MY DOKTER Is My WIFE

MY DOKTER Is My WIFE
Episode 51


__ADS_3

Setelah mengunjungi Salman, Rendra menemui Romeo di kamar tahanannya.


"Selamat siang mantan calon mertua, bagaimana kabar om dan keluarga?" tanya Rendra.


"Lepaskan aku bocah gila, kenapa lo bisa jalan, bukannya waktu keadaan lo sangat menyedihkan, hanya formula yang dimiliki mafia red Wolf yang bisa menyembuhkan kelumpuhan lo." teriak Romeo.


"Dilepaskan, memangnya om diapakan, lihat saja om tidak di ikat, tidak juga di borgol, memang mau di lepaskan bagaimana? kalau soal saya sembuh ini tidak perlulah obat dari mafia kejam itu, ih takut serem, dan tuhan itu memang sayang dengan pemuda tampan seperti saya ini om, sudah tampan, baik dan sholeh, ya pasti di beri keajaiban." Rendra menggoda Romeo.


"Bagaimana aku bisa ada di sini, tempat apa ini, Awas istri dan anakku pasti akan membebaskan aku." Dengus Romeo.


"Mau pulang kemana om, bukannya mansion om, sudah di hancurkan oleh papaku, om sih membangunkan singa tidur, dan kenapa juga ya om tiba tiba ada di sini, aku malah tidak tahu sama sekali, memang om tidak sadar masuk kesini, sama siapa naik apa? atau om lupa ingatan." Rendra memancing kemarahan Romeo.


"Sial, lepaskan gue, red Wolf pasti akan mencari gue dan menghancurkan kalian semua, bilang sama Naela, jangan pengecut, ayo kita berperang saja,main culik menculik orang tua saja, asal lo tahu, mereka punya alat pelacak yang sangat canggih, jadi dimanapun kalian menyembunyikan gue, Vero pasti tahu. "geram Romeo.


"Pengecut, siapa juga yang pengecut, bukannya kalian duluan yang menculik mamaku, bahkan menyiksanya di sel bawah tanah. kalau soal pelacak di tubuh om, ya yang jelas sudah di buanglah, memang kami bego." Jawab Rendra dengan santainya .


" Dasar licik." dengus Romeo.


" Om tidak tahu ya kenapa Vero adik om itu mengincar saya , padahal gue itu bo doh, gila, lumpuh lagi."


" Oke selama ini kami memang tertipu oleh gaya lo, tapi sekarang tidak lagi, tunggu saja kehancuran kalian, dan lo juga akan bertekuk lutut di hadapan kami, menjadi Budak kami." jawab Romeo.


" Oh ya, Aku tunggu waktu itu om, dan om hitung sendiri, sudah berapa hari om di sini, tapi anak, istri dan adik kesayangan om tidak ada yang menjemput om, membiarkan orang besar seperti om, tinggal di tempat kecil dan pengap ini. harusnya sat set dong." Ejek Rendra.

__ADS_1


" James, nanti malam carikan teman untuk om Romeo, supaya tidak kesepian lagi, bawakan mosi dan teman temannya, untuk menemani om Romeo bermain kartu semalaman, pasti seru!" perintah Rendra


" Siap bos, pasti di ruangan ini sangat rame nanti malam, lalu kita kirim videonya ke Vero, pasti dia ikut senang, melihat kakaknya bahagia." jawab James yang ikut usil.


" Da om, selamat bersenang senang dulu, sebelum Vero datang membebaskan om." Ucap Rendra, sambil keluar ruangan. Anak buah Rendra belum berani melakukan apa apa sebelum mendapat perintah dari Rendra.


Mereka akan melepaskan beberapa tikus tanah untuk menemani Romeo. Pria paruh baya itu sangat jijik dengan binatang binatang seperti itu. Pasti nanti akan seru.


Rendra menuju ruang IT ,.dia memantau pergerakan musuh, lewat satelit yang Rendra miliki.


Rendra segera menghubungi Peter untuk bersiap siap, karena Rendra yakin kalau Vero kan melakukan penyerangan ke geng Peter, karena menganggap mereka yang menculik Romeo.


💗💗💗


Kita tengok tim Raisha yang membuka pengobatan gratis di daerah pinggiran. Mereka membuka praktek di tengah lapangan, Desa menyiapkan tempat sederhana yang penting tidak kepanasan, tapi yang penting antusias warga. Setiap warga miskin yang berobat, akan mendapatkan satu amplop titipan dari Rendra. Rocky ikut membantu menyiapkan peralatan Raisha sambil menjaga kalau kalau ada warga yang mulai nakal dengan Raisha. Rocky terus berdiri di sebelah Raisha layaknya bodyguard.


Raisha tersenyum mendengar pujian maut Ruhy.


" oke aku bantu, kamu harus ikut skenarionya." Jawab Raisha sambil berbisik pad ruhy.


" Rocky, kamu bantu suster Ruhy mengambil kotak obat yang ada di rak atas, no 2 tas berwarna biru ya, nanti Ruhy yang akan menunjukkannya!" Raisha menyuruh Rocky untuk membantu Ruhy mengambil obat obatan.


Rocky mengangguk saja dan mengikuti Ruhy, mereka sampai di samping tenda yang berisi perlengkapan dan obat obatan. Ruhy mencoba meraih tas biru yang di minta Raisha, Ruhy sampai meloncat loncat, tapi tidak sampai, tapi Rocky cuma diam di belakang Ruhy tanpa membantu.

__ADS_1


"Dasar tidak peka." Gerutu Ruhy. Tapi ada sebuah tangan menjulur ke atas mengambil tas tersebut dengan mudah.


Ruhy memperhatikan Rocky dengan seksama.


"Makanya berdiri supaya sampai." sindir Rocky.


"Enak saja, Sudah berdiri ini, memang situ saja yang ketinggian." Cemberut Ruhy.


" Lebih baik sekolah saja yang bener, jangan di sini lalu olahraga, bukan semampai seperti ini.", Rocky mengukur tinggi Ruhy yang hanya sebatas dadanya bidangnya.


"Ya bagus dong kalau semampai, berarti tinggi ku ideal." Jawab Ruhy. Rocky memutar bola matanya jengah merasa lucu dengan Suster mungil itu.


" Semampai kok ideal, dasar semeter tak sampai." Sindir Rocky sambil mengacak rambut Ruhy yang mudah di jangkau tangannya, sambil berlalu membawa tas biru pesanan Raisha.


"Apa kamu bilang, semeter tak sampai, hei jangan menghina ya, aku sudah lulus sekolah juga tahu." kesal Ruhy, dia menyusul Rocky sambil berlari karena langkah lebar Rocky membuat Ruhy ketinggalan.


" Oh saya kira masih smp, anak magang begitu." Rocky mulai menggoda gadis mungil yang imut itu, mirip seperti bocah baru lulus SMP.


"Jangan menghina, kamunya saja yang ketinggian." cemberut Ruhy. Dia tidak menyangka kalau cowok di depannya itu sangat nyebelin.


" hahaha, marah dia, belum berhadapan dengan tuan Rendra saja sudah marah, untung Dokter Raisha kuat." Rocky menyindir Ruhy yang cemberut.


"Ih Berarti orang orang di sekitar tuan Narendra seperti ini semua, waduh gawat." Ruhy menepuk jidatnya sendiri.

__ADS_1


" Gawat apanya?"


"Lama lama Dr Raisha akan ketularan narsis juga dong, adeh sabar Ruhy sabar." Kata Ruhy sambil mengelus dadanya.


__ADS_2