My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 16


__ADS_3

"Jadi Lo mengira gue sama Max,_" tanya Maira.


"Ya habis Lo berdua baik, kayaknya udah ga pernah berantem lagi kan," ujar Lisa.


"Ya ampun Lisa, gue sama Max ga ada hubungan apa-apa! ya... cuman antara bos dan sekretaris," ujar Maira.


Lo ingat kan waktu itu pernah Meeting dengan pak pandu!" tanya Maira.


"Ehm, terus apa hubungannya!" tanya Lisa yang kurang mengerti.


"Jadi waktu itu," Maira pun menjelaskan.


Saat Max mengadakan Meeting bersama klien nya, maira yang ceroboh masuk keruangan di tempat Max mengadakan meeting.


Seperti biasa Maira yang selalu berantem ketika ketemu dengan MaX tidak menyadari jika ada orang lain diruangan itu selain Max.


Tetapi saat Maira marah tak bermutu dengan MaX, klien yang bernama pandu itu malah menyukainya dan menyetujui surat kontrak tersebut.


Dan mereka malah di undang untuk makan malam, Mereka mendapat kan kejutan jika Pak Pandu dengan istrinya adalah hasil benci dari cinta.


Oleh karena itu MaX dan Maira pun memutuskan untuk tidak begitu mengumbar kebencian, mereka masih bisa berdebat bahkan saling tidak suka satu sama lain tetapi hanya sekedarnya saja.


Mereka tidak ingin mengulang kisah Pak Pandu dan istrinya kelak, Karena mereka tidak ingin mencintai didasari dengan awal yang saling membenci.


"Jadi gitu ceritanya," ucap Maira.


"Tapi gue liat Lo antar makanan dan Max jemput Lo kekantor!" tanya Lisa lagi.


"Itu cara kita menjatuhkan satu sama yang lain," ucap Maira.


Lo kan tau sendiri gue sangat tidak mau bekerja disini, tapi si MaX si*** itu malah Merendahkan gue, ya gue ga terima lah," jelas Maira panjang.


Maira memang tidak bisa direndahkan sama sekali, Makanya dia menantang balik Max jika dia memang punya potensi.


"Dan sekarang terbuktikan Sudah berapa tender yang gue selamatin," ucap Maira yakin.


Di mulai dari nyonya_," Maira pun menghentikan ucapannya lalu pergi dari sana.


Maira siapa!" tanya Lisa penasaran.


Maira tidak mendengar Lisa, dia pun langsung mengambil mobilnya menuju sebuah kafe yang telah di janjikan.


Dan setelah sampai di kafe tersebut Maira langsung mencari seseorang yang telah membuat janji padanya dan hampir dilupakannya.


"Nyonya Yin," sapa Maira sambil memeluknya.


"Maaf nyonya saya telat," jelas nya lagi.


Saya kira kamu lupa, habis saya tungguin disini kamu tidak datang juga," ucap Nyonya.


"Ia Maaf tadi ada masalah sedikit, tapi sudah beres kok." Jelasnya lagi.

__ADS_1


"Ya sudah kamu mau pesan?" tanya nyonya Yin.


Mereka memesan makanan yang sama saat pertama kali mereka bertemu dulu, wanita yang sudah menganggap Maira seperti anaknya sendiri sangat bahagia hari ini.


Nyonya Yin menyuapi Maira dengan tangan nya sendiri, banyak hal yang ingin mereka lakukan hari ini.


Setelah makan mereka pergi ke sebuah taman dan membeli es cream di sana, nyonya Yin bercerita panjang disana, dan besok dia ingin Maira untuk datang kerumahnya.


Setelah berjalan panjang Maira pun menghantarkan wanita itu pulang kerumahnya, dan Maira pun menjemput Lisa di kantor.


"Hai Lis! sudah selesai," ucap Maira yang melihat Lisa keluar dari gedungnya.


"Lo dari mana aja sih?" tanya Lisa sambil memasuki Mobil.


"Sorry ada yang kelupaan tadi," Ucap Maira.


Maira sengaja tidak memberi tahu Lisa tentang kedekatan nya dengan nyonya Yin, dia tidak ingin Lisa bertanya lebih soal ini.


Tetapi dia sudah janji pada dirinya dia akan menceritakannya suatu saat nanti.


