
MaX berlari mengejar Maira, dia tidak memperdulikan perut nya yg sakit, dia hanya ingin melabrak orang yang sudah membuat perutnya begini.
"Maira...."ucap MaX lantang.
"Apaan," dengan santainya.
MaX yang tidak tahan, menarik kuat tangan Maira lalu menghentakkan nya dengan keras,
dan menatap tajam Maira dengan penuh amarah.
Melihat MaX yang ngamuk Maira pun agak sedikit ketakutan, karena dia tau.. dia telah melakukan sesuatu pada makanan MaX.
"Maksud lo apa sih, mau cari masalah hah," gertak Max.
"Apa sih maksud lo, gue ga ngerti,"jawab Amaira polos.
"Ga perlu pura pura ga ngerti,"ucap MaX.
Ih apaan sih,"ucap Maira dengan polos.
"Lagian bukan salah gue kan kalo perut Lo sakit."Tambahnya kelepasan.
"Ha, dari mana Lo tau jika perut gue sakit."ucap MaX.
"Ha, gue..." ucap Maira glagapan.
"Ehh MaX liat tu ada gajah terbang" ujar Maira berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Mana,"kata MaX, sambil melihat keatas.
Di saat MaX lengah, Maira pun mengambil kesempatan buat kabur,sambil megulurkan lidah nya ke arah MaX, sehingga membuat MaX geram.
"Awas Lo nanti, gue balas..."ucap MaX yang bertambah geram.
Dan akhirnya MaX dan Maira saling balas membalas, jebakan satu sama yang lain, membuat mereka bertambah kesal dan membenci.
"ih.... kesel banget," ujar Maira sambil marah di toilet sendirian.
"Ada orang ga,gue kebelet ni?" tanya siswa yang berada di depan toilet.
"Pergi, jangan ganggu gue," ucap Maira kesal.
"Dasar MaX jelek, bukan kayak oppa Korea tapi dia itu mirip opa opa yang udah tua tau ga si Lo."ujar Maira sambil teriak kesal.
mendengar cerutunya Maira, siswa yang berada di luar tapi malah pergi karena ketakutan.
"Kenapa Lo,"kata Lisa yang baru datang.
"Ada orang gila di dalam," ucapnya lagi.
"Ha, orang gila?"tanya Lisa bingung.
Saat melihat ke dalam toilet ternyata yang keluar malah Maira dengan muka kesalnya, Lisa malah tertawa yang berati orang gilanya ternyata Maira.
Lisa pun tertawa karena teman baiknya di bilang seperti orang gila,karena marah-marah di toilet sendirian.
Maira bertambah kesal,Di karena kan Lisa yang memilih tertawa dibanding membantunya.
Lagian Lo sih ngedumel di toilet,"ucap Lisa.
"Sudah dong Lis, ujar Maira.
"Ketawa Lo itu ga ngebantu sama sekali,ucap Maira kesal.
"Emang Lo kenapa,kok bisa marah di dalam sana,"tanya Lisa.
"Max, Lisa," jawab Maira.
"ha...MaX,cukup lah Mai, ga puas Lo berantam Mulu, udah kayak tikus sama kucing,"Ucap Lisa.
__ADS_1
"Gue ga akan puas sebelum dia berhenti gangguin gue dan minta maaf duluan," sambil menunjuk ke arah Lisa.
Ya lagian Lo juga sih yang mulai duluan, coba aja kalo elo ga masukin obat pencuci perut ke makanannya si MaX.
"Dia kan ga akan kayak gitu, kasian kan dia Maira,sakit perut Ampe 2 hari gitu, keciritnya,"
ujar Lisa.
"Kok Lo bisa tau, perasaankan gue ga cerita," ucapnya bingung.
"ha,anu itu Lo",Ucap Lisa keceplosan.
"Gue ke perpus dulu ya dah," ucap Lisa yang merasa gugup.
"Aneh deh itu anak," ujar Maira.
"Gue pulang!" ucap kak Nadin.
"Tumben Lo kak pulang telat?"tanya Maira.
"sorry ya, banyak tugas hari ini tadi." ucap Nadin.
"udah makan belom, gue bawain nasi goreng nih."
"Wa...enak tu, entar ya gue ambil piring."
"Ya gue juga sekalian bersih-bersih deh."
Setelah semuanya selesai, Maira dan kakak nya duduk di sofa sambil nonton drama kesukaan mereka.
Di drama itu terlihat ceritanya tentang benci jadi cinta, mengingatkannya dengan MaX di sekolah.
Tanpa disadarinya Maira menggeliat merasa jijik dengan fikiran nya sendiri.
