My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 36


__ADS_3

Setelah satu bulan Maira mengumumkan kehamilannya kepada seluruh keluarga besarnya..


Awal kehamilan hingga 9 bulan semua terasa sulit bagi Maira, karena hampir melahirkan pun dia masih saja merasakan mual yang cukup berlebih.


Setelah hari kelahirannya, Lisa juga mengumumkan pertunangan kepada semua keluarga besar.


Begitu lengkap saat ini kebahagiaan mereka semua, Bayu yang sudah mulai besar dia juga sudah mulai masuk sekolah paud dan Nadin pun saat ini tengah hamil anak kedua.


Setelah melahirkan Maira pulang kerumah, dia menggendong anaknya yang sangat cantik-cantik.


Ya... anak kembar yang di lahirkan oleh Maira sangat cantik dan manis.


Setelah dua tahun usia anak-anak Maira, Lisa mengumumkan jika dia ingin menikah dengan tunangannya Kim.


Seorang CEO yang sangat tampan dan terkenal, tetapi Maira memiliki Firasat buruk tentang pria tersebut.


Maira merasa jika ada yang salah dengan pria itu, dia mencoba menghentikan pernikahan Sahabatnya dengan mencari berbagai bukti untuk menggagalkan pernikahan mereka.


Dan benar saja, saat ijab Kabul terjadi dan Maira memiliki bukti yang cukup kuat untuk membatalkan semua ijab kabul itu.


Hal itu justru membuat Lisa begitu marah kepada Maira, karena menganggap telah membuat malu di acara pernikahannya.


Dengan rasa marahnya Lisa pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Maira yang merasa telah membantu temannya itu menjadi merasa sedih dan dia sangat kecewa karena hal itu.


Maira pulang dengan perasaan kecewa dia menceritakan segalanya kepada Max, tetapi jawaban dingin dari Max sungguh membuat Maira tambah menjadi galau.


Akhir-akhir ini Max begitu sibuk dengan kerjaannya sehingga Sering sekali mereka bertengkar karena hal kecil sekali pun.


"Aku butuh kamu juga mas, gak hanya karyawan kamu aja yang butuh," ucap Maira.


"Tapi aku kerja Maira, kamu jangan egois gitu lah," jelas MaX.


"Mas, kita punya 2 orang anak yang harus kamu perhatikan juga, kamu bagi waktu lah sedikit," tambah Maira.


"Ahh, aku pusing! aku udah capek .. bukannya dirumah di bikin senang, malah dibikin tambah pusing," jelas MaX dan langsung pergi dari sana.


Maira begitu sedih mendengar kalimat suaminya, di tambah masalahnya dengan sahabatnya yang belum selesai.

__ADS_1


Maira memasuki kamar kedua anak kembarnya, disana terlihat begitu polosnya ketika anaknya tidur bersamaan.


Dengan wajah yang tak bersalah membuat Maira begitu adem dan nyaman, Maira hanya kuat dengan dua putri kecil nya saja.


"Kiran dan Karin adalah penyemangat bagi mama, mama sayang kalian berdua," gumam Maira yang melihat anaknya tidur.


Pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi di dalam rumah tangga Maira dan Max, membuat suasana menjadi mencekam, Bahkan Max yang selalu sibuk diluar membuat Maira menjadi curiga kepadanya.


Sedangkan Max yang malas bertengkar dengan Maira lebih memilih untuk diluar selama bekerja dan bahkan dia memilih untuk tidak pulang.


Masalah rumah tangga menjadi completed membuat Maira sering merasa stress dan merasa sendiri.


Terlebih Lisa yang masih marah kepadanya membuat nya menjadi tidak tahu lagi harus berbuat apa, dia juga tidak ingin memberi tahu kakaknya dengan semua ini.


Karena masalah keuangan kakaknya Yang sedang tidak bagus akhir-akhir ini di tambah usia kandungannya yang bertambah besar jadi Maira tidak ingin menambah beban kakaknya.


Perasaan Cinta dan benci mulai dirasakan oleh Maira, yang awalnya dia sangat membenci Max lalu dia mencintai Max tapi sekarang dia takut akan untuk membenci Max kembali.


Maira yang memiliki Dua orang putri seakan tidak bisa menutupi kesedihan hatinya karena semenjak anak mereka lahir Max yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga jarang memberi waktu untuk melihat anaknya.


