
Vina yang tiba tiba di peluk kaget dengan Reaksi Raisha yang malah menangis.
"Kamu kenapa Rei, kenapa malah menangis?" penasaran Vina.
"Wahai rembulan malam, kau adalah cahaya dunia ini, gemerlapnya bintang tak dapat menandingi sinarmu, kau adalah cahaya itu bagiku, kau menyinari duniaku yang gelap, kau satu satunya yang datang di saat semua menjauh, kau yang mendorongku untuk bangkit dari semua keterpurukan, wahai Rembulan, jangan berhenti memancarkan sinarmu, aku tidak akan pernah membiarkan mendung menutupi cahaya dan indahnya parasmu." Ucapan Rendra ter jeda sejenak.
Raisha menutup mulutnya dan menitikkan air mata haru, dan campur aduk deh, rasa jengkel dan kesal yang tadinya dia rasakan sirna seketika mendengar bualan maut Narendra.
Penonton malah tertawa terkekeh mendengar Sajak puisi tak beraturan itu.
" Ada kata yang tak bisa ku ucapkan, meski hati ingin sekali melakukannya, Ada rasa yang tidak bisa ku sampaikan, Meski debaran itu selalu bergelora di dada ingin disampaikan.
Kata itu adalah “Aku selalu rindu saat-saat bersamamu”. Rasa itu adalah “Aku nyaman bersamamu”.Ingin sekali aku mengatakan semua itu, Tapi setiap bertemu denganmu, entah mengapa lidahku terasa kelu, Aku adalah bahu, yang selalu siap menerima rebahan kepalamu, Aku adalah pelukan, tempatmu mendapatkan rasa nyaman dari penat hatimu, Aku adalah sayapmu, Ketika kau ingin pergi menjauh dari semua beban yang menghampirimu. Aku adalah cinta yang tak kau sadari. datanglah padaku wahai cinta ku, dokterku, dan istriku." Rendra kembali mengeluarkan puisi romantisnya. membuat semua meleleh dan menjerit, mereka bahkan sangat penasaran dengan pemuda yang mengaku sebagai suami Raisha, bahkan ada yang jongkok dan mencari posisi yang bagus supaya bisa mengintip wajah Rendra
"Dia, dia mas Rendra Vin. hik hik." ucap Raisha, seketika mata Vina melotot tak percaya, pria misterius itu adalah Narendra pemuda dengan sejuta pesona.
"Apa!" kaget Vina
" My Dokter, my wife, janganlah kamu memeluk si Vinset itu, dia akan menjepitmu, marilah kemari, wahai kekasihku, istriku. Siang ini aku ucapkan sekali lagi I love you, dan hari ini akan aku sampaikan pada dunia, bahwa Raisha putri cahyani adalah istriku, istri dari Muhammad Narendra Ibrahim." Rendra menurunkan Buket bunga itu dan tampaklah wajah tampan Narendra.
Raisha berlari mendekati Narendra dan si ganteng narsis membentangkan kedua tangannya, pokoknya adegan film Shahrukh khan pindah di sana.
jutaan kelopak bunga mawar berjatuhan di tengah Aula, mengguyur pasangan yang sedang berpelukan Erat, seperti tidak bertemu 10 tahun saja. Para dokter dan suster wanita pada teriak histeris, melihat Narendra idola mereka sudah sembuh dan bertambah 10 kali lipat dari sebelum kecelakaan.
"Aaaa, Narendra, dia tuan muda Narendra, so sweet." histeris penonton, layaknya melihat konser Bts.
__ADS_1
Rendra segera memeluk bidadari hatinya itu erat.
" hik hik, jahat." Raisha memukul dada Rendra lembut. Rendra malah tertawa terkekeh menggenggam lembut tangan Raisha serta menciumnya.