"Kenapa Lo,"tanya kakaknya
Ga ada kak," jawabnya
"Gue tebak ni ya, nanti mereka malah saling jatuh cinta."Ucap Nadin.
"Ih, ga mungkin lah, mustahil! ya kalo benci ya benci aja."
"Ga ada namanya benci jadi cinta atau apapun lah itu." ucap Maira.
"Gue udah ngantuk," ujar Maira.
"Gue tidur duluan ya."
"Kenapa sih tu,sensi amat! lagi dapet kali ya."
"Udah ah, mending gue lanjut buat tugas sambil nontong film cinta dan benci." ucap Nadin sambil mengetik leptopnya.
Keesokan harinya.
Tok... tok..., terdengar suara pintu dari luar.
"Ya bentar," jawab Maira sambil berjalan keluar.
"Siapa ya" tanya Maira saat membuka pintu depan.
"Lisa ... ngapain kesini,?"tanyanya lagi
"Yee kenapa, ga boleh emang," jawab Lisa.
"Lagian gue kesini, karena ada hal penting yang mau gue sampein," ucap Lisa sambil nyomot roti yang ada di atas.
"Hal penting apaan, " jawab Maira.
"Sini Mai," ucapnya.
__ADS_1
Sambil narik tangan Maira, Lisa pun mencurahkan isi hatinya yang terpendam.
"Masalah Lo jadi guru bimbel nya si MaX, gimana tu, masih berlanjut atau ga Mai," tanya Lisa penasaran.
"Ngapain Lo nanya gituan,"jawab Maira.
"Enggak da, gue cuman tanya Aja."
'"Yakin, cuman tanya ajha? ga ada unsur-unsur yang lain."
"Ehmm" sambil menggelengkan kepala.
"Ya,sebenar masih berlanjut, lagian kan belum ada info apa-apa lagi dari Bu Dewi."Jawab Maira.
"Ya, sejauh ini gue masih guru bimbel MaX."
"Udah yuk berangkat ntar telat,"ucap Lisa. yang sengaja memotong pembicaraan."
"Eh tunggu dulu, jangan tarik- tarik,"ujar Maira.
Lisa tidak menghiraukan perkataan dari Maira . Akhirnya mereka berdua berangkat juga kesekolah.
Sesampainya disekolah, mereka langsung ke kelas dan sampai di kelas, betapa kaget nya Maira! ketika dia membuka pintu kelas, ada air jatuh tepat di atas kepalanya.
Akhh...
Plakk...
"Apaan ni.... siapa sih yang buat ini, awas ya gue bales ntar,"ancam maira, yg basah kuyup.
"kayaknya Lo harus kekamar mandi deh Mai," ucap Lisa.
"Temenin ya,Lisa...temenin gue " rengek Maira.
"Eh gue ga bisa, gue harus panggil mang Kadir buat bersiin semua ini, udah ya, dah."
"Setelah mengakhiri ucapannya dengan Maira, Lisa pun bergegas pergi mencari mang Kadir."
Maira berjalan menuju toilet,dengan keadaannya yang basah kuyup.
Tidak jauh dari Toilet yang akan di masuki oleh Maira, ada orang yang sengaja vidioin Maira dalam keadaan basah kuyup.
"Ehh mang Kadir" ucap Lisa yang melihat clening servis sekolahnya.
"ya neng," jawab mang Kadir.
"Di kelas ada air tumpah, minta tolong di bersihkan ya mang."
"Ya neng, nanti saya kesana ya."ucap mang Kadir.
"Ia mang, makasih ya kalo gitu aku pergi dulu."
Setelah dari mang Kadir,Lisa bergegas mencari Maira, dia kwatir kepada Maira yang lagi diisengin, karena dia tau siapa yang sedang isengin Maira.
"Maira mana sih, si MaX mana juga orang berdua kemana, kan jadi gue yang repot kalo kayak gini." Ucap Lisa, sambil clingak-clinguk mencari kedua temannya.
"Itu dia... " sambil berlari menuju Maira.
"Hai Mai, Lo ga apa kan."
"Ko ada liat sesuatu yg mencurigakan gitu g."
"Mencurigakan gimana maksud Lo," tanya Maira bingung dengan tingkah temannya ini sejak kemarin.
"Tunggu dehh Lo kenapa sih, dari kemarin itu, Lo tu aneh banget, ada apa sih! ada yang lagi Lo sembunyikan dari gue."
"Atau ada yang ga gue tau,"ucap Maira.
"Kok Lo Main rahasia-rahasia sih?" tanya Maira.
__ADS_1
"Ga asik Lo!" karena kesal dengan Lisa, Maira pun pergi meninggalkan Lisa sendiri.
"Maira tungguin gue," ucap Lisa sambil berlari mengejar Maira.