"Udah dua tahun usia kalian, tapi ayah kalian masih sibuk dengan pekerjaannya saja," gumam Maira sekali lagi.


Entah kapan suaminya yang mengecup lagi ketika mau tidur, entah kapan suaminya yang bersenda gurau sebelum berangkat bekerja, Maira hampir melupakan kasih sayang dari suaminya.


Semua itu terjadi disaat buah hati mereka lahir kedunia ini, Maira merasa jika suaminya telah berubah, Maira yang memiliki sikap dominan sangat merasakan perubahan itu.


Yang awalnya dia selalu di ratukan oleh Max, tapi sekarang Max hanya sibuk dengan pekerjaannya saja.


"Apa aku aja kali ya yang terlalu sensitif," gumam Maira.


Pagi ini Maira yang lagi duduk di meja makan sambil menenggak secangkir teh bikinan Mbok Darmi, pembantu yang sudah bekerja selama dua tahun ini.


Setelah melahirkan 2 bayi sekaligus Maira yang kewalahan mengurus pekerjaan rumah memutuskan membawa mbok Darmi kerumah untuk membantunya.


Dan selama dua tahun ini Maira merasakan seakan adanya kehadiran seorang ibu baginya di rumah ini, ya seperti itulah mbok Darmi di rumah ini bagi Maira.


...****************...

__ADS_1


"Mbok! titip si kembarnya, aku mau keluar sebentar," ucapnya sambil bersiap mengambil kunci di atas meja.


"Iya buk," jawab Mbok Darmi.


Maira melaju dijalanan sambil mencoba menelpon Lisa, dia ingin memperbaiki segala yang ada, setelah semua kesalahpahaman yang terjadi diantar mereka saat pernikahan Lisa gagal.


Niat baik Maira di artikan salah bagi Lisa, sehingga membuat mereka menjadi saling tidak teguran saat ini.


Kim yang sudah me manipulatif segalanya, sehingga membuat Lisa dan Maira menjadi bertengkar hebat saat itu.


Akhirnya Maira sampai di kediamannya Lisa, Lisa yang sedang duduk di luar sambil bersenda gurau dengan Kim, tidak memperhatikan kehadiran Maira.


"Lisa! aku kesini mau bicara sesuatu sama kamu," ucap Maira.


"Maaf Mai, aku lagi sibuk! Kami lagi merancang ulang pernikahan kami yang tertunda kemaren," sahut Lisa tanpa melihat Maira sedikit pun.


"Lisa.. aku tau tapi, kamu harus kasih aku satu kesempatan untuk jelasin semuanya," tambah Maira.


"Lo gak dengar apa, tunangan gue bilang dia tidak ingin bicara apapun sama loe," ucap Kim.


"Sorry Kim, tapi aku rasa kamu tidak perlu memperkeruh suasana," jelas Maira.


Dia punya hak untuk ngomong disini, lagi pula bukan dia yang memperkeruh keadaan tapi kamu yang buat mood aku jadi hilang," ucap Lisa yang marah sambil berteriak.


"Lisa.. kamu! aku nyangka kamu bisa semarah ini padahal dulu kamu selalu maafin semua tindakan konyol aku," ucap Maira mencoba mengingatkan Lisa.


"Semua bukan soal kamu lagi Maira, kehidupan kamu sudah bahagia, aku juga ingin bahagia, aku selalu dukung kamu, tapi kamu tidak bisa untuk sepaham sama aku," jelas Lisa.


"Tapi dia, kamu yang meracuni pikiran Lisa Kim," tuduh Maira yakin.


"Diam kamu Maira, bukan dia, tapi kamu.. sebaiknya kamu pulang sekarang,"


Lisa mengusir Maira dengan melayangkan tangan kirinya ke hadapan Maira.


Maira hanya terdiam melihat sahabat karibnya mengusirnya dari rumah itu di hadapan tunangannya, Kim yang merasa puas memberikan senyuman sinis kepada Maira.


Maira pun akhirnya meninggalkan tempat itu, dia tidaklah marah dengan perlakuan Lisa padanya, dia hanya ingin Lisa bahagia.. tapi menurut Maira Kim itu punya maksud lain dengan Dengan Lisa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2