MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 71


__ADS_3

Raisha mengucek matanya perlahan , tidak percaya dengan penglihatannya.


" Ya Allah aku sedang bermimpi, suamiku ada di sini, di hadapanku dan akan menjemput ku, mas Ren, kapan kamu datang menjemput kami, aku kangen hik hik."


Kembali air matanya jatuh, dia mengira kalau Rendra hanyalah halusinasi saja.


"Sayang, ini nyata, aku datang jemput kalian dan kita akan pulang, semua sudah berakhir, kita menang sayang.


Rendra menyentuh pipi Raisha dengan kedua tangannya dan menghapus air mata itu dengan kedua tangan lembutnya.


"Mas Ren, ini benar benar kamu mas, kamu benar datang." Raisha langsung menghambur ke pelukan Pemuda yang sangat dia cintai itu dada bidang yang begitu nyata, Raisha menumpahkan segalanya di dada bidang tersebut.


"Maafkan aku, aku tidak seharusnya keluar rumah waktu itu, hik hik."


Rendra mengangkat tubuh Raisha di kasur, dia tidak mau mereka kedinginan karena duduk di lantai.


"Kamu tidak salah sayang, aku yang terlalu posesif sehingga membuat istri dan anak anakku bosan." Jawab Rendra.


Raisha menggelengkan kepalanya.


"Enggak, mas tidak salah, ini semua mas lakukan demi keselamatan kami, aku saja yang ngeyel." Ucap Raisha penuh penyesalan.


"Benarkah, kalau perlu kamu harus di hukum." ucap Rendra tersenyum licik.


"Aku siap menerima hukuman dari kamu apapun itu, asalkan bawa aku bersamamu." jawab Raisha.


" Bener?" Rendra memastikan. Raisha Mengangguk pasrah.

__ADS_1


Rendra mendekatkan wajahnya ke arah Rei, semakin dekat dan dekat. Rendra yang sudah merindukan manis bibir itu segera menyesapnya seperti permen. Mereka akhirnya bermain yang panas panas.


"Mas ini tempat orang, bagaimana kalau kamu di tangkap nanti?' Raisha melepaskan tautan bibir mereka.


"Jangan khawatir mulai sekarang pulau ini adalah milik kita, Raja, Vero dan semua antek anteknya sudah di musnahkan, sekarang kamu harus terima hukumanku." Rendra meneruskan kegiatannya dan mereka melakukan itu di pagi buta di pulau pengasingan.


"Kita akan berbulan madu disini, ah Rei, kamu sangat nikmat sayangku." Pagi buta yang penuh dengan peluh dan nyanyian merdu di dalam kamar tersebut.


"Mas, ah."


"Terus sayang suara merdumu, sangat aku rindukan."


"Pelan mas, nanti menyakiti anak kita." Raisha mengingatkan Rendra yang terlalu bersemangat memacu pinggulnya itu.


"Maaf sayang, mas terlalu semangat." Akhirnya Rendra mengurangi kekuatannya dan bermain lembut, membuat Raisha sangat nyaman dan melayang.


Mereka menuntaskannya saat subuh datang, Raisha melihat jam yang ada di dinding, disana tidak ada adzan jadi hanya menggunakan jam untuk menentukan waktu sholat.


Rendra segera menggendong Raisha ke kamar mandi, tidak ada ronde kedua.


Mereka tersenyum lega akhirnya semua masalah hasil dari balas dendam seseorang.


"Sayang, akhirnya kita bisa hidup normal seperti orang lain, mas juga capek setiap hari harus ekstra waspada dan berhati hati pada semua orang, takut itu mata mata atau apalah."Ucap Rendra sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Raisha.


"Hati hati itu perlu mas, dan tetaplah menjadi Narendra yang lucu dan tegas seperti biasanya." ucap Raisha sambil mengelus kepala pemuda tampan itu.


Pintu kamar mereka di ketok dari luar.

__ADS_1


"Tuan, mereka semua sudah di kumpulkan, apa yang harus kami lakukan?" ucap Anak buah Rendra dari luar.


