My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 1


__ADS_3

"Tahun ajaran baru telah dimulai, dan disini gue, kakak kelas! ya... kakak kelas."


"Hari ini sebagai kakak kelas gue ga boleh terlambat. Gue ini Kakak kelas, harusnya bisa menjadi panutan bagi adik kelas gue nanti."


"Seperti di tahun pertama gue, semuanya... berjalan dengan lancar, dan gue harap tahun ini juga sama."


"Ehhh...Maira sarapan loe..." ujar Nadin kakanya maira.


"Gue sarapan disekolah ajha!" teriak maira.


Gadis manis yang selalu ceria ini, akhirnya berangkat ke sekolahnya dengan menggunakan ojek online.


Dikarenakan kedua orang tuanya telah lama meninggal, jadi dia hanya tinggal berdua dengan kakaknya.


Sesampainya di sekolah, seperti biasa dengan gelar kakak kelas yang di sandang oleh Amaira membuatnya semakin percaya diri di sekolah.


Dia adalah gadis yang sangat berpotensi pada tahun ajaran tingkat pertama, dan sekarang adalah tahun kedua baginya, dia berharap tahun ini bisa sempurna juga seperti dulu.


"Hai...Amaira Gunawan!" sapa Lisa sahabatnya dari SMP.


"Ah elu bikin kaget ajha," ujar Maira kaget


"Kelas yuk!" tambah Lisa.


"Ayuk!" jawabnya manja.


Disepanjang jalan menuju kelas Maira berbisik kepada Lisa.


"Eh Lisa, lain kali jangan panggil gue kayak tadi ya".


"Emang kenapa," kata Lisa


"ada yang salah beb." Tambahnya.


Lisa dan Maira memang teman sejak lama, persahabatan mereka di awali sejak Masa orientasi siswa saat di SMP dulu.


Hingga sekarang, bahkan mereka juga berjanji akan kuliah bersama nantinya.


Sesampainya dikelas, Maira bingung kenapa semua teman kelas nya sedang bergosip satu sama yg lain.


"Eh...ada gosip apaan...kasih tau dong?"


"hai Ajeng ada apa sih, kasih tau dong",tanya Maira.


"please?"


katanya ada anak baru di kelas tiga, ganteng banget lagi, loe mau liat ga, tu...semua orang pada mau liat, yang katanya mirip oppa-oppa korea itu...dah.


Maira nyengir.


"dahhhh..." ucap Lisa dan Maira bersama- sama.


Lisa dan Maira pun Saling menatap...


"loe yakin gak mau liat Mai," tanya Lisa, yg melihat temannya sejak tadi melihat keluar terus menerus.


Ga, buat apa...gue mau disini ajha, lagian gue bukan orang yg kepo, udah lah Lis,


bentar lagi Guru juga dateng dan gue ga mau telat buat absen.


"Ia deh murid teladan," ucap Lisa, sambil ngeledek Maira.


Istirahat kali ini Maira dan Lisa makan bersama dikantin, seperti biasanya.


"Mai...Maira, loe kenapa sih,"


Lisa sangat heran dengan tingkah temannya yang aneh sejak tadi.


"Gue ke toilet bentar ya, dah..."


Lisa hanya bisa tertawa, karena dia tau temannya sangat ingin tau siapa anak baru yg di maksud itu.

__ADS_1


Saat berjalan ke toilet, Amaira tidak sengaja, tabrakan dengan seseorang yg baru keluar dari toilet juga.


plak.....


"Aduh, sakit tau... gimana si! kalo jalan pake mata dong," ujar Maira kesakitan.


"Gimana si loe,"ucap Maira lagi.


"harusnya yg ngomong itu gue, bukan loe dasar loe ya cewek coba kalo cowok."


"kenapa... kenapa emangnya kalo gue cewek, loe kira gue takut sama loe, ga tuh jangan mentang gue cewek, trus gue ga berani!"


"Mairaaaa!" panggil Lisa dari kejauhan.


"Ah udah lah malas gue meladenin orang kayak loe."


"Ha, apa kata loe!tarik lagi kalimat loe cepetan,"


"gue ga terima ya di bilang kayak gitu, gue bukan orang kayak gitu, walau kata orang gue murah senyum tapi gue juga bisa marah."


"setttt..." Maira ditarik Lisa.


ahhhh...


"Apaan sih Lis, udah deh jangan ikut campur."


