My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 34


__ADS_3

Semua seakan sulit bagi Maira, seketika bayangannya kembali disaat orangtuanya menginjakkan kaki di bandara ini.


Mereka yang berpamitan untuk pergi dalam dua pekan untuk bekerja, ternyata ntah berapa dua pekan lagi Maira dan Nadin harus menunggu Kedua orangtuanya untuk pulang.


Karena hal itu pesawat seakan menakutkan baginya, dan ketika pertama kali dia berdiri di bandara lagi, setelah sekian lama hal itu justru membuatnya merasa takut sekali.


"Kenapa Maira, kamu berubah pikiran?" tanya Max.


"Enggak Mas," sahut Maira, yang tak ingin suaminya tau akan ketakutannya.


"Ya udah Ayok kita masuk," ajak MaX.


Maira berusaha sekali lagi mencoba berjalan diatas lantai keramik bandara tersebut, tetapi semakin dicobanya semakin bayangan itu selalu muncul.


Maira pun berlari dari sana, dan meninggalkan Max yang semakin kebingungan atas tingkah istrinya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Max yang mencoba mengejarnya.


Dari jauh terlihat seseorang yang telah menuggu mereka disana, Pria itu bertugas menjaga koper dan seluruh keperluan pasutri ini untuk liburan mereka setelah menikah.


Melihat ada yang aneh dengan kliennya, pria ini lantas mengejar merek berdua dan berusaha menanyakan segalanya.


"Kamu kenapa Maira?" tanya Max yang sama-sama sampai di tempat Maira bersama pria itu.


"Aku enggak bisa mas, aku takut," sahut Maira.


"Takut kenapa?" tanya Max lagi.


"Sama tempat ini," aku sangat enggak bisa," jelas Maira pasti.


"Yasudah kita gak usah berangkat," jelas MaX.


"Enggak bisa pak, kalian memang harus berangkat. Saya diberi kepercayaan untuk mengurus keberangkatan kalian," ucap nya.


"Kamu siapa?" tanya Max.


"Saya suruhannya Mbak Lisa sama Mbak Nadin." Jelasnya.


"Kamu bilang sama mereka, kalau kami_, " ucapan Max di potong Maira.


"Jangan Mas, aku gak mau bikin mereka kecewa," ucapnya.


"Terus gimana?" tanya Max lagi.


Maira menjelaskan gimana caranya Jika Nadin dan Lisa tetap menganggap mereka sedang pergi bulan madu.


"Makasih ya pak," ucap Maira, yang mengambil semua barangnya dari pria itu.


"Saya harap kamu bisa tutup mulut untuk ini semua," ucap MaX sambil memberi pria itu segepok uang.


"Baik pak, semua aman terkendali," ucapnya dan langsung pergi dari sana.


"Terus kita mau kemana, jika gak naik pesawat berarti gimana dong kita sampai ke pulau itu?" tanya Max.


"Ya enggak usah ke pulau, kan hanya kita yang tau kita mau kemana," jelasnya.


'Tapi aku mau ke pulau," ucap MaX memelas.


"Tapi sayang, aku takut naik pesawat," sahut Maira yang lebih memelas.

__ADS_1


"Ada satu cara," ucap MaX.


"Apa?" tanya Maira.


"Max membisikkan kepada Maira dengan apa mereka berangkat menuju pulau itu.


"Ha... emang bisa?" tanya Maira.


"Bisa dong, gimana kalau naik itu kamu gak takut kan?" tanya Max.


"Ya enggak," sahutnya.


"Bagus, kalau gitu kamu tunggu sebentar," ucap MaX.


"Max pun kembali menjemput Maira dengan menggunakaan taksi online mereka melaju menuju pelabuhan.


"Mas.. tunggu," ucap Maira ketika mereka sampai disana.


Maira sangat takjub dengan pandangan saat ini, dia melihat sebuah kapal besar di hadapannya .


"Kamu yakin kita naik ini?" tanya Maira.


"ehmm," sahut Max.


"Ayok.." ucap MaX.


FLASHBACK...


"Biar kakak aja yang kejar Maira," ucap Nadin.


Max pun memasuki kamarnya dan duduk di sudut kasurnya sambil merenungi semua yang telah terjadi.


"Gue mau semua sudah beres ya," ucap MaX dari dalam telepon.


