
Mereka sampai di Jakarta jam 8 malam, Rendra mengajak istrinya makan malam di luar, selama menikah dengan Raisha, belum pernah mereka makan di luar, malam ini Rendra ingin mewujudkan impiannya, menjadi manusia normal pada umumnya.
"Sayang kamu capek tidak?" tanya Remdra memastikan.
" Tidak mas, kenapa memangnya?" heran Raisha.
"Lapar tidak?" tanya Rendra lagi.
"Kalau lapar itu banget mas, makanan di pesawat tidak membuat anakmu kenyang." jawab Raisha santai.
"Bagaimana kalau kita jalan jalan di pasar malam, aku ingin sekali menikmati jajanan kaki lima yang Viral di youtube." Jawab Rendra.
"Mau banget mas, waktu di pulau aku pengen banget makan kerak telor, siomay, tidak ada yang keturutan, Ayo mas aku nadi tidak sabar lagi menikmati semua itu." jawab Raisha antusias. matanya berbinar seperti akan di belikan berlian saja, tapi tidak untuk Raisha dia hanya menyimpannya saja kalau Remdra memberikan barang barang yang mewah.
" Lets go beb, Dan kita ke menteng ke pasar kuliner malam ya!" perintah Rendra ke Dani.
"Siap Bos, kalau perlu bos buat konten kuliner saja supaya cepat terkenal." ide Dani pada bosnya.
"Ide bagus itu, sayang suamimu ini bakalan jadi top di youtube, boleh nggak?" Rendra minta ijin, pengen tahu apa jawaban Raisha.
"Tidak, Aku tidak mau suamiku terlalu sibuk dengan pekerjaannya, mulai dari Kerja kantoran, trus di tambah lagi menjadi youtuber, no mas, kapan waktu untuk keluarganya, semua yang kita miliki saat ini sudah lebih dari cukup." Jawab Raisha yang langsung menolak permintaan Raisha hari ini.
"Siap nyonya, denger Dan, kalian saja sana yang buat konten, kalian boleh kok menambah uang jajan dengan mencari kerja sambilan, bilang pada anak anak di markas, kalian boleh mengambil pekerjaan sampingan yang kalian senangi, untuk mengisi waktu luang." Ucap Rendra.
"Siap tuan, ide tuan sangat brilian." Ye, ya jelas dong, selain ganteng, bos kalian ini baiknya juga tidak ada duanya." jawab Rendra narsis. Tiba tiba pinggangnya sakit karena di cubit Raisha.
"Auuuh, ada semut betina menggigit."kara Rendra.
"Makanya jangan sombong." jawab Raisha cemberut.
"Jangan cemberut begitu, jadi pengen tak makan itu." Kata Rendra sambil mendekatkan kepalanya ke arah Raisha.
Raisha menoleh ke arah luar, dia malu pada Dani yang menjadi sopir mereka saat ini.
__ADS_1
"Hahaha, nyonya malu Dan, kalau hue suruh lo berhenti nabrak dong ya sudah lah, ngalah gue." Akhirnya Rendra diam, dia menarik kepala Raisha dan meletakkan di bahunya.
"Sayang, Alhamdulillah orang orang yang selalu mengincar keselamatan kita sudah hanis semua, kamu boleh me rumah sakit lagi tapi tidak boleh kecapekan, hanya setengah hari dan tidak boleh menangani operasi, kamu sedang hamil terkadang melihat hal hal yang berbau darah wanita hamil akan mual, jadi sementara jangan, oke." Rendra mengijinkan Raisha kembali ke rumah sakit, dia tidak mau terlalu posesif dan mengurungnya di rumah saja.
"Terima kasih mas, aku janji akan berhati hati dan mengambil pekerjaan yang ringan ringan saja, seperti konsultan operasi." jawab Raisha bersemangat.
"Aku akan mengatur semuanya besok dengan Steven." jawab Rendra.
Raisha mencium pipi Rendra dengan gemes.
"Sayang, ada yang bangun ini, kamu harus tanggung jawab." goda Rendra.
"Dani tolong." Raisha mengelak. Dan untung mereka sampai di tempat yang penuh dengan jajanan kaki lima, jajanan merakyat, enak dan ramah di kantong.
