
Kimmy manggut manggut.
"Ternyata gadis itu bisa diandalkan juga, tidak sepolos penampilannya, aku sempat berfikir kalau nanti dia akan merasa ketakutan begitu mengetahui sisi gelap kami." Batin Kimmy.
"Bagaimana tadi aksinya?" tanya Kimmy.
"Awalnya dia gugup nyonya, tapi lama lama, nona bisa segera menyesuaikan diri, bahkan sekarang dia bisa mengimbangi narsisnya tuan dengan cara beliau, tuan muda bisa cikep di samping nona Raisha." jawab Rocky.
"Bagus, kita hanya akan mengasah kemampuannya serta mengajarinya bela diri." ucap Kimmy.
"Baik nyonya, saya akan menyampaikannya pada tuan muda." jawab Rocky.
" Jangan bilang ke bocah itu, kalau sama dia, bukannya berlatih malah diajak bercanda terus."jawab Kimmy.
Mereka keluar dari mansion yang sudah berantakan tersebut. 20 pemuda kiriman dari Rendra masih utuh tanpa ada luka sama sekali. Kimmy memperhatikan muka mereka yang terasa asing.
"Rocky, siapa mereka semua, sepertinya bukan anak buah Zein dan Naela? " heran Kimmy.
"Wah pandangan nyonya memang jeli, mereka memang bukan anak buah tuan besar maupun queen, tapi pasukan bayangan tuan muda, selama ini kami hanya pasukan bayangan yang tuan Rendra kirim untuk membantu misi Queen." Jawab Rocky.
Rocky membawa Kimmy ke markas Rendra, untuk mendapatkan perawatan. Sementara Zein belum tahu kalau istrinya sudah selamat, dia menyusun rencana kedua di bantu peter dan Naela lewat zoom meeting.
Kita kembali ke Kimmy dan Rocky. mereka menuju ke tempat yang di sebut markas oleh Rocky.
"Rocky, berarti Putraku yang genius itu sebenarnya Rendra, bukan adiknya, dan mereka sekarang mengincar anak itu?"
"Nyonya benar, tuan muda memang membiarkan tuan muda kedua mengakui karya beliau, tanpa sepengetahuan siapapun, sebenarnya tuan muda kedua juga genius, dia selalu memiliki ide yang luar biasa tapi tuan muda Rendra yang bisa mengeksekusi ide ide tersebut. Saat ini mereka mengincar formula kuat yang berhasil tuan muda ciptakan. jadi mereka dengan sekuat tenaga mengincar tuan muda untuk menciptakan obat itu untuk mereka." Rocky menjelaskan banyak hal pada Kimmy.
Sementara Rendra juga sudah berada di markas, menunggu kepulangan Rocky membawa Kimmy.
Rocky sampai di sebuah rumah yang sangat sederhana, tapi di balik rumah tersebut adalah markas Rendra yang sebenarnya.
Rocky memarkir mobilnya di depan, dan masuk ke rumah, tapi mereka keluar lagi lewat belakang dengan jeep memasuki hutan kecil, disanalah markas Rendra.
"Mama." panggil Rendra sambil duduk di kursi roda. Raisha mendekati Kimmy dan meninggalkan Rendra yang masih di kursinya.
"Mama, bagaimana keadaannya, masyaallah, ayo Rei obati.!" Raisha memapah Kimmy ke dalam, sementara Rendra duduk cemberut.
__ADS_1
" Haha, bos di cuekin." tawa Rocky mengejek Rendra.
"Diem lo, sini antar gue ke dalam." dengus Rendra.
"Lebay bos, itukan kursi pintar, pakai manja." Goda Rocky lagi.
"Sialan lo, ayo cepat!" ketus Rendra.
Rocky mendorong kursi roda ke dalam menuju ke sofa tempat Raisha mengobati Kimmy.
" Mereka sudah menyiksa mama sampai seperti ini! " Geram Rendra.
" Tidak apa apa sayang, tadi mama sudah membalasnya." jawab Kimmy.
"Terima kasih, kalian semua sudah menyelamatkan mama tepat waktu, dan mana papamu?" tanya Kimmy
" si posesif itu, dia sekarang pasti sedang membuat rencana kedua, dia sering melakukan suatu hal dengan buru buru dan emosi, ya begitulah hasilnya." ucap Rendra santai sambil menggigit apel yang ada di meja.
