My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 25


__ADS_3

Semakin jauh Maira pergi menghindari semuanya, semakin sakit hatinya, semua yang dirasanya akan baik-baik saja ketika dia menghindar dari kenyataan itu, maka semakin sulit baginya menemukan apa yang dia mau.


Keinginan Maira untuk mendapatkan jawaban ketika dia pergi dari masalah yang sedang di hadapinya bersama Max, semua itu tidak di dapatnya sama sekali.


"Ini kuncinya neng!" ucap ibu kos.


"Makasih buk," ucap Maira, sambil mengambil kunci dari ibu kos, tempat kosnya yang baru.


Maira masuk keruangan yang ukuran 2×4, sangat begitu kecil memang, sangat jauh dari kata layak, sejauh yang di rasakan nya ketika dia hidup susah bersama kakanya, tidak pernah dia bermimpi untuk tinggal dan hidup di kamar yang sangat sempit dan kecil seperti ini.


Maira menghela nafasnya dan mulai membersihkan setiap sudut dari ruangan itu, disana tersedia kasur tipis dan kipas serta lemari kecil.


Ya... tak apa lah, mungkin ini lebih baik sekarang dari pada harus hidup di jalanan," gumam Maira.


Sedikit di bersihkan dan dirapikan pasti kelihatan oke kok," gumamnya lagi.


Setelah beberapa saat akhirnya ruangan itu sedikit terlihat bersih dan rapi.


Maira menangis sambil duduk di sudut kasurnya, dia melihat sekeliling kamar itu, sangat sulit rasanya," kenapa jadi begini," gumamnya.


...****************...


Keesokan harinya Maira bersiap untuk mencari pekerjaan baru untuk nya, setelah keluar dari kantor Max, Maira mencoba mandiri tanpa berharap pada siapapun.


"Aku harus bisa," gumamnya sambil melihat cermin.


Maira keluar dari gang sempit tempat dia tinggal menuju jalan besar dan mencari angkutan umum untuk menjadi kendaraan nya sekarang.


...****************...


"Jadi saya di terima pak!" tanya Maira.


"Ya kamu bisa bekerja sekarang," jawabnya.


"Terimakasih pada kesempatan ini pak," ucap Maira lagi.


Bersama dengan seniornya, Maira di ajak melihat-lihat seluruh ruangan yang ada di kantor itu, menjabat menjadi staf biasa di kantor itu, Maira sedikit teringat pada Max.


"Baik kak terimakasih atas tour nya, saya senang bisa melihat-lihat sambil berkenalan dengan staf lainnya," ujar Maira kepada Trisya.


Trisya adalah team HRD di kantornya dan sekaligus yang menangani semua keadaan kantor, Trisya juga adalah kaki tangan dari bos.


Oke Maira kalau gitu saya kembali bekerja dulu, jika ada apa-apa jangan sungkan tanya ke saya." ucapnya.


"Baik Kak," jawab Amaira.


Maira melihat ruangannya dia berharap bisa betah bekerja di sana, dia mencoba duduk dan memulai segala nya dari awal disini.


Hai! Lo anak baru ya, salam kenal...gue Santi," ucap salah satu staf memperkenalkan diri.


"Iya hai, gue Amaira, tapi Lo bisa panggil gue Maira aja," ucap Maira membalas salaman dari staf tersebut.

__ADS_1


Setelah berkenalan mereka menjadi akrab karena sering berdua kemana-mana, terlebih meja mereka juga bersebelahan jadi mereka sering menghabiskan waktu bersama.


Setelah 2 pekan bekerja di kantor barunya, Maira mendapatkan proyek besar dari kantor nya, Maira yang merasa masih perlu banyak belajar lagi, menerimanya dan dia berharap ini bisa menjadi jenjang karir baginya kelak.


"Saya harap kamu tidak mengecewakan saya," ucap bos di kantor itu.


"Baik bos," jawab Maira.


Kamu bersiap dan kita akan bertemu di kantor ini jam Lima sore nanti," jelas nya.


"Baik bos," ucap Maira sambil keluar dari ruangan besar milik si bos.


Setelah merapikan Barang-barang nya di atas mejanya Maira langsung bergegas pergi dan tak lupa dia berpamitan kepada Santi teman barunya.


"Lo hati-hati ya Mai," ucap Santi.


Iya, makasih Lo sudah support gue," kata Maira.


"Lo emang berbakat Maira, bos ga akan asal main tunjuk untuk memberi suatu proyek kepada staf nya, apalagi Lo staf baru disini, berarti Lo memang berpotensi," ujarnya.


"Ehm, doain gue! kalau gitu gue pamit," ucapnya sambil beranjak dari sana.


...****************...


Setelah selesai membereskan barang keperluannya selama seminggu di luar kota, maira bergegas kembali ke Kantornya, dia berangkat ke luar kota untuk mengadakan beberapa meeting penting demi lancarnya proyek tersebut.


Bos dan tiga staf lain telah berada di kantor, dan sebelum Maira sampai disana, mendadak bos harus pergi mengurus proyek yang lainnya, jadi dia tidak bisa pergi bersama Maira dan 3 staf lainnya.


Maira yang baru sampai pun belum mengetahui jika bos tidak bisa ikut bersamanya, dan ada yang akan menggantikan bos nantinya.


