
Istri dan beberapa pasien segera meminta pemuda tadi untuk tenang dan duduk kembali.
"Memangnya siapa mereka diperlakukan istimewa seperti itu, saya juga punya uang jik harus membayar lebih." ucap pemuda dengan sombong. Dia tidak tahu saja pasangan suami istri yang berpenampilan sederhana tadi adalah pemilik rumah sakit tersebut. Rendra memang hanya memakai kemeja biru biasa, dan meninggalkan jas mewahnya di mobil.
" Mas sudahlah, mungkin mereka memang ada yang darurat, kamu tidak lihat tadi, tuan itu tadi bahkan dengan mudahnya meminta jadwal operasi ibu hamil yang tadi, dan suster tadi juga begitu patuh padanya." kata sang istri.
" Istri anda benar tuan, itu tadi tuan Narendra pemilik rumah sakit ini dan wanita hamil besar tadi adalah istrinya, dr Raisha dia dokter bedah terbaik disini, mau anda punya uang berapapun untuk duluan, mereka pasti akan memprioritaskan Tuan Rendra dan istrinya." jawab salah satu pasien yang sudah tahu mereka.
Pemuda tadi langsung duduk anteng sambil menelan salivanya kasar.
Di dalam ruangan Raisha segera di periksa seorang suster mengoleskan gel di perutnya.
" Ada keluhan? tanya Dr Mila.
" Sudah 3 hari ini pipis terus, bahkan dalam sehari bisa sampai 20 kali lebih, dan pinggangnya sakit sekali." Jawab Raisha.
Dr Mila segera menggerak gerakkan transducer itu di perut besar Raisha.
Dr mila mengerutkan Alisnya saat memperhatikan monitor di depan.
" Tuan, nyonya, bayi kalian normal, tapi air ketuban yang melindungi mereka sudah berkurang sangat banyak, jadi kita harus melahirkannya segera, saya takut air tersebut akan mengering dan berbahaya untuk triple." Ucap Dr Mila.
" Bukannya usianya baru 7 bulan dok, apa tidak bahaya?" tanya Raisha.
" Akan lebih berbahaya kalau kita tunggu umurnya, jumlah air ketuban yang melindungi mereka akan terus berkurang dan kering." jawab Dr Mila.
__ADS_1
" Saya ikut saran dokter saja, bagaimana mas?" Raisha meminta pendapat Rendra.
" Lakukan yang terbaik untuk mereka semua, saya tidak mau terjadi apa apa pada anak dan istri saya." Jawab Rendra.
" Baik tuan ,nyonya, hari ini juga kami akan melakukan operasi sesar pad nyonya Raisha, dan nyonya Raisha supaya berpuasa dulu selama 8 jam, insyaallah nanti sore kita laksanakan operasinya. Dokter Raisha siapkan tubuh dan mental, bisanya dr Raisha yang berdiri untuk melakukan operasi, sekarang giliran anda yang di operasi, sekali kali juga merasakan." goda Dr Mila.
"Dokter Mila bisa saja." jawab Raisha.
Dr Mila menelpon petugas untuk memindahkan Raisha ke ruang VVIP khusus pemilik Rumah sakit untuk menunggu Jadwal operasi. Tak lama kemudian 2 orang perawat pria masuk kedalam dan mendorong brankar tersebut ke luar ruangan dr Mila dan mengganti dengan brankar kosong lainnya.
Diluar calon pasien yang lain menyaksikan hal itu, serta pemuda tadi yang tidak mau di sela posisinya merasa sangat bersalah, iatrinya benar kerena Raisha memang dalam keadaan darurat.
Rendra menghubungi kepala pelayan untuk menyiapkan keperluan bayi dan ibunya, dia juga menghubungi orang tuanya, memberi mereka kabar kalah si kembar 3 harus di lahirkan hari ini juga.
Kimmy, Naela serta peter segera datang kesana, sementara james menggantikan pekerjaan Rendra di kantor, Rocky datang membawa koper berisi perlengkapan ibu dan bayi dari kepala pelayan.