" haha, biarkan saja dulu, mama juga istirahat dulu." ucap Kimmy yang juga membiarkan Zein kalang kabut sendiri bersama Naela dan peter, mereka bertiga itu selevel, sering mementingkan emosi dari pada akal. Itulah sebabnya Rendra membuat pasukan bayangan, untuk membantu tanpa kakak dan ayahnya sadari.
" Rocky pasti sudah menjelaskannya pada mama." jawab singkat Rendra.
"Hehe, tapi mengapa kamu tidak cerita? heran kimmy.
"Si posesif dan si arogant mana percaya dengan ide gila bocah gendeng ini hehe, jadi kami bergerak di belakang, menuntaskan yang belum mereka tuntaskan, jadi tidak perlu banyak tenaga yang Rendra butuhkan hehe."Rendra malah cengengesan menanggapi Kimmy.
"Tuan kita taruh mana si tua bangka itu?" tanya Rocky.
"Masukkan saja ke kandang Serli, dekat de lebay itu." singkat Rendra, lalu dia menoleh me arah Raisha dan menaikkan sebelah alisnya.
"Sayang, bagaimana mau menengok mantan tunangan?" tanya Rendra.
"Enggak ah, yang ada nanti aku merasa kasihan, aku ikut saja apa yang meas Ren lakukan." Jawab Raisha.
" Kurangi rasa kasihan dan iba pada musuh nak, karena nanti kamu sendiri yang akan rugi." Kimmy mengingatkan karena itu sudah beberapa kali dia alami.
Raisha hanya mengangguk patuh.
__ADS_1
"Ren, kita pulang saja yuk, mama mau tidur di rumahmu!" ajak Kimmy.
"Oke. Ren antar kami pulang ke rumah!" perintah Rendra pada Rocky.
" Siap bos laksanakan." jawab Rocky.
Rocky mengantar pulang ketiga bosnya tersebut ke rumah Rendra yang nyaman dan Asri.
Sesampainya disana Kimmy langsung tidur di kamar tamu , di dekat taman. Rendra dan Raisha juga masuk ke kamar mereka. Dokter cantik tersebut membantu Rendra naik ke kasur empuk mereka.
"Sini bu dokter. dekat babang ganteng ini." panggil Rendra. Raisha menurut saja apa kata Rendra daripada nanti ada drama.
Tapi ketika Raisha baru saja naik, Zein malah masuk kamar mereka.
"Ren, bagaimana sih kamu bukannya panik dan ikut menyelamatkan mama, malah enak enakkan disini, bagaimana coba nasib. mama di tangan mereka." kesal Zein.
"Bukannya tadi papa sudah ke sana, berarti mama sudah selamat dong." sindir Rendra.
"Selamat apanya mamamu tidak ada di sana, bahkan papa sudah memporak porandakan mansion Romeo, tapi papa pulang dengan tangan hampa." kata Zein masih dalam mode kesal.
" Makanya jangan langsung emosi dan bergerak tanpa pemikiran yang matang, gagalkan." sindir Rendra lagi.
" Pemikiran yang bagaimana maksud kamu, memang papa tidak berfikir begitu!" kesal Zein.
"Sekarang papa harus bagaimana, dan apa ide kamu untuk membebaskan mama, tadi papa juga sudah menelpon Naela, mereka siap pulang kalau cara kedua belum juga bisa membebaskan mamamu." ucap Zein.
Sementara Raisha menunduk sambil menahan tawa melihat ayah dan anak itu berantem.
"Memang apa rencana keduanya?" tanya Rendra.
"Menculik anggota keluarga Romeo, atau Romeo sendiri saja, yang saat ini kondisinya pasti kritis akibat tembakan papa." ucap Zein.
"Sekarang tugasmu lacak dimana Romeo sekatang, apa masih di mansion itu atau sidah di pindahkan!" Zein meminta Rendra melacak keberadaan Romeo.
"Haduh dimana kemampuan tuan Zein, yang ahli teknologi, masak melacak Romeo saja memerlukan bantuan Rendra." dengus Rendra yang masih menjahili Zein.
"Papa sudah tua Ren, bukan waktunya berfikir keras, apa gunanya punya anak hacker kalau tidak bisa dimanfaatkan." ucap Zein dengan nada tinggi. dia masih kesal dengan Rendra yang mengerjai ayahnya sendiri
__ADS_1