"Tunggu di sana!" jawab Rendra.


"Sayang ayo kita keluar dan seluruh penjaga sudah ditangkap, apa yang harus kita lakukan untuk mereka.!" ajak Rendra


" Mereka sebenarnya orang yang baik, mungkin memang salah memilih saja, lebih baik kita bebaskan mereka, atau kita buka saja pulau ini untuk umum, bisa sebagai tempat wisata, lihatlah pemandangannya cukup bagus, hilangkan semua ranjau dan jebakan yang di pasang disini, dan berikan akses komunikasi yang bagus sehingga mereka bisa berkomunikasi dengan baik dengan dunia luar, satu lagi bagi para penjaga itu, jika mereka nyaman tinggal disini, biarkan saja, beri pekerjaan mereka untuk mengembangkan pulau ini dengan baik, siapa tahu akan menjadi tempat wisata yang populer." Raisha memberi saran supaya membebaskan para penjaga pulau dan memberi mereka pekerjaan disana.


"Good sayang, aku suka dengan ide kamu, jadi kita buat orang orang itu memiliki pekerjaan disini dan tidak berhubungan lagi dengan dunia hitam, mereka yang lebih tahu pulau ini, jadi pasti kan cepat berkembang." Rendra setuju usul dari Raisha lalu mereka sama sama keluar Villa menemui para penjaga yang sudah di tangkap dan di kumpulkan semua, termasuk bu Dora.


" Bu Dora, kenapa di sana, sini bu!" Raisha memanggil Dora kedepan, kini dia bisa melihat muka suami Raisha yang asli karena tadi pagi dia memakai topeng berwajah Raja.


"Bu, ini mas Rendra suami Raisha, dia datang dan akan membawa Rei pulang." Raisha mengenalkan Dora dengan Rendra.


"Wah, ternyata suami nak Rei sangat tampan, pantas saja nak Rei selalu membicarakannya." Bisik Dora.


Rendra Cuma tersenyum Tipis.


"pagi semuanya, perkenalkan saya Narendra ibrahim, saya suami dari Raisha, perempuan yang sudah dua hari ini membuat kalian susah dan pusing, sebagai suaminya saya minta maaf, maklumlah dia sedang hamil anak saya, ada 3 di dalamnya, hebat kan saya." Rendra mulai kumat deh.


Mereka berbisik bisik, kemaren mengira kalau wanita itu hamil anak Raja, dan benar calon istri Raja, ternyata bukan.


"Saya tahu kalian semua pasti.bingung bagaimana bisa saya sampai disini, yang pasti Organisasi Red wolf sekarang sudah tidak ada lagi di dunia ini, tadi saya berunding dengan istri saya mengenai nasib kalian semua, kami sepakat kalau kami akan memberi kebebasan kalian semua untuk memilih, kembali pada keluarga kalian atau tetap tinggal di sini, kalau kalian memilih tetap tinggal di sini, maka tempat ini akan di buka untuk umum, dan di dikomersilkan, kalian bisa mengembangkan tempat ini sebagus mungkin seperti menambah Villa, menyediakan fasilitas yang ada dan sebagainya, nanti saya yang akan membiayai semuanya, kami juga akan memasang sinyal komunikasi, alat transportasi Dan semuanya." Kata Rendra.


Mereka bertepuk tangan dan memutuskan untuk tetap tinggal dan mengembangkan pulau tersebut menjadi surga dunia.


"Bagaimana dengan Ranjau ranjau itu tuan?" tanya salah satu dari mereka, karena masih ada masalah itu.

__ADS_1


"Tenang kami akan mengirim tim untuk menjinakkan dan menghilangkan semua Ranjau serta jebakan tersebut dari sini, jadi kalian bebas keluar masuk ke pulau ini." Jawab Rendra.


"Ye akhirnya kita bebaaas." Mereka bersuka ria menyambut kebebasan yang sudah di depan mata.


__ADS_2