MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 41


__ADS_3

Rendra memutar bola matanya jengah. Sementara Raisha yang tidak tega dengan Zein, menepuk bahu Rendra lembut.


"Mas sudah tidak baik mengerjai ayah sendiri kualat lho." kata Raisha menengahi debat ayah dan ank itu.


" Nah, benar kata Raisha, kualat kamu jika suka mengerjai papa." ketus Zein.


"Papaku sayang, sekarang papa pergi ke kamar tamu di dekat taman samping, papa akan mendapatkan apa yang papa inginkan, tapi jangan emosi lagi, papa harua tenang, rileks, percaya pada Rendra klau mama pasti akan ketemu." ucap Rendra yang belum terisi terang, malah membuat teka teki dengan Zein.


Zein keluar kamar Rendra dengan dongkol karena dia yakin pasti bocah itu akan mengerjainya, tapi dia juga penasaran, apa sekarang yang akan dilakukan bocah tersebut.


Setelah kepergian Zein, Raisha tersenyum geli.


"Mas kenapa tidak berterus terang saja kalau mama kim sudah selamat." kata Raisha.


"Biarkan saja, orang tua itu sekali kali harus di kerjain Sayang, biar olahraga dia." jawab Rendra dengan santainya.


"Olahraga bagaimana?" heran Raisha


"Olahraga jantung, hehe marah marah terus bisanya, sebentar lagi pasti akan kaget dia melihat mamaku ada disana." jawab Rendra. Dia menarik tangan Raisha sampai jatuh menimpanya.


"Sayang, kamu kok suka sekali mendaratkan buah mangga mu di dadaku, jadinya kepengen olahraga nih." usil Rendra.


Raisha berusaha bangun, tapi malah menggulingkan tubuh mungil Raisha di sampingnya, kaki kanan Rendra kan sudah bisa di gerakkan, jadi dia bisa menghimpit tubuh Raisha dari samping.


"Ah mas, kakimu sudah bisa di gerakkan mas?" kepo Raisha.


"Sudah sayang, jadi sedikit sedikit kita bisa olahraga ringan bareng." cengir bocah narsis tersebut yang sudah kecanduan akan bibir Raisha.


Zein menuju kamar tamu yang di tunjuk oleh Rendra sambil ngedumel.


"Awas ya kalau cuma mengerjai papa akan papa kirim kamu ke alaska Ren." gumam Zein.


Zein membuka kamar yang tidak di kunci tersebut.

__ADS_1


Ceklek. Zein tidak mendapati apa apa selain ada seseorang yang tidur memunggunginya.


Zein penasaran dengan siapa gerangan orang tersebut, karena dia yakin tidak ada orang luar yang tahu tempat ini


Zein mendekati ranjang kamar itu, dan dia mencium aroma parfum yang sangat familiar, reflek Zein memanggilnya.


"Ma" panggil Zein.


"Ren jangan ganggu mama, badan mama masih sakit semua." jawab Kimmy


"Mama, mama sudah selamat, ini benar kamu bee." Zein segera memeriksa tubuh Kimmy dan memeluknya dengan erat.


"Bee, bagaimana caranya kamu bisa keluar dari sana, maafkan papa, tidak bisa menyelamatkan kamu sayang." Zein menciumi seluruh wajah Kimmy.


" Au, jangan kenceng kenceng meluknya pa, badan mama sakit semua nih." Kesal Kimmy.


Zein segera mengendurkan pelukannya, kini dia memeriksa badan kimmy yang penuh luka cambukan.


"Katakan pada papa siapa yang melakukan semua ini!" kata Zein.


"Maaf bee, tapi papa sudah mencari kemana mana, kamu tidak ada, trus bagaimana cara bee keluarnya" heran Zein.


"Untung Mama punya putra yang Genius, dan rocky serta Raisha datang tepat waktu menyelamatkan mama dan menyandera Romeo, papa akan menyanderanya kan?" goda Kimmy.


"Hehe, mama kok tahu rencana papa?" heran Zein.


"Papa lupa siapa istrinya ini." jawab narsis Kimmy. Zein memutar bola matanya jengah, menghadapi Kimmy sama halnya berurusan dengan Rendra, anak itu foto kopinya.