Rendra memang seperti ibunya yamg tidak akan mempermasalahkan dimana dia makan, yang penting enak dan perutnya bisa menerima.
"Dan, ambilkan kami uang dua setengah juta, di Atm itu nanti yang 1 juta kamu ambil untuk kalian bertiga, jajan sisanya berikan padaku!" perintah Rendra.
Saat ini dia masih memakai kaos oblong dan celana kolornya jad lebih santai serta memakai sebuah topi.
Mereka menunggu Dani ke Atm, sementara Doni dan Jodi menemani kedua majikannya.
" Oke kalian berdua boleh jajan sepuasnya, aku mau pacaran dengan istriku, tapi ingat jangan jauh jauh mainnya!" Rendra mengingatkan mereka.
"Siap Bos." jawab Ketiganya serempak.
Rendra mengajak Raisha menelusuri penjual Penjual tersebut dan mulai membeli di setiap makanan yang terlihat enak.
" Malam ini bakalan kekenyangan mas, kalau kita beli semuanya." Kata Raisha.
"Belinya jangan banyak banyak, kita beli sebungkus sebungkus saja, lalu di makan bersama, supaya di kira pacaran, hehehe."
Raisha hanya mengiyakan ide Rendra karena sepertinya si kembar tiga juga menerima asupan makanan tersebut.
__ADS_1
" Suit suit." Rendra bersiul menggoda cewek seksi yang melewati mereka.
Seperti saat ini dia bersiul di depan dua perempuan yang berpenampilan seksi, dua gadis itu langsung menoleh ke arah Rendra, karena masih asyik memperhatikan cowok ganteng itu, dua hadis itu tersungkur akibat menabrak tong sampah di dekat stan crepes.
"Hahaa, seksi seksi juling, makan tu tong sampah." ledek Rendra.
"Ya Allah mas, ank sudah mau tiga kelakuan masih seperti ABG saja." Sindir Raisha.
"Tidak apa apa sayang, itu akan membuatku awet muda, mana ada yang tahu kalau umurku sudah 27, paling di kira 20 ." Jawab nyleneh Rendra.
Raisha hanya memutar bola matanya dengan jengah.
"Jangan cemburu dong sayang, meski begini alu tipe suami setia, lihatlah di dadaku hanya terukir satu nama di sana, Raisha . Dokter Raisha putri Cahyani." Rendra mengatakan kalau dia setia dan hanya menggoda mereka saja.
"udah, yuk kita beli kerak telor di bapak itu, penasaran dengan rasanya, selama di jakarta belum sempat membelinya." Raisha menggandeng tangan Rendra untuk mengantri kerak telor.
" Yah antriannya banyak sekali." keluh Raisha.
" Tenang beb, kamu tunggu di sini ya biar babang ganteng ini yang mengantri." Rendra meminta Raisha menunggu di pinggir, dan Rendra yang Antri.
Rendra menipu ibu ibu dan pembeli lainnya dengan tampang yang manis.
" Bu, mbak maaf bolehkah saya antri duluan, itu di tepi itu adalah istri saya, dia hamil kembar 3 dan ngidam kerak telor dari tadi dia nangis karena ngidam kerak telor dan setelah. berputar putar barulah disini kami mendapatkannya, lihat itu kakinya sampai bengkak karena tidak mau menunggu saja di rumah." Ucap Rendra.
"Rumahnya di mana?" tanya seorang ibu ibu.
"Jauh dari yogyakarta ,datang kemari demi makanan ini." kata Rendra dengan nada sedih dan melas.
Ibu ibu yang berada di paling depan memanggil Rendra.
"Nak bagus, ibu juga asalnya dari Jogyakarta, itu pesanan ibu sudah hampir jadi, kamu ambil dulu saja, kasihan istri kamu hamil dan kamu ajak keliling." ucap ibu ibu tadi.
" Terima kasih bu, semoga rezeki ibu lancar dan bisa dapat menantu. yang ganteng seperti diriku." Kata Rendra Dengan lembut.
__ADS_1
"Aamiin, semoga nak, saat ini anak perawan ibu memang mencari jodoh, semoga saja terwujud." jawab Ibu itu