My Enemy My Lovely

My Enemy My Lovely
episode 20


__ADS_3

Kringgggg...


Kringgggg...


Telfon Maira berbunyi keras.


"Hallo,"


"Maira kamu dimana, kenapa kamu tidak angkat telfon kakak semalam."


"Kak Nadin," ucap Maira sambil duduk mengucek mata.


"Aku baik kak, semalam hp ku lowbat, maaf maaf sudah buat kakak kuatir, aku baru aja bangun nih."


"Jadi kamu kemana semalam, kakak kesana ya," pinta Nadin.


"Gak usah nanti aku yang kesana, sambil sarapan, gimna!" Pinta Maira juga.


"Ok kakak tunggu,"


Maira pun memutuskan telfonnya dan meletakkan kembali ke atas meja dan bersiap mandi.


Selesai mandi dan bersiap Maira langsung turun mencari Lisa di bawah.


"Eh Lisa, Lo ngapain?" tanya Maira.


Maira Lo sudah bangun," tanya Lisa juga.


"Gue mau kerumah kak Nadin, Lo ga usah masak gue sarapan disana aja," ujar Maira.


Tapi Maira, gue udah hampir siap kok, biar gue antar kesana ya," pinta Lisa yang masih mengkhawatirkan Maira.


"Enggak perlu Lisa,gue bisa sendiri kok," ucap Maira.


"Biar gue yang antar aja," ucap MaX yang baru bangun.


"MaX Lo disini," Ujar Maira.


"Gue tidur disini tadi malam, ayo kita berangkat sekarang." ucap MaX yang langsung pergi memanaskan mobil.


"Gue pergi dulu ya Lisa, Lo enggak apa sendiri kan," ucap Maira yang merasa tidak enak.


Maira pun berlalu, dia berangkat kerumah kakaknya bersama Max yg belum mandi, Maira meminta MaX mampir kerumahnya agar dia bisa mandi dan ganti baju.


Mereka pun menuju rumah Max yang memang tidak begitu jauh dari rumah Lisa.


Sesampainya disana Max langsung menuju kamarnya dan bersiap mandi dan mengganti pakaian juga.


Maira yang awalnya hanya menunggu Max di dalam mobil, memutuskan untuk turun karena dia merasa Max begitu lama di atas.


Maira menaiki anak tangga dan menuju suatu kamar, dia melihat ada fotonya disana yang di pajang rapi di atas meja.


Maira berbaring di atas kasur Max, dia melihat sekeliling kamar tersebut dan ada kekaguman tersendiri dalam hatinya.


"Ternyata si MaX rapi juga," gumam Maira dala hati.

__ADS_1


Saat lagi melihat foto-foto yang terpajang rapi di meja Maira dikejutkan dengan Max yang keluar dari kamar mandi.


"Ngapain Lo disini?" tanya Max.


"Akhhh," Maira berteriak saat berbalik dia melihat Max dengan handuk yang melingkar di pinggangnya.


Max Lo telanjang dada," ucap Maira.


"Ha telanjang, ya jelas lah kan gue baru siap mandi." ucap MaX.


Max menyuruh Maira menunggu di luar, sementara Max berpakaian di adakan kamarnya sambil senyum-senyum sendiri.


Setelah nya mereka berangkat kembali, Maira yang masih malu hanya bisa terdiam selama di perjalanan.


MaX berhenti di toko mainan sambil mengatakan, " tunggu sebentar ya Mai."


Maira yang hendak turun mengikuti MaX, tiba-tiba ponsel nya berdering, " Kak Nadin," ucap nya sambil mengangkat Telfon nya.


"Ya kak! lagi di jalan... tunggu sebentar ya, palingan Lima belas menit lagi."


"Kakak cuman mau bilang sarapannya udah siap, takut keburu dingin nanti,"


"bentar ya kak, udah Mau jalan lagi kok,"


"Ok dahh."


Maira pun menutup telfonnya kembali.


"Siapa Mai," Tanya MaX sambil bersiap untuk menyetir kembali.


"Ouch... ya udah kita berangkat lagi,"


Max menjalankan mobilnya kembali dan lebih kurang Lima belas menit Mereka pun sampai dirumah Nadin dengan selamat.


Maira di sambut hangat oleh Nadin yang langsung memeluknya erat, Nadin sangat senang dan sangat terpancar dari wajahnya yang berseri saat melihat adiknya kembali.


