My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 32


__ADS_3

Pagi-pagi sekali keluarga Maira telah sibuk untuk bersiap-siap menuju acara akad yang tinggal beberapa jam saja.


Maira yang sedang di make up oleh perias pengantin yang cukup terkenal di daerah mereka, sangat nyaman dengan posisi ini karena dia sungguh tidak sabar untuk bertemu dengan MaX sebagai suaminya.


Lisa yang melihat Maira sedang duduk di makeup oleh Anita, perias sekaligus teman lama bagi Lisa juga.


"Gimana Nita, udah sampai mana?" tanya Lisa.


"Bentar lagi siap kok! mukanya halus banget, gak pernah di macam-macamin ya?" tanya Anita.


"Maira tu gak hobi pake make up, makanya seminggu ini gue suruh kesalon terus, jadi kan mukanya," jelas Lisa.


"Besok kalau udah jadi istri setidak nya Makeup tipis dong Maira," ucap Anita.


Bentar ya gue mau keluar sebentar," ucap Lisa yang berlalu dari sana.


Tak lama Lisa keluar, akhirnya acara makeup-makeupan nya telah selesai, Saat Maira melihat cermin dia begitu takjub melihat hasil karya yang indah di wajahnya.


"Wah Maira, lo cantik banget. Aura pengantin Lo begitu keluar," ucap Anita.


"Beneran! gue gugup tau," ucap Maira.


"Lo tenang Maira, semua akan baik-baik saja," ucap Anita menenangkan.


mm


Terdengar bahwa ijab kabul akan segera dilakukan, Maira yang sedang menunggu di dalam ruangan kerja Max yang disulap sebagai tempat rias bagi Maira, terlihat sangat gugup.


"Tenang Mai," ucap Anita, sambil memegang pundak Amaira.


Setelah akad berkumandang, dan Maira pun sah menjadi istri bagi Max. terlihat wajah lega dari Maira saat Max lancar membacakan akad untuk Maira.


Maira selamat ya, Lo udah jadi istri sekarang," ucap Anita sambil memeluk Maira.


Maira pun keluar menemui Semua orang dan suami tercintanya, Maira berjalan di altar, tampak anggun dan sangat cantik dan dilihat oleh semua orang termasuk Max.


Max melihat Maira yang terlihat berbeda, membuat jantungnya merasa bergetar. Seakan terbang ke udara Max sangat kagum dengan kecantikan dari istrinya.


Maira di jemput oleh Max, saat berjalan menuju pelaminan, seperti raja dan ratu mereka berjalan gagah dihadapan para tamu undangan.


"Kamu sangat cantik," ucap MaX yang berbisik pada Maira.


Maira tersipu malu saat di puji oleh Max.


Setelah memakai kan cincin kawin di jari manis Maira, mereka duduk di pelaminan yang sangat besar dengan cuaca yang indah dan dekor yang sangat cantik, mereka sangat serasi pada hari baik ini.


Max terus menggenggam tangan Maira seakan tidak ingin melepaskannya walau sedetik pun.


"Max, kamu lihat Inainya cantik kan," ucap Maira.


"Cantik banget. Apalagi orang nya, sangat cantik dan menawan, gaun ini sangat cocok untuk kamu," jelas MaX berbisik kepada Amaira.


Selamat ya Max, ucap Andika, teman Max saat kuliah dulu dan menjadi rekan kerja Max.

__ADS_1


Makasih bro," jawab MaX.


cepet dapat momongan ya Max dan Maira," tambah Pacarnya Dika.


"Makasih ya semuanya," ucap Maira.


"Kamu cantik sekali Maira, ujar Santi teman Maira saat dia kabur dulu.


"Santi, kamu datang... makasih ya," jelas Maira.


"Max ini Santi, teman ku waktu kemaren itu," ucap Maira pada MaX.


"Makasih ya Santi udah mau datang," ucap MaX.


"Sama-sama Max," jawabnya.


"Lisa yang tidak terlihat dari tadi membuat Maira menjadi bingung, dimana Lisa berada.


Maira mencari- carinya di segerombolan tamu yang berdatangan.


"Lisa mana ya," bisik Maira pada MaX.


"Mungkin lagi ada urusan kali," jawab MaX.


Hari semakin sore, tamu undangan sudah bergantian untuk pulang, semua orang telah lelah dan bahagia hari ini.


Max dan Maira turun menemui para kerabat yang masih ada dalam pesta ini.


"Maira selamat ya, semoga jadi istri yang semakin dewasa dan samawa," ujar kakaknya.


"Kak, Lisa mana sih?" tanya Maira.


