My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 15


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa MaX mengadakan meeting dalam tender besar, dan Max pun mendapatkan tender tersebut.


"Ini catat semuanya," ucap MaX pada Maira.


"OK," jawabnya.


Maira pun mencatat semua yang Max perintahkan tanpa protes dan jawaban apapun.


"Eh kalian sadar ga sih, ada yang beda!" ucap Liya salah satu karyawan Max.


"Apa emang?" tanya Roni.


Agak sepi kan di dalam," ujar Nia juga.


"Biasanya selalu dengar kegaduhan gitu kan dari dalam tapi udah beberapa hari ini adem ayem kayaknya," ucap karyawan lainnya.


Tanpa sengaja Lisa mendengar perkataan dari karyawan-karyawan Max, yang sedang menceritakannya dengan Maira.


Maira yang sengaja datang ke gedung Max ingin menemuinya terkait Masalah meeting tempo hari.


Saat dia memasuki ruangan Max dan Maira, Lisa pun terlihat cukup aneh dengan MaX dan Maira yang anteng adem ayem gitu.


"Betul juga yang dibilang mereka diluar," gumam Lisa sambil membuka pintu.


"Hai MaX, eh Maira... sibuk Mai!" tanya Lisa basa-basi.


"Lisa tumben kesini," tanya Maira balik.


Ia gue mau kasih ini Max, berkas meeting yang kemaren," ucap Lisa sambil menyerahkan berkasnya.


Ia Lisa nanti gue lihat ya, soalnya sekarang gue lagi ngerjain ini sama Maira," sambil menunjuk berkas yang di mejanya.


Max yang duduk di samping Maira membuat rasa curiga mendalam di hati Lisa, ingin rasanya menarik Maira dan menanyakannya secara langsung, ucap nya.


Oh ok, gue pamit ya...," Tambah Lisa sambil meninggalkan tempat itu.


"Bu Lisa,"


"Hai Bu,"


Ucap Para karyawan ketika menyapa Lisa yang melewatinya.


"Buk, pak Max sama Bu Maira ga apa-apa kan buk," tanya salah satu karyawan.


"Maksudnya apa," tanya Lisa lagi.


"Mereka Udah beberapa hari kayak gitu buk, diem aja!" jawabnya.


"Udah ga apa, bukannya itu ya yang kalian mau, emangnya kalian mau mereka berantem melulu," tanya Lisa.


"Ga si Bu," jawabnya.


Siang hari di kantin kantor, Maira memesan sepiring nasi goreng ,sedangkan Lisa hanya meminum es jeruk karena dia memang tidak lapar juga.


Lisa melihat raut wajah Maira, dia memperhatikannya, dan tidak seperti biasanya dia begitu.


"Lo kenapa Lis?" tanya Maira.


"Ha... gue! ga, gue ga apa-apa," jawab Lisa.


"Mai, loga ada masalah kan!, tanya Lisa sambil meminum es jeruknya.


"Masalah apa?" tanya Maira kembali.

__ADS_1


"Ya mungkin Lo punya masalah atau apa pun bisa kok cerita ke gue," jelas Lisa.


"Ga ada, gue enggak punya apa-apa untuk di ceritain," jelas Maira lagi.


"Yakin Mai," ucap Lisa.


"Sebenarnya Lo yang punya masalah Lis, yang aneh itu Lo bukan gue," ucap Maira.


Maira pun berdiri sambil membawa sepiring makanan dan minuman dari kantin dan pergi meninggalkan Lisa duduk disana.


Lisa yang melihatnya langsung mengikuti Maira, "tu makanan Mau di bawa kemana Ama tu anak," gumam Lisa.


Lisa melihat Maira memasuki ruangan MaX sambil membawa makanan tadi, sehingga membuat Lisa semakin curiga dengan MaX dan Maira.


Lisa mengintip nya dan meyakini bahwa makanan itu untuk maX dari Maira.


Nih makanan Lo!" ucap Maira sambil meletakkan makanannya di atas meja.


"Makasih Maira," jawab MaX yang sedang mencatat di leptop nya.


Gue pastiin lain kali Lo yang akan beliin gue makanan dan antar langsung ke gue," ucap Maira meyakinkan.


Ya kalo itu Lo bisa menang dari gue," ledek MaX yang memulai dengan suapan pertamanya.


"Liat aja nanti," ucap Maira.


Lisa yang semakin heran, mencoba mengintip dari luar apa yang terjadi di dalam ruangan itu, dia meyakinkan diri nya jika mereka Subah berbaikan dan memulai menjadi teman.


Lisa pun semakin mendekati pintu ruangan itu dan semakin mendengarkan ucapan Max dan Maira.