"Hai Kak! hey Bayu... kamu sehat," ucap Maira.


"Hallo sayang ini om belikan kamu mainan," ucap Max.


Maira sangat tidak menyangka Max bisa semanis ini terhadap keponakannya, sehingga membuat hatinya bergetar.


"Ayo kita masuk, ayo max masuk," ajak Nadin.


Mereka pun Masuk dan menyantap sarapan yang telah di siapkan kan oleh Nadin.


Nadin mengutarakan kecemasan kepada Maira, saat Lisa menelpon nya dia sangat cemas sehingga membuatnya tidak bisa tidur menunggu kabar dari Maira.


Maira meminta maaf karena tidak memberi tahu kakaknya, "Tapi semua sudah selesai karena pelakunya sudah ditangkap polisi," ujar nya.


"Syukur lah," ucap Nadin yang menatap adik semata wayangnya.


"Tenang aja kak Nadin aku akan selalu menjaga Maira," ucap MaX yang langsung berhadapan dengan Maira dan Nadin.


Sekali lagi perlakuan manis Max membuat hati Maira bergetar, sikap gentleman Max di hadapan kakaknya sangat membuat Maira terpincut.

__ADS_1


"Kakak senang jika ada MaX sekarang," tambahnya.


"Ye...ye...ye...," celoteh Bayu.


"Apa sih Bayu... gemesnya," ucap Maira sambil mencubit pipinya.


Maira tinggal disana hingga sore bersama Max, Mereka bermain bersama Bayu dan Nadin sangat senang melihat adiknya bisa merasakan kebahagiaan ini.


Nadin yakin jika MaX benar-benar menyayangi Maira sangat tulus, ini membuat Nadin sedikit tidak menghawatirkan Maira.


Saat mereka Hendak pamit kepada Nadin, Aldi pun pulang dari kantornya.


"Maira kamu enggak apa kan, kak Nadin cemas banget tadi malam," jelas Aldi yang langsung menghampiri mereka.


"Aku enggak apa Mas, Alhamdulillah semua baik-baik aja," jelas Maira lagi.


"Syukurlah kalau gitu," ucapnya lega.


Aldi melihat Max bersama Maira begitu banyak tanda tanya di hatinya, tapi dia tidak akan menanyakannya sekarang.


"Kalau gitu kami pulang dulu mas, kk!"


Mereka berpamitan langsung ke Nadin dan Aldi. Max merasa canggung saat bertemu dengan Aldi, tetapi dia berusaha mengalihkan nya .


"Akhirnya mereka pulang menuju kediaman Lisa. Disana Lisa duduk sendiri di depan Televisi, tetapi tetapi pikirannya entah kemana saat itu.


Lisa pun dikejutkan oleh kehadiran Maira yang telah sampai dirumah, Maira tersenyum melihat Maira menandakan dia baik-baik saja.


"Malam ini gue tidur disini lagi," ucap MaX.


"Apa... enggak! Lo pulang aja, maX mending Lo pulang," jelas Maira.


"Tapi gue mau jagain Lo," ujar nya.


"Max Maira itu bukan anak kecil, lagi pula kan ada gue," jelas Lisa.


"Tapi kalian cewek berdua itu enggak aman," ucapnya ngeyel.


"Gue tau Lo suka sama Maira, tapi enggak kayak gini caranya," ledek Lisa.


"Enggak Max, Lo pulang aja," jelas Maira sekali lagi.


"Dan Lo berdua aneh banget, suka-suka! akhh... enggak ngerti gue,"


Maira yang kesal atas over protective MaX dan tingkah aneh dari Lisa lalu meninggalkan mereka berdua disana.


Dia menaiki anak tangga dan langsung masuk ke kamarnya dan menguncinya.


Tetapi entah kenapa dia sangat menyukai sikap Max yang over kepadanya. yang membuat hatinya bergetar dan pipi nya memerah, Maira merasa malu saat di perlakukan begitu dengan MaX.


Maira senyum-senyum sendiri di pinggir tempat tidurnya, sambil membayangkan ucapannya kepada Nadin tadi.


"Max Memang gentleman," gumam Maira dalam hatinya.


"ISS kenapa gue jadi begini ya," gumam Maira sambil memegang pipinya yang merah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2