Rendra bersikeras untuk masuk ke dalam menemani Raisha berjuang untuk melahirkan bayi mereka.
"Biarkan saya masuk, saya janji tidak aka. mengganggu pekerjaan kalian, saya cuma ingin memberi dukungan pada istri saya."Ucap Rendra.
Dr Mila mengijinkan Rendra masuk ke dalam, dia duduk di sebuah kursi di Rendra menggenggam erat jari jemari Raisha mencium dahinya dan melafalkan doa terbaik yang dia bisa demi keselamatan Istri dan ketiga anaknya. Raisha juga terus berdzikir menyebut asma Allah yang maha dari segalanya.
Operasi dilakukan dengan cermat, dua dokter obgyn lainnya juga ikut membantu Dr Mila dalam menangani operasi sesar istri dari bos mereka.
30 menit berlalu, anak pertama Rendra berhasil di lahirkan bayi pria mungil yang tampan, menangis dengan kencang Rendra menitikkan air matanya dengan deras, byk kedua juga laki laki, bayi ke tiga perempuan, semuanya sehat dan normal, cuma berat badan mereka yang kurang dan harus di taruh di inkubator. Rendra di minta untuk melafalkan adzan pada ketiga bayinya sementara Tim dokter menjahit kembali perut Raisha.
__ADS_1
Rendra memperhatikan ketiga bayinya di dalam tabung kaca, mereka sudah bisa bergerak lincah tanpa bantuan pernafasan, suster mengambil salah satu dari mereka, ini bayi pertama yang lahir, suster juga menjelaskan ciri ciri masih dari ketiganya.
Rendra mengumandangkan adzan di telinga kanan dan Iqamah di telinga kiri mereka satu persatu, tangan Rendra gemetar dan duduk di depan tabung kaca itu, memperhatikan mereka satu persatu lucu dan kecil. berat badannya belum ada 2 kg jadi harus perawatan ekstra.
Rendra melakukan sujud syukur atas karunia yang telah di terimanya dan keluar ruang operasi tersebut. di luar keluarganya menunggu dengan harap harap cemas. Rendra langsung berlari memeluk Kimmy dengan erat, dia menangis haru.
Kimmy segera membalas pelukan putranya dengan erat, perasaannya campur aduk, bingung dan cemas. Ini kali pertama Kimmy melihat Rendra menangis seperti ini, baru kali ini dia menunjukkan jiwanya yah ternyata rapuh itu, sementara Naela memeluk Peter, dia juga ikut cemas dan khawatir, James dan Rocky. Papa Zein mendekati putranya dan menepuk bahunya.
" Ren,apa yang terjadi, kenapa kamu menang sayang, mana putra papa yang narsis, pede dan hebat itu?" tanya Zein.
Rendra beralih memeluk Papa Zein dengan Erat, membuat semua orang semakin Bingung.
"Ren, jangan membuat semuanya bingung sayang, jelaskan pada mama.!" Ucap Kimmy sambil mengguncang tubuh Rendra.
"Anak ku ma, ketiga anakku."
"Iya anakmu kenapa ngomong yang jelas." suara Kimmy naik dua oktaf.
"Mereka sudah lahir, kecil dan mungil, tangan Rendra sampai bergetar hebat menggendongnya, mereka ada dua laki laki, dan satu perempuan." jawab Rendra.
Semuanya segera bernafas Lega dan lagi lagi Kimmy menjewer telinga bocah nakal itu.
"Dasar bocah nakal, jadi dari tadi kamu ngeprank kami semua ha, jantung mama sudah mau copot, kamu malah bercanda." gemas Kimmy.
"Rendra tidak bercanda ma, Rendra terharu dan sangat bahagia, tapi mereka kecil mungil, bahkan memperhatikan Rendra dengan imut, mulutnya merah seperti ceri." kata Rendra sambil memandangi Tangannya yang baru saja menggendong ketiganya.
__ADS_1
AdA 3 suster keluar mendorong 3 buah inkubator dan akan membawa bayi bayi Rendra ke ruang khusus.