang ini pas dan cantik." Jawab Rendra jujur.


" Oh ya." Raisha mendekati Rendra dan mengalungkan tangannya di leher Rendra.


" Sayang, jangan membangunkan yang sedang tidur, bisa bahaya, atau kita berpesta sendiri saja, itu lebih baik malahan." goda Rendra.


"Vina sahabatku mas, tidak mungkin aku tidak datang, dia bahkan sudah seperti saudara buat Rei." Lalu Raisha mengecup pipi Rendra dan dia meneruskan bersiapnya.


"Rendra tersenyum melihat Istrinya ini, biasanya seorang wanita, istri sultan akan sering belanja, bahkan barang barang branded, kalau Raisha malah sebaliknya, bajunya sudah banyak yang tidak muat, dia masih saja belum memborong, bahkan menunggu ijin suami.


"Alhamdulillah ya Allah, dia memang bidadari tanpa sayap yang kau kirimkan untukku, dia bahkan tidak lelah mengingatkan aku jika aku salah." Rendra melihat Raisha yang masih sibuk memakai hijabnya. Rendra terus memperhatikannya dengan intens.


" Mas ayo!" ajak Raisha. barulah Rendra sadar dari lamunannya.


" Eh ayo." Dia berdiri dan menggenggam tangan Raisha dengan lembut lalu menuntunnya ke luar.

__ADS_1


" Sayang bagaimana kalau kita beli mansion saja, anak pertama kita saja 3 belum yang ke dua, ke tiga, rumah ini tidak akan cukup untuk kita semua." Rendra mengusulkan untuk membeli mansion pada Raisha.


" Tidak mas, aku tidak setuju, rumah segede ini di bilang kecil, lebih baik kita renovasi saja rumah ini dari pada membeli mansion mewah, rumah ini penuh dengan kenangan. Tempat dimana aku datang kemari sebagai istri, tempat dimana aku pernah merawat tuan muda yang manja dan narsis, tempat kita pertama kalinya menyatukan cinta kita, aku tidak mau pindah dari sini." Jawab Raisha tegas.


Rendra menciumnya bahkan menitikkan air matanya, Raisha benar, rumah ini adalah surganya, jangan melihat dari kemewahan sebuah rumah itu tapi makna dari semua itu.


"Mas, kamu menangis?" Raisha menoleh ke arah Rendra dan melihat pria itu menangis. Rendra langsung memeluk bumil itu dengan erat, dia tidak peduli dengan dirinya yang menangis atau dilihat orang lain, saat ini dia sangat terharu dan merasa bahagia atas pengorbanan sang istri yang sudah sabar dan ikhlas merawat dia sampai sembuh dan setia mendampinginya. Raisha membalas dan mengelus punggung Rendra dengan lembut.


"Kamu benar sayang, rumah ini tidak akan pernah tergantikan walaupun 10 kali lebih mewah dan indah, di rumah ini kenangan dan kehidupan di mulai, kita memulai dari sini dan disinilah manti kita berakhir, dengan kembali kepada Allah, maafkan aku kalau mengajakmu pindah, kita tidak akan pindah kemana mana, kita akan menambah kenangan kenangan itu bersama anak anak kelak." Ucap Rendra, pemuda itu mengusap air matanya, dia menangkup kedua pipi Raisha dan mencium dahi Raisha sangat lama, barulah mereka masuk kedalam mobil, Kejadian tadi tak luput dari pandangan James dan Rocky, mereka ikut terharu dengan kisah majikannya itu, sampai sampai ikut berpelukan.


"Heh, kenapa kalian, gay ya." Goda Rendra.


Kedua pemuda itu langsung melepas pelukannya dan saling membuang muka


" Hehh."


"Kami terharu dengan kisah bos berdua, semoga bos selalu di lindungi Allah, dan tidak ada lagi Romeo ataupun Vero yang lain." Kata James mewakili dirinya dan Rocky.


"Terima kasih atas dukungan kalian, dan lihat ternyata bos kalian yang paling ganteng dan narsis ini, ternyata cengeng ya."sindir Raisha.


"Biarin, aku kan cengengnya cuma sama kamu saja." Jawab Rendra tak mau kalah. Rocky segera menjalankan mobil itu dengan kecepatan sedang, mereka berempat tidak seperti bos dan anak buahnya tapi malah seperti saudara, dan Raisha sudah seperti seorang ibu yang menengahi anaknya kalau sedang berdebat.


"Buk tolong, ayah nakal buk." James malah memanggil Raisha dengan buk dan Rendra dengan ayah.


"Enak saja kapan gue kawin dengan ibuk lo." Sewot Rendra.


"Ingat umur, kalian bertiga sudah seperti anak SMA yang berebut mainan saja." Kata Raisha dengan kesal.

__ADS_1


"Hahaha."Mereka bertiga tertawa ngakak dan Raisha mempunyai ide untuk mengerjai ketiga pemuda somplak itu.


"Awas ya kalian, lihat saja di pesta Vina nanti." batin Raisha


Mobil terus melaju dan ada saja aksi dari ketiganya, nanti yang satu diam yang satu lagi ada ide yang muncul, hingga akhirnya mereka sampai di hotel family hotel, hotel ini Rendra yang membangunnya, dia ingin menciptakan sebuah hotel dengan nuansa keluarga, di hotel itu sangat lengkap ada kamar pengantin, ada kamar keluarga, bahkan dilengkapi dengan permainan dan menu keluarga juga, makanan di hotel ini ada tiga variasi ada menu khas masakan rumah, ada juga menu nusantara, dan menu internasional .


Rendra menyewakan ballroom hotel itu pada Vina dengan tarif 0 rupiah, jadi gratis. Mereka hanya membayar untuk makanan saja, mulai dari tempat, makanan, dekorasi serta hiburan gratis.


Mobil Rendra parkir di tempat VVIP khusus parkir pemilik hotel.


Mereka juga di sambut baik oleh pemilik pesta, serta orang tua Vina.


"Raisha." panggil Fani ibu dari Vina.


"Ibu." Raisha menghambur ke pelukan Fani, mereka saling melepas rindu, lama tidak bertemu.


"Kamu semakin cantik saja sayang, katanya sudah menikah, mana suamimu?" Tanya Fani. wanita paruh baya itu bingung karena ada 3 pria tampan yang hadir bersama Raisha tadi.


" Ini suami Rei, namanya Narendra." Raisha memperkenalkan Rendra pada Fani ibu Vina dan pak budi Ayah Vina, mereka langsung akrab karena memang Rendra yang mudah bergaul dan have fun pada siapapun.


"Suamimu ganteng sekali nak, ini mah jauh dari Salman itu." Jawab Fani keceplosan.


"Terima kasih bu, memang saya ganteng lho bu pakai banget, jadi anak ibu ini sangat beruntung punya suami saya sudah ganteng, baik dan tidak sombong." Jawab Rendra dengan santainya.


",Haha iya betul nak, itu benar sekali, kamu juga humoris." Jawab Pak Budi.


Raisha hanya tersenyum menanggapi semuanya, dia sudah terbiasa mendengar semua itu, dan untung yang di katakan nya itu benar adanya.

__ADS_1


__ADS_2