Ya.. David adalah salah satu karyawan terlama di kantor tersebut, David juga termasuk sahabat dari Yogi bos tempat Maira bekerja.


Setelah sampai di sana, mereka memasuki kamar yang telah disiapkan terlebih dulu, ada dua pria dan tiga wanita termasuk Maira yang ikut dalam perjalanan ini.


Baiklah malam ini sebaiknya kita istirahat dulu, besok kita kumpul disini lagi jam 07.00 wib ya," ucap David.


Baik pak," ucap yang lainnya.


"Joko, kamu tidur sama saya aja, soalnya kamarnya cuman dua, yang cewek kamar nya yang ini ya," ucapnya sambil menunjuk kearah kamarnya.


Kamar cewek terletak pas di depan kamar cowok, dan mereka memasuki kamar dan langsung beristirahat.


...****************...


Setelah selesai mengadakan rapat pertama, mereka melakukan sarapan bersama dalam satu meja, ada satu wanita yang dari kemarin membuat Maira sangat tidak asing baginya.


Maira mencoba mengingat-ingat, karena wanita tersebut seperti tidak menyukai kehadiran Maira di sini, jadi agak sulit untuk mengajaknya berkenalan.


Maira berdiri mengambil Dessert yang telah disiapkan, wanita itu juga berdiri seperti sengaja menyandung kaki Maira sehingga membuat Maira jatuh dan tanpa sengaja di tangkap oleh David.


"Aduh...," ucap Maira sambil menatap wanita itu.

__ADS_1


Kamu enggak apa kan," ucap David.


Iya pak, saya baik-baik saja," ucap Maira sambil berdiri.


"Baiklah kalau gitu kita istirahat dulu, nanti sesudah makan siang kita akan mengadakan rapat lagi," ucap David.


...****************...


"Tunggu," Ucap wanita itu yang melihat Maira pergi dari Sana.


"Amaira Gunawan, Lo masih tetap sama aja ya, gue saranin jika ada masalah sebaiknya Lo selesaikan secepatnya jangan suka memendam di dalam hati," ujarnya.


"Maksud Lo apa, terus Lo siapa, kenapa Lo bisa tau nama lengkap gue?" tanya Maira.


"Lo masih ingat, ketika Lo basah kuyup terus Lo malah nyalahin orang yang salah, saat SMA dulu," ucapnya.


"Lo, siapa Lo! kenapa Lo bisa tahu?" tanya Maira yang semakin penasaran.


"Semua hal tentang Lo gue tahu, cewek sok alim yang sok pintar, semua harus tentang Lo, Lo fikir Lo siapa," jelasnya yang marah.


Maira mencoba mengingat-ingat siapa wanita Yangs sedang berbicara dengannya, wanita yang begitu banyak tahu tentang dirinya, wanita yang mengetahui segala masa lalunya.


"Lo... Ambar, jadi Lo yang sudah letakkan air di atas pintu dan buat badan gue jadi basah semua," ucap Maira marah.


Ya gue, Max siswa bohongan itu, sangatlah tidak tahu menahu, tapi Lo malah lempar semua kesalahan yang gue buat kedia.


"Dan seharusnya Lo berterimakasih sama dia, karena dia udah menggagalkan rencana gue buat menjebak Lo."


"Kalau gue berhasil waktu itu, gue yakin seluruh dunia akan lihat Lo tanpa busana saat itu." jelasnya panjang.


"Kenapa, kenapa Lo lakukan itu!" tanya Maira yang semakin marah.


"Semua karena Lo, gue benci sama Lo, Lo yang selalu sok naif, selalu ingin dilihat, Lo yang selalu jadi pusat perhatian semua orang,"


"Gua muak dan gue akan lakukan apa pun untuk mendapatkan yang gue mau, termasuk menyingkirkan Lo dari muka bumi ini, tapi sayang nya Max begitu menyukai Lo, dia sudah gagalkan semua rencana gue," ucap Ambar yang begitu marah saat melihat Maira setelah sekian tahun.


"Max, yang udah bantu gue selama ini," gumam Maira.


Maira yang sangat tidak menyangka jika MaX sudah membantunya selama ini, dia mengira Max benar-benar membenci nya.


"Tapi kenapa gue tidak menyadari," gumam Maira lagi.


"Lo bodoh Maira, gue yang akan mendapat kan tender ini, Lo cuman anak baru jangan harap Lo bisa menggeser posisi gue disini," jelasnya.


"Ambar, emangnya Lo sebegitu benci sama gue, emang gue sebegitu membuat Lo marah!" tanya Maira.


"Siapapun orang jika melihat tingkah menjijikkan Lo, akan merasa sangat muak dan gue juga sangat heran kenapa Lisa bisa betah sama Lo, " jelasnya lagi.


Mendengar penjelasan dari Ambar, Amaira sangat tidak menyangka jika dirinya begitu membuat orang-orang di sekitarnya sangat menyesal ketika kenal dengannya.


Maira sangat tidak tahu jika sikapnya selama ini sudah membuat semua orang jengkel dan kesal padanya.

__ADS_1


Semakin memikirkan itu, semakin membuat Maira menjadi bertambah bersalah pada Lisa dan MaX, dia merasa yang sudah dibuatnya selama ini pasti sangat membuat MaX menyesali perasaan nya terhadap Maira.


Bersambung...


__ADS_2