"Gak tau, kakak gak lihat," jawab kakaknya.


Hari pun semakin malam, Maira belum melihat Lisa dari tadi, Maira semakin bingung kemana dia seharian ini.


"Seharusnya Lo disini Lis, Lo kemana sih," ucap Maira.


Maira yang merasa kecewa dengan Lisa, pulang dengan wajah murung, karena seharian ini Lisa tidak menemuinya.


Sahabatnya yang tengah merayakan hari sepesial nya.


"Kenapa sepanjang perjalanan hingga sekarang kamu kayak gak enak hati gitu," ucap MaX pada Maira sambil menggenggam tangan istrinya itu.


Lisa, entah dimana seharian... aku gak melihatnya dan dia juga gak datang untuk memberi selamat," jelas Maira.


Tok...


Tok...


"Maaf Mai, Mas Aldi mau ngomong sebentar, " ucap Kak Nadin yang datang kekamar pengantin itu.


"Iya sini," Ucapnya sambil mengambil ponsel yang sudah terhubung video call dengan kakak ipar nya itu.

__ADS_1


"Maaf ya Mai, rencana emang mau pulang, tapi ada kendala lain, terlebih disini emang lagi belum bisa pulang Mai, karena Virus itu kali," jelas Aldi panjang.


"Iya mas! Santai yang penting kadonya meluncur," sahut Maira sambil bercanda.


"Aman itu sudah mas siapkan jauh-jauh hari, selamat ya buat kalian berdua, Oya Max tolong jagain Maira yang super manja ini ya," ujar Aldi.


"Aman Mas," serahkan sama saya," jawab MaX yakin.


Maira pun menutup panggilan video itu, dan wajahnya kembali murung sedia kala.


"Yah murung lagi, kenapa sih pengantin itu pamali loh murung gitu," ledek MaX.


Max mengantarkan ponsel milik Nadin keluar, lalu dia menutup pintu kamar itu sambil melihat wajah istrinya yang sangat murung karena Lisa tidak hadir dalam pernikahan mereka.


Max memeluk Maira, membuatnya tenang didalam kegalauannya, Lantas Lisa keluar dari dalam lemari memberi kejutan kepada Maira yang tengah galau pada Lisa.


"Surprise," ucap Lisa sambil keluar dari lemari.


"Lisa, Lo ngapain disitu?" tanya Maira.


Aku aja baru di kasih tahu waktu di pulangkan ponsel Kakak Nadin tadi," jelas MaX karena di pandangi oleh Maira.


Maaf Mai, gue kan mau kasih hadiah yang paling berkesan, makanya gue lakuin ini," jelas Lisa.


Jadi dari tadi itu Lo gak pesta, Lo nyiapin semua ini?" tanya Maira sambil melihat tulisan dimensi yang keluar dari dinding kamarnya.


SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU, SEMOGA CEPAT DAPAT ANAK🤰, AMIN


DAN JANGAN BERANTEM LAGI YA.😍


"Ini gila sih, gila yang bikinnya," sahut Max saat melihat tulisan yang dibuat oleh Lisa.


"Makasih ya Lisa, gue kira Lo tinggalin gue sendiri, waktu Lo pamit mau keluar itu," jelas Maira.


"Mana mungkin sih Mai, gue gak lakuin sesuatu untuk sahabat gue saat nikah," ucap Lisa.


Mereka pun berpelukan dan saling tertawa lepas bersama-sama.


Tapi tunggu ini belum selesai, masih akan ada kejutan lainnya," ujar Lisa.


"Apa?" tanya Maira.


Kalau di kasih tahu bukan Kejutan namanya Mai, udah Lo tunggu besok aja," ucap Lisa, seraya pergi dari sana dan menutup pintu kembali.


Lisa ada aja tingkahnya, kamu yakin baru tahu tadi?" tanya Maira, sambil melihat Max dengan sudut matanya.


"Kamu gak percaya sama aku," sahut Max.


Mereka pun tertawa dan berpelukan, sambil mengingat kembali saat mereka bertemu dahulu.


"Jika diingat-ingat rasanya mustahil ini semua bisa terjadi Ya Max, jelas Maira sambil membaringkan tubuhnya di kasur pengantin yang sangat indah itu.


"Kalau aku sangat yakin ini bisa terjadi. Makanya kamu selalu cari masalah sama aku, supaya bisa dekat dengan aku kan," jawab MaX dengan PD nya.

__ADS_1


Mereka pun sama-sama terbaring di atas kasur itu dan saling berpelukan, sambil tertawa lepas bersama.


Bersambung...


__ADS_2