Max yang menyusun rencana untuk Maira ketika mereka sedang dipulau, Max ingin menggunakan sebuah kapal dalam perjalanan juga.


Tapi Maira membatalkan niat nya untuk mengunakan pesawat dalam perjalanan ini, jadi Max berencana untuk melanjutkan Kejutannya kepada Maira.


Begitulah Semoga kalian suka ya😁


...****************...


Max dan Maira akhirnya menaiki kapal besar itu, didalam Kapal itu sudah tersedia semua yang mereka butuhkan.


Dan mereka pun melakukan perjalanan dengan kapal itu menuju pulau yang dituju.


"Mas... makasih ya, aku senang sekali," ucap Maira.


"Ya sayang... aku akan buat kamu seperti ini, selalu bahagia," jelas MaX.


Maira yang terlihat sumringah diatas kapal itu, tidak lupa bersyukur atas yang dia dapat saat ini.


Menjadi seorang istri dari seorang Max membuatnya menjadi wanita yang paling beruntung sejagat raya.


Max yang tidak membiarkan momen ini begitu saja, mengambil kesempatan untuk selalu bisa bersama Maira.


Dan sekali lagi, pikiran Maira ntah berlabuh kemana. Dia tersenyum geli saat membayangkan jika dirinya dan MaX berlari seperti kucing dan anjing ketika mereka menjadi musuh bebuyutan dulu.


"Hal itu sontak membuat Maira tertawa sendiri dibuatnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang?" tanya Max.


"Enggak ada Mas," sahut nya.


"Ayo jawab, kamu mikirin apa," ucap MaX sambil menggelitik Maira.


"Sudah-sudah cukup mas, itu terlalu geli," jawab Maira manja.


"Terus apa dong," ucap MaX.


"Enggak ada loh, aku cuman mikirin... dulu itu aku gedek banget sama kamu. Tapi sekarang kita bisa sedekat ini. ujar Maira.


"Itulah jodoh namanya," sahut Max.


"Oya mas, setelah ini kita tinggal dimana?" tanya Maira.


"Kamu tenang aja ya, aku sudah siapin semuanya," jelas MaX.


"Aku senang... banget hari ini," ucap Maira sambil teriak.


Maira dan Max menghabiskan waktu di atas kapal itu selama dua hari, dan mereka memutuskan untuk tidak pergi ke pulau itu.


Dan Akhirnya mereka pun menyelesaikan liburannya dan kembali kekediaman Max.


Max yang sudah mempersiapkan segalanya membawa Maira kerumah baru mereka.


Max dan Maira akan tinggal di sebuah apartemen mewah di daerahnya, disana semuanya telah disediakan oleh Max.


Keputusan mereka yang hanya ingin tinggal berdua tanpa menggunakan jasa pembantu rumah tangga, membuat mereka semakin intim setiap harinya, terlebih mereka memerlukan privasi lebih untuk itu.


"Ehmm, besar juga ya mas, apartemen nya." ucap Maira saat pertama kali masuk keruangan itu.


"Iya dong, aku akan buat kamu nyaman disini," ucap MaX sambil mengecup kening Maira.


"Kita bisa buat apa aja disini," sahut Maira.


"Terus mereka bagaimana?" tanya Max.


"Siapa," ucap Maira.


"Lisa dan kak Nadin?" tanya Max lagi.


"Sudah biarin aja, semua yang penting dari pada yang lebih penting itu cuman kamu mas," Jelas Maira.


"Tapi kan mereka juga penting," ucap MaX.


"Ya penting, tapi aku akan lakukan semua yang kamu minta. Aku akan jadi istri penurut mulai hari ini," jelas Maira.


"Yakin!" tanya Max.


"Yakinlah, masak enggak," jawab Maira.


Dengan Menjadi istri yang baik bagi Max, Maira sangat yakin jika dia akan bahagia bersama Max.


Tapi ya namanya hidup pasti akan selalu ada naik turunnya bukan, dan hal itu tidak dimengerti oleh Maira.


Inai yang berwarna gelap, menandakan Suaminya akan mencintainya selamanya, hal itu sudah menjadi patokan Bagi Maira.


Membuatnya menjadi tidak memikirkan hal lain lagi, karena yang dia tahu adalah Max bahagia bagi nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2