"Ikut campur apaan sih, tu loe liat! dia udah pergi dari tadi pagi kali..." Ujar Lisa.


"Ya kan gue kesel Lis, dia itu rendahin gue banget."


"ya,gue ga terima lah!gue bukan orang yg kayak gitu." Ucap Maira.


"Udah lah ga udah di ladenin Mai, mending kita ke kelas aja yuk,"


"udah Ayuk!" sambil menarik tangan Maira.


Bell pulang sekolah pun berbunyi...


"Maira loe di panggil guru tu,"


"Lisa loe duluan ajha, kayaknya gue di panggil guru deh,"


"bentar ya."


"Ya udah gue tunggu di depan ya,cepetan."


setalah bertemu guru, Maira pun menemui Lisa,


"yuk Lis kita pulang!" ajak Maira.


"Eh udah kelar Mai, yuk gas kan," jawab Lisa.


Paginya di sekolah.


Lisa,


melihat Maira lagi adu mulut dengan pria yg di tabraknya kemaren siang, Lisa pun bertanya pada siswa lain tentang pria itu.


Disaat Lisa tau tentang pria itu, Lisa langsung menemui Maira dan memberi tahu nya.


"kemaren Lo kepoin banget," ucap Lisa.


"Sekarang lo malah kesel,"tambah Lisa.


"Kenapa sih berantem mulu, bukannya Lo kepo banget ya, sekarang kok malah gue liat Lo kesel banget Ama dia."


"Apa sih lo... ga jelas banget,"ucap Maira.


"Siapa juga yang kepo," tambahnya lagi.


" lagian ya, dia itu ga pantes tau ga jadi oppa-oppa korea, pantesnya jadi kakek- kakek tau ga."

__ADS_1


"Eh ingat! benci dan cinta itu tipis banget Lo,"


" jangan sampai Lo yg awalnya benci jadi cinta."


"hahahaha!" goda Lisa.


"Lisa awas ya Lo..."ucap Maira sambil mengejar Lisa.


Hahahaha....


plakkkkkk....


"Aduh kenapa sih gue jatuh Mulu," ucap Maira.


"Lo ada masalah apa sih, nabrak gue terus,"


jelas MaX.


"Gue ga punya masalah apapun,"


"sebelum ada Lo di hidup gue,"


" awalnya hidup gue damai banget, tapi semenjak lo datang semuanya kacau,"


" kacau balau,paham Lo."celoteh Maira.


MaX hanya menyeringai mendengar ucapan Maira yg sama sekali tidak dimengerti olehnya.


Perkataan perempuan itu,malah membuat telinganya sakit. Akhirnya MaX meninggalkan Maira sendiri.


"Udah lah Mai, jangan manyun melulu," ucap Lisa.


"Kenapa sih? gue perhatiin dari awal masuk, mood lo ga ada yg bagus deh," tanya Lisa.


"Ya... kan lo tau sendiri si anak baru itu,"jawab Maira.


"Selalu cari masalah sama gue, ya gimana gue ga kesal," sambil menyantap sepiring mie goreng kesukaannya.


"Ya kalo menurut gue ni ya, lo biasa aja..."


" ga usah di lawan, dan ga usah di layani juga,"


" mending menghindar aja,"


"ciri khas lo yang menjadi siswi teladan itu ilang Lo lama lama," ucap Lisa.


Ih apaan sih lo," tangkis Lisa".


"Eh Lis, Lo ingat kan gue di panggil guru kemaren, yang waktu kita pulang itu." ujar Maira.


"Eemm,"angguk Lisa.


"Lo tau ga, gue di suruh jadi guru bimbel,"ucap Maira.


"Ya secara gue tu pinter kan, makanya gue kepilih jadi guru bimbel,"


"ya lumayan juga kan, buat bantu kakak gue, gue tu kasian aja sama kak Nadin yg banting tulang buat gue."


"Ia... gue faham kok, ya udah kapan Lo mulai ngajar." Tambah Lisa


"Besok!" jawab Maira singkat


"Gue pulang...." ucap Maira lemas.


"Kenapa Lo Mai, lemes amat?" tanya kak Nadin.


"Lemes bestie," jawab Maira.


"Udah sana Lo makan, kurang nutrisi Lo tu,"


" makanya lemes," Nadin bercanda.

__ADS_1


"Eh gue kampus dulu ya, ada kelas sore soalnya..." ucap Nadin, sambil pergi dari tepat duduknya.


"Ouch...ok" jawab Maira.


__ADS_2