" Dasar Rendra versi perempuan." cetus Zein.


"haha, tapi walau narsis kami bisa diandalkan papa." jawab Kimmy lagi masih dengan kepedean tinggi.


"Ma, bagaimana bocah itu tahu keberadaan mama, dan bagaimana pula bisa menyelamatkan mama, dia tidak manggil satu anak buah kita?" Zein heran dengan cara misterius Rendra.

__ADS_1


"Selama ini kita salah menilai dia pa, ternyata putramu itu tidak cuma pandai di teknologi, tapi dia juga pandai dalam mencari jalan keluar, papa dan Naela sering menggunakan emosi dan otot dalam menyelesaikan masalah kita, contohnya tadi, papa dengan emosi langsung datang ke markas musuh, pastinya mereka punya banyak persiapan,berapa orang yang papa bawa tadi?" tanya kimmy.


"Ada 50 ditambah 30 anak buah Naela yang disini." Jawab Zein.


"Tapi kalian kalah taktik kan, mereka yang berdua saja bisa menculik Romeo, lalu ada 20 orang ninja atau pasukan bayangan datang membantu Rocky membereskan sisanya serta membawa pulang, tapi kami masih menyisakan Sonia dan Clara." Jawab Kimmy.


"Kenapa kalian tidak habisi saja dua jalank itu." kesal Zein.


"Mama sengaja melepaskan mereka setelah sedikit bermain tadi, dua perempuan itu pasti akan melapor, untuk mendapatkan ikan besar, kita butuh umpan yang besar pula." jawab Kimmy.


"Ah sudahlah, papa ngikut saja bagaimana ide lebah kecilku ini." ucap Zein, yang malah ikut naik di kasur dan masuk ke selimut Kimmy.


"Pa,.sudah tua masih saja mesum." Pukul Kimmy.


"Biar tua begini papa masih kuat kalau di suruh bikin adiknya Rendra" ucap Zein.


"Badanku masih sakit semua pa." Elak Kimmy. dan Zein juga mengerti hal itu, dia duduk bersandar di tepi ranjang, sementara Kimmy bersandar di dada Zein.


"Pa, papa tahu tidak?"


"Tidak." jawab Zein.


"Ih pa, mama belum selesai bicara." cemberut Kimmy.


"Iya sayang bicaralah!" Zein mengecup puncak kepala Kimmy dan membelai rambutnya.


"Ternyata putra genius kita itu Rendra, bukan michael, mereka salah tangkap, dan salah faham akan hal itu, sekarang sepertinya mereka sadar akan hal itu.dan mengincar Rendra untuk membuat formula kuat." jawab Kimmy.


"Formula kuat,?" heran Zein.


"Iya pa, Rendra menemukan sebuah formula khusus yang bisa menjadikan manusia biasa menjadi 10 kali lipat lebih kuat dari biasanya, serta mereka akan menciptakan robot pintar, tapi anak Vero dengan Otak Michael, tidak mampu menyelesaikan kedua misi itu, mereka hanya berhasil menciptakan obat penyembuh tulang yang didapat Naela, yang termyata resepnya istri juga Rendra yang mencurinya tanpa sepengetahuan Mereka." Kata Kimmy. menceritakan semuanya.


"Papa sudah tahu sejak mereka kecil ma, tapi bocah itu meminta Papa merahasiakannya, waktu itu papa memergoki mereka sedang beradu argumentasi, dan akhirnya Rendra mengalah kepada adiknya yang ingin sekali mengakui hasil karya tersebut sebagai karya dia. Dan Rendra memilih menjadi bocah usil dan narsis, pura pura tidak tahu apa apa." Jawab Zein.

__ADS_1


"Kenapa papa tidak mencegahnya , kalau kejadian waktu itu tidak terjadi, berarti kita membiarkan anak kita berlaku tidak adil pada saudaranya, mungkin ini juga jalan dari tuhan untuk memisahkan mereka dengan caranya." jawab Kimmy.


" Benar apa yang mama bilang insiden itu membawa hikmah bagi keluarga kita ini." imbuh Zein.


__ADS_2