Rasa penasaran yang menghadangnya membuat dia terjatuh saat bersandar ke pintu yang tidak tertutup rapat.


Plak...


Melihat Lisa yang tiba-tiba ada di balik pintu dan terjatuh MaX dan Maira pun terkejut dan mereka sontak tertawa bersama melihat cara jatuh Lisa yang yang terbilang cukup lucu.


Memang aneh," ujar MaX yang masih menyantap makanan nya.


Gue, gue ada perlu sama Maira," ucap Lisa yang langsung menarik Maira keluar.


Ada apa Lis," ujar Maira yang ditarik oleh Lisa.


"ehm... makanan Lo belum di bayar," ucap Lisa random.


"Ha... Lo kesini cuman mau bilang itu," tanya Maira merasa aneh.


"Gue sudah bayar," jelas Maira dan langsung masuk keruangan nya lagi.


Lisa yang sangat malu akhirnya meninggalkan tempat itu dan kembali ke gedung tempat dia bekerja.


Selain rasa malu ada rasa sakit yang dialami oleh Lisa, cuman karena ke kepoan nya tentang MaX dan Maira.


Lisa pun mencoba melupakan semuanya dan fokus kembali ke pekerjaan, seperti biasa Lisa Meeting dengan beberapa relasi hingga akhirnya dia dia pulang hingga larut malam.


Lisa menghampiri Maira seketika dia sampai dirumah, Maira yang saat itu sedang menonton televisi, menanyakan kenapa Lisa bisa pulang selarut ini.


Lisa mengatakan maaf karena tidak bisa mengantarkan pulang tadi, lagipula Maira juga tidak membawa mobil saat pulang tadi.


Di saat itu Lisa memberanikan dirinya menanyakan soal dirinya dengan MaX.


tentang yang terjadi belakangan ini.


"Apa pacaran," ucap Maira terkejut saat itu juga.

__ADS_1


"Tuduhan Lo itu ga mendasar, gue ga ad apa-apa sama Max, kita berdua sama ajha kek kemaren." jelas Maira


Maira pun naik keatas dan meninggalkan Lisa yang bertambah bingung.


Keesokan paginya...


Titt...


Tiitt...


Betapa terkejutnya Lisa ketika dia melihat Max yang datang kerumahnya untuk menjemput Maira.


Lis, gue duluan ya," ucap Maira dan langsung masuk ke mobil MaX.


Dan akhirnya gue menang kan," ucap Maira sambil menyandarkan kepalanya di mobil mewah Max.


Ia Lo menang," ucap MaX pasrah.


"lain kali Lo enggak akan menang lagi, dan gue enggak akan menjemput Lo lagi." jelas MaX.


"Ya kita lihat aja nanti," ucap Maira.


Max pun mempercepat laju mobilnya dan mereka pun menyelesaikan obrolan nya.


Setelah sampai di kantor semua terlihat biasa, sampai akhirnya menjadi beda ketika ada ucapan selamat yang datang dari karyawan tentang mereka.


Sebuah surprise untuk maX dan Maira, ketika karyawan mengira mereka tengah berpacaran saat ini.


Ucapan itu langsung mereka ucapkan karena mereka sangat bahagia jika mereka tidak berkelahi lagi.


Surprise...," selamat ya pak buk.


Selamat ya pak Max dan Buk Maira.


"Akhirnya bapak sama ibu sudah enggak berantem lagi."


Ucap semua Karyawan disana, setelah surprise di laksanakan.


Kalian kenapa sih, saya ga ulang tahun," ucap MaX.


"Ulang tahun saya juga masih lama," jelas Maira.


"Bukan ulang tahun pak, ini perayaan hari jadian bapak."


Apa...," ucap Maira dan Max yang kaget.


Betapa terkejutnya MaX dan Maira ketika mereka di kira pacaran sama semua karyawannya.


Semua sontak kabur ketika MaX berteriak dia tidak pacaran dengan Maira dan memarahi semua orang yang ada dan ikut dalam surprise itu.


Mereka yang melihat kekalapan Max langsung membersihkan segala pernak pernik surprise ini.


Di samping itu Maira yang juga ikut terkaget lantas keluar dari gedung dan berusaha menenangkan hatinya.


Bersambung...


***Hallo semua... salam sehat buat kita semua ya semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.


Author sangat sayang kalian semua, tanpa kalian author bukanlah apa-apa.


Semoga kalian suka dengan episode ini dan episode - episode lainnya.


Jadi author berharap kalian support terus ya, dengan cara like, komen dan vote nya.

__ADS_1


Jika tida mau ketinggalan ketika author up kalian bisa tambahkan favorit di hp kalian.


Terima kasih 🙏😘***


__ADS_2