"Lisa, mumpung masih sore, kerumah kak Nadin bentar aja, ya!" tanya Maira pelan.


"Ya boleh Maira, ga perlu kayak gitu... Lo bisa datangi kakak Lo kapan pun yang Lo mau," jelas Lisa.


Maira memutar balikkan mobilnya kearah rumah Nadin, dan setelah sampai disana Maira langsung memeluk Nadin yang sedang duduk di depan rumah bersama Bayu.


Bayu yang tumbuh begitu cepat sangat menggemaskan, Maira juga sangat rindu pada keponakannya itu.


"Hai... Ganteng apa kabar," ucap Maira yang menggemaskan keponakannya.


"Ga usah repot-repot kak," ucap Lisa yang melihat Nadin membawa dua cangkir teh dari dalam.


"Enggak repot kok, lagian kalian tu terlalu sibuk sampai-sampai jarang main kesini... lihat Bayu sudah tumbuh gigi kan sekarang, besok jangan sampai Bayu sudah pandai lari baru main kesini lagi." jelas Nadin.


"ISS apa sih kak," gerutu Maira.


"Ia lain kali aku akan sering main kesini, ketemu kakak, Bayu dan Mas Aldi,"


"O ya mas Aldi mana?" tanya Maira.


Belum pulang, palingan sebentar lagi," ucap Nadin.


"Ye..ye...ye..." celoteh sang bayi.


"Apa Bayu, Bayu sudah bisa ngomong," ujar Maira.


kringgggg..


kringgggg..


Ponsel Lisa berdering kencang.

__ADS_1


Bentar ya Mai, kak angkat telfon dulu," ucap Lisa.


Seketika Lisa langsung pindah keruang depan dan mengangkat telfon.


Sementara Maira dan Nadin dan juga Bayu asik ngobrol, disaat itu Nadin memeluk adiknya tanda dia sangat begitu kangen kepada Maira.


"Kamu apa kabar?" tanya Nadin.


"Baik kak, maaf Aku ga bisa sering-sering kesini," ucap Maira.


"Ga apa, kakak ngerti kok, kakak senang kalau kamu mau Belajar menjadi lebih baik lagi," jelas Nadin.


"Kamu harus ingat apapun terjadi kakak selalu ada untuk kamu," ucap Nadin.


"Dan jangan terlalu cemaskan kakak, ada mas Aldi yang selalu jagain kakak," tambahnya.


"Ia kak, kakak yang baiknya disini, aku seneng kalo mas Aldi sayang sama kakak sama Bayu." jelas Maira.


Itu pasti, kakak sama mas Aldi Akan terus sayang dan perduli sama Bayu." ucap Nadin


"Kamu tau, yang Harus mencari seseorang untuk menjaga kamu," tambahnya.


"Betul kak," ucap Lisa yang baru selesai menelepon.


"Apa sih ikutan aja," ledek Maira.


Lo dengerin cari pendamping jangan cari musuh," ucap Lisa.


"Emang Maira punya Musuh?" tanya Nadin.


"Sudah Jangan dengerin Lisa, aku pulang dulu ya! salam aja buat mas Aldi."


Dah Bayu," sambil mencium Bayu.


Maira dan Lisa pun berpamitan kepada Nadin dan tak lupa mengecup pipi Bayu yang semakin menggemaskan.


Lisa menjalankan mobilnya keluar dari Parkiran rumah Nadin dan berjalan ke arah kediaman nya.


Setelah sampai disana, mereka masuk dan bersiap-siap untuk bersih-bersih lalu mandi, Ya walau sibuk di kantor tetapi ketika rumah kotor mereka langsung membagi tugas untuk membersihkannya.


Lisa sedang memasak di dapur, ya memang karena Lisa yang lebih bisa memasak dari pada Maira.


Saat Mereka sedang menyantap makan malamnya, disana Maira menceritakan tentang Nyonya Yin kepada Lisa, dan Maira mengatakan jika dia di undang untuk makan malam bersama besok.


Lisa yang hanya mendengarkan mencoba mengingat siapa nyonya Yin itu.


Bersambung...


***Jangan lupa untuk kasih like dan vote nya teman- teman .


***Terimakasih 🙏😍.

__ADS_1


***Aku sangat menyayangi kalian semua😘.


__ADS_2