
Maira sangat kesal, karena Dia merasa sahabatnya sudah menyimpan rahasia darinya.
"Maira tunggu lah," ucap Lisa.
"Gue kesel sama Lo" ucap Maira.
"Ya sorry, Gue memang sembunyikan sesuatu,"ucap Lisa yang ngos- ngosan
"Tapi gue ada alasannya untuk itu semua... Mai."
"Tapi apapun alasannya tetep Lo bohong kan," tambah Maira kesal.
"Maira dengernya Lo itu sahabat gue jadi ga akan mungkin gue sengaja buat nipu Lo."
"Plis percaya ya Mai." Sedari menyimpulkan tangan nya sebagai tanda maafnya.
"Ok! gue percaya,"kata maira sambil menarik tangannya Lisa pergi dari sana.
"Tapi gue akan tetap mencari siapa yang sengaja nyiram gue," ucap Maira.
"Gue yakin banget ada seseorang yang sengaja taruh ember itu atas pintu, tapi siapa ya orangnya,"
Saat setelah lama berfikir, akhirnya Maira menyebutkan satu nama tentang siapa yang telah mengerjainya.
"Kenapa gue ga kepikiran ya , siapa lagi yang bisa ngerjain gue selain, si MaX." Ujar Maira.
"Awas Lo MaX," Maira merasa geram.
Setelah bertemu dengan MaX, Maira melemparkan Baju basah nya dihadapan MaX.
MaX terkejut dengan semua itu,
Maira mengungkapkan kekesalannya dengan mengatai MaX.
"Maksud Lo apaan" ucap MaX terkejut.
"Lo kan yan udah buat ini semua ke gue," Tuduh Maira.
"kok tega banget si Lo! maksud Lo apa sih," ujar Maira kesel.
"Kalo emang gue emang ngapa, emang Lo bisa apa, ha!"ucap MaX.
"Bisa apa, Lo bilang bisa apa,ucap Maira juga.
"Lo kan ga bisa apa- apa," tantang MaX.
"Lo liat nanti MaX, gue bisa bales Lo lebih dari ini, asal Lo tau! liat ajha nanti," jawab Maira.
Saat Maira berbicara seperti itu, tanpa sengaja kaki nya tersandung dengan meja, Hingga mau terjatuh, dan berhasil di tangkap MaX..
Maira pun terkejut, Lalu MaX dan Maira saling menatap satu sama yang lain, membuat semuanya merasa canggung.
MaX reflek hingga menjatuhkan Maira, yang membuat Maira bertambah kesal.
__ADS_1
Maira pun kembali ke ruang kelasnya, dan menggerutu disana, dia sangat tidak bisa terima apa yang sudah di perbuat oleh MaX.
Sejak kejadian itu, Maira menjadi murung, terlebih dia tidak bisa membalas MaX, di karenakan MaX yang sudah beberapa hari tidak masuk sekolah.
Melihat keadaan temannya,Lisa pun menjadi kwatir.
"gue harus lakukan sesuatu kayaknya ni.." ucap Lisa.
Beberapa hari kemudian Lisa bertemu dengan MaX, yang ternyata MaX itu adalah sepupu dari Lisa.
MaX emang sengaja pindah ke sekolahnya Lisa, dikarenakan ujian tengah semester di kampusnya, Dia diminta oleh dosen pembimbing nya untuk membuat suatu makalah tentang anak SMA.
Maka dari itu dia meminta bantuan terhadap Lisa, supaya bisa masuk ke sekolahnya untuk beberapa Minggu saja.
"Jadi gimana MaX, Lo ga kasian ama temen gue." ucap Lisa.
"Gue ikutin semua mau Lo, untuk rahasia in semua ini, bahkan dari temen gue sendiri."
"Ia Lisa, gue tau" ucap MaX.
"Lagian kenapa Lo bisa jadi bermasalah bahkan jadi musuh bebuyutan gitu," tanya Lisa.
"Mana gue tau, semuanya terjadi begitu aja, ga di rencanakan sama sekali." Jawab MaX.
Dan Maira tu kayaknya curiga gitu, kalo gue nyimpan sesuatu dari dia, secara kan gue sama Maira itu bestie banget." tambah Lisa.
"Gue kasih tau ya MaX, sebelum ada Lo Maira Heppy banget, dia itu termasuk salah satu siswi yang pinter dan teladan."
"Walau banyak yang Mau ajak dia temenan lebih, ya lebih akrab gitu,"ungkap Lisa.
"Itu semua dia lakukan karena beasiswa MaX."
"Dia ga mau terlena Sama dunia luar, yang membuat dia bisa lupa siapa dirinya dari mana asalnya ,apa tujuan hidupnya."
"Maka dari itu dia berusaha buat membatasi dirinya sendiri, secara kan ga banyak orang yang mengerti sama kita MaX."ucap Lisa.
"Semua orang hanya tau enak dan bagus dari luarnya saja. " ucap Lisa panjang.
"Tapi gue heran, kenapa dia bisa kayak gitu ya sama Lo," tambahnya.
"Mana gue tau, temen Lo ajha yang aneh," ucap MaX.
"Lagian gue disana udah selesai, dan gue bisa balik ke kehidupan gue yang asli."
"Lagian,gue minta Ama Bu Dewi buat gue bisa bimbel."
"Dan itu gue sama sekali ga tau kalo guru nya Dia." ucap MaX menjelaskan.
"Gue cuman bilang Kalo gue mau tau Siapa murid terpintar disini,"
"Ternyata Bu Dewi ngasihnya si Maira" ujar MaX.
"Gue ga ada niat buat cari masalah, gue cuman ga mau terlihat manis dihadapan temen sekolah Lo,"
__ADS_1
"Biar ga ada yang baper, eh tau nya tu orang yang baper ke gue."
"Trus rencana Lo apa?" tanya Lisa.
"Paling balik ke kampus, trus ya kembali ke kehidupan gue yang asli." jawab MaX.
"Terus Maira gimana," tanya Lisa lagi.
"Ya mana gue tau," jawab MaX Lagi.
"Kok Lo gitu sih, Maira tu kehilangan Lo tau,"
Ucap Lisa.
"Di tambah lagi dia kesel banget Lo siram waktu itu," ucap Lisa Lagi.
"Bukan gue Lis, jujur deh bukan gue."
Gue liat ada orang yang ngikutin Maira ke toilet, gue sempet bikin video."
"Tapi orang nya keburu kabur,"jawab MaX lagi.
"Jadi maksud Lo, ada orang yang sengaja buat menjebak Maira, ngerjain dia gitu." ujar Lisa.
"Bisa jadi," ucap MaX.
"Udah lah gue mau balik, besok gue ketempat Lo."
"Dan Lo bisa lihat videonya," ucap MaX, sambil pergi dari sana.
Kehidupan MaX, telah kembali ke kampusnya, begitu juga dengan Maira.
Lisa dan Maira sudah seperti biasanya, Mereka belajar hingga melakukan semua kegiatan sekolah bersama.
Hari ini Maira dan Lisa sudah berjanji, untuk melakukan kegiatan kerja kelompok bersama,
Dan mereka berjanji melakukannya dirumah Lisa.
Tapi betapa terkejutnya Maira, ketika melihat ada MaX di rumah Lisa, karena Maira sama sekali tidak mengetahui jika MaX dan Lisa bersaudara.
Maira merasa kesal, karena merasa telah di bohongi oleh sahabatnya, karena selama ini Maira dan Lisa telah berjanji untuk tidak saling berbohong.
Maira berlari keluar dari rumah Lisa, tanpa sengaja menjatuhkan sesuatu disana,yang membuat Lisa dan MaX merasa kaget dan melihat Maira keluar dari rumah nya.
Maira terus berlari, walau Lisa memanggilnya, Maira tidak mendengarkan Lisa, dia terus berlari sambil menangis sepanjang jalan.
Awan menjadi gelap, petir dimana mana, lalu hujan turun membasahi tubuh Maira, sehingga air matanya tertutup olehnya.
Di tempat lain, Lisa merasa kwatir dengan Maira, Lisa menyuruh MaX buat mengejar Maira.
MaX pun berangkat menggunakan mobil, melaju di tengah hujan mencari Maira melihat ke kiri dan ke kanan sambil memanggil Maira.
Sudah Hampir sejam tapi Maira tak kunjung ketemu, MaX pun mengakhiri pencariannya dan kembali kerumah Lisa .
__ADS_1
Maira yang terus menangis berlari menuju rumahnya,dia menangis hingga malam
Maira merasa sedih di bohongi oleh temannya sendiri.