"Kok nangis senyum dong, lihat bintang kejora sang bulan sudah siap beraksi, dan lihat aku sudah bisa berjalan dan berlari mengejar mu, sekarang giliran suami ganteng mu ini yang akan menggendong kamu, mawar merah ini menjadi saksi aku mencintaimu." ucap Rendra
"Kamu menipuku, mulai kapan bisa berjalan." Raisha cemberut marah. Rendra bukannya menjawab pertanyaan Raisha tapi malah dengan tidak tahu malu mencumbunya, di depan umum.
"Aaaah, so sweet, jadi kepengen." teriak pada gadis bahkan ibu ibu.
" Kalau ku beri tahu namanya bukan surprise lagi sayang, tahukah kamu, kalau tadi malam, jiwa dan Juniorku sudah meronta ingin memakan mu, tapi dengan sekuat tenaga aku tahan, demi kejutan ini." jawab Narendra, berbisik
Hari ini adalah hari patah hati massal, dua orang yang menjadi idola mereka telah menikah.
Rendra mengangkat tubuh Raisha ala bridalnya. James dan Rocky yang berada di garis terdepan, membuka jalan untuk pengantin baru tersebut.
"Rocky urus sisanya, gue mau bersenang senang dengan istri nakal gue, haha."
Raisha yang merasa sangat malu itu, menyembunyikan wajahnya di ketiak Rendra.
Setelah pasangan suami istri itu keluar para penonton itu heboh sendiri sendiri dengan grupnya.
" MasyaAllah Vik, ternyata saingan kita bintang di langit, sedangkan kita hanyalah burung pipit." Andra dengan melasnya menyandarkan kepalanya di bahu Vikram.
Vikram membelainya seperti seorang ibu.
__ADS_1
" Cup cup nak, nasib kita sama, dan lebih baik kita cari amannya saja, jangan sampai menghilang seperti dr Salman." ucap Vikram.
" Dr Salman, apa hubungannya?" heran Andra.
"Ternyata Dr Salman itu mantan tunangan Dr Raisha dan selingkuh dengan Dr Ratu, bisa saja hilangnya Dr Salman ada hubungannya dgn tuan Narendra, jadi mulai sekarang kita harus menghormati Dr Raisha." Vikram memperingati Andra.
" Setuju gue, dan sekarang ayo kita makan siang." jawab Andra.
sementara Siska dan yang lainnya masih belum percaya kalau Narendra adalah suami Raisha, bukannya Narendra tunangan desainer Clara amalia.
" Vin, cubit gue Vin, rasanya seperti mimpi di tengah bolong, apa yang kita lihat tadi semua kenyataan." Siska seperti bermimpi saja.
Vina mencubit lengan Siska dengan keras hingga si empunya mengaduh.
"Sakit dodol, wah ternyata suami yang dikatakan dr Raisha itu tuan muda Narendra, ini mah baru keren, pantas saja Raisha hatinya tidak tergoyahkan oleh pesona siapapun juga lha yang dia adalah biangnya bintang, yang lainnya mah lewat." cerocos Siska.
" Dr Raisha beruntung banget ya, tapi mereka serasi kok, yang satu ganteng yang satu cantik dan baik, dok saya kok penasaran ya, bagaimana cara dr Raisha menghadapi kenarsisan tuan Rendra yang sudah level dewa itu." Ruhy merasa heran bagaimana cara Raisha menghadapi kenarsisan dan kejahilan Rendra.
"Bener juga, gue juga kepo nih, Raisha punya jurus apa nih, lihat saja tadi tuan muda bahkan menyatakan cintanya di depan semua bawahannya, beda dengan bersama Si Clara sombong itu." imbuh Vina. Mereka jadi sepakat akan mengintrogasi Raisha nanti.
Masih banyak kasak kusuk yang terdengar di Aula tersebut, mulai dari yang memuji Raisha sampai yang menghujatnya, semua data mereka sudah masuk dalam catatan si Asisten Genius itu.
Sebelum Mereka keluar, anak buah Rendra menutup kembali pintu keluar Aula Pandawa.
Rocky naik ke podium dan memperingati kepada semuanya untuk tutup mulut, apa yang terjadi hari ini tidak boleh sampai tersebar